Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

;Langgam Alam (ketika) Malam

marilah kita sama-sama berdiam di krematorium malam dalam temaram bungkam, dan mari kita mulai belajar meyakini bahwa kebangkitan bukanlah satu-satunya iman !!

'bukankah telah kulihat keranda itu telah kalian seret beramai-ramai kemarin sore?
tapi bagaimana bisa nisan yang telah tersiapkan sejak beberapa abad lampau bisa terbakar hanya oleh sulut api yang sedemikian kecil; bahkan terlalu kecil, lebih kecil dari kuncup puting perawan suci yang baru berumur tiga puluh hari?'

tak perlu heran,
karena hidup hanya sederet kemungkinan yang diciptakan nenek kita dari sekeranjang sayap kunang-kunang yang terpatahkan oleh malam, tiga hari yang lalu, tepat sesaat sebelum beliau merasa bosan lalu menghentikan desah nafas setelah sekian lama dipertahankan mati-matian.

'tak perlu lagi kau runtuhkan kuil-kuil, juga surau-surau, apalagi gereja-gereja itu
biarlah mereka berdetak sesuai dengan apa yang harus mereka lakukan!
tanpa paksaan. tanpa tujuan.'

0 komentar:

Posting Komentar