Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

Primata-Primata

;Semacam adegan dalam Cinta Fitri

Armani…’, laki-laki itu menyebut nama tuhannya. Mata mencuat. Getir espresso tercecap. ‘Itu body Aura Kasih punya..’, kelaminnya menjejak. Berusaha berontak. Dua kawan semeja sama bodohnya. Bahkan liur si Bento sudah meleler. Dasi barunya yang senilai UMR buruh pabrik Jakarta basah. Air ludah. Bau sampah.
Tak mungkin Tuhan tak ada..’, tanpa sadar Bandi bicara. Dua sekutu njenggirat. Tak percaya.
‘Kau mulai beragama?‘, Bento bertanya. Memendam tawa.
Bandi menatapnya, ‘Aku belum sebodoh itu’. Wangi Bvlgari Aura Kasih-Aura Kasihan itu masih menggantung di udara. Bau surga. Menyesakkan celana (Tak mungkin jelata bisa punya!!).
Bagaimana mungkin kau percaya bahwa Tuhan tak benar-benar ada?’, Bandi mulai berdeklamasi. Bukan puisi. Lebih mirip tai. ‘Lihat saja tubuh itu’, ucapnya sambil menunjuk Aura Kasih gadungan di meja seberang. Paha putih merangsang. ‘Kekuatan macam apa yang bisa menciptakan tubuh seindah itu… Kecuali Tuhan’.
Dua kawan diam tak paham. Bandi mendelik frustasi. Di udara ada sember Marvells. Senja ini Starbucks tak begitu ramai.

***

Yang itu…’, Bedo menunjuk jas kecil biru muda. Sang mama mengambilkannya. Rp 750.000,00. Label tunjukkan harga.
Ini barang murahan sayang…’, mama berkata pelan. Gincu merah bau darah. ‘Yang ini saja…’, mama menyarankan. Kemeja kotak-kotak warna ungu. Rp 1.500.000,00.
Laki-laki 7 tahun itu cemberut. Mama tak peduli. Melenggang ke meja kasir. Dompet merah muda dibuka.
Tapi ma…’, Bedo mencoba protes. Tapi mata mamanya menghentikannya.
Dengar sayang… ini bukan pentas tujuhbelasan kampungan.. Ini Cari Idola.. Mata Indonesia akan menemukanmu... Kau harus tampil seindah mungkin...’, gincu darah itu bergerak-gerak. Bedo tak paham. ‘Nanti kita mampir di J-Co. Kita borong Miss Green T, Alcapone, Coco Loco dan semua donat kesukaanmu’, sang mama ucapkan janji. Bedo sumringah, mengalah.
Tapi Si Bleki dibelikan juga ya...’, Bedo mengucap syarat, 'Lima'.
Tidak’, mama menukas cepat. ‘Tiga saja. Bleki sudah memecahkan Annick Goutal’s Eau d’Hadrien mama. Gara-gara itu nanti malam mama harus ke Rotterdam membeli gantinya’. Debo berniat protes. Tapi tak jadi. Dia paham. Tak ada yang mungkin bisa merubah keputusan mama jika berhubungan dengan wewangian. Kartu kredit berderit. Persis suara silit.

***

Siapa itu Tan Malaka?’, Agnes menatap layar laptopnya.
Kenapa memangnya?’, Afgan membalas tanya dengan tanya.
‘Dia mengirimiku email’, Agnes berkata. Matanya tak bergerak. Bukan gara-gara artikel tentang Suku Kubu (‘Kubu? Bukankah sudah waktunya mereka dimuseumkan?’, Agnes memprotes tugas sang dosen. Seisi kelas tertawa. Si dosen melenggang. Meski berang).
Pizza pesanan datang.
Silahkan’, senyum palsu waitress berjilbab menyilahkan. Tak dihiraukan.
Apa katanya?’, tanda tanya memang nama tengah Afgan (Meski tak sekalipun benar-benar berusaha mencari jawaban).
'Suaraku akan terdengar lebih nyaring dari alam kubur...', Agnes membaca.
‘Hallah..’, Afgan kibaskan tangan. G-Shocknya kedipkan angka. 17:08:45. ‘Paling-paling orang gila’, Deluxe Cheese menjejal di mulutnya.

McFly mengalun di udara. French fries mengelus saus merah. Seperti darah. Lalu dikunyah.
Tan tidak gila. Hanya sedikit lupa. Bahwa MTV mampu membutakan telinga.


*Gambar diambil dari sini

4 komentar:

  1. yoan mengatakan...
     

    berat...
    buat saya yang biasa baca blog tentang omongkosong orangorang...

    beuh...

    dan kamu mungkin tidak pernah mimpi ada orang tak dikenal yang iri pada caramu menulis hasil onani pikiran ini...

  2. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ yoan:
    terima kasih.. semoga rasa iri ini tidak disertai dengan kedengkian.. :)..sekali lagi terima kasih..

  3. ngatini mengatakan...
     

    haloo....hola la ho....
    aku kok agak bingung ya... apakah artinya??? *confusing

  4. Sang Lintang Lanang mengatakan...
     

    @ ngatini:
    ga usah dipikir dalem2.. hidup udah berat, ga usah ditambah berat... :)

Posting Komentar