Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Sherlock Holmes dan Kisah-Kisah Lain yang Tak Selesai

Cineplex 21 Blok M Plaza. Beberapa bulan yang lalu. Tiba-tiba layar padam. Gulita. Tiada adegan. 'Kemana ni si Joni?', saya teringat Nicholas Saputra di Janji Joni. 5 menit, 10 menit, dan bisik-bisik semakin berisik. 'Mohon maaf para penonton, genset kami mati. Anda semua dipersilahkan jika ingin menunggu di luar', seorang petugas memberi pengumuman.

Jujur, itu pertama kalinya saya menonton bioskop dan terputus di tengah jalan. Tapi bagaimanapun saya maklum. Beberapa hari sebelumnya Blok M Plaza memang baru saja kebakaran. Sehingga pasokan listrikpun terpaksa menggunakan genset. 10 menit menunggu, belum ada kepastian. 20 menit, belum juga. Hingga akhirnya di menit entah keberapa, uang kamipun dikembalikan. Sherlock Holmes menjadi kisah yang tak pernah selesai (Padahal cuma tinggal endingnya!!!).

Manusia berencana, Tuhan penentunya. Pepatah lama. Entahlah, mungkin memang begitu. Saya juga tak tahu. 'Masa Tuhan kok sempet-sempetnya ngurusi masalah Sherlock Holmes', otak saya melempar tanya. Kurang ajar memang. Cuma (ketika itu) saya tak habis pikir saja, apa hubungannya Sherlock Holmes dan Tuhan. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin memang begitu.

(Dulu) saya adalah manusia yang suka dengan sesuatu yang sistematis. Suka membuat rencana. Selalu berusaha sebisa mungkin untuk menghindari improvisasi. Entahlah, saya tak tahu alasannya. Saya cuma tak begitu suka dengan hasil yang tak maksimal hanya karena kurangnya perencanaan. Karena itulah saya pasti selalu sibuk di malam sebelum berangkat liputan keluar kota atau entah akan pergi kemana. Menyiapkan benda-benda yang mungkin nantinya akan saya butuhkan. Menatanya dalam kantong plastik berdasarkan kategori. Begitulah. Saya memang tak begitu menyukai improvisasi. Saya suka jika semuanya sesuai rencana.

Tapi itu dulu. Sekarang? Saya kurang begitu tahu. Yang jelas saat ini saya belum punya rencana apa-apa. Saya juga belum berpikir untuk melakukannya. Sebenarnya saya ingin. Tapi belum bisa. Kenapa? Saya hanya merasa lelah berencana. Terlalu sering cerita yang diharapkan indah di endingnya, ternyata justru sebaliknya. Mending kalau happy ending terganti dengan sad ending. Kadang-kadang beberapa cerita malah tak punya ending. Seperti Sherlock Holmes tadi. Yang selesai dengan cara tidak selesai.


***


Utan Kayu, 4 April 2010
04.50 WIB

0 komentar:

Posting Komentar