Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Manusia Alam

Tes... Tes... Tes... Betapa titik-titik air ternyata mampu mengenalkan siapa sebenarnya alam dan keheningan. Mungkin malam memang selalu terlihat berwarna kelam dan suram, namun ada kalanya suatu kekelaman dan kesuraman justru secara sukarela menunjukkan keberadaan cahaya. Tak ada kerlip gemintang. Terlebih bulan yang menerang. Hanya gerumbul sesemak dan harum pinus yang telanjang. Gerimis riwis-riwis.

‘Aku adalah titik!! Salah satu bagian dari sekian banyak titik-titik lain yang merangkai alam dan kehidupan!!’, teriak sang benak sambil menari-nari. Tubuh memang menggigil, namun jiwa terasa hangat. Sebuah keajaiban ketika ternyata barisan hujan justru menjadi selimut yang menghangatkan. Dan kini, telah lahir bayi-bayi yang bersiap menjadi manusia yang menjadi.

Sukuh 31 Okt. 2008


*gambar diambil dari sini

2 komentar:

  1. cerita senja mengatakan...
     

    ah, kadang saya senang jadi pemuda indonesia kebanyakan...

    menjadi salah satu dari kebanyakan.
    :)

  2. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ cerita senja:
    kadang memang begitu.. :)

Posting Komentar