Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

(ber)Cinta di Taman Budaya

Sesemak sunyi samping kiri teater terbuka. Jauh di seberang lobi teater arena.

Dua bibir bertemu. Nafas memburu.
Apakah kau mencintaiku?’, wanita belia bermata manja. Mengelap bibirnya.
Kenapa?’, lelaki muda membalas tanya.
Karena aku mencintaimu.’, sang wanita menjawabnya. Lelaki tertawa.
Apakah ini menjelaskan semua?’, sebuah bisikan. Dilanjutkan lumatan.

Sudut galeri seni rupa. Pameran lukisan sekumpulan mahasiswa. Sisi timur teater arena.

Seorang lelaki. Rambut memutih. Kuncir kuda. Berdiri di depan lukisan buah-buahan. Tongkat menopang tubuhnya.
Gambar apa ini?’, hatinya bertanya. Tak ada suara.
Kaki melangkah. Menggema. Penuh makna.
Kenapa tempat ini begitu sepi?’, lukisan-lukisan menggantung diam. Bungkam. Tiada wacana.

Sesemak itu. Masih yang itu.

Apakah kau menginginkanku?’, lelaki itu menatap si mata manja
Kenapa?’, wanita mengerjap-ngerjap jenaka,
Karena aku menginginkanmu’, sang lelaki berkata.
Wanita itu memeluknya. Resleting celana dibuka. Keduanya tertawa-tawa.
Inilah budaya!!’, pengait bra dibuka.

5 komentar:

  1. mantra_rindu mengatakan...
     

    terkadang banyak kata meluap-luap. menenggelamkan kita dalam arus yang dangkal...

  2. gusmel riyadh mengatakan...
     

    padahal jelas2 di jalan setelah pintu gerbang Taman budaya itu tertulis "DILARANG MENEMBAK". eh, lha dalah kok masih ada yang nekat 'menembak'....

  3. DhaRmaLubIs mengatakan...
     

    hebat!!!saya hanyut dalam nuansa...saya merasa berhasil menikmati sebuah kontras yang rasanya ironis. tapi mau gimana lagi iblis terlanjur canggih menepati sumpahnya pada Tuhan jutaan tahun lalu saat adam dilaunching pada alam.kadang saya merasa bukankah ini bagian dari kekhawatiran malaikat yang kadang ada benarnya. tapi toh Tuhan lebih tau segalanya...

    ah dua-duanya sama2 galeri seni..galeri yang sunyi. hanya ada aku dan kau...

  4. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ mantra rindu:
    he2.. ada masalah apa antara anda dengan 'kedangkalan'? :)

    @gusmel riyadh:
    lha mereka kan tidak 'MENEMBAK'..
    cuma 'MENOMBAK'? :)

    @dharma lubis:
    memang malaikat pernah khawatir ya?? baru tau.. :)

    terima kasih semuanya..

  5. DhaRmaLubIs mengatakan...
     

    malaikat pernah kuatir saat seluruh alam diperintahkan TUhan untuk sujud pada sang adam.kalo iblis jelas menolak karna ia merasa jumawa. tapi malaikat sempat resah dan bertanya pada Tuhan, mengapa kau ciptakan adam?bukankah mereka akan melakukan kerusakan dibumi ini. tapi TUhan menjawab sesungguhnya Aku lebih tau. karna malaikat makhluk patuh yang sudah "terprogram" maka ia pun bersujud. kecuali iblis...lantas apakah keturunan Adam menjawab kekhawatiran malaikat ato menjawab rahasia yang hanya Tuhan yang tau..ahh saya cuma nakal saja!!!

Posting Komentar