Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Catatan belanja pengantin muda

‘Apa beda kita dan neraka?,‘ tanyamu kemarin lalu. ‘Tak ada’, jawabmu. Brengsek!! Untuk kesekian kali kau benar. Neraka memang tak ubahnya seperti kita. Nyala api bersatu padu mengharu biru jilatan nafsu yang melumuri remah-remah otak. Panas? Pasti. Tapi apa lagi yang perlu dicari ketika kita selalu saja membiarkan diri memakai topeng keledai. Yang setiap putaran waktu pura-pura tak sengaja terperosok di jurang yang sama.

‘Apa beda malaikat dan kita?’, bisikmu di bibirku suatu waktu. ‘Tak ada.’, lanjutmu. ‘Karena kita semua sama-sama terus melakukan hal yang selalu saja sama tanpa rasa. Tanpa jiwa. Sebuah kewajiban yang dilalui dengan stagnan. Tanpa tujuan. Yang tak sekalipun peduli apakah nyala lilin penerang kamar kita telah padam, ataukah hari memilih untuk melindungi hujan’. Dan untuk kesekian kali, harus kuakui (brengsek !!) kau benar lagi.

Entah. Akhir-akhir ini kau memang maha benar. Atau jangan-jangan kau sudah menjelma menjadi tuhan? Kalau begitu jangan pedulikan malam, cepat kau lepas bajumu! Lalu kita bercumbu, sebelum kehabisan waktu! Cepat ! Asu !!

3 komentar:

  1. Yodie Hardiyan mengatakan...
     

    hehehehe...

    persetubuhan membakar semua logika...

    hitam atau putih telah terlupakan

    yang penting,,mak nyuss

    hehehe

    salam

  2. Anonim mengatakan...
     

    kaya program Catatan Belanjanya multicom
    www.multicom.site50.net

  3. pernikahan adat mengatakan...
     

    Salam kenal sobat, saya suka ulasan anda, ringan namun berkualitas, jadi inget waktu jadi pengatin adat setahun silam, betapa indahnya :)

Posting Komentar