Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu #2


‘Dengarkan’, lalu kau mulai membaca puisimu. Yang kau bilang kau tulis beberapa waktu lalu, suatu dini hari ketika kau merasa terlalu lelah dan sungguh ingin muntah. Bibirmu bergerak-gerak, dan baru kusadari ternyata suaramu agak-agak serak. Ah, kemanakah aku selama ini? Tapi bukankah sebenarnya tak cukup mengherankan? Tidakkah selama ini kita memang lebih sering bertukar pikiran melalui tulisan?

Kau bercerita panjang lebar tentang sebuah pintu di puisimu. Yang terbuka dan ada seseorang yang lupa untuk menutupnya. Kau bilang, ‘Yang selalu lupa menutup pintu itu cuma asu’. Ah, betapa sebenarnya aku ingin tertawa. Asal kau tahu, betapa dirimu tak cukup pantas melemparkan makian semacam itu.

Lalu di paragraf kedua kau mulai membaca cerita tentang senja. 'Kau suka senja bukan?', kau bertanya di sesela tawa. Sementara aku hanya tersenyum sambil menghembuskan asap rokokku. Seandainya kau tahu, aku sudah cukup lama berhenti menyukai dan membenci sesuatu.

Dan setelah terdiam sesaat; tepat ketika rintik mulai menitik; kau pun kembali membaca. Kali ini tentang komidi putar dan jalan sempit yang teramat pengap. Jembatan yang tinggal tiang-tiang. Mayat-mayat berserakan. Tak juga habis-habis... Tak kan juga habis-habis...*




Casablanca, 30 Nov. 2011
* Judul dan kalimat terakhir dikutip dari lirik lagu Tentang Cinta - Melancholic Bitch

0 komentar:

Posting Komentar