Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Anak Angin, Bulan Purnama, dan Lemah Putih

Dalam rangka uji coba sebelum dipentaskan di ajang Festamasio IV Jakarta, Teater Sopo membawakan repertoar Anak Angin dalam gelaran Lir-Ilir di Padepokan Lemah Putih, Rabu (11/2) malam lalu. Sebagai catatan, Lir-Ilir adalah agenda dwibulanan Padepokan Lemah Putih yang digelar bertepatan dengan malam bulan purnama.

Namun terkait beberapa kendala yang dihadapi, dalam pementasan kali ini Yonek d’ Nugroho selaku sutradara terpaksa melakukan proses editing. Sehingga durasi pementasan yang seharusnya berada dalam kisaran satu jam, terpotong menjadi sekitar 45 menit. Sebanyak kurang lebih 60 penonton terlihat menikmati pementasan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut. Selain kalangan pekerja seni, terlihat juga penduduk sekitar Lemah Putih yang tampak turut menikmati jalannya pertunjukan.


Sebuah diskusi kecil-kecilan diadakan begitu pementasan selesai digelar. Diskusi ini dimoderatori seorang seniman teater Solo, Sayekti Lawu, selaku koordinator Lir-Ilir. Sementara yang bertindak sebagai pembicara adalah Titus , seorang aktivis teater sekaligus dosen Seni Rupa ISI Surakarta. Dalam diskusi ini berbagai macam kritik dan saran mengalir bersamaan dengan malam yang semakin berjalan.

Beberapa hal yang disoroti dalam diskusi ini, adalah permasalahan tentang tubuh yang (konon) kurang mampu bicara, serta ke-tidakmenyatu-nya bentuk dan aura pementasan dengan tempat pertunjukan digelar. Yonek selaku sutradara sendiri mengakui, bahwa pementasan ini memang digelar sebagai miniatur dari pentas sebenarnya di Jakarta. Sehingga masalah tentang ketidaksinkronan aura pementasan adalah satu hal yang tak mungkin dapat dihindari.

Namun bagaimanapun, segala macam saran dan kritik yang dilontarkan menjadi sebuah masukan berharga bagi tim pementasan Teater Sopo. Agar nantinya dalam pementasan yang sebenarnya, Teater Sopo bisa memberikan dan mendapatkan hasil yang terbaik.

0 komentar:

Posting Komentar