Suluk Lintang Lanang

Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.

Selamat datang

Jika anda mencari sesuatu di sini, percayalah, anda takkan menemukan apa-apa.

Tentang Penulis

Setyo A. Saputro. Lahir dan besar di Karanganyar. Saat ini menjadi pekerja media di sebuah portal berita nasional.

anonim

Bagaimana bisa mendung yang tak terlalu deras mampu membenamkan kita pada kemungkinan-kemungkinan tak bercela?
sedangkan jengkerik yang terus menerus berteriak tanpa bisa diam-pun tahu apa yang akan mereka lakukan di kemudian
Bayangan tentang perjalanan di tengah-tengah labirin mulai berdesak menguliti kulit ari,
tanpa sekalipun memberi kesempatan untuk mencoba rasa manis dari kematian…
Mendesak, meraba kemampuan yang tak terjabar dalam makna kata….
Yang tak bisa dipastikan lagi mampu bermakna…



Biar..
biarkan mata air tak lagi sanggup menampung air mata
Asalkan jeruji ini mampu terpatahkan oleh sebuah pilihan yang benar-benar keluar dari hati
Dan jangan bayangkan tentang kelaparan yang mungkin akan ter-jelang
Karena rasa lapar adalah anugerah yang diturunkan bersama desau titik-titik air ketika hujan mulai meredam
Tanpa mati…
hanya basi….

0 komentar:

Posting Komentar