Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

The Author is Dead

Kebahagiaan pertama seorang kreator adalah ketika berhasil mencipta sebuah karya. Namun kebahagiaan terbesar akan datang, ketika mengetahui bahwa hasil kreasinya ternyata mampu memberi sesuatu terhadap penikmatnya.

Entah darimana datangnya, tiba-tiba saja sekelebat senja datang dan menghampiri dengan membawa sebutir bingkisan sebagai buah tangan. Sebuah penghargaan yang; entah kenapa; justru saya rasakan sebagai tamparan. Tentu saja bukan tamparan menyakitkan, melainkan tamparan yang membangunkan dari lelap dan ke-terlena-an.

Blog inspiratif sahabat senja. Deretan kata sederhana yang cukup membuat saya menggigil. Blog inspiratif? Jujur saja saya tak pernah bisa membayangkan, bahwa hasil onani yang penuh cacimaki, tendensi, dan curahan hati pribadi ini, akan mendapatkan sebuah kehormatan dengan ditempatkan sebagai sebuah blog pemberi inspirasi.

Sejak awal kelahirannya, blog ini memang hanya saya tujukan sebagai sebuah kamar onani. Yaitu sebuah ruang, tempat dimana saya bicara tentang segala rupa. Dan karena itulah saya benar-benar merasa cukup terhentak ketika ada yang menggunakan kamar ini sebagai ruang tempat menemukan inspirasi.

Keberadaan penghargaan ini mengingatkan saya dengan sebuah diskusi (atau perdebatan?? :) dengan seorang kawan pada suatu malam beberapa waktu lalu. Ketika itu kami mendiskusikan tentang tujuan awal kenapa seseorang mencipta sebuah karya. Menurut saya, tujuan awa seorang kreator (harusnya) adalah berkreasi. Sementara mengenai penghargaan maupun popularitas, lebih layak ditempatkan sebagai efek.

Namun pendapat tersebut mendapat sanggahan. Menurut kawan saya, ketika seseorang berkarya (dengan mencantumkan nama kita di bawahnya) berarti itu sama saja dengan mencari popularitas. Dimana baginya, popularitas adalah sesuatu yang (mutlak) harus didapatkan dan digunakan sebagai dasar dari suatu proses penciptaan.

Pendapat tersebut tentu saja saya sangkal. Karena menurut saya, ketika popularitas dan segala macam bentuk penghargaan dijadikan dasar dalam proses penciptaan, maka itu sama saja dengan melacurkan diri.

Perdebatan malam itu ternyata tetap menemu buntu tanpa ada titik temu. Namun bagi kami, hal itu bukanlah sebuah masalah. Karena memang tak satupun di antara kami yang menjadi anggota FPI, yang gemar mengklaim kebenaran sebagai milik pribadi. Kami memang saling tidak setuju, namun sama-sama tahu untuk tidak perlu berseteru.

Untuk kesekian kali penghargaan ini menjadi sebuah bukti. Bahwa ketika kita memutuskan berkreasi di ranah publik, maka satu-satunya pihak yang berhak menjustifikasi hanyalah publik. The author is dead kembali menemu relevansi.

Terima kasih senja..

6 komentar:

  1. cerita senja mengatakan...
     

    sama sama lintanglanang :)

    tetap menulis! dan aku akan tetap membacanya!

  2. Dony Alfan mengatakan...
     

    Halah,ngomong wae nek koe seneng dpt award,wakakak.
    Ingatlah baik2,nak. Ketenaran/kepopuleran itu adalah hal yang membelenggu.

  3. haris mengatakan...
     

    takkiro arep nulis opo, mas. bak-e ethuk award yo!selamat ya! terus menulis ya!

  4. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ cerita senja & haris:
    ok..

    @ dony alfan:
    lha kan saya sudah bilang, saya memang senang '....kebahagiaan terbesar seorang kreator adalah ketika mengetahui bahwa hasil kreasinya ternyata mampu memberi sesuatu terhadap penikmatnya....'

    setuju, ketenaran dan kepopuleran adalah sesuatu hal yang membelenggu..

  5. nanoq da kansas mengatakan...
     

    aku sering bingung, orang mau tenar, terkenal, dianggap hebat, dsb dst..., terutama dari karya2 yang telah mereka buat, kok mesti diperdebatkan?

    ketenaran kan hanya "efek" atawa "akibat dari". bisa penting, bisa juga dianggap gak perlu. semua ya oke-oke sajalah.

    salam, dan selamat berkarya terus :)

  6. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ nanoq da kansas:
    iya mas, saya sendiri juga lebih setuju kalau 'ketenaran' dan 'segala bentuk penghargaan' adalah 'efek'.. tapi ada juga ternyata yang menempatkan itu semua sebagai 'tujuan'.. apakah salah? tentu saja tidak. hanya saja, saya bukan termasuk yang seperti itu..

    terima kasih..

Posting Komentar