Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Jilbab

Siti melepas jilbab. 'Kake'ane!!', sang ibu memburu. 'Apa yang ada di pikiranmu??!!'. Siti bungkam. Mata nyalang. Ibu berang, 'Oooalah gustiii... kenapa kau titipkan lonthe ini....'. Meratap. Lepas penat. Siti buka bibirnya. Ibu melempar sandal, 'Mau bicara apa kau..??!!'. Siti berkelit. Malah njengkelit. 'Tak usah kau buka mulut kotormu itu!! Kau lepas kain itu, kau bukan anakku!! Pergi dari rumahku!!!'. Siti berlinang. Ibu meradang. 'Pergi!!!'. 'Seperti sinetron Ram Punjabii..', batin Siti. Kaki meniti. Ibu banting pintu. Di luar gelap. Pengap. Sayup ibu menyayat.Lantunkan ayat. Air mata. Menemu muara.'Waqulli mu'minaaati yafdzudzna min ab'dzoori hinna wayaz....*'. Bulan tenggelam. Malam. Kain merah menyentuh tanah. Basah. Satu... Dua... Tiga...Langkah-langkah....

2 komentar:

  1. paryo mengatakan...
     

    didepan laptop "fujitsu"..."chat" seorang teman lama berbica fragmatisme :" wancine golek duit" idealisme "yo golek duit..." lalu ku buka blog lintanglanang dia berbicara tentang jilbab. "orang yang aneh". gumamku. (tulisanku ws meh podo kw rung)?

  2. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    he2.. kamu cepat belajar kawan...

Posting Komentar