Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Kartu Pos Warna Pucat

'Maaf yang..., aku tak bisa pulang. Sedang menghadiri pemakaman tuhan. Entahlah..., perang tak kunjung usang...'






*Foto karya James Nachtwey

4 komentar:

  1. paryo mengatakan...
     

    tuhan menurut penulis sama dengan "atine dewe2" berarti hati manusia telah mati mudah2an hanya mati suri. tp buy the way, anyway, busway. tulisan ni kalo dijadiin cover buku ok bgt. omonge mbahku "eye catching" jg mengundang keingintahuan seakligus telah sedikit mnggambarkan karakter sang empunya.he........

  2. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ paryo: walah.. lha kok tulisane cuma dijadikan cover.. lha isine? he3..

  3. Dony Alfan mengatakan...
     

    Sedang sibuk, nyoting peristiwa, sekalian kibulin khalayak, haha!

  4. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    he2.. termasuk kaum mediaphobia ya?

Posting Komentar