Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Layang dari Seberang Perang

‘Kejam hanyalah masalah sudut pandang’
Captain Jack Sparrow (Pirates of The Carribean “At World’s End”)



Palestina terbakar. Lebih dari dua minggu terakhir pesawat-pesawat tempur Israel terus membombardir. Korban berjatuhan. Lebih dari 700 nyawa melayang. Sekitar 200 di antaranya anak-anak (dan mereka tak tahu apa-apa). Sementara 3000-an lainnya luka-luka. Kecaman bertubi. Bahkan dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi agar kedua pihak menghentikan pertempuran. Tapi semua hanya angin lalu. Perang belum berhenti. ‘Belum waktunya!’, teriak kedua pihak yang berseteru.

Senada dengan kata-kata sebagian besar dunia, banyak pihak di Indonesia menyuarakan hal yang sama. Aksi demonstrasi anti agresi militer Israel digelar di beberapa kota. ‘Israel kejam!’, kata mereka. ‘Tak berperikemanusiaan!’, lanjut yang lainnya (dengan memandang sebelah mata roket-roket tempur Hamas yang tak berhenti dilontarkan ke wilayah Israel). Bahkan tak cukup dengan kata-kata, sebagian elemen masyarakat berniat mengirimkan milisi tempurnya untuk turut membantu para pejuang Hamas di jalur Gaza. (Mereka sepertinya lupa, bahwa jatuhnya korban sipil Palestina juga dipengaruhi kepengecutan milisi Hamas yang bersembunyi di tengah-tengah permukiman warga).

Sementara itu beberapa waktu yang lalu, Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas dieksekusi pihak kepolisian negeri ini. Alih-alih kecaman dan hujatan, para pelaku Bom Bali tersebut justru mendapatkan simpati banyak pihak. Bahkan di masing-masing daerah asal ketiga terpidana mati ini; tempat di mana mereka akan dikebumikan; ribuan orang yang menamakan dirinya keluarga syuhada berkumpul untuk memberikan dukungan. Ketiganya dielu-elukan dengan puja-puji seakan pahlawan yang gugur dalam perang. Tak ambil pusing dengan banyaknya nyawa yang mati sia-sia tanpa tahu apa-apa akibat peledakan bom yang mereka lakukan.

Tulisan ini tentu saja sama sekali tak bermaksud menyalahkan satu pihak untuk kemudian membenarkan pihak yang lainnya. Namun bukankah sebenarnya jika kita bersedia menyempatkan diri untuk sedikit berpikir, apa yang mereka (Izrael dan Amrozi Cs) lakukan sebenarnya adalah sama saja? Melakukan pembantaian massal membabi buta yang menghilangkan banyak nyawa tanpa pernah menyelesaikan apa-apa? Lalu yang menjadi pertanyaan lanjutan, jika keduanya sebenarnya adalah sama saja, kenapa bisa ada perlakuan yang berbeda? Di mana yang satu dicaci sementara yang lain justru dipuji? Entahlah. Mungkin apa yang Captain Jack Sparrow katakan adalah sebuah kebenaran. Kejam atau tidak, sebenarnya hanyalah masalah sudut pandang.

*Gambar di ambil dari sini

7 komentar:

  1. Doa di Putik Kamboja mengatakan...
     

    aih,.. aih,.. mungkin bukan sekedar sudut pandang. tapi keadangan kita sebagai pembaca dan keadaan mereka sebagai pelaku juga harus di pertimbangkan. bagi kita kejam tapi bagi mereka adalah pilihan atau bahkan paksaan. semoga Tuhan merahmati orang-orang yang teraniaya. orang yang teraniaya dalam perang adalah rakyat dan tentara atau pejuang. tak ada pilihan selain bertahan. tak ada kehendak selain membabat.

  2. Dony Alfan mengatakan...
     

    Orang Indonesia memang gampang bersimpati kan? Tapi itu tidak jelek

  3. sang lintang lanang mengatakan...
     

    @ doa di putik kamboja:
    lha ya itu mas, 'keadaan'lah yang nantinya akan mempengaruhi sudut pandang..

    @dony alfan:
    1. orang Indonesia? saya juga orang Indonesia mas. tapi itu bukan masalah 'Indonesia' atau bukan, tapi karena kita 'manusia.' dan karenanya 'punya otak dan perasaan'.

    2.memang tidak jelek.

  4. Fadil Wimala mengatakan...
     

    banyak yg bersimpati sama amrozi cs gara2 banyak yg percaya bahwa bom sesungguhnya yg membunuh banyak org di Bali sana itu bukan dr mereka.. mungkin begitu sih... :)

  5. sang lintang lanang mengatakan...
     

    @ fadil wimala:
    ya mungkin saja.. lha terus dari mana ya? :)

  6. nanoq da kansas mengatakan...
     

    hhh... :-)

  7. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ nanoq da kansas:
    yaaa... :)

Posting Komentar