Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Waktu Sarapan Pagi

‘Aku lama tak tulis puisi…’
’Peduli setan...,’ wanita itu tuangkan santan. Osreng osreng osreng.... ’Pedas?’
’Terserah’. Srupuuuttt.. Kopi pahit. Klepuuusss... Kretek bakar. ’Tak ada berita bagus hari ini’ , koran seminggu lalu.
’Memangnya sejak G30S pernah ada berita bagus?’, terasi digerus.
’Lambemu....’ .
’ ...Upaya Mabes Polri memanggil delapan pejabat KPK, dinilai ICW sebagai ketidakwajaran. ICW bahkan menengarai, pihak kepolisian telah menyalahi kewenangan sebagai penegak hukum. Bla bla bla...’, radio siarkan cerita.
’Ibu... ibu...’, Bintang datang. Wajah sumringah, ‘Aku menang...’
‘Apa?’, cabe dipotong-potong.
‘Jangan terlalu banyak.. nanti kepedesan..’, srruuupuuuutt.. Kopi. Lagi.
‘Lomba baca puisi...’ , Bintang senang
‘Lalu?’ , giliran bawang.
‘Bagus itu ndukkk’, klepuuus. Hisapan terakhir.
Bagus apanya?’, pisau diletakkan. Cobek disiapkan. ’Puisi hanya mencipta mati’
’Lambemu itu lho...’
’Lho? Tak kenalkah kau Wiji Thukul? Dia mati karna puisi...’, Gerus gerus gerus...
'Tapi Bintang kan bukan Thukul.. Bintang itu masih nol besar...’, koran dilipat.
’Peduli setan. Kau juga bukan Yesus Kristus... Kau pikir Thukul tak pernah TK?’
Lha mana aku tahu?’
'Makanya beli blackberry.. biar bisa buka internet..'
'Lambemu itu lho...'
'Feminisme, etnisitas, orientasi seksual, nasionalisme, semuanya diaduk-aduk jadi lodeh !!! Ha ha ha...', Daliyem Gila teriakkan mantra. Di beranda. Tertawa-tawa.
'Tai kuda yeeemmm!!! Hidupku sederhana!!! Tak butuh diperbelit!!!'
'Huusss.. Lambemu itu lho...'
'Aku ingin renang...', kata Bintang.
'Bintang itu di langit. Tak di air'
'Telur ceploknya setengah mateng lho...', Ganti koran. Edisi minggu depan.

2 komentar:

  1. paryo mengatakan...
     

    "bintang... makanya jangan jadi penulis puisi, ntar nasibnya kayak wiji thukul digebukin orang, jadi penyair masuk bui, jadi pekerja teater di cemooh, jadi seniman dikira orang gila..mending jadi artis sinetron atau penyanyi dadakan ja biar bs ngetop"

  2. armouris mengatakan...
     

    info tentang sarapan pagi kat sini - Sarapan Pagi Kuatkan Otak

Posting Komentar