Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu #4


Lalu di suatu dini hari kau mulai bercerita tentang sepenggal masa lalu di mana kau masih cukup belia dan menganggap dunia ini semacam taman bermain raksasa. Asap rokok mengepul di sesela bibirmu yang bersih dari gincu. 'Aku dulu suka menyanyi', katamu, 'Juga menari', lanjutmu. Dan gerimis pecah. Kau bicara tentang berbagai macam bunga mulai dari melati yang sungguh kau sukai hingga kamboja yang kau benci setengah mati hingga kini. Juga tentang sesemak tanpa nama yang merimbun di sudut halaman rumah masa kecilmu tempat di mana kau biasa berbaring menatap benih-benih bintang saat adzan maghrib menelusup di sesela awan yang mulai menghitam. Nenekmu; katamu; ketika itu akan memanggilmu dengan panggilan lembut memintamu untuk segera mengambil air wudhu dan minum segelas susu. 'Ketika pagi aku sering pergi ke pasar sendiri', tiba-tiba kau mengubah tema pembicaraan. Sementara aku tak berhenti menatap matamu yang telah berhasil memaksaku mengemas tas ransel secara serampangan, menyambar peta buta dan kompas rusak untuk kemudian memulai petualangan meski tak mengenal jalan. 'Pasar itu berada di dekat terminal', kau mulai bercerita tentang tempat itu. Tempat di mana hampir tiap hari ratusan orang berjejalan, penjual ikan membuka lapak di dekat pedagang kaset bekas, poster artis berdampingan dengan cabai merah, bawang putih dan kaos kaki, daging sapi dan terasi, tembakau cincang dan es lilin. 'Aku suka es lilin', katamu, 'Yang merah muda', kau bilang sambil tertawa, 'Rasanya seperti cinta'. Sementara gerimis makin menderas, aku tak ingin ceritamu tuntas...




Casablanca, 13 Februari 2012
* Judul dikutip dari lirik lagu Tentang Cinta - Melancholic Bitch

0 komentar:

Posting Komentar