Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Biografi Sunyi

Tahukah kau, bahwa kesunyian yang kini mencekam ini terlahir beberapa hari yang lalu ketika sepasang pagi yang menderita bulimia memuntahkan darah putihnya di selembar kain sarung yang terhampar di depan mushola kampung kita?
Dan bahkan kupu-kupu bersayap ungu yang biasanya berdendang di seberang sendang itu-pun kini lebih memilih bungkam pura-pura tak mengenal suara.
Jadi jangan salahkan sang hari jika saat ini dia lebih memilih untuk mati, ketika senja semakin lama semakin menjauhi bekas tapak-tapak kaki yang kemarin kita ciptakan dari beberapa tetes keringat yang dicampur dengan sedikit penat.
Yang laknat.

1 komentar:

  1. koboi urban mengatakan...
     

    aku jadi inget kertas-kertas puisimu yang berserakan di kamar dan tertempel di dinding..terima kasih pada teknologi, kertas-kertas itu kini berganti rupa menjadi ada namun tidak tersentuh raga..terus berkarya!

Posting Komentar