Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Kebudayaan (memakai) topeng

Kota Solo terpilih sebagai salah satu peserta ‘The Andong International Folk Art and Mask Dance Festival 2007’ yang akan berlangsung 28 September-7 Oktober di kota Andong, Korea Selatan. Dalam festival ini, delegasi dari kota Solo akan mewakili Indonesia untuk menampilkan tarian topeng dari Jawa dan dari beberapa daerah lain. Entah apa yang menjadikan kota solo dirasa pantas mewakili Indonesia dalam hal ‘pertopengan’ di kancah pentas kesenian internasional. Sedangkan jika kita lihat, betapa banyak daerah-daerah lain bagian dari negeri ini yang juga melestarikan kebudayaan ‘topeng’. Tidak hanya sebatas sebagai sebuah karya seni, tapi juga bahkan sudah mulai memasuki wilayah sistem pemerintahan dan perpolitikan.

Lihat saja, betapa sering kita temukan beberapa oknum pejabat kita yang memakai topeng demi menutupi kebobrokan yang ada di sebaliknya. Pasti sebagian dari kita masih ingat dengan tragedi pembakaran gubuk-gubuk liar di pinggiran rel di Jakarta beberapa waktu yang lalu, hanya karena SBY berencana naik kereta api melewati kawasan tersebut. Betapa begitu mencolok kebodohan para pejabat kita yang hanya sekedar berusaha menutup-nutupi kenyataan yang ada dengan melakukan penertiban dan bukannya mencari sebah solusi yang bisa dijadikan sebagai jalan keluar dari masalah kemiskinan warga kota.

Begitu juga dengan kesemarakan program Semarang Pesona Asia yang diadakan pemkot Semarang beberapa waktu yang lalu. Program yang bertujuan untuk mengenalkan Semarang kepada pihak asing agar mereka bersedia berinvestasi di kota ini tak lebih dari sebuah proyek mercusuar sang walikota agar mendapatkan ‘nama’ di kancah dunia. Bagaimana tidak, jika dibalik kesemarakan yang ada ternyata Semarang masih disibukkan dengan persoalan kemacetan jalan raya, kesejahteraan rakyat, penataan PKL, banjir dan rob yang menjadi agenda rutin tiap tahun.

Dan pertunjukan tari ‘topeng’ yang paling baru adalah sebuah pementasan yang diselenggarakan oleh pemda Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur beberapa waktu yang lalu. Sementara di daerah tersebut masih banyak warga yang menderita busung lapar, pihak pemda justru menghadirkan Inul Daratista berjoget ria di sebuah pesta.

Jadi sebenarnya sesuatu yang kurang adil jika hanya kota Solo yang diberi kesempatan untuk memamerkan kebudayaan topengnya, sementara sebenarnya daerah-daerah lain juga demikian kaya akan kebudayaan (memakai) topeng.

0 komentar:

Posting Komentar