Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Dadu - Dadu



‘Mainkan dadumu.. Ada satu diantara enam yang akan jadi milikmu’
Awan berarak pinak
Mimpi-mimpi manak
‘Tapi waktu kadang asu’
Pesimis bau amis
Tapi hanya untuk banci. Kau laki-laki?’

***

‘Mainkan dadumu... Tuhan di belakangmu’
Kuda sembrani putih pucat
Melesat tak kenal sekarat
‘Bumi bundar bukan?’
Pohon pisang bergoyang-goyang
‘Tak usah dipikirkan. Kau tak sendirian’

***

‘Mainkan dadumu.. Sisi atas itu takdirmu’
Dering hape memecah malam
Sinatra mengalun pelan
‘Tiba-tiba aku ingin menjadi penyair lagi. Tai’
Jendela terbuka. Tiada malaikat di sana.
‘Cuma ada dua. Kau sudah gila, atau kau sedang jatuh cinta?’
Air jatuh dari angkasa. Kata ibu hujan namanya.
‘Sumpah mati, bunuh aku malam ini. Dinihari nanti aku akan mulai tulis puisi’



Casablanca, 17 Desember 2010

0 komentar:

Posting Komentar