<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236</id><updated>2012-01-26T23:18:04.181+07:00</updated><category term='buku'/><category term='renungan'/><category term='opini'/><category term='fiksi'/><category term='prosa'/><category term='seni'/><title type='text'>Suluk Lintang Lanang</title><subtitle type='html'>Pikiran itu sampah. Ini penampungannya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>253</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8670905679273607242</id><published>2012-01-26T23:14:00.003+07:00</published><updated>2012-01-26T23:18:04.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu (3)*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iGXFRIVGTGs/TyF8LdVgV_I/AAAAAAAAAiU/5JRXRDf6VuE/s1600/alone-13003.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iGXFRIVGTGs/TyF8LdVgV_I/AAAAAAAAAiU/5JRXRDf6VuE/s400/alone-13003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701975139522992114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'Ceritakan tentang sejarahmu', dan kaupun menelan sebutir kepompong yang dalam waktu singkat akan menjelma denyar yang tak henti bergeletar di dalam perutmu saat insomnia menyergapmu. Kau mulai melemparkan sebutir kerikil ke tengah danau yang sebelumnya tenang sepi gelombang. Kau mulai membongkar tumpukan kaset-kaset usang dan memutar lagu-lagu sumbang yang tiba-tiba saja terdengar jauh lebih merdu di telingamu. Kau mulai menyukai suara hujan dan bau tanah basah yang mengingatkanmu akan suasana petang dan suara adzan di kampung halaman. Kau mulai menyulut sebatang gelisah dan menyesap asapnya pelan-pelan untuk kemudian kau diamkan dalam waktu lama di dasar paru-paru. Kau mulai mencoba menulis puisi tentang gaun pengantin dan sesobek senja yang yang akan kau simpan di dalam dompetmu. Kau mulai merasakan kelaminmu berkedut ketika dengan malu-malu membayangkan kelaminku melesak ke dalamnya di gigil malam yang gulita. Kau mulai suka menjemput pagi seperti semangat anak kelas lima sekolah dasar yang mulai belajar menggambar dengan warna yang benar. Kau mulai menyadari bahwa tiba-tiba langit di atas atap kamarmu terlihat jauh lebih biru dari hari-hari yang lalu. Kau mulai paham bahwa kau sedang berada di ambang masalah sementara di saat yang sama kau merasa sanggup menguasai dunia dengan sekadar tertawa. Kau mulai teringat kembali dengan setumpuk mimpi yang bertahun lalu kau taruh di laci kecil yang kini teronggok di gudang belakang rumah kedua orang tuamu. Kau mulai merasa tiba-tiba menjadi sangat-sangat tua sekaligus kembali menjadi seperti remaja yang hobi bersolek di depan kaca. Kau mulai bertanya-tanya tentang hal-hal kecil seperti kenapa kunang-kunang lebih suka berkeliaran di waktu malam dan kemana mereka pergi waktu siang datang menjelang. Kau mulai berpikir tentang peti mati dan bagaimana caranya untuk hidup seribu tahun lagi. Kau mulai bla bla bla bla bla bla. Kau mulai bla bla bla bla bla bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Casablanca, 25-26 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Judul dikutip dari lirik lagu &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=EFAZMuHj46A"&gt;Tentang Cinta - Melancholic Bitch&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8670905679273607242?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8670905679273607242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8670905679273607242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8670905679273607242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8670905679273607242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2012/01/tentang-cinta-yang-membusuk-di-lagu.html' title='Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu (3)*'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iGXFRIVGTGs/TyF8LdVgV_I/AAAAAAAAAiU/5JRXRDf6VuE/s72-c/alone-13003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1640092313222451723</id><published>2011-12-01T20:32:00.003+07:00</published><updated>2012-01-26T23:17:25.260+07:00</updated><title type='text'>Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu (2)*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mpqZWvz8_-E/TteCk_cykbI/AAAAAAAAAh0/jm_RN8SBLro/s1600/alone_rain.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 272px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mpqZWvz8_-E/TteCk_cykbI/AAAAAAAAAh0/jm_RN8SBLro/s400/alone_rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681153026970259890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;‘Dengarkan’, lalu kau mulai membaca puisimu. Yang kau bilang kau tulis beberapa waktu lalu, suatu dini hari ketika kau merasa terlalu lelah dan sungguh ingin muntah. Bibirmu bergerak-gerak, dan baru kusadari ternyata suaramu agak-agak serak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah&lt;/span&gt;, kemanakah aku selama ini? Tapi bukankah sebenarnya tak cukup mengherankan? Tidakkah selama ini kita memang lebih sering bertukar pikiran melalui tulisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bercerita panjang lebar tentang sebuah pintu di puisimu. Yang terbuka dan ada seseorang yang lupa untuk menutupnya. Kau bilang, ‘Yang selalu lupa menutup pintu itu cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asu&lt;/span&gt;’. Ah, betapa sebenarnya aku ingin tertawa. Asal kau tahu, betapa dirimu tak cukup pantas melemparkan makian semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di paragraf kedua kau mulai membaca cerita tentang senja. 'Kau suka senja bukan?', kau bertanya di sesela tawa. Sementara aku hanya tersenyum sambil menghembuskan asap rokokku. Seandainya kau tahu, aku sudah cukup lama berhenti menyukai dan membenci sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah terdiam sesaat; tepat ketika rintik mulai menitik; kau pun kembali membaca. Kali ini tentang komidi putar dan jalan sempit yang teramat pengap. Jembatan yang tinggal tiang-tiang. Mayat-mayat berserakan. Tak juga habis-habis... Tak kan juga habis-habis...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Casablanca, 30 Nov. 2011&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Judul dan kalimat terakhir dikutip dari lirik lagu &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.youtube.com/watch?v=EFAZMuHj46A"&gt;Tentang Cinta - Melancholic Bitch&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1640092313222451723?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1640092313222451723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1640092313222451723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1640092313222451723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1640092313222451723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/12/tentang-cinta-yang-membusuk-di-lagu.html' title='Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu (2)*'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mpqZWvz8_-E/TteCk_cykbI/AAAAAAAAAh0/jm_RN8SBLro/s72-c/alone_rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7344587063595680153</id><published>2011-09-06T21:22:00.005+07:00</published><updated>2011-09-06T21:32:39.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>TELAH TERBIT !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aaOAzQyy9Yo/TmYuM8vXVwI/AAAAAAAAAhA/idwpCwa-L2M/s1600/NAL_6547_2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aaOAzQyy9Yo/TmYuM8vXVwI/AAAAAAAAAhA/idwpCwa-L2M/s400/NAL_6547_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649253582580963074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku antologi cerpen 'Suluk Lintang Lanang' karya Setyo A. Saputro. Memuat 24 cerita pendek yang ditulis dalam rentang waktu antara 2006-2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                 : Suluk Lintang Lanang&lt;br /&gt;Penulis              : Setyo A. Saputro&lt;br /&gt;Penerbit            : Indie Book Corner&lt;br /&gt;ISBN                  : 978-602-9149-36-4&lt;br /&gt;Tata Letak Isi  : Retno Sayekti Lawu&lt;br /&gt;Foto Cover        : Dony Alfan&lt;br /&gt;Ukuran Buku    : 13 x 19 cm&lt;br /&gt;Tebal                  : 154 (viii + 147) halaman&lt;br /&gt;Harga                 : Rp 40.000 (+ ongkos kirim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemesanan:&lt;br /&gt;1. Transfer biaya ke Rekening Bank Permata No. 121 637 07 47 a/n Setyo Andi Saputro&lt;br /&gt;2. Kirim bukti transfer, alamat pengiriman dan nomer HP ke lintang_lanang@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;website:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wix.com/lintanglanang/suluk"&gt;http://www.wix.com/lintanglanang/suluk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fan Page FB:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Suluk-Lintang-Lanang/202119909844961"&gt;http://www.facebook.com/pages/Suluk-Lintang-Lanang/202119909844961&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Download tarif pengiriman via TIKI-JNE di &lt;a href="http://ongkoskirim.files.wordpress.com/2011/09/oke-reg-yes.xls"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7344587063595680153?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7344587063595680153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7344587063595680153&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7344587063595680153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7344587063595680153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/09/telah-terbit.html' title='TELAH TERBIT !!!'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aaOAzQyy9Yo/TmYuM8vXVwI/AAAAAAAAAhA/idwpCwa-L2M/s72-c/NAL_6547_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7285828050389433830</id><published>2011-07-22T19:34:00.001+07:00</published><updated>2011-07-22T19:36:59.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8giuOU4osmA/Tilu3EgONeI/AAAAAAAAAgo/A78wk_RPILI/s1600/love-21.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8giuOU4osmA/Tilu3EgONeI/AAAAAAAAAgo/A78wk_RPILI/s400/love-21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632154701384267234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal kau tahu, aku sebenarnya sudah lama jatuh cinta denganmu. Tapi mau bagaimana lagi, ketika suatu hari tiba-tiba kau bercerita bahwa kau sendiri juga sedang jatuh cinta? Bukan denganku tentu saja. Dan selang beberapa hari kau datang lagi, ‘Dia juga jatuh cinta denganku!’, teriakmu sambil ketawa-ketiwi. Permen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lollypop&lt;/span&gt; di tangan kiri. Dan begitulah, kau dan lelakimu itu kemudian saling jatuh menjatuhi cinta. Senyummu mekar tiap hari. Semakin lebar tiap datang mentari. Lalu suatu sore kau menemuiku untuk kemudian bercerita panjang lebar, bahwa lelaki yang kau jatuhi cinta itu dulu juga pernah jatuh cinta dengan orang lain yang juga jatuh cinta dengannya. Tapi karena suatu hal, perempuan yang dulu sempat dijatuhi cinta oleh sosok yang sekarang menjatuhi cinta dirimu sekaligus kau jatuhi cinta itu justru menjatuhi cinta orang lain yang kebetulan juga jatuh cinta dengannya. ‘Dia takut kehilangan lagi’, katamu, ‘Dia takut aku jatuh cinta padamu’, lanjutmu. Ah, jaman boleh saja berganti. Tapi betapa cinta selalu saja berhasil menakut-nakuti. Giliran aku yang ketawa-ketiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 20 Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Judul dikutip dari salah satu bagian lirik lagu &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=EFAZMuHj46A"&gt;Tentang Cinta - Melancholic Bitch &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7285828050389433830?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7285828050389433830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7285828050389433830&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7285828050389433830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7285828050389433830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/07/tentang-cinta-yang-membusuk-di-lagu.html' title='Tentang Cinta yang Membusuk di Lagu-lagu*'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8giuOU4osmA/Tilu3EgONeI/AAAAAAAAAgo/A78wk_RPILI/s72-c/love-21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7214305506072046736</id><published>2011-07-16T17:19:00.011+07:00</published><updated>2011-07-16T17:28:11.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Segera Terbit...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jh5AG8mxPMk/TiFnjCZLfoI/AAAAAAAAAgg/T7__mfGSMPg/s1600/Grapasdhic1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 333px; height: 480px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jh5AG8mxPMk/TiFnjCZLfoI/AAAAAAAAAgg/T7__mfGSMPg/s400/Grapasdhic1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629894860825394818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YzR6meP8zkk/TiFl2K6QL1I/AAAAAAAAAgQ/qAF9wz6RdF0/s1600/Grapasdhic1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7214305506072046736?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7214305506072046736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7214305506072046736&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7214305506072046736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7214305506072046736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/07/segera-terbit.html' title='Segera Terbit...'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jh5AG8mxPMk/TiFnjCZLfoI/AAAAAAAAAgg/T7__mfGSMPg/s72-c/Grapasdhic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2806622100719829886</id><published>2011-07-04T20:39:00.002+07:00</published><updated>2011-07-04T20:44:22.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Taiisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6RZJXTrZdoo/ThHC1uoHEuI/AAAAAAAAAeo/w_2pshgbqTI/s1600/communist_jpg.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6RZJXTrZdoo/ThHC1uoHEuI/AAAAAAAAAeo/w_2pshgbqTI/s400/communist_jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625491637867582178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gombal mukiyo!&lt;/span&gt;’, kawan saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;munta&lt;/span&gt;b. Seorang ibu muda yang berprofesi sebagai abdi negara di salah satu departemen milik negeri ini. Baru beberapa bulan yang lalu dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manak&lt;/span&gt; (baca: melahirkan anak). Seorang anak lelaki yang (konon kalo disimpulkan dari status-status &lt;span style="font-style: italic;"&gt;heboh&lt;/span&gt; di akun jejaring sosialnya) cukup lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Siang tadi dia mengantar anak pertamanya itu untuk imunisasi. Dan tak lama setelah itu di beranda akun FB-nya dia menemukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; link &lt;/span&gt;sebuah artikel yang di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;posting&lt;/span&gt; seorang teman, &lt;a href="http://www.globalmuslim.web.id/2011/06/imunisasi-tipu-muslihat-yahudi.html"&gt;Imunisasi = Tipu Muslihat Yahudi Menghancurkan Umat Lain&lt;/a&gt;. Sebuah artikel sampah dari seseorang yang (merasa) kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan isi artikel&lt;span style="font-style: italic;"&gt; copas &lt;/span&gt;dari kaskus itu yang bikin kawan saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngamuk-ngamuk&lt;/span&gt;. Tapi siapa yang mem&lt;span style="font-style: italic;"&gt;posting link&lt;/span&gt; itu. Temannya kawan saya itu juga PNS. Begitu juga suaminya. Dan konon keduanya adalah anggota (atau minimal simpatisan) dari satu organisasi multinasional yang setiap hari menggembar-gemborkan jaman keemasan kekhalifahan dan sangat anti terhadap apapun yang berbau demokrasi (baca: HTI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di titik inilah penonton mulai tergelak. Seseorang yang tiap hari tak henti menghujat demokrasi sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tai&lt;/span&gt;, tapi membelikan susu anaknya, membeli sabun untuk mencuci pakaiannya, membeli mie ayam, celana dalam, daster dan menghidupi segala keperluan keluarganya dari gaji bulanan sebagai seorang abdi dari negara yang (secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de jure&lt;/span&gt;) menjunjung tinggi azas demokrasi? Lha ini namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what the hell&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what the fuck&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman kini, ideologi menjadi sesuatu yang tak penting lagi. Begitu kata seorang kawan. Tak heran, di jalanan bisa saja kita melihat seorang penjual bakso mengenakan kaos PDIP sementara di gerobaknya tertempel stiker PKS &amp;amp; Golkar. Sesuatu yang sepertinya sulit kita temukan di masyarakat politik yang masih menjunjung tinggi arti ideologi seperti Thailand, misalnya. Atau mungkin juga di Indonesia dekade 60-an. Sebuah masa di mana ideologi bukanlah sesuatu yang main-main. Di mana kiri adalah berarti kiri. Kanan adalah kanan. Komunis, nasionalis atau agamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 65 saya belum ada. Tapi dari yang bisa kita baca dari catatan-catatan yang ada (catatan Gie salah satunya), ketika itu masing-masing mahasiswa (atau rakyat pada umumnya) benar-benar menyadari perannya sebagai agen politik dari ideologi yang mereka imani. Tapi sekarang? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tai &lt;/span&gt;kuda dengan itu semua. Ideologi-ideologi besar sudah pecah tak tentu arah. Terlalu banyak varian. Sementara masyarakat juga semakin pragmatis. Seseorang yang mengenakan kaos PKS di jalanan belum tentu mengimani ide-ide yang diusung partai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika kondisinya seperti ini, sebenarnya pihak mana yang bisa dikatakan menang? Entahlah. Yang jelas, pada akhirnya kita memang akan kembali pada hukum yang biasa. Mulut bisa saja mengaku Agamis. Bahkan Komunis. Tapi perut tetap saja Kapitalis. Begitu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 3 Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2806622100719829886?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2806622100719829886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2806622100719829886&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2806622100719829886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2806622100719829886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/07/taiisme.html' title='Taiisme'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6RZJXTrZdoo/ThHC1uoHEuI/AAAAAAAAAeo/w_2pshgbqTI/s72-c/communist_jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3389398343378615135</id><published>2011-06-09T21:27:00.002+07:00</published><updated>2011-06-09T21:36:03.365+07:00</updated><title type='text'>August Rush: Drama (Bukan) Kumbara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Metal. Mellow total’, sayapun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyeruput&lt;/span&gt; susu Ultra dan membakar sebatang rokok. &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0426931/"&gt;August Rush&lt;/a&gt;. Film lama sebenernya. Karya Kirsten Sheridan tahun 2007. Hasil merampok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bandwidth &lt;/span&gt;kantor tadi siang. Tak menghargai seni? Mungkin. Saya memang pembajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film produksi Warner Bros ini bukan film jelek. Memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;, terlalu Hollywood. Happy ending dan serba kebetulan. Tapi setidaknya lagu-lagunya bisa jadi pengantar minum bir yang cukup lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dibuka dengan narasi seorang anak bernama Evan Taylor (Freddie Highmore). Dihiasi gambar ketika dia berdiri di tengah padang ilalang sambil mendengarkan ‘musik’ dunia. Dialah si ‘yatim piatu’ yang tinggal di sebuah panti asuhan. Seorang anak ‘haram’ hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one night stand &lt;/span&gt;antara seorang musisi rock bernama Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers ) dengan seorang pemain cello bernama Lyla Novacek (Keri Russell)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah bulan purnama sepasang sejoli ini bercinta di atap sebuah gedung. Pada pertemuan pertama. Ya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada pertemuan pertama&lt;/span&gt;. Dengan diawali dialog romantis seperti di kisah-kisah putri produksi Disney, keduanya lalu saling melumat. Lalu erat. Namun seperti yang sudah digariskan penulis kisah, pertemuan pertama itu adalah juga yang terakhir. Mereka berpisah. Dan karena satu hal, bayi Evan yang lahir (sekitar) sembilan bulan setelahnya ditaruh di panti asuhan oleh ayah Lyla, Thomas Novacek (William Sadler). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mati,&lt;/span&gt; begitu katanya pada putri tercinta. Hingga cerita bergulir sebelas tahun sesudahnya. Pencarian, penantian yang lalu diakhiri pertemuan. Bahagia pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik. Inilah satu hal yang paling digaris bawahi dalam film ini. Sebenarnya bukan kesengajaan jika dua hari terakhir ini saya menikmati dua film yang sama-sama bercerita tentang seorang komposer. Yang satu lagi adalah &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0108394/"&gt;Trois Couleurs: Bleu&lt;/a&gt;. Sebuah film perancis produksi 1993. Tapi jangan coba membandingkan antara keduanya. Peraih Best Film, Best Actress dan Best Cinematography dalam Venice Film Festival 1993 ini jauh lebih hening dan khidmat. Khas film-film Eropa. Dan satu lagi, jauh lebih realis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Menurut saya August Rush memang terlalu mengada-ada. Terlalu banyak kebetulan yang dipaksakan. Seperti halnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telek bebek &lt;/span&gt;bernama sinetron yang menghiasi layar TV negeri ini. ‘Jelas beda’, seorang kawan mendebat saya, ‘Setidaknya di film ini tidak ada adegan mata mendelik-delik jahat yang dizoom in zoom out &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ping seket buntet&lt;/span&gt;’, lanjutnya. Ya. Dia benar. Mungkin memang itu salah satu hal yang membedakan di antara keduanya. Tapi tetap saja alur cerita August Rush sangat memungkinkan dikategorikan sebagai kisah yang (meminjam kosakata jaman terkini) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya tidak bilang film ini jelek. Tidak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha wong&lt;/span&gt; nyatanya berhasil menjadi salah satu nominator Academy Award 2007 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt;. Cuma ceritanya sedikit mengada-ada. Bagi saya, menikmati film ini membuat penantian sekianpuluh tahun Florentino Ariza dalam &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0484740/"&gt;Love in The Time of Cholera&lt;/a&gt; menjadi jauh lebih memungkinkan untuk benar-benar terjadi. Tindakan ‘tolol’ dalam film yang menurut saya gagal menerjemahkan karya besar Marquez itu tiba-tiba saja terdengar jauh lebih membumi. Tapi sudahlah. Toh August Rush memang sekadar fiksi. Yang penting saya besok mau download original soundtrack-nya. Lumayan untuk menemani saat insomnia. Begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Casablanca, 1 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3389398343378615135?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3389398343378615135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3389398343378615135&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3389398343378615135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3389398343378615135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/06/august-rush-drama-bukan-kumbara.html' title='August Rush: Drama (Bukan) Kumbara'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1665486362732044907</id><published>2011-02-25T22:41:00.003+07:00</published><updated>2011-02-25T22:45:31.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Antara Kopi, Jazz dan Dirimu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;*Bacalah sambil mendengarkan &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=HMnrl0tmd3k"&gt;The Fragrance of Dark Coffee&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-O3XUo5rfnPI/TWfOTeZ9bWI/AAAAAAAAAd8/OG919al0mQQ/s1600/Graphiaac1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-O3XUo5rfnPI/TWfOTeZ9bWI/AAAAAAAAAd8/OG919al0mQQ/s400/Graphiaac1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577653497496431970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=HMnrl0tmd3k"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Telah kukirimkan selembar kartu pos bergambar saxophone untukmu. Kutulis kemarin sore ketika semburat jingga menjelaga di barat sana; saat semilir angin menggugurkan dedaun cemara di sudut taman kota; ketika warna pucat merayap di lekuk bangunan-bangunan tua yang sekarat. Dan baru dini hari tadi kertas warna senja itu kumasukkan ke dalam kotak pos di sudut alun-alun; tepat di seberang kafe di mana sebelumnya kunikmati sisa malam yang hambar; jazz yang menguar; dan secangkir kopi yang membuat jantungku tak henti berdenyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Kau tahu kenapa aku memilih membeli kartu pos bergambar saxophone itu ketika kemarin lusa aku berjalan-jalan di sebuah toko buku renta? Bukan masalah harga tentu saja, tapi karena mimpiku malam sebelumnya. Dalam mimpiku itu, aku adalah musisi sementara dirimu adalah saxophone yang menggelayut di leherku. Jangan tanya kenapa saxophone dan bukan biola, karena aku cuma manusia biasa yang tak cukup punya hak untuk mendikte apa yang bisa dan tidak bisa kuimpikan. Di dalam tidurku itu, berdua kita berkeliling di senyap kafe-kafe gelap, dan ketika pekat mulai merayap, bibir kita tak henti menyatu untuk saling mencumbu; mengalunkan harmoni yang menyayat bagai sembilu; menemani manusia-manusia yang selalu datang dan pergi; pasangan-pasangan bahagia penuh cinta; pun juga seseorang yang ingin menghabiskan malam terakhir sebelum dia memutuskan untuk bunuh diri di jembatan yang membelah kota menjadi dua; setelah sebelumnya gagal mengiris nadi dengan pisau berkarat di kamar hotel murahan yang ranjang kayunya dilumat rayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Kita hidup di jaman yang salah. Sebuah titik waktu di mana cinta adalah semacam tai kuda yang keras kepala; iman adalah selalu berarti legalnya pembunuhan; darah dan amarah adalah amanah. Entahlah. Kita berdua memang makhluk-makhluk peragu yang sangat jarang benar-benar meyakini sebuah kebenaran. Termasuk Tuhan.&lt;br /&gt;‘Benarkah Tuhan itu ada?’, pertanyaan yang selalu terucap dari bibirmu. Dulu. Tapi bukankah kini kita berdua sudah sama-sama lelah? Jawaban atas pertanyaan itu sudah menjadi semacam nasi basi; berkeringat dan mengeluarkan aroma yang melekat.&lt;br /&gt;‘Hidup adalah jazz. Improvisasi tak berhenti’, kau menulis di surat terakhirmu kemarin lalu. Dan ya, mungkin memang benar begitu. Tak ada yang baku di dunia yang semakin asu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Berapa cangkir kopi yang sudah kau sesap hari ini? Tiga, lima, atau tidak sama sekali? Ah… Tak mungkin sepertinya, bukankah kau tidak seperti diriku yang tak bakat menjadi pecandu?&lt;br /&gt;‘Kopi itu seperti hidup’, begitu falsafahmu, ‘Di mana manis dan pahit saling berbelit. Melilit rumit. Senang dan sakit’&lt;br /&gt;Ya begitulah. Dan mungkin memang aku yang tak berbakat untuk kehidupan ini. Karena ternyata secangkir kopi saja sudah cukup membuat jantungku tak henti bergeletar. Berdebar-debar. Tak bubar-bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Kita sudah sepakat bukan, bahwa hidup tak sesederhana opera sabun yang biasa ditayangkan di kotak busuk penebar mimpi bernama televisi. Di mana hampir semua ceritanya berakhir bahagia. A dan B membentuk sebuah keluarga, beranak pinak, dan lalu ditutup dengan musik ceria yang membahana. Hidup yang sebenarnya tak seperti itu. Tak semerdeka itu. Ada politik di muka bumi ini. Di mana pihak satu dan pihak lain saling berebut kursi untuk saling menguasai. Keadilan menjadi sesuatu yang abstrak. Bahkan kebaikan-pun menjadi sesuatu yang sulit untuk dideskripsikan. Bagaimana tidak, bahkan seseorang yang membunuh ratusan orang dengan satu ledakan pun sekarang bisa disebut pahlawan. Dunia macam apa yang kita tinggali ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Dini hari tadi kukirim selembar kartu pos bergambar saxophone untukmu, dan kuharap benda itu benar-benar bisa sampai di tanganmu. Meski sepertinya aku harus berdoa keras untuk hal itu. Bukan apa-apa sebenarnya, hanya saja baru saja kudengar dari kabar yang beredar, pihak oposisi akan mulai bergerak sore nanti. Gerakan bawah tanah akan keluar menantang matahari. Menjadikan alun-alun kota sebagai basis perjuangan mereka. Dan aku sendiri tak cukup yakin apa yang akan terjadi nanti, apakah tukang pos tua berjanggut kelabu yang sering kutemui di kedai kopi itu cukup punya keberanian untuk tetap bekerja, ketika ratusan ribu massa mulai bergerak untuk mencoba merebut negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Jagalah dirimu baik-baik. Berhentilah bertanya, ‘Apakah Tuhan itu ada?’. Anggap saja Dia memang benar-benar ada. Karena hanya dengan begitu kita akan punya cukup kekuatan untuk bertahan hidup di dunia yang semakin hari semakin gila. Hanya dengan begitu kita memiliki harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Saat ini tak ada sesuatupun yang kuinginkan dari dirimu. Kecuali satu. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa satu-satunya kebenaran yang kuimani tak pernah berubah dari dulu. Adalah mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sersan Ali berhenti membaca. Teringat salah satu mayat lelaki muda yang pagi tadi dia lempar ke dalam truk tentara.&lt;br /&gt;‘Dia bukan pemberontak’, Sersan Ali bicara pada diri sendiri. Teringat gelegar suara Jenderal, ‘Tembak semua pengacau!!’.&lt;br /&gt;Tiba-tiba bibir prajurit itu tergetar, membayangkan andaikan peluru yang bersarang di tubuh lelaki itu berasal dari AK 47 yang kini dipanggulnya, ‘Lalu bagaimana dengan sang kekasih itu? Siapa dia?’.&lt;br /&gt;Sersan Ali menatap ke seberang, sisa-sisa kotak pos yang terbakar. Dia yakin, kartu pos bergambar saxophone itu tak mungkin lagi ditemukan. Tak akan ada alamat yang bisa dia dapat. Kini kertas di tangannya adalah bukan apa-apa dan bukan milik sebuah nama. Dengan tatapan tajam Sersan Ali meremas kertas, lalu membuangnya, 'Tak ada jerit bagi prajurit!'. Angin musim gugur membawa kabur. Sepatu lars berderap tegap. Panser melintas. Aspal mengeras. Sersan Ali sebenarnya ingin berdoa, tapi tak tahu kepada siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Casablanca, 22 Februari 2011&lt;br /&gt;01.06&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1665486362732044907?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1665486362732044907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1665486362732044907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1665486362732044907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1665486362732044907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/02/antara-kopi-jazz-dan-dirimu.html' title='Antara Kopi, Jazz dan Dirimu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-O3XUo5rfnPI/TWfOTeZ9bWI/AAAAAAAAAd8/OG919al0mQQ/s72-c/Graphiaac1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-518793710602995774</id><published>2011-02-20T16:48:00.003+07:00</published><updated>2011-02-20T16:53:45.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Kisah Tak Penting atau Semacamnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-e4de96p-gMU/TWDkkxXVNPI/AAAAAAAAAd0/4LtHgKL2NtQ/s1600/182788_182319051805290_100000815881727_365087_7846250_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-e4de96p-gMU/TWDkkxXVNPI/AAAAAAAAAd0/4LtHgKL2NtQ/s400/182788_182319051805290_100000815881727_365087_7846250_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575707659062293746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senja padam. Lalu kelam.&lt;br /&gt;‘Kenapa malam selalu hitam’, kau membuka percakapan. Dan aku memilih diam. Bukan apa-apa sebenarnya. Tapi tahukah kau bagaimana rasanya ketika seribu kupu-kupu beterbangan di dalam perutmu? Kau akan sangat malas mengobral bahasa dan kata-kata. Denyar bergeletar seperti ketika bulu kudukmu meremang saat seseorang meniup pelan lubang kupingmu. Seperti itu. Ah, tapi adakah yang pernah sekurang ajar itu padamu? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyebul sebul&lt;/span&gt; untuk kemudian mungkin membisikkan sesuatu? Kalau boleh tahu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalimat apakah itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Kenapa?’, kau kembali bertanya.&lt;br /&gt;‘Hmm.. Entahlah. Mungkin jawaban yang sama untuk pertanyaan Kenapa senja seringkali berwarna jingga. Begitu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu malam kembali seragam. Ada bintang terbang. Juga bulan sabit sipit. Seperti matamu. Mata yang berkantung. He he he.. Kau mencubitku kemarin lalu ketika kukatakan itu. Tapi bagaimana tidak, kebiasaan begadangmu itu benar-benar tak sehat.&lt;br /&gt;‘Bukankah kau juga begitu?’&lt;br /&gt;Iya. Tapi insomniaku bukanlah sesuatu yang disengaja. Aku bukan tipe orang yang percaya kalau kopi mampu membuatku tidur cepat-cepat. Tak seperti dirimu. Bergelas kopi tiap malam hari. Aku lebih suka memilih anggur sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Lalu kenapa senja seringkali berwarna jingga?’&lt;br /&gt;Ah, andaikan kau tahu. Pertanyaan-pertanyaanmu itu sebenarnya kadang tak bermutu. Tapi point-nya bukan itu. Entah kenapa aku selalu suka caramu bertanya. Ah, tapi tidak juga. Aku selalu suka saat kau bicara. Hmmm, tapi bukan juga sebenarnya. Aku hanya suka tiap dirimu ada. Meski kau tak bicara, tak bertanya bahkan tak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kenapa?’&lt;br /&gt;‘Hmmm… Mungkin takdir kali ya?’, aku benar-benar tak tahu jawabnya.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tai ah&lt;/span&gt;.. Jawabanmu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; mutu’&lt;br /&gt;Lho? Mana ada pertanyaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; mutu punya jawaban yang mutu, batinku begitu.&lt;br /&gt;‘Kau punya mimpi?’&lt;br /&gt;Walah, bicara soal mimpi.  Hari Minggu lalu aku mimpi siang-siang. Menemukan sebuah rumah kos di tengah kota yang busuk ini. Anehnya, jalan menuju kesana harus melewati petak-petak sawah yang menghijau (Ini benar-benar hijau. Kali ini aku bisa benar-benar tahu kalau mimpiku berwarna. Tak seperti yang sebelum-sebelumnya). Sementara di samping kanan rumah itu ada dipan tempat di mana aku bisa leluasa memandang. Barat, aku benar-benar ingat. Karena di kejauhan ada jingga yang semburat. Ya, memang ketika itu settingnya senja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa sih selalu senja&lt;/span&gt;, keponakanku pernah bertanya. Dan aku cuma tertawa-tawa. Kenapa ya? Mungkin karena aku tak pernah jatuh cinta dengan pagi ataupun siang. Sementara malam bagiku terlalu menakutkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Semua yang ada ini hanyalah dunia di mimpi saya. Percayalah. Saat ini saya sedang tidur di kamar saya. Sekarang hari Minggu siang. Tanggal 3 Februari’, kataku pada beberapa orang dalam mimpiku itu. Dan mereka semua diam. Mungkin aku dianggap gila. Tapi memang begitu adanya. Aku sadar jika aku sedang bermimpi. Meski tanggal yang kusebutkan ternyata tidak tepat (Mungkin karena di situ tak kulihat kalender. Dan aku juga tak membawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hape&lt;/span&gt;. Jadi wajar jika konsep waktuku agak keliru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kau punya?’&lt;br /&gt;‘Hmmmmmm… Apa ya? Aku tidak tahu’&lt;br /&gt;‘Lho?’&lt;br /&gt;‘Aku sudah lupa cara bermimpi’&lt;br /&gt;Lalu kau tertawa. Seperti tokoh-tokoh dalam mimpiku, pasti kau anggap diriku gila. Tak apa. Aku sendiri juga kadang berpikiran begitu.&lt;br /&gt;‘Katanya kau ingin ke Kathmandu?’&lt;br /&gt;‘Ya’&lt;br /&gt;‘Berarti itu mimpimu?’&lt;br /&gt;‘Hmmmm… Mungkin’, ada sekelebat angin.&lt;br /&gt;‘Ahhh.. Berbincang denganmu sama sekali tak menarik. Mendingan dengerin jengkerik’&lt;br /&gt;He he he.. Asal kau tahu. Kau orang kesekian ribu yang mengatakan itu. Tak pernah ada sesuatu yang menarik dari diriku. Tidak seperti dirimu. Hingga melihat sekumpulan babi terbang di awang-awang jauh lebih memungkinkan dibanding menemukan alasan kenapa aku harus tidak meminatimu. Sungguh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 9 Februari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;03.46&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-518793710602995774?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/518793710602995774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=518793710602995774&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/518793710602995774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/518793710602995774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/02/kisah-tak-penting-atau-semacamnya.html' title='Kisah Tak Penting atau Semacamnya'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-e4de96p-gMU/TWDkkxXVNPI/AAAAAAAAAd0/4LtHgKL2NtQ/s72-c/182788_182319051805290_100000815881727_365087_7846250_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4992938711862309670</id><published>2011-01-27T21:18:00.002+07:00</published><updated>2011-01-27T21:25:46.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Semacam Dialog dalam Sebuah Pertemuan (3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Kisah sebelumnya ada di &lt;a href="http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan.html"&gt;sini&lt;/a&gt; dan di &lt;a href="http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan-2.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TUF_bc2cLGI/AAAAAAAAAdY/WquG-3QC5ac/s1600/0627785d34d8f5459ba633cf305cfd61.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TUF_bc2cLGI/AAAAAAAAAdY/WquG-3QC5ac/s400/0627785d34d8f5459ba633cf305cfd61.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566870723984370786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok tok tok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu langkah kaki. Dan pintu terbuka.&lt;br /&gt;Mata-mata bersitatap. Jantung-jantung berderap.&lt;br /&gt;‘Kamu?’&lt;br /&gt;‘Aku’, bibir bergetar. Rambut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawut&lt;/span&gt;. Janggut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;runggut&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Lalu diam yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jancuk&lt;/span&gt;. Sunyi yang layak dikutuk.&lt;br /&gt;‘Masuk’, keduanya duduk.&lt;br /&gt;‘Duapuluh tahun?’&lt;br /&gt;‘Lebih satu bulan’&lt;br /&gt;‘Kemana saja?’&lt;br /&gt;‘Sembunyi’&lt;br /&gt;‘Dari?'&lt;br /&gt;‘Polisi.  FBI. Negara. Dunia. Semua’&lt;br /&gt;‘Kenapa tak menyerah saja?’&lt;br /&gt;‘Tidak. Aku tak mau ini disita’, lelaki keluarkan amplop. Cahaya jingga memancar dari celahnya.&lt;br /&gt;‘Kupotong sendiri. Dengan tanganku’&lt;br /&gt;Perempuan menerima. Lalu air mata.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah, pipi itu masih sama, Sepasang cekung di tengahnya. Meski sedikit keriput kini menghiasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sinar berdenyar ketika lembar itu sepenuhnya keluar. Debur ombak menyeruak. Ceracau burung-burung laut mengacau.&lt;br /&gt;‘Pasanglah di kamarmu. Seperti yang kau inginkan dulu’&lt;br /&gt;Tangis pecah, ‘Kenapa kau sebodoh itu?’, gerimis menjelma hujan, ‘Tak seharusnya kau penuhi permintaan tololku’&lt;br /&gt;‘Aku bahagia’&lt;br /&gt;‘Gara-gara permintaanku kini manusia di dunia tak bisa lagi menikmati senja yang seharusnya‘&lt;br /&gt;Perempuan menatap jendela. Barat yang terluka. Persegi warna hitam menjadi noda.&lt;br /&gt;‘Lihat. Anak-anak kita kini tak lagi mungkin menikmati langit yang seutuhnya’, perempuan menatap lembaran di tangan, ‘Karena sebagian sudutnya ada di sini’.&lt;br /&gt;‘Keindahan ini cuma layak untukmu’&lt;br /&gt;Mata menyipit, ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asu&lt;/span&gt;. Kau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asu&lt;/span&gt;’.&lt;br /&gt;‘Berapa kini anakmu?’&lt;br /&gt;‘Tiga. Satu lelaki. Dua wanita’&lt;br /&gt;‘Yang bernama Senja?’&lt;br /&gt;‘Yang kedua’&lt;br /&gt;Jarum jam menajam. Seperti hukuman rajam.&lt;br /&gt;‘Baiklah. Aku kesini cuma mau memberi ini. Sekarang aku pergi’&lt;br /&gt;‘Kemana?’&lt;br /&gt;‘Entah. Mungkin menyerah. Lari itu bikin lelah’&lt;br /&gt;‘Jangan! Kau pasti dihukum mati!’&lt;br /&gt;Lelaki hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itu tak penting lagi. Tugasku sudah selesai kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lelaki berdiri, ‘Satu hal lagi’&lt;br /&gt;‘Apa?’&lt;br /&gt;‘Aku minta maaf’&lt;br /&gt;‘Untuk?’&lt;br /&gt;‘Menginginkanmu’&lt;br /&gt;Hening sesaat.&lt;br /&gt;‘Asal kau tahu. Menginginkanmu adalah di luar rencana. Semua terjadi begitu saja. Tiba-tiba’&lt;br /&gt;Butir-butir kembali bergulir, ‘Mengakulah salah. Mungkin hukumanmu akan dikurangi’&lt;br /&gt;Lelaki tersenyum lagi, ’Kau tak berubah. Tak henti mengajariku bagaimana bermimpi. Meski tak sekalipun tentang mewujudkannya’&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Drdrdrdrdrdr&lt;/span&gt;.. Hape bergetar. Cahaya berdenyar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…Just in time you've found me just in time… Before you came my time was running low… I was lost the losing dice were tossed… My bridges all were crossed nowhere to go…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ueL2CrJSLBg"&gt;Nina Simone&lt;/a&gt; terdengar. Ingin kirim kabar.&lt;br /&gt;‘Aku pergi’&lt;br /&gt;Lelaki keluar. Melangkah menuju barat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiada lagi beban berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Halo’, memendam isak.&lt;br /&gt;‘Ma, Papa dah sampai hotel ni.. Ga begitu jauh dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Seine"&gt;Seine&lt;/a&gt;.. Tar malem mungkin nyempetin jalan-jalan kesana.. Perjalanan dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Paris-Charles_de_Gaulle"&gt;Roissy&lt;/a&gt; lancar.. Kamu mo dibawain oleh-oleh apa? Oh iya, bilang sama Dewa, kalo memang mo ambil jurusan grafis mending di Belanda aja.. Bla bla bla..&lt;br /&gt;Tiada lagi yang singgah di telinga. Cuma air mata dan sepotong senja. Selebihnya gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 23 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Foto dicuri dari &lt;a href="http://www.photographyserved.com/gallery/Skinscapes-Projection/778006"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4992938711862309670?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4992938711862309670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4992938711862309670&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4992938711862309670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4992938711862309670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan-3.html' title='Semacam Dialog dalam Sebuah Pertemuan (3)'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TUF_bc2cLGI/AAAAAAAAAdY/WquG-3QC5ac/s72-c/0627785d34d8f5459ba633cf305cfd61.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7098726750015823494</id><published>2011-01-19T16:38:00.002+07:00</published><updated>2011-01-19T16:50:18.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Semacam Dialog dalam Sebuah Pertemuan (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TTazxBJ15PI/AAAAAAAAAdA/NP8bAyCGVbE/s1600/d85e5bad61ecbb6ae8d312c3747da997.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 308px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TTazxBJ15PI/AAAAAAAAAdA/NP8bAyCGVbE/s400/d85e5bad61ecbb6ae8d312c3747da997.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563832044367504626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Apa ini?’, kafe sedikit senyap. Di luar riuh mendekap.&lt;br /&gt;‘Bukalah’&lt;br /&gt;Amplop dibuka. Sepotong senja dikeluarkannya.&lt;br /&gt;‘Dari mana?’&lt;br /&gt;‘Tak penting’, gelas-gelas berdenting. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whisky-cola&lt;/span&gt; bikin pening.&lt;br /&gt;‘Aku harus tahu’&lt;br /&gt;‘Untuk apa. Sekarang kau bisa memasangnya di sebelah jendela’&lt;br /&gt;Mata perempuan curiga.&lt;br /&gt;Lelaki menghela nafas, ‘Aku membelinya’&lt;br /&gt;‘Beli? Di mana?’&lt;br /&gt;‘Kota Tua’&lt;br /&gt;‘Memang ada yang jual?’&lt;br /&gt;Lelaki mengangkat bahu.&lt;br /&gt;‘Kamu bohong’&lt;br /&gt;‘Kenapa?’&lt;br /&gt;‘Mana ada yang menjual senja?’&lt;br /&gt;‘Buktinya? Kata penjualnya itu dulu milik Alina’&lt;br /&gt;‘Alina? Siapa?’&lt;br /&gt;‘Alina-nya Sukab’&lt;br /&gt;‘Sukab?’&lt;br /&gt;‘Seno Gumira’, lelaki menyulut rokoknya.&lt;br /&gt;‘Kok bisa dijual di Kota Tua?’&lt;br /&gt;‘Mana aku tahu?’&lt;br /&gt;‘Kamu bohong ya?’&lt;br /&gt;‘Lho?’&lt;br /&gt;‘Coba pikir, mana mungkin sepotong senja yang begitu berharga bisa beredar di pasar? Apalagi pemberian orang yang istimewa’&lt;br /&gt;Lelaki itu memesan bir dingin lagi.&lt;br /&gt;‘Alina memang tak menginginkannya dari dulu’&lt;br /&gt;‘Siapa bilang?’&lt;br /&gt;‘Kamu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; baca cerpennya ya?’&lt;br /&gt;‘Cerpen yang mana?’&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ahhh.. Kenapa perempuan ini tak juga mulai mencoba menyukai fiksi dan imajinasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;a href="http://sukab.wordpress.com/2007/06/11/jawaban-alina/"&gt;Bacalah&lt;/a&gt;. Alina sudah dari dulu mengaku. Dia tak menginginkan senja itu. Dia juga tidak mencintai Sukab. Menurut Alina, tindakan Sukab itu tolol dan kekanak-kanakan’&lt;br /&gt;Perempuan menyulut rokok.&lt;br /&gt;‘Sejak kapan kamu merokok?’&lt;br /&gt;‘Sejak kamu mulai berbohong’&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gila! Perempuan ini memang selalu tak sama dengan lainnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Siapa tadi namanya?’&lt;br /&gt;‘Yang mana?&lt;br /&gt;‘Perempuan tadi?’&lt;br /&gt;‘Perempuan?’&lt;br /&gt;‘Ceweknya Sukab’&lt;br /&gt;‘Mereka belum pernah jadian’&lt;br /&gt;‘Iya. Siapa?’&lt;br /&gt;‘Alina’&lt;br /&gt;‘Oh ya. Semisal memang benar ini senja milik Alina, dan kau membelinya di Kota Tua, aku tetap tak mau menerimanya’&lt;br /&gt;‘Lho?’&lt;br /&gt;‘Lha lho lha lho!’&lt;br /&gt;‘Katanya aku boleh melakukan apa saja untuk mendapatkannya?’&lt;br /&gt;‘Siapa bilang?’&lt;br /&gt;‘Kamu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau perlu curi&lt;/span&gt;, begitu katamu’&lt;br /&gt;‘Mencuri itu tak sama dengan membeli’&lt;br /&gt;‘Iya. Itu lebih baik’&lt;br /&gt;‘Kata siapa? Kadang mencuri justru jauh lebih lelaki’&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dueng!!!&lt;/span&gt; Menghadapi perempuan ini memang selalu butuh kamus lengkap yang memuat tigaribujutamilyar kata. Selalu saja ada yang tak sanggup diterjemahkannya.&lt;br /&gt;‘Untuk mendapatkan sesuatu itu tak selalu harus dengan cara membeli. Apalagi meminta’&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trus&lt;/span&gt; gimana dengan doa?’&lt;br /&gt;‘Doa yang meminta itu bodoh. Doa itu seharusnya memberi’&lt;br /&gt;Beruntung tak ada pisau di sekitar sini. Lelaki itu benar-benar ingin mengiris nadi. Untuk kemudian mati.&lt;br /&gt;‘Aku ingin sepotong senja yang benar-benar kau potong sendiri’&lt;br /&gt;‘Lho?’&lt;br /&gt;‘Lho lagi!’&lt;br /&gt;‘Kemarin mintanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; gitu?’&lt;br /&gt;‘Oh ya?’&lt;br /&gt;‘Iya’&lt;br /&gt;‘Ok. Sekarang aku mintanya gitu’, asap pekat menggeliat.&lt;br /&gt;Lampu jalanan mulai dinyalakan. Mobil-mobil merayap pelan. Macet yang jahanam.&lt;br /&gt;‘Tapi aku benar-benar bukan penyair’&lt;br /&gt;‘Lalu?’&lt;br /&gt;‘Kan yang bisa memotong senja cuma penyair? Gimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;?’&lt;br /&gt;‘Tapi kamu kan juga sering menulis puisi”&lt;br /&gt;‘Memang’&lt;br /&gt;‘Terus?’&lt;br /&gt;‘Tapi itu di belakangmu’&lt;br /&gt;‘Apa bedanya?’&lt;br /&gt;‘Dengar’, lelaki mulai frustrasi, ‘Selama ini aku selalu kehilangan kata-kata jika di depanmu. Jangankan menjadi penyair. Bahkan untuk sekadar menjadi manusia-pun aku tak pernah benar-benar bisa’&lt;br /&gt;Di barat senja melenyap. Jazz tua mendayu sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...Come to me, my melancholy baby... Cuddle up and don't be blue... All your fears are foolish fancies, maybe... You know, honey, I'm in love with you... &lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 17 januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=qKJi_X9WpHQ"&gt;My Melancholy Baby - Frank Sinatra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;** Baca kisah sebelumnya di &lt;a href="http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7098726750015823494?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7098726750015823494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7098726750015823494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7098726750015823494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7098726750015823494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan-2.html' title='Semacam Dialog dalam Sebuah Pertemuan (2)'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TTazxBJ15PI/AAAAAAAAAdA/NP8bAyCGVbE/s72-c/d85e5bad61ecbb6ae8d312c3747da997.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2630580683855852291</id><published>2011-01-10T20:39:00.003+07:00</published><updated>2011-01-10T20:48:47.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Yang Tersisa dari Keping-Keping Ingatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSsNJ_XiUtI/AAAAAAAAAcY/SBcWupUpvwk/s1600/3acf8ef2d8501ee4a5206bd6dd361f91.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 261px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSsNJ_XiUtI/AAAAAAAAAcY/SBcWupUpvwk/s400/3acf8ef2d8501ee4a5206bd6dd361f91.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560552630199145170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alarm ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tulalit&lt;/span&gt;. Bergetar-getar. Biru pucat berdenyar. Saatnya kerja. Cari uang katanya.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia sedang apa ya? Sholat subuh? Ah, betapa tololnya aku. Sekarang tujuh tigapuluh. Dan dia tak se-kafir aku&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indomie dan pagi. Adakah yang lebih sempurna dibanding dua hal ini? Kawan-kawan seperjuangan. Pembicaraan tentang pekerjaan. Omong kosong tak berkesudahan.&lt;br /&gt;‘Kau benar-benar tak merokok sekarang?’&lt;br /&gt;Kugelengkan kepala.&lt;br /&gt;‘Kenapa?’&lt;br /&gt;‘Calon mertuaku tak tega anaknya jadi janda muda’&lt;br /&gt;Lalu meledak tawa. Inilah kota gila. Asap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bajaj&lt;/span&gt; dan teh botol. Pagi indah yang selalu tolol.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah dia sedang sarapan juga? Indomie jugakah? Tak mungkin. Dia selalu bilang, ini tak sehat. Dia lebih suka makanan barat. Semacam spaghetti atau pizza hut&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ini milikmu?’, satu pertanyaan. Lantai empat kantorku.&lt;br /&gt;‘Iya’&lt;br /&gt;Buku tebal kado kawan-kawanku di kantor terdahulu.&lt;br /&gt;‘Kathmandu? Ini mimpimu?’&lt;br /&gt;‘Selalu. Cuma itu’&lt;br /&gt;Seorang kawan masuk, ‘Mahalkah kesana?’&lt;br /&gt;‘Entahlah. Tapi aku yakin aku bisa’&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...jika dengannya. Dan lagi, masih adakah keindahan yang bisa dinikmati tanpa dirinya?&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ini mas pesanannya’&lt;br /&gt;Sepasang cincin di atas kaca. Dua ukuran berbeda. Ada namaku di salah satunya.&lt;br /&gt;‘Nanti kalo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; pas gimana ya, mbak?’&lt;br /&gt;‘Kenapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; diajak aja, mas?’&lt;br /&gt;‘Hmmm.. Saya pengen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngasih&lt;/span&gt; dia kejutan. Tepat di ulang tahunnya minggu depan’&lt;br /&gt;‘Mas-nya ini gondrong tapi romantis ya?’&lt;br /&gt;Tak berlama-lama kubayar harganya. Sebelum perempuan itu lebih jauh menggoda.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tinggal seminggu lagi. Tiket kereta sudah kubeli kemarin pagi. Ah, kenapa aku jadi deg-degan?&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Halo’&lt;br /&gt;Ah, akhirnya diangkat juga.&lt;br /&gt;‘Lagi di mana?’, pertanyaan wajib pertama.&lt;br /&gt;‘Di kos aja’&lt;br /&gt;‘Ohhh… Kok SMS&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ga&lt;/span&gt; dibales?’&lt;br /&gt;‘Lagi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ga &lt;/span&gt;ada pulsa’&lt;br /&gt;‘Lha… Gajimu yang besar itu buat apa coba?’, mencoba bercanda.&lt;br /&gt;Tapi hening. Ada sesuatu yang asing.&lt;br /&gt;‘Kok lama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; telepon?’, pertanyaan.&lt;br /&gt;‘Hmmm… Aku pengen ngomong sesuatu?’&lt;br /&gt;Ada yang tak biasa.&lt;br /&gt;‘Apa?’&lt;br /&gt;Tepat setelah itu, sebilah pisau tajam tiba-tiba merajam. Menusuk tepat di dada kiri. Sebelum sempat berteriak, pisau itu sudah ditarik lagi untuk bersarang di ulu hati. Terakhir kali, logam berkilat itu berakhir di pangkal tenggorokan. Memutus pangkal lidah yang terkulai lemah. Entahlah. Aku tak ingat apakah ketika itu ada darah. Tak sempat aku tanya, ‘Kenapa?’, dunia gelap seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 9 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Foto karya Navid Baraty (dicuri dari &lt;a href="http://www.photographyserved.com/gallery/Rain/549726"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2630580683855852291?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2630580683855852291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2630580683855852291&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2630580683855852291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2630580683855852291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/alarm-ber-tulalit.html' title='Yang Tersisa dari Keping-Keping Ingatan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSsNJ_XiUtI/AAAAAAAAAcY/SBcWupUpvwk/s72-c/3acf8ef2d8501ee4a5206bd6dd361f91.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5447965290509523721</id><published>2011-01-08T16:45:00.003+07:00</published><updated>2011-01-08T16:50:52.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Muhammad – muhammad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSgzdfdrGKI/AAAAAAAAAcQ/YPE8_0NycNU/s1600/42afb13207f58d78018cf066b79b2798.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSgzdfdrGKI/AAAAAAAAAcQ/YPE8_0NycNU/s400/42afb13207f58d78018cf066b79b2798.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559750321744058530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asu!!!&lt;/span&gt;’, Muhammad membanting kartu. Wangi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ciu&lt;/span&gt; memburu. Sementara yang lain terbahak. Gelak menggelegak.&lt;br /&gt;‘Mungkin memang belum rejekimu, Mad..’, lalu seteguk. Malam yang mabuk.&lt;br /&gt;‘Iya, Mad.. Namanya saja hidup.. Ada yang menang pasti ada yang kalah..’, seorang kawan sok bijak. Sepasang cicak berdecak.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cangkemmu!&lt;/span&gt; Ini duit istriku! Besok makan apa coba?’, Muhammad setengah gila. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cleguk.. &lt;/span&gt;otak beranak pinak. Alkohol bau menthol.&lt;br /&gt;‘Lha tadi siapa yang ngajak maen kartu? Giliran kalah kok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mecucu.&lt;/span&gt;.’, tawa-tawa meledak. Muhammad menyambar sarung. Melangkah sambil terhuyung.&lt;br /&gt;‘Lho, kemana? Ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tu&lt;/span&gt; jadwal rondamu..’, Pak RT angkat suara.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gathel!!&lt;/span&gt; Aku mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeloni&lt;/span&gt; Surti..’, Muhammad hilang. Kelam menerkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…See the stone set in your eyes... See the thorn twist in your side... I wait for you﻿…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=XmSdTa9kaiQ"&gt;Bono&lt;/a&gt; isi udara. Asap rokok merajalela.&lt;br /&gt;‘Hidupmu tak cuma hari ini’, seorang kawan bicara.&lt;br /&gt;Muhammad menenggak dari botolnya. Bir dingin yang ketiga, ‘Caranya yang tak bisa kulupa’&lt;br /&gt;Kafe setengah gelap. Asap bikin pengap. Di luar gerimis. Tapi Muhammad tak merasa manis.&lt;br /&gt;‘Sampai kapan kau akan begini?’&lt;br /&gt;Muhammad meredup, ‘Sampai kapan kau akan hidup?’&lt;br /&gt;Malam kian tenggelam. Luka lebam-lebam. Inikah jahanam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak itu bernama TV. Semua isinya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tai&lt;/span&gt;. Seperti malam ini. Kuis SMS tolol presenter &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahenol&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;‘Sudahlah, Yang…’, Adam berusaha meredam. Apartemen malam-malam.&lt;br /&gt;Muhammad ingin menjerit. Hatinya sakit.&lt;br /&gt;‘Sudah apanya?’, Muhammad menatap cowoknya, ‘Papah tau hubungan kita. Aku tak lagi dianggap anaknya’, mata menelaga. Setitik air tiba-tiba.&lt;br /&gt;Adam diam saja. Memencet remote ala kadarnya. Siaran bola. Berita. Dialog politik tai kuda. Film Hollywood isi celana.&lt;br /&gt;‘Kita ke luar negeri. Kita menikah di sana’&lt;br /&gt;Muhammad berdiri. Menuju kamar mandi, ‘Itu solusi?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ceraikan aku’, Khadijah pelan.&lt;br /&gt;Muhammad tercekat. Redup 10 watt menatap.&lt;br /&gt;‘Kenapa?’&lt;br /&gt;Gonggongan anjing di luar sana. Menelusup lewat jendela.&lt;br /&gt;Khadijah menatap suaminya, ‘Kenapa? Cuma perempuan tolol yang rela dimadu’&lt;br /&gt;Muhammad terkesiap, ‘Jaga mulutmu, Bu.. Kanjeng Nabi itu dulu..’&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tai asu&lt;/span&gt;. Telan semua ayat-mu’, Khadijah memotong, ‘Ceraikan aku’&lt;br /&gt;Di luar gelap melaknat. Perempuan memilih murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 8 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Foto karya Onetreeink (dicuri dari &lt;a href="http://www.photographyserved.com/gallery/Feels-like-Home/808735"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5447965290509523721?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5447965290509523721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5447965290509523721&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5447965290509523721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5447965290509523721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/muhammad-muhammad.html' title='Muhammad – muhammad'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSgzdfdrGKI/AAAAAAAAAcQ/YPE8_0NycNU/s72-c/42afb13207f58d78018cf066b79b2798.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2918005608987838162</id><published>2011-01-04T17:14:00.002+07:00</published><updated>2011-01-04T17:23:33.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Sinatra dan Kitab yang Takkan Pernah Selesai Dibaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSL1Ac3ao4I/AAAAAAAAAcI/icsPXoMbZrQ/s1600/77689e9893c8a8cc01e781fb99f4f09b.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSL1Ac3ao4I/AAAAAAAAAcI/icsPXoMbZrQ/s400/77689e9893c8a8cc01e781fb99f4f09b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558274278226043778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serak Sinatra di telinga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;…And now, the end is near.. And so I face the final curtain.. My friends, I'll say it clear.. I'll state my case, of which I'm certain…&lt;/span&gt;  Tut tut tut.. Lagi-lagi. Tak kau angkat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah. Malam makin hening sekarang. Angin tak lagi kencang. Tapi kenapa telpeonku tak kau angkat? Apakah di tempatmu; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;di manapun dirimu sekarang&lt;/span&gt;; ada yang sedang sekarat? Semoga saja tidak. Karena ini kan hari Sabtu. Bukankah poliklinik rumah sakit negeri tak buka di akhir minggu?&lt;br /&gt;‘Tapi UGD kan buka 24 jam?’, kubayangkan kau membantahku.&lt;br /&gt;Ah iya, kau memang selalu lebih cerdas dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;By the way&lt;/span&gt;, kenapa &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Aht9hcDFyVw"&gt;My Way&lt;/a&gt;? Tapi ah, sudahlah. Tak perlu kau jawab.&lt;br /&gt;‘Lagu itu berarti bagiku’, pasti jawabanmu begitu. Seperti jawaban siapapun yang pernah mendengarnya dengan telinga dan jiwa. Sakral, kalau bahasaku begitu. Seperti adzan yang menelusup di awan yang bergumpal-gumpal.&lt;br /&gt;‘Ha? Kau bandingkan Sinatra dengan muadzin?’, kau pasti seketika mencecarku. Dan sebelum aku sempat menjelaskan, kau pasti kembali menyerang, ‘Lirik lagu dan panggilan untuk sembahyang?’.&lt;br /&gt;Dan kemudian kita akan terlibat sebuah perdebatan yang tak berujung. Mengutip dalil-dalil, petikan syair, filsuf ini, filsuf itu, ayat ini, kitab itu, dan ketika kita sama-sama lelah karena tak ada yang mau mengalah, kaupun berucap, ‘Gimana kalo secangkir kopi?’.&lt;br /&gt;Dan selesai. Diskusi kita usai. Hanya ada wangi kopi dan Indomie yang membawa cerita-cerita dari negeri jauh tak bernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu, hening yang meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anjing&lt;/span&gt; ini benar-benar bikin pusing. Apakah kau sedang mandi tadi? Tapi bukankah kau bisa mengirimkan sms, sekadar mengatakan hal itu kalau memang benar begitu? Atau kau tak mendengar hape-mu berdering? Ah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berdering&lt;/span&gt;? Sepertinya kosakata itu sudah seharusnya tak dipakai lagi saat ini. Mungkin ada baiknya jika aku memilih kata ‘berbunyi’ atau ‘bersuara’. Bukankah hape sekarang tak lagi ber-kring kring kring? Tidak lagi seperti pesawat telepon era 70-an yang angka-angkanya harus diputar ketika kita ingin menghubungi seseorang di seberang, seperti yang sering kita lihat di film-film lawas James Bond dan Warkop DKI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebentar. Jika tidak berdering kring kring kring, seperti apa bunyi hape-mu ketika aku berusaha menghubungi nomermu? Sinatra juga-kah? Ah, pasti iya. &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=5C5twY6f-rU"&gt;Fly Me to The Moon&lt;/a&gt; pastinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;…Fly me to the moon… Let me play among the stars… Let me see what spring is like on a-Jupiter and Mars…&lt;/span&gt; Karena aku tahu pasti, itu lagu favoritmu. Dari dulu. Ya ya ya… Terbang ke bulan. Gimana kira-kira rasanya? Sayang Louis Armstrong sudah mati. Jadi tak mungkin bisa ditanyai lagi.&lt;br /&gt;‘Neil Armstrong!’, kau membantah.&lt;br /&gt;‘Aaahhh, cuma beda dikit. Sama-sama Armstrong. Toh &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8y3_kH9nYcA"&gt;What a Wonderful World&lt;/a&gt; jauh lebih merdu dibanding cerita tentang heroisme astronot Amerika beserta Apollo 11-nya’.&lt;br /&gt;Lalu kau tertawa. Dan seperti biasanya, sepasang cekung itu tiba-tiba ada tanpa aba-aba. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asal kau tahu, aku menyukainya. Mengingatkanku akan lembah di dunia antah berantah dalam dongeng ibuku ketika aku masih kecil dulu. Tempat yang seringkali kuangankan ketika aku dipaksa tidur siang. Wangi rumput dan titik embun. Dulu di mimpiku. Sekarang di pipimu&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa bisa memastikan kalau dering hape-mu memang Sinatra? Tapi bukan ST12 kan pastinya? Perempuan sepertimu tak mungkin berselera busuk seperti itu. Atau jangan-jangan kau pasang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ringtone&lt;/span&gt; khusus untuk menyaring telepon dari nomerku? Ah, betapa layak dikasihaninya diriku jika memang begitu. Dan lagi apa alasannya coba. Kau sedang tak ingin pusing-pusing berdiskusi denganku? Hmmm… mungkin saja. Banyak kawan-kawanku yang memilih cepat-cepat pulang ketika kami tengah berbincang.&lt;br /&gt;‘Capek ngobrol denganmu’, katanya, ‘Bikin mati muda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi tidak kok. Aku janji, tema pembicaraan kita nanti adalah sesuatu yang sangat sederhana. Aku janji tak akan ada perbincangan yang membuat kening kita berkerut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mawut&lt;/span&gt;. Tak ada obrolan tentang busuknya negeri ini, korup-nya orang-orang parlemen, jahanamnya belantara kota, terlebih, apa itu Tuhan, di mana kebenaran, dan tema-tema lainnya yang akan membuat wajah kita tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Kita hanya akan berbincang tentang: berapa harga sandal Swallow yang warna hijau di pasar baru, kenapa sekarang jarang ada orang membeli kaset bajakan, apa gambar seprai ranjang tidurmu waktu kecil dulu, kamu kalau memakai sepatu kanan dulu atau kiri dulu. Cuma tema-tema semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin kau memang sekadar benar-benar tak dengar. Tapi bukankah hapemu bisa bergetar? Jika kau taruh di atas meja, pasti hape itu akan bergerak-gerak dengan suara 'drdrdrdrdrdrdrdr' sambil berputar-putar.&lt;br /&gt;‘Drdrdrdrdrdr?’, kau bertanya.&lt;br /&gt;Dan aku cuma bisa garuk-garuk kepala. Iya ya? Suara getaran hape itu kalau ditulis gimana ya? Benarkah 'drdrdrdrdrdr'? Ah, apa yang kita dengar kadang memang tak selalu bisa kita visualkan. Suara orang tertawa misalnya. Kalau aku jujur saja lebih suka menulisnya 'hahahaha'. Atau 'hehehehe'. Tapi toh ada juga yang menuliskannya 'wkwkwkwkwk'. Bahkan 'xixixixixi. Haghaghaghag. Kekekekeke'. Lalu siapa yang benar coba? Aku? Mereka? Semua? Atau malah; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangan-jangan&lt;/span&gt;; tak ada? Oh iya, lalu bagaimana suara getar hapemu itu ketika aku meneleponmu? Brrrrrrrrr? Ah, malah seperti orang kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan hapemu tidak kau taruh di meja, tapi kau kantongi di saku celana? Lho, tapi bukankah dengan begitu getarannya justru terasa? Atau kau sedang di dalam bis kota? Ya ya ya, tak aman memang mengangkat hape di tempat umum seperti itu. Tapi kau mau kemana coba? Sekarang sudah jam 1. Tadi kutelpon dirimu jam 12.15. Pergi dinihari begini memang mau menjemput pagi? Bukankah jam-jam segini lebih nyaman jika kau rebahkan tubuhmu di ranjang? Memasrahkan hidup dalam kekuasaan malam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin memang kau sedang benar-benar tak ingin diganggu, karena asik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; dengan lelaki-mu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang mana&lt;/span&gt;? Mana aku tahu. Aku bilang kan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin&lt;/span&gt;. Yang namanya kemungkinan kan akan selalu ada di dunia, betapapun sedikit prosentasenya.&lt;br /&gt;‘Kamu itu tak terlalu pintar ya?’, kubayangkan kau mendorong pelan dahiku.&lt;br /&gt;Ya, mungkin memang aku yang terlalu bodoh untuk melakukan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;‘Maksudnya?’&lt;br /&gt;Ya, karena menurutku di dunia ini tak ada yang lebih mudah untuk dilakukan seorang pria, ketimbang jatuh cinta padamu.&lt;br /&gt;‘Lho?’, wajahmu pasti bingung sesaat, untuk kemudian meledak terbahak, ‘Kamu mabuk?’, pasti pertanyaan itu.&lt;br /&gt;Tapi, ah sudahlah. Tertawalah. Kau memang satu-satunya kitab yang tak akan pernah sanggup aku khatamkan. Bertemu denganmu membuatku tiba-tiba merasa sangat-sangat tua sekaligus kembali seperti remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, pagi datang sebentar lagi. Tapi kenapa teleponku tak kau angkat tadi? Padahal ada konser Jazz bagus besok Minggu. Dan aku ingin mengajakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu selesai membaca kembali apa yang sudah ditulisnya. Kepulan asap rokok menari-nari di depan layar laptop. ‘Sedikit picisan’, menyesap kopi yang sudah lama dingin, ‘Tapi siapa tahu ada redaktur media bodoh yang mau memuat di koran-nya. Lumayan, untuk beli susu si Bumi’. Ah, Bumi? Lelaki itu beranjak dari kursi lalu menuju pintu warna biru. Di celahnya dia temukan seorang perempuan dan juga bidadari kecilnya pulas dalam pelukan impian.&lt;br /&gt;‘Itu Bumi. Dan itu ibunya. Kitab yang sudah kuselesaikan bahkan ketika baru akan kubuka sampulnya’.&lt;br /&gt;Lelaki itu menghampiri jendela yang terbuka. Gerimis di luar sama sekali tak berwarna. Hanya hitam yang terlihat kejam.&lt;br /&gt;‘Tuhan, apakah ini airmata-Mu atau justru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muncratan&lt;/span&gt; liur-Mu? Kau sedang terluka atau justru terbahak di atas sana?’.&lt;br /&gt;Sayup, bedug subuh ditabuh. Adzan berkejaran. Sinatra merayap pelan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=KIiUqfxFttM"&gt;That's life&lt;/a&gt;, that's what all the people say… You're riding high in April, Shot down in May… But I know I'm gonna change that tune… When I'm back on top, back on top in June…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 3 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Foto : Tatiana Mikhina&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2918005608987838162?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2918005608987838162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2918005608987838162&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2918005608987838162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2918005608987838162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/sinatra-dan-kitab-yang-takkan-pernah.html' title='Sinatra dan Kitab yang Takkan Pernah Selesai Dibaca'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TSL1Ac3ao4I/AAAAAAAAAcI/icsPXoMbZrQ/s72-c/77689e9893c8a8cc01e781fb99f4f09b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7267059078926737374</id><published>2011-01-01T17:22:00.001+07:00</published><updated>2011-01-01T17:24:40.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Hari Ini Tak Ada Bangkai Anjing Untukmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TR8A12S3IuI/AAAAAAAAAcA/_0fKMJhtqj0/s1600/Germany%2BPETA%2BProtest_Rayy%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TR8A12S3IuI/AAAAAAAAAcA/_0fKMJhtqj0/s400/Germany%2BPETA%2BProtest_Rayy%25282%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557161390306173666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'Heningmu secantik hantu'&lt;br /&gt;Perempuan itu tersipu&lt;br /&gt;Malu-malu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;'Salahkah?'&lt;br /&gt;'Tidak. Cuma kecantikanmu terlalu kejam bagiku'&lt;br /&gt;Daun randu jatuh&lt;br /&gt;Bumi berpeluh&lt;br /&gt;'Ah.. Bagaimana jika secangkir coklat? Ayolah, hari ini aku janji tak akan membahas tentang bangkai anjing maupun dunia yang semakin pesing'&lt;br /&gt;Keduanya berangkat&lt;br /&gt;Menuju barat&lt;br /&gt;Kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 1 Januari 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Foto: AP Photo/ Markus Schreiber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7267059078926737374?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7267059078926737374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7267059078926737374&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7267059078926737374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7267059078926737374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2011/01/hari-ini-tak-ada-bangkai-anjing-untukmu.html' title='Hari Ini Tak Ada Bangkai Anjing Untukmu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TR8A12S3IuI/AAAAAAAAAcA/_0fKMJhtqj0/s72-c/Germany%2BPETA%2BProtest_Rayy%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-464422386908587221</id><published>2010-12-29T14:12:00.002+07:00</published><updated>2010-12-29T14:17:24.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Indonesia dan Hal-Hal Tak Dewasa yang Menyertainya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRrgcwcrIsI/AAAAAAAAAb4/6WFJGEBbUpY/s1600/indonesia_by_pistonbroke.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRrgcwcrIsI/AAAAAAAAAb4/6WFJGEBbUpY/s400/indonesia_by_pistonbroke.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555999874961056450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3-0 untuk Malaysia. Indonesia teriak seketika. Bla bla bla bla bla bla!!! Laser-lah, serbuk gatal-lah, petasan beracun-lah, tai kuda-lah.. Banyak yang menyumpah. Serapah-serapah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertandingan, peperangan, pertempuran, kejuaraan dan bahkan dalam hidup, konsekuensinya itu cuma dua. Kalo tidak kalah ya menang. Kalo tak siap menghadapi salah satunya, buat apa maju ke lapangan?&lt;br /&gt;‘Lha tapi kan bisa juga seri?’&lt;br /&gt;‘Lha&lt;span style="font-style: italic;"&gt; opo sampeyan&lt;/span&gt; sufi?’&lt;br /&gt;Yang bisa seri dalam kehidupan itu cuma segelintir orang yang benar-benar tercerahkan. Budha, Jalaluddin Rumi, Siti Jenar dan mereka-mereka yang mampu mengeja kata Tuhan dengan benar. Masa kita yang ngakunya manusiawi tapi seringkali mengedepankan naluri ini mau akhir pertandingan yang seri? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari kambing hitam itu paling gampang. Tak perlu keluar duit dan tenaga, tinggal pilih mana yang layak dipersalahkan, tunjuk, selesai. Indonesia kalah, harusnya sudah. Namanya juga permainan. Tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; ya sudah tradisi, tak afdol rasanya kalo tidak mendayu-dayu sendu menyanyikan lagunya ﻿Exist, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencari sebab serta mencari alasan&lt;/span&gt;... Mencari-cari apa yang bisa disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kalo masyarakat kita tidak pernah mau belajar untuk menjadi ksatria dan menerima kekalahan dengan lapang dada, apa ya mungkin Indonesia akan bisa menjadi pemain yang diperhitungkan di dunia? Kedengarannya kok utopis ya? Tiba-tiba saya ingat Jepang. Seppuku. Harakiri. Sebuah tindakan berani untuk mempertahankan harga diri. Masyarakat kita mana berani? Jangankan mati. Mengaku kalah dan salah saja tak pernah. Coba, kapan kita dengar permintaan maaf atas kasus HAM di Aceh, Papua, penjajahan Timtim, pembunuhan Munir, hilangnya Wiji Thukul, pembantaian ’65, dan sebagainya-dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kamu itu ga nasionalis ya? Yang lain itu mati-matian membela Timnas kita!’, seorang kawan bicara.&lt;br /&gt;Dan saya cuma tertawa. Bagi saya nasionalisme itu cukup sederhana. Yaitu jauh-jauh merantau ke Jakarta, melepaskan semua kenyamanan kampung halaman untuk memasrahkan diri pada kebusukan asap knalpot ibukota dan keruwetan jalanan yang jahanam, agar saya bisa membuat ibu saya di rumah tersenyum bangga, bisa punya uang untuk membawanya berobat ke rumah sakit, dan bisa memperbaiki rumah milik keluarga. Bukan jauh-jauh datang ke Jakarta untuk antri tiket di Stadion GBK dan ketika tak kebagian n&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gamuk-ngamuk&lt;/span&gt;, mengeroyok salah satu panitia yang tidak tahu apa-apa yang cuma berusaha nyari duit buat anak istrinya, terus mendobrak pintu stadion lalu merusak apa-apa yang ada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngopi&lt;/span&gt; di sudut taman budaya, sibuk berretorika, ngalor ngidul berwacana, berdialektika tai kuda, menyalahkan pemerintahan yang memang sudah tak terselamatkan atas semua keruwetan, lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klepas klepus&lt;/span&gt; menghisap Dji Sam Soe sampai mampus. Bukan juga cuma duduk diam di depan layar TV, mengkritisi segala isi berita atas semakin parahnya dunia, merasa seakan-akan semua beban dunia ditimpakan Tuhan di pundaknya, lalu berkicau di Twitter, Facebook, dan jejaring sosial di dunia maya yang lainnya, mengomentari semua yang ada tapi tak pernah ada usaha apa-apa demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahkan untuk dirinya sendiri&lt;/span&gt;; tiap hari cuma sibuk mengkritik sampai jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trending topic&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangkrik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;‘Nasionalisme itu gerakan, Bung... Bukan sekedar filsafat…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal kemarin saya dipaksa malu mengaku Islam oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=490228154167"&gt;statement MUI&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/video/video.php?v=171335796236949"&gt;segelintir umat yang meneriaki sebuah Misa Natal&lt;/a&gt; yang saya saksikan di layar TV. Dan sekarang saya dipaksa malu (lagi) untuk mengaku sebagai orang Indonesia gara-gara ketidakksatriaan kita atas kekalahan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Njuk piye&lt;/span&gt;? Apa saya harus ganti agama dan pindah warga negara sekarang juga?  Entahlah. Satu-satunya pikiran menyenangkan adalah membayangkan kalo Anarki Nusantara-nya &lt;a href="http://itonesia.com/"&gt;ES Ito &lt;/a&gt;itu benar-benar nyata dan meluluhlantakkan semua yang ada. Anarki. Tak ada hierarki. Tak ada apa-apa. Cuma manusia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukankah daripada menjadi tua tapi tak dewasa lebih baik menjadi bayi lagi?&lt;/span&gt; Jika kecewa dan terluka tinggal meratap, ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaowooohhh&lt;/span&gt;… Ampuni kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaowoooohhhh&lt;/span&gt;….’. Ah sudahlah. Sudah pagi. Waktunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahajud&lt;/span&gt;, minum bir dingin dan Tolak Angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 27 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-464422386908587221?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/464422386908587221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=464422386908587221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/464422386908587221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/464422386908587221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/indonesia-dan-hal-hal-tak-dewasa-yang.html' title='Indonesia dan Hal-Hal Tak Dewasa yang Menyertainya'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRrgcwcrIsI/AAAAAAAAAb4/6WFJGEBbUpY/s72-c/indonesia_by_pistonbroke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6056327004621226891</id><published>2010-12-29T14:06:00.002+07:00</published><updated>2010-12-29T14:10:33.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Semacam Dialog Dalam Sebuah Pertemuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRreiz6Qi6I/AAAAAAAAAbw/rDTlOOikSPY/s1600/journey_to_ithaca_617.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRreiz6Qi6I/AAAAAAAAAbw/rDTlOOikSPY/s400/journey_to_ithaca_617.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555997779946408866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Tapi aku bukan penyair’&lt;br /&gt;‘Apa hubungannya?’&lt;br /&gt;‘Lalu gimana caranya?’&lt;br /&gt;‘Cari tau.. kau kan lelakiku?’&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Semalam aku ketemu Tuhan’&lt;br /&gt;‘Di mana?&lt;br /&gt;‘Mimpi’&lt;br /&gt;‘Lalu’&lt;br /&gt;‘Aku bilang.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan, bolehkah saya minta sepotong senja&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;‘Apa jawab-Nya?’&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat apa?&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;‘Lalu?’&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pacar saya ingin memasangnya di dinding kamar. Cuma sedikit kok. Sepotong saja&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;‘Terus?’&lt;br /&gt;‘Dia marah’&lt;br /&gt;‘Gimana marah-Nya?’&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lambemu! Apa Aku bapakmu?!&lt;/span&gt; Begitu’&lt;br /&gt;‘Lalu?’&lt;br /&gt;‘Aku bangun’&lt;br /&gt;‘Yahhhh….’, perempuan itu mendesah.&lt;br /&gt;‘Abis sudah pagi. Aku kan harus kerja’&lt;br /&gt;Perempuan diam saja.&lt;br /&gt;‘Terus gimana sekarang?’&lt;br /&gt;‘Ya kamu usaha lagi dong. Kalo perlu.. curi!’&lt;br /&gt;‘Lho?’&lt;br /&gt;‘Lho kenapa?’&lt;br /&gt;‘Mencuri kan dosa?’&lt;br /&gt;‘Tidak peduli! Pokoknya aku mau se-po-tong sen-ja! Es-e-en-je-a! Titik!’&lt;br /&gt;Perempuan keras kepala.&lt;br /&gt;‘Tapi aku benar-benar bukan &lt;a href="http://sukab.wordpress.com/2007/05/31/sepotong-senja-untuk-pacarku/"&gt;Seno Gumira&lt;/a&gt;?’&lt;br /&gt;‘Tapi kamu kan juga lelaki. Dia saja berani’, matanya mulai berkaca-kaca, ‘Kenapa sih kamu ga pernah mau tau apa yang aku inginkan?’&lt;br /&gt;Sumpah mati. Lelaki itu benar-benar tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih kurang lagi? Bahkan segala sesuatu tentang diriku sudah sepenuhnya dia miliki?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Aku pulang dulu kalo begitu’&lt;br /&gt;‘Aaahhh.. Selalu begituuu?’, bibir perempuan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mecucu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;‘Bukan apa-apa. Tapi bir-ku keburu dingin’, lelaki mencari mata angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 25 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6056327004621226891?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6056327004621226891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6056327004621226891&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6056327004621226891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6056327004621226891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/semacam-dialog-dalam-sebuah-pertemuan.html' title='Semacam Dialog Dalam Sebuah Pertemuan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRreiz6Qi6I/AAAAAAAAAbw/rDTlOOikSPY/s72-c/journey_to_ithaca_617.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1257373473479645609</id><published>2010-12-24T15:00:00.003+07:00</published><updated>2010-12-24T15:09:39.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Tentang Natal dan Ulama-Ulama Bebal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRRUOWOYFDI/AAAAAAAAAbg/rvPA0Pir4Sg/s1600/Hungary%2BSanta%2BClaus%2BR_Rayy.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRRUOWOYFDI/AAAAAAAAAbg/rvPA0Pir4Sg/s400/Hungary%2BSanta%2BClaus%2BR_Rayy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554156845915444274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;...Klo bikin status tu g usah yg mslh agama,jjr aj aq sbg orang muslim ngrasa tersinggung ma status n komen temenmu tentang adzan subuh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duengggg!!! Sebuah pesan dari seorang kawan. Siang-siang. Dan saya cuma garuk-garuk kepala. Kok bisa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya memang nulis sebuah status di &lt;a href="http://www.facebook.com/Setyo.a.saputro"&gt;akun FB&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...Kalo simbol Natal di mall2 dianggap berlebihan, trus gimana dengan simbol2 Lebaran? Ulama kok bodoh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Kalo ga bodoh ya ga jadi ulama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu sebuah komentar singgah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...kalo suara lagu puji-pujian di HKBP itu berisik, trus gimana dg suara puji-pujian dan adzan di subuh buta? (toleransi itu bukan telo yg tinggal dikunyah trus tercerna dg sendirinya di perut, nggak usah pake mikir) :P...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan selang sekian detik, pesan itu mampir di inbox saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook itu ranah publik. Apa yang kita tulis di situ nantinya tidak hanya dibaca orang-orang yang kita tuju. Tapi semua. Dunia. Saya cukup paham hal itu. Karena itulah, seseorang harus siap mempertanggungjawabkan apapun yang dilakukan di situ kepada massa. Begitu juga halnya dengan saya. Karena sebagai manusia yang syukur alhamdulillah punya otak (meski kecil dan sudah mulai berkeriput), saya berusaha untuk tak pernah lupa melakukan filterisasi sebelum mengungkapkan sesuatu di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...silahkan tersinggung. itu hak anda. dan tidak usah terlalu repot mendikte apa yang harus saya lakukan. terima kasih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita manusia merdeka. Sejak lahir ceprot manusia sudah diikat norma-norma dan segala sesuatu yang membelenggu. Saya pikir tak ada gunanya menambah belenggu itu. Kawan saya berhak tersinggung dengan kalimat saya. Seperti halnya saya yang juga berhak tersinggung dengan ulah Noordin N. Tot dan jaringannya yang hobi membunuh orang-orang tak berdosa dan membuat banyak umat Islam yang memilih menundukkan kepala sambil bergumam pelan, ‘Islam’, ketika ditanya apa agamanya. Malu mengakui ajaran nabi yang dipercayai? Sungguh tai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal dari Natal dan MUI. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba lembaga tertinggi umat Islam ini mengeluarkan statement konyol bin tolol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...Simbol-simbol Natal di beberapa mal, hotel, tempat rekreasi, dan tempat-tempat bisnis lainnya itu berlebihan, dan kepada para pengelolanya agar arif dan peka menjaga perasaan umat beragama...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi kumpulan ulama ini berpikiran seperti anak TK. Yang takut dan curiga akan ada anak lain yang merebut permen miliknya. Mungkin saya tak akan peduli kalo yang bicara seperti ini Om Rizieq pimpinan preman-preman bersurban itu. Tapi ini MUI. Majelis Ulama Indonesia. Lembaga tertinggi umat Islam yang (harusnya) suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, betapa bodohnya masyarakat kita jika para kyai haji ini menganggap bahwa umat di negeri ini merasa terganggu dengan Santa Claus dan pohon cemara sintetis yang berkeliaran di mall-mall dan pusat perbelanjaan? Kenapa sih mereka tak pernah angkat suara untuk membahas keberadaan terorisme di tubuh Islam tapi malah sibuk main haram-haraman? Bahkan mengurusi perayaan umat agama lain? Jika memang berpikir cerdas dan mencoba adil, kenapa mereka diam saja ketika tiap Ramadhan tiba stasiun TV kita gila-gilaan mengeksplorasinya? Ustadz-ustadz ganteng berkeliaran, gambar-gambar ketupat berseliweran, musik timur tengah riuh gaduh, band menye-menye keluarkan album religi, dan sebagainya dan sebagainya. Belum lagi diskon belanja gede-gedean yang menggiurkan, memaksa masyarakat kita memasrahkan diri dalam karnaval akbar bernama kapitalisme global. What the hell, Mr. Kyai? Itukah Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja saya tak cukup mengerti, kenapa kawan saya tersinggung dengan status saya itu. Karena pesan balasan yang saya kirimkan sampai detik ini dicueki. Begitu juga, dia tak mampir di wall saya untuk terlibat dalam diskusi terbuka. Karena itulah saya cuma bisa mengira-ira, dia mungkin menganggap bahwa saya (dan kawan-kawan lain yang terlibat diskusi itu) adalah seorang Nasrani yang muak dengan MUI. Bukan. Sama sekali bukan. Meski ada kawan yang bilang wajah saya semenderita Isa (waktu disalib, katanya), saya tak pernah sekalipun berpikir untuk mengimaninya. Apa ga boleh, kalo seorang lelaki memberi masukan kepada perempuan yang dicintainya untuk mengoleskan lipstick merah muda di bibirnya, ‘Biar lebih cantik’, katanya. Sah-sah saja to? Lha wong cinta kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, hangar bingar Natal memang berpotensi menyesatkan. Gemerlap Santa dan pohon-pohon cemara itu sama sekali tak merepresentasikan kelahiran Isa. Seperti kita tahu, bayi Yesus dipercayai umat Nasrani lahir dari rahim Perawan Maria di sebuah kandang domba di Betlehem. Dalam kesunyian, kesendirian, dan penderitaan. Malam yang kudus. Lalu spirit Yesus semacam apa yang bisa dipetik dari riuh rendah perayaan gila-gilaan yang kita saksikan belakangan?&lt;br /&gt;‘Lho, brarti MUI bener dong?’, seorang kawan menodong.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dlondong!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Natal semacam ini tak jauh beda dengan Ramadhan kita. Siang berlapar-lapar puasa sambil menikmati khotbah-khotbah religi dari ustadz-ustadz funky di layar TV, tapi begitu Maghrib tiba banyak yang berbondong-bondong ke Starbucks, Mc' D, dan KFC untuk berbuka dan melancarkan aksi balas dendam. Disusul dengan menghabiskan isi dompet berbelanja baju dan celana yang akan dikenakan ketika Lebaran tiba. Gesek gesek gesek. Pulang-pulang tangan dipenuhi tas belanja. Tai kuda. ‘Pengendalian dirinya dimana?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi. Itu masalahnya. Sejak kecil kita sudah didoktrin tentang apa itu eksklusivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...Agama di dalam pengajaran sekolah, adalah soal lama dan terus-menerus persoalan sulit...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;begitu Ki Hajar Dewantara pernah bilang.&lt;br /&gt;‘Yang Islam di ruang ini. Yang Kristen disitu. Yang Katholik di sana. Lalu yang Hindu. Juga yang Budha’.&lt;br /&gt;Mungkin memang inilah salah satu faktor yang membuat masyarakat kita terkotak-kotak. Melahirkan diskriminasi dan kesaligcurigaan. Agama bukan matematika. Di mana lima kali lima seluruh dunia sepakat untuk menjawabnya duapuluhlima. Agama itu bicara tentang kebenaran sekaligus ketidakpastian. Benar tapi tak pasti. Lha siapa coba yang bisa membuktikan kalo akhirat itu benar-benar ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, saling mencurigai semacam itu sepertinya sudah tak penting lagi. Sekarang tak ada salahnya jika kita mulai mencoba untuk berpikir, bagaimana cara terbaik untuk menghadapi hidup yang seperti pelangi ini. Warna warni. Bersama-sama belajar mengeja kata toleransi dengan lafal yang benar. Masalah siapa yang salah dan siapa yang lebih salah, apakah surga atau neraka yang akan kita temui nanti ketika sudah mati, serahkan saja sama Ahlinya. Saya pikir; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meski guyonannya kadang berlebihan&lt;/span&gt;; Tuhan itu ga sebodoh yang sering kita pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal. Damai di bumi damai di hati.&lt;br /&gt;Sadhu.. sadhu.. sadhu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 24 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Foto: AP Photo/ Bela Szandelszky&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1257373473479645609?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1257373473479645609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1257373473479645609&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1257373473479645609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1257373473479645609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/tentang-natal-dan-ulama-ulama-bebal.html' title='Tentang Natal dan Ulama-Ulama Bebal'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRRUOWOYFDI/AAAAAAAAAbg/rvPA0Pir4Sg/s72-c/Hungary%2BSanta%2BClaus%2BR_Rayy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7744052318234198632</id><published>2010-12-22T18:20:00.003+07:00</published><updated>2010-12-22T21:31:42.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Secangkir Anarki di Pagi yang Mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRHgNV1cMDI/AAAAAAAAAbU/6sAsYUah-tk/s1600/anarchy-graffiti-3052.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRHgNV1cMDI/AAAAAAAAAbU/6sAsYUah-tk/s400/anarchy-graffiti-3052.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553466335328743474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;‘Anarki!! Anarki!!’&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka berteriak dan mulai bergerak&lt;br /&gt;Ke Starbucks&lt;br /&gt;Memesan secangkir espresso panas sambil dengarkan &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=KBBMNJPk5qo"&gt;Jason Mraz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;‘Kuingin miliki dia’&lt;br /&gt;Lalu tawa&lt;br /&gt;Dua pasang mata melirik mereka&lt;br /&gt;Di seberang dekat jendela&lt;br /&gt;‘Siapa’&lt;br /&gt;‘Makhluk indah tak terjamah. Puisi terindah yang pernah digubah’&lt;br /&gt;Suara itu terdengar berdenyar&lt;br /&gt;Seperti merpati yang kirim kabar&lt;br /&gt;‘Ah. Kupikir kau sudah cukup tua untuk menyadari. Bahwa hidup lebih suka berkata tidak untuk sesuatu yang ingin kita miliki’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Anarki!! Anarki!!’&lt;br /&gt;Marlboro Menthol menyala merah&lt;br /&gt;Tak sekental darah&lt;br /&gt;‘Secangkir coklat pekat sepertinya nikmat. Meski bikin sedikit melarat’&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=tR-5ZStR8r4"&gt;Steelheart&lt;/a&gt; menyayat&lt;br /&gt;‘Gimana ya rasanya mati?’&lt;br /&gt;Semesta tak henti&lt;br /&gt;Tak sunyi-sunyi&lt;br /&gt;’Mungkin seperti pingsan. Entahlah. Aku juga belum pernah merasakan’&lt;br /&gt;Asap bergumpal&lt;br /&gt;Berkelebat waitress bertubuh sintal&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sepertinya kenyal?&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;‘Apa kematian benar-benar akan menyatukan?’&lt;br /&gt;Putaran bumi tak berhenti&lt;br /&gt;Jarum jam berjalan merajam&lt;br /&gt;‘Sudahlah. Tiada satupun perempuan yang senilai dengan bunuh diri’ *&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=OY0-VNKgLaU&amp;amp;feature=list_related&amp;amp;playnext=1&amp;amp;list=MLGxdCwVVULXeQek-JZh6a1Ty9vjsJoG2l"&gt;Ave Maria&lt;/a&gt; membahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 22 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* kata-kata disadur dari &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=iO0LYcCoeJY"&gt;The Fall&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7744052318234198632?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7744052318234198632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7744052318234198632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7744052318234198632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7744052318234198632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/secangkir-anarki-di-pagi-yang-mati.html' title='Secangkir Anarki di Pagi yang Mati'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TRHgNV1cMDI/AAAAAAAAAbU/6sAsYUah-tk/s72-c/anarchy-graffiti-3052.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8630393050691352855</id><published>2010-12-19T16:46:00.002+07:00</published><updated>2010-12-19T16:48:17.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Lalu Tentang Mata Angin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQ3UzmGMvqI/AAAAAAAAAbM/n-b1r9aHTQg/s1600/sanddunes0408spenceross_445x260.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQ3UzmGMvqI/AAAAAAAAAbM/n-b1r9aHTQg/s400/sanddunes0408spenceross_445x260.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552327898482654882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Aku berangkat dulu’, katamu&lt;br /&gt;‘Kesana aku menuju’, kau maju&lt;br /&gt;Ah, betapa kaki-kaki kita begitu lemah ternyata&lt;br /&gt;Bahkan sekadar mencari cerita yang seharusnya-pun tak punya daya&lt;br /&gt;‘Bukankah seharusnya kesana? Sepintas tadi kulihat jalan keluarnya?’&lt;br /&gt;Lalu kau todongkan matamu, ‘Kenapa ikuti aku?’&lt;br /&gt;Bukan apa-apa&lt;br /&gt;Tapi membiarkanmu dalam ketersesatan adalah dosa besar bagiku&lt;br /&gt;‘Lebih mudah menelan batu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 18 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8630393050691352855?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8630393050691352855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8630393050691352855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8630393050691352855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8630393050691352855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/lalu-tentang-mata-angin.html' title='Lalu Tentang Mata Angin'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQ3UzmGMvqI/AAAAAAAAAbM/n-b1r9aHTQg/s72-c/sanddunes0408spenceross_445x260.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5965490156775407480</id><published>2010-12-17T14:38:00.003+07:00</published><updated>2010-12-17T14:49:30.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Dadu - Dadu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQsVkAsJ5_I/AAAAAAAAAa8/voOZsZPLux0/s1600/dice1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQsVkAsJ5_I/AAAAAAAAAa8/voOZsZPLux0/s400/dice1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551554674068940786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mainkan dadumu.. Ada satu diantara enam yang akan jadi milikmu’&lt;br /&gt;Awan berarak pinak&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi manak&lt;br /&gt;‘Tapi waktu kadang asu’&lt;br /&gt;Pesimis bau amis&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi&lt;/span&gt; hanya untuk banci. Kau laki-laki?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mainkan dadumu... Tuhan di belakangmu’&lt;br /&gt;Kuda sembrani putih pucat&lt;br /&gt;Melesat tak kenal sekarat&lt;br /&gt;‘Bumi bundar bukan?’&lt;br /&gt;Pohon pisang bergoyang-goyang&lt;br /&gt;‘Tak usah dipikirkan. Kau tak sendirian’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mainkan dadumu.. Sisi atas itu takdirmu’&lt;br /&gt;Dering &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hape&lt;/span&gt; memecah malam&lt;br /&gt;Sinatra mengalun pelan&lt;br /&gt;‘Tiba-tiba aku ingin menjadi penyair lagi. Tai’&lt;br /&gt;Jendela terbuka. Tiada malaikat di sana.&lt;br /&gt;‘Cuma ada dua. Kau sudah gila, atau kau sedang jatuh cinta?’&lt;br /&gt;Air jatuh dari angkasa. Kata ibu hujan namanya.&lt;br /&gt;‘Sumpah mati, bunuh aku malam ini. Dinihari nanti aku akan mulai tulis puisi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 17 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5965490156775407480?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5965490156775407480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5965490156775407480&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5965490156775407480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5965490156775407480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/dadu-dadu.html' title='Dadu - Dadu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQsVkAsJ5_I/AAAAAAAAAa8/voOZsZPLux0/s72-c/dice1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8440615542434235764</id><published>2010-12-16T14:07:00.002+07:00</published><updated>2010-12-17T14:49:44.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Gambar Kupu-Kupu di Seprai Ranjang Tidurmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQm7DCFyoPI/AAAAAAAAAa0/_U-LV1Qk7bo/s1600/3094c99517g_hack.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQm7DCFyoPI/AAAAAAAAAa0/_U-LV1Qk7bo/s400/3094c99517g_hack.jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551173676486009074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kaleng keempat&lt;br /&gt;Dan kau pasti tahu, mustahil ada penjual bir keliling yang lewat&lt;br /&gt;Tak mungkin juga ada swalayan yang buka di tengah hujan yang membangsat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hujan itu indah’, katamu kemarin lalu, ‘Seperti seribu anak panah perak yang mencabut nyawa Abimanyu ketika Baratayudha. Mati yang sempurna’&lt;br /&gt;‘Ya’&lt;br /&gt;Tapi bukankah keindahan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kadang-kadang&lt;/span&gt;; di satu sisi berarti penderitaan?&lt;br /&gt;Lalu hening mengerling&lt;br /&gt;Jazz tua berdenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Venesia. Aku ingin menikmati kecipak air dengan gondola’&lt;br /&gt;Tak ada yang tertawa&lt;br /&gt;Keinginan mungkin memang tak akan pernah bisa membebaskan&lt;br /&gt;Tapi setidaknya impian yang slalu membuat manusia sanggup bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ah entahlah, ingin rasanya menjadi gambar kupu-kupu yang menghiasi seprai di ranjang tidurmu itu. Menyesap hangat keringat dan menelanmentah semua airmata yang tumpah’&lt;br /&gt;(Bedebah! Sumpah!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 16 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8440615542434235764?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8440615542434235764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8440615542434235764&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8440615542434235764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8440615542434235764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/gambar-kupu-kupu-di-seprai-ranjang.html' title='Gambar Kupu-Kupu di Seprai Ranjang Tidurmu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQm7DCFyoPI/AAAAAAAAAa0/_U-LV1Qk7bo/s72-c/3094c99517g_hack.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7538529384386491683</id><published>2010-12-12T17:35:00.001+07:00</published><updated>2010-12-12T17:38:58.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Cerita Jelek dari Negeri Brengsek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQSmCMWY0GI/AAAAAAAAAas/MbCX1r55Qkw/s1600/28378_397128586574_806116574_4039600_4967927_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQSmCMWY0GI/AAAAAAAAAas/MbCX1r55Qkw/s200/28378_397128586574_806116574_4039600_4967927_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549743197432369250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tolani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngglethak&lt;/span&gt;. Bagaimana tidak, lengan kekar berbulu itu tadi menempeleng tengkorak, ‘Plakkk!!!’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Kenapa kamu lari?!’, sepatu PDL penuh lumpur menjejak. Punggung Tolani berkeretak, ‘Ampun paakk…’.&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangan kekar itu menjambak, ‘Kan sudah dibilang, jangan berjualan di taman ini!! Kamu pikir taman ini punya kakek moyang mu apa??!! Ini milik negara!!’, mulut berkumis itu bergerak-gerak. Bau amis menyeruak.&lt;br /&gt;‘Maaf paakk.. Keluarga saya butuh makannn..’, Tolani bersyukur jantungya masih berdetak.&lt;br /&gt;‘Cangkemmu ituu.. Lha kok malah curhat!!’, lelaki berseragam hijau itu menggertak. Setelah menengok kiri kanan, raksasa itu mendekatkan wajahnya. Berbisik. ‘Sudah… Ga usah lama-lama.. Sini uang keamanan, dan kamu ngga saya tahan… ‘.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tolani bergetar merogoh kantong. Limapuluhduariburupiah berpindah tangan.&lt;br /&gt;‘Sekarang pergi sana.. Jangan sampai temen-temenku liat kamu..’, tangan raksasa itu mendorong Tolani, ‘Kecuali kamu masih punya duit…’, mulut busuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merenges&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Tolani perlahan pergi. Gerobaknya tak mungkin terselamatkan lagi. Si bungsu Budi tak jadi ke dokter sore ini. Mencretnya sudah lima hari tak berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jadi anak-anak…’, Bu Guru Ndari memonyongkan mulutnya. Lipstik murahan menjadikannya merah menyala, ‘Sila kelima itu menegaskan bahwa negara ini menjamin keadilan buat tiap-tiap warga negaranya.. Tidak hanya yang kaya, tapi semua… Semuanya… Termasuk yang miskin..’, parfum Bu Ndari menyeruak. Sengak. ‘Bahkan jaminan terhadap fakir miskin ini juga dibahas di salah satu pasal undang-undang dasar kita…’, ruang kelas panas. Bau sampah masuk dari jendela dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hayooo.. siapa yang tau pasal berapa yang mengatur soal fakir miskin iniii.. Trus bunyinya apaaa..’. Kelas hening. Kepala-kepala kecil itu terlihat pening. ‘Kalo ada yang tau, boleh pulang duluan’, Bu Ndari melirik jam. Tak ada salahnya sekali-kali membuat muridnya gembira.  Tetap sunyi. ‘Generasi ini memang generasi tai!’, Bu Ndari mengumpat dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba, satu jari teracung. Di ujung. Gadis kecil mengerjap-ngerjap. Baju putih kumal rambut kusut. Mia namanya.&lt;br /&gt;‘Iya Miaaa…’, Bu Ndari memusatkan perhatiannya.&lt;br /&gt;‘Pasal 34 ayat 1 bu…’, Mia tegas berkata. Bu Ndari tersenyum, ‘Ternyata ada juga yang masih bisa diharapkan’.&lt;br /&gt;‘Bunyinya?’, Bu Ndari bertanya.&lt;br /&gt;‘Ehhhmmm… Fakir Miskin dan anak – anak yang terlantar dipelihara oleh negara..’&lt;br /&gt;Senyum Bu Ndari mengembang. Di tengah-tengah kelas 6 yang meranggas ini ternyata masih ada juga rumput yang hijau. Tak semuanya kacau.&lt;br /&gt;‘Baiklah Mia.. kamu boleh pulang duluan…’&lt;br /&gt;‘Huuuuu…’, seisi kelas bersorak iri. Tapi meski asu-asu tak setuju, bukankah kafilah berhak untuk tetap berlalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengemasi buku-bukunya, Mia berlari keluar ruangan. Di sudut halaman, siswa kelas lima latihan paduan suara untuk upacara bendera.&lt;br /&gt;‘….Indonesiaaaa… tanah airkuuuu... Tanah tumpah darahkuuuu... Di sanalah aku berdiriii... Jadi pandu ibukuuu.….‘.&lt;br /&gt;Sayup suara sumbang semakin tertinggal di belakang. Hati Mia berbunga. Dia memang ingin pulang cepat siang ini. ‘Aku bisa lebih lama membantu bapak jualan rokok dan aqua di taman kota... Si Budi kecil mencret sejak hari Selasa...’, pita merah muda berbentuk kura-kura menari-nari di rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Solo – Casablanca, 11-12 Desember 2010﻿&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7538529384386491683?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7538529384386491683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7538529384386491683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7538529384386491683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7538529384386491683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/cerita-jelek-dari-negeri-brengsek.html' title='Cerita Jelek dari Negeri Brengsek'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TQSmCMWY0GI/AAAAAAAAAas/MbCX1r55Qkw/s72-c/28378_397128586574_806116574_4039600_4967927_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7304360366354785163</id><published>2010-12-03T19:43:00.008+07:00</published><updated>2010-12-03T19:49:38.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mata Telaga Tara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPjnScmS9DI/AAAAAAAAAak/XCmuO9az3pg/s1600/33637_151811444856051_100000815881727_229509_762249_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPjnScmS9DI/AAAAAAAAAak/XCmuO9az3pg/s200/33637_151811444856051_100000815881727_229509_762249_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546437245207245874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebut saja namanya Tara. Itu nama sebenarnya. Tapi ibu di rumah biasa memanggilnya Ulil. Keponakan-keponakan saya lainnya memanggilnya Aurel. Sementara kakak saya ada yang memanggilnya Bintang. Apapun. Quenna Aurellia Bintang Nusantara nama panjangnya. Salah satu keponakan saya. Tiga setengah tahun usianya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;(Mungkin) seperti saya dulu, anak usia segitu memang sedang lucu-lucunya. Mata jenaka. Senyum tulus. Tawa lepas. Tak terbersit kecemasan besok akan makan apa. Tak terpikir untuk ikut-ikutan menghujat busuknya dunia. Bahkan tak mungkin menangis tolol gara-gara ditakdirkan hidup di negeri bobrok yang dipimpin pelawak-pelawak konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa Tara selalu bisa membuat saya dan anggota keluarga lainnya selalu tertawa. Tingkahnya. Celetukannya. Polahnya. Bahkan mungkin saat ini cuma dia yang bisa membuat bibir ibu saya di rumah terkembang riang. Sungguh tak bisa dibandingkan dengan kebrengsekan saya yang selama ini justru lebih sering membuat bibir ibu tergetar karena tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata telaga. Demikian saya sering mengasosiasikan tatapan Tara. Seperti telaga bening tempat Narcissus jatuh cinta pada dirinya sendiri, begitu pula mata Tara. Cuma dengan menatapnya, saya selalu bisa menemukan alasan untuk tidak cepat-cepat mati hari ini. Saya ingin melihatnya tumbuh menjadi besar, menjadi gadis cantik yang digilai lelaki-lelaki sebayanya, menjadi sarjana komputer mungkin. Atau menjadi penari? Penulis? Atau mungkin menjelma perempuan petualang yang tak lepas dari sneakers, backpack, jeans sobek-sobek, plus kamera yang akan dia gunakan untuk membekukan dunia-dunia asing dalam sebuah pigura yang sampai saat ini baru bisa saya angankan? Kathmandu mungkin? Madinah? Bhaktapur﻿? Malta? Ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan Tara menjadi dewasa dan menua seperti menelan pil pahit obat sakit kepala. Menyembuhkan. Tapi tetap saja tak terasa manis. Tetap saja ada sedikit kekhawatiran, bagaimana nanti ketika pil itu menyentuh pangkal lidah. Pahitnya pasti pekat. Pasti menyengat. Pasti lekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak. Dunia tempat kita berada tak beda jauh dengan kosakata gila. Di mana untuk bertahan hidup, kadang manusia saling memakan satu sama lain. Di mana kita seringkali cuma diberi dua pilihan, antara menjadi pemenang atau pecundang. Kalah atau menang. Membunuh atau dibunuh. Tak ada pilihan ‘diam’. Tak ada kosakata ‘tenang’. Semua memburu. Waktu seperti asu. Mengejar-ngejar tanpa peduli nafas kita cuma tinggal satu. Berlari atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan meragukan Tara. Dia mungkin akan kuat menghadapinya. Seperti halnya saya yang masih bertahan hidup sampai detik ini. Tapi sungguh terlalu berat membayangkan mata telaga itu menjelma hujan yang tak berkesudahan, ketika suatu waktu mungkin dia merasa lelah dicekoki janji seorang lelaki muda sebangsat saya yang cuma bisa memberi angan-angan palsu tentang masa depan dan awang-awang, atau mungkin ketika cintanya dikhianati seorang lelaki bajingan yang menelantarkan hatinya untuk menikah dengan perempuan lain, atau mungkin ketika sebutir kekecewaan membuatnya suatu malam duduk terdiam sendirian berjam-jam di sudut café dengan berteman kaleng-kaleng bir dan alunan jazz yang merajam, atau mungkin ketika bla bla bla bla bla bla..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tak bisa membayangkan suatu ketika mata telaga itu tiba-tiba meredup lelah ketika harus terjaga sampai pagi buta karena pekerjaan rumah yang diberikan guru sekolah, menghapalkan nama-nama ibukota negara di dunia, menghapalkan rumus matrik, logaritma, dan segala tetekbengek tai kuda matematika, lalu teori kuantum, hukum kekekalan energi, teori relativitas, persamaan kimia, geofisika, dan hal-hal tak penting lainnya, dan sebagainya dan sebagainya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika dia harus dibingungkan dengan ayat-ayat agama yang katanya suci tapi kenyataanya justru dijadikan legalisasi oleh sebagian orang untuk membunuh manusia lain, mengebom hotel, atau mungkin menganiaya sesama. Seruan Allahuakbar yang suci diteriakkan oleh kaum bar-bar yang tai. Puji-pujian diperlakukan seolah adalah seruan perang. Dan sejenisnya dan sejenisnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana juga jika ternyata suatu waktu Tara saya yang lucu mau tak mau harus bekerja dan mengejar apa yang disebut sebagai kesejahteraan di belantara gila bernama Jakarta, di mana gedung tinggi menjulang berserakan, mall-mall gemerlap berjejalan, sementara di sekitarnya gelandangan dan para jelata melata mencari remah-remah apapun yang bisa dimakan? Belum lagi jika tiba masanya ketika Tara mulai menulis ejaan namanya menjadi qUeeNa AureElia ImOeTt&amp;amp;LoetcU di akun jejaring sosial miliknya, lalu mulai minta dibelikan hot pants &amp;amp; tanktop warna pinky seperti yang biasa dilihat di tayangan sinetron televisi negeri ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Saya tak bisa membayangkan bagaimana nanti ketika semua itu benar-benar terjadi. Saya benar-benar tak tahu. Yang jelas, telaga itu suatu waktu nanti pasti akan menjadi berbeda. Entah menjadi seperti apa. Karena saya yakin, mata saya (dan kita semua) pasti juga 'pernah' seindah matanya. Dan sekarang kenyataannya? Mungkin cuma cermin yang cukup jujur untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 3 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7304360366354785163?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7304360366354785163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7304360366354785163&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7304360366354785163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7304360366354785163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/12/mata-telaga-tara.html' title='Mata Telaga Tara'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPjnScmS9DI/AAAAAAAAAak/XCmuO9az3pg/s72-c/33637_151811444856051_100000815881727_229509_762249_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1815033050700810545</id><published>2010-11-29T18:04:00.003+07:00</published><updated>2010-11-29T18:10:19.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Senja &amp; Perempuan Pengejarnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPOJRvzb28I/AAAAAAAAAaM/M-hK5iaL0Sk/s1600/backpacker-silouhette_468.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 173px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPOJRvzb28I/AAAAAAAAAaM/M-hK5iaL0Sk/s200/backpacker-silouhette_468.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544926504206195650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘Percayalah.. Di kota ini tak ada senja..’, lelaki terengah. Namun tak berhenti cipta langkah. Sementara keringat terus mengucur. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anjing. Kota ini memang sudah mendekati hancur. Kereta bawah tanah proyek pemerintah cuma sedikit lebih baik dari sampah. Air Conditioner-nya lebih parah dari kipas angin tua di kantor kepala desa. Kursi besi warna karat berkeriut-keriut sekarat. Sementara manusianya?  Mirip robot buta yang bergerak mekanis. Dengan bibir yang tak lagi bisa tersenyum manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘Tak mungkin senja tak ada.. Senja ada di mana-mana..’, perempuan itu kian bersemangat. Kaki melangkah cepat. Tas hitam di punggung terayun anggun. ‘Satu-satunya tempat dimana senja tak ada adalah neraka’, lanjutnya. Serombongan keluarga terlihat melangkah menuju pulang. Mereka tahu, tak ada lagi yang bisa ditunggu. Mereka sudah paham, di kota ini; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;termasuk di pantai ini&lt;/span&gt;; senja dan segala macam keindahan sejenisnya hanyalah milik para pemimpi. Jangankan di musim hujan dimana mendung lebih sering menggantung, di hari paling cerah sekalipun, asap knalpot dan cerobong pabrik sudah cukup untuk menyembunyikan warna-warna lembayung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ya.. Kau benar.. Cuma di neraka tak ada senja..’ lelaki masih terengah, ‘Dan inilah neraka itu, kalau kau belum tahu..’, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sneakers&lt;/span&gt; tua terantuk batu.&lt;br /&gt;Sementara sang perempuan justru tertawa, ‘Jangan terlalu pesimis. Badai di sini belum seberapa’.&lt;br /&gt;Ah.. Baru di sini dua minggu dia sudah mulai berani membanding-bandingkan sesuatu. Lelaki menggaruk kepala.&lt;br /&gt;‘Kita kesana..’, perempuan berteriak lalu menjejak. Berlari sambil menenteng DSLR-nya.&lt;br /&gt;‘Tunggu…’, lelaki mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sudut pantai mereka berhenti. Pasir putih dan sampah plastik. Tak tersisa manusia.&lt;br /&gt;‘Kita tunggu di sini’, perempuan lalu duduk.&lt;br /&gt;‘Percayalah.. Senja itu tak mungkin ada..’, lelaki keluarkan kamera. Duduk sambil menata nafas. Mengintip si perempuan dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;viewvender&lt;/span&gt;, lalu.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cepret.. cepret.. cepret..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Sudahlah.. Kita buktikan saja..’, perempuan menatap barat. Di mana langit pucat sepi semburat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berdetak. Jarum jam menjejak. Tapi langit kelabu tak menampakkan tanda apa-apa. Yang ada, tanpa aba-aba, suasana pelan-pelan menggulita. Hembusan nafas keduanya membaur dengan laut yang berdebur. Warna nyiur mulai kabur.&lt;br /&gt;‘Apa kubilang…’, lelaki berkata sambil menyulut sebatang rokok, ‘Di kota ini..Tak pernah lagi ada senja..’&lt;br /&gt;Dalam remang, perempuan itu menyungging senyum, ‘Besok kita coba ke pantai sebelah sana..’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki terbatuk. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perempuan keras kepala&lt;/span&gt;, hatinya mengumpat. Menggugat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertahun-tahun paru-paruku diracuni udara laknat kota ini, berliter-liter keringatku yang menetes di tanah busuk ini, dan dia masih meragukan apa yang kukata?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Besok kita kesana..’, perempuan mengacungkan jari dengan mata jenaka. Menunjuk sebuah sudut di kejauhan. Dimana siluet perahu nelayan tampak bergoyang-goyang.&lt;br /&gt;‘Untuk apa? Kan sudah kubilang.. Senja tidak ada di sini.. Tidak juga di sana..’, si lelaki tampak pasrah. Dia terlihat lelah. Mencoba berdiri dengan lungkrah.&lt;br /&gt;Dan tanpa diduga, tiba-tiba perempuan itu berdiri tepat di hadapannya. Jarak kedua mata mereka mungkin cuma 15 centi 3 mili. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumpah mati, mata itu benar-benar jenaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Percayalah…’, perempuan menggumam, ‘Aku tak peduli apakah aku akan menemukannya atau tidak..’, tatapannya tajam, ‘Tapi aku cukup bahagia karena aku sudah mencoba untuk mengejarnya..’. Lalu bibir itu tersenyum. Lesung pipit menyipit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anjrit!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ayo kita pulang..’, perempuan balik badan. Kemasi kamera. ‘Sepertinya menikmati malam dari jendela busway terdengar menyenangkan’.&lt;br /&gt;Lelaki cuma diam. Menghisap rokok dan tiba-tiba merasakan asap pekat yang menyesap. ‘Laknat.. Kenapa aku harus terus-terusan mempercepat kematianku sendiri’, benak lelaki melengking. Lalu membuang puntung yang masih sepanjang kelingking. Tanpa alasan yang diketahui, tiba-tiba dia ingin hidup seribu tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kita lanjutkan perjalanan…’, perempuan lincah memulai langkah. Sementara di belakang, si lelaki masih terdiam dalam remang. Tersenyum kecut sembari menyadari, dirinya tak lebih dari kura-kura tua yang terseok di belakang elang betina muda yang bersiap merentangkan sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 28 November 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1815033050700810545?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1815033050700810545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1815033050700810545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1815033050700810545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1815033050700810545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/11/senja-perempuan-pengejarnya.html' title='Senja &amp; Perempuan Pengejarnya'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TPOJRvzb28I/AAAAAAAAAaM/M-hK5iaL0Sk/s72-c/backpacker-silouhette_468.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4905889128234535154</id><published>2010-11-13T14:39:00.008+07:00</published><updated>2010-11-13T14:57:25.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Islam Cerdas vs Islam Tolol</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; yang tercatat dari In the Name of God&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TN5EQQCWxdI/AAAAAAAAAZ8/HOyvfCXy-tU/s1600/images_kkl_w_shan03-1024x768.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TN5EQQCWxdI/AAAAAAAAAZ8/HOyvfCXy-tU/s200/images_kkl_w_shan03-1024x768.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538939637685732818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘(Umat) Islam itu ada dua. (Umat) Islam cerdas dan (umat) Islam tolol’, kata saya suatu waktu.&lt;br /&gt;‘Matamu’, seorang kawan mencak-mencak, ‘Islam itu rahmatan lil 'alamin. Itu artinya orang yang sudah masuk Islam berarti sudah dapet pencerahan. Mereka manusia-manusia pilihan’.&lt;br /&gt;Duenggg!!! Baru saya sadar kalo saya bicara dengan manusia batu. Asu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bicara begitu bukan berarti melecehkan. Tapi (menurut saya) memang begitu. Ada umat muslim cerdas yang beriman dengan mengedepankan kedamaian, tapi ada juga yang beriman sambil terus memelihara permusuhan. Teks-teks Qur’an diimani secara gebyah uyah. Ditelan mentah-mentah. Teks dipisahkan dengan konteks. Ayat perang jaman jahiliyah diimplementasikan ketika Blackberry sudah jadi mainan bocah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jadi kamu menganggap Qur’an cuma berlaku di jaman nabi dulu?!’&lt;br /&gt;Wassyaahh.. Malah saya difitnah. Saya tidak bermaksud mengatakan itu. Saya cuma pengen bilang, beragama itu tidak harus dengan cara ‘berkacamata kuda’. Menganggap yang kita imani itu benar tentu wajar. Tapi kalo terus mengatakan ‘iman yang lain’ salah kaprah? Wallaahh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema besar itulah yang diangkat dalam In the Name of God. Ide menarik kalo saya kata. Terlebih di negeri ini, Indonesia Jenaka Raya. Sebuah negeri dimana seringkali dijumpai preman-preman bersorban berkeliaran di jalanan. Dimana teriakan ‘Allahuakbar’ bukan lagi diartikan sebagai puja-puji terhadap Tuhan, melainkan dianggap sama dengan tabuhan genderang perang. Negeri di mana banyak generasi muda yang bersedia dengan lapang dada meledakkan dirinya di hotel bintang lima untuk dapat akses instan menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bermula dari sepasang kakak beradik yang berprofesi sebagai musisi di Lahore, Pakistan. Mansoor (Shan) dan Sarmad (Fawad Khan). Masalah bermula ketika pesta penyambutan tahun baru 2000. Panggung musik keduanya diserang kawanan bersorban yang meneriakkan takbir. Melihat hal itu, sang adik, Sarmad, merasa penasaran. ‘Kenapa?’, batinnya bertanya. Tapi sayang, Sarmad mencari jawaban di tempat yang ‘salah’. Akibat dari rasa ingin tahu berlebihan dan jiwa yang masih labil, Sarman dicuci otak oleh seorang ulama garis keras Taliban bernama Maulana Tahiri (Rasheed Naz). ‘Nabi Muhammad membenci lagu dan musik’, katanya. Sejak itulah Sarmad meninggalkan alat musik dan mulai menumbuhkan janggut dan cambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Sarmad, mansoor terbang ke Chocago, AS, untuk belajar musik. Di tengah-tengah masa belajar (dan percintaannya dengan Janie -Austin Marie Sayre-), dua pesawat menabrak gedung kembar WTC. ‘Buuummmm!!!’, 11 September 2001. Islam lalu dimusuhi. Akibat ulah tetangga yang berprasangka buruk, Mansoor dalam situasi yang tidak menguntungkan. Agen CIA menciduknya dan melemparkan tuduhan dia terlibat dengan Osama dan Al Qaeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ada lagi tokoh Mariam (Iman Ali). Gadis London keturunan Pakistan ini dikawinkan paksa oleh ayahnya. Semua bermula karena sang ayah tidak setuju Mariam menikah dengan lelaki kulit putih non muslim. Sang ayah merasa, jika tidak menikahkan anaknya dengan pria muslim maka ia telah menodai agamanya sendiri. Karena itulah, sang ayah lalu mengawinkan Mariam dengan Sarmad yang sudah menjadi pejuang Taliban di perbatasan Pakistan dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah itu berkelindan dalam film yang berdurasi hampir tiga jam. Tema menarik, sekali lagi saya kata. Tapi jujur saja, alurnya membosankan. Selama pertunjukan nyaris tak ada pergolakan yang memancing keingintahuan. Butuh tenaga ekstra untuk bisa menikmati film ini hingga tuntas. Alur yang sedemikian lambat, ditambah lagi dengan acting para pemain yang tidak spesial (kata lain untuk mengatakan: kaku), membuat beberapa penonton sesekali terlihat asik dengan Blackberry-nya ketimbang mengikuti alur cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini mengingatkan saya dengan produk dalam negeri yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra. 3 Doa 3 Cinta. Film inipun mengangkat tema yang sama. Islam cerdas vs Islam tolol. Setting cerita di sebuah pesantren di Yogyakarta. Tiga sahabat. Terorisme. Islam. Amerika. Tema itulah yang menjadi acuannya. Tapi hasilnya? Sama. Tidak (begitu) istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, saya sama sekali tak merasa rugi menyisihkan sedikit waktu, tenaga, dan biaya untuk bisa menikmati film ini. Karena bagaimanapun banyak yang bisa kita ambil dari sini. Kalimat-kalimat pedas berseliweran. Mungkin bisa saja memerahkan kuping sebagian orang.&lt;br /&gt;‘Percayalah, aku akan mengutukmu di alam baka. Orang yang punya banyak waktu untuk sholat tapi tak punya waktu untuk membela mereka yang benar’, kata Mariam kepada seorang ulama liberal yang (awalnya) tidak bersedia membantunya di pengadilan.&lt;br /&gt;‘Saya bisa membaca tulisan Arab. Tapi tidak tahu artinya. Di Pakistan itu biasa’, kata Mansoor kepada agen CIA yang menyiksanya. Sentilan-sentilan halus bagi mereka yang seringkali terjebak pada iman yang cuma permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, buat anda yang punya waktu luang dan uang cobalah untuk menikmati film ini. Kecuali kalo anda adalah salah satu dari pengikut Taliban yang menganggap bahwa XXI, 21, Cineplex, bioskop, atau bahkan film adalah produk kafir Amerika yang hukumnya haram. Kalo memang begitu, saya sarankan anda sebaiknya memutuskan mati sekarang saja. ‘Surga’ sudah menunggu anda di sana. Begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Casablanca, 13 November 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4905889128234535154?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4905889128234535154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4905889128234535154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4905889128234535154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4905889128234535154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/11/islam-cerdas-vs-islam-tolol.html' title='Islam Cerdas vs Islam Tolol'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TN5EQQCWxdI/AAAAAAAAAZ8/HOyvfCXy-tU/s72-c/images_kkl_w_shan03-1024x768.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3712810047883533080</id><published>2010-11-07T17:03:00.002+07:00</published><updated>2010-11-07T17:10:17.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Merapi dan Pikiran-Pikiran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TNZ55j7tDDI/AAAAAAAAAZU/hO4aPGi9KHw/s1600/98994_hujan-abu-vulkanik.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TNZ55j7tDDI/AAAAAAAAAZU/hO4aPGi9KHw/s200/98994_hujan-abu-vulkanik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536746821703765042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘Lha kemarin-kemarin itu pada kemana? Kenapa baru sekarang ketika ada bencana tiba-tiba mengaku saudara? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ubyang-ubyung&lt;/span&gt; kirim nasi bungkus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngamen &lt;/span&gt;penggalangan dana, dan sebagainya dan sebagainya’, pertanyaan tak penting melengking nyaring. Gonggongan anjing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita digulung bencana. Wasior, Mentawai, Merapi. Alam tunjukkan kekuatan. Mayat-mayat bergelimpangan. Dan lalu orang-orang baik bermunculan. Wajar saya kira. Karena bagaimanapun manusia bukan sembarang binatang. Kita primata bernurani. Masih punya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang mengherankan, di tengah anyir darah dan nyawa yang sedemikian murah kok ya masih ada orang yang sempat-sempatnya sibuk mendebat dengan dalil-dalil filsafat. Berlagak sok budayawan. Nongkrong di sudut taman budaya sambil mengumbar kata-kata &amp;amp; berdialektika. Curiga kepada mereka yang memilih untuk 'bekerja'.&lt;br /&gt;‘Berbuat baik kok temporary’, nyinyir.&lt;br /&gt;‘Niat membantu kok sibuk mempublikasi’, anyir.&lt;br /&gt;‘Niat membantu itu dari dulu-dulu’, mencibir.&lt;br /&gt;Lalu klepuss.. Dji Sam Soe menggumpal di udara. Srupuuuttt… Kopi kental tanpa gula. Tai kuda tanpa kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak tertutup kemungkinan, ada di antara mereka yang terlibat huru-hara bencana itu cuma ngikut arus saja. Membantu pengungsi biar tampak peduli. Sibuk berdoa di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;febuk &lt;/span&gt;karna trend-nya memang begitu. Berangkat jadi relawan sembari dirasuki arwah Narcissus. Update status biar keliatan heroik. Berpikir bahwa foto profil yang memperlihatkan potret diri yang tertutup masker di tengah jalan berselimut debu itu terlihat gagah. Seperti halnya mereka yang mengaku kiri dengan cara selalu pake kaos Tan Malaka &amp;amp; Guevara. Poto jepret.. Upload via BB.. Trus nunggu comment-comment dan acungan jempol berseliweran. Sekali lagi, mungkin memang ada yang seperti itu. Tapi apa trus cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyacat dan nyocot&lt;/span&gt;* di kedai kopi jauh lebih baik dari itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu proses. Bukan hasil jadi. Secara pribadi saya percaya itu. Tak mungkin orang laer ceprot langsung menjadi manusia yang ‘sempurna’, yang peduli dengan kanan kiri, yang mengerti mana yang baik dan tidak, yang toleran terhadap sesama, yang bisa bicara fasih tentang apa itu kapitalisme global, dan sebagainya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa dikata, kalau ada orang-orang yang ‘baru bergerak sekarang dan tidak dari dulu-dulu’ itu kemungkinan mereka sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berproses&lt;/span&gt;. Mereka sedang dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perjalanan menuju&lt;/span&gt;. Menuju menjadi sesuatu yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebih baik&lt;/span&gt; dari kemarin, dari yang awalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak peduli &lt;/span&gt;menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peduli,&lt;/span&gt; dari yang mulanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;buta &lt;/span&gt;menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak buta&lt;/span&gt;, dari yang kemarin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuli&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak tuli,&lt;/span&gt; dari yang bla bla bla menjadi bla bla bla… Aaassshhh sudahlah, tak penting mikir mereka yang tak penting. Selamat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 7 November 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* mencela dan berkoar-koar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;**  Foto: ANTARA/ Wihdan Hidayat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3712810047883533080?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3712810047883533080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3712810047883533080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3712810047883533080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3712810047883533080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/11/merapi-dan-pikiran-pikiran.html' title='Merapi dan Pikiran-Pikiran'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TNZ55j7tDDI/AAAAAAAAAZU/hO4aPGi9KHw/s72-c/98994_hujan-abu-vulkanik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6818204887541997280</id><published>2010-10-30T15:18:00.004+07:00</published><updated>2010-10-30T15:26:21.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mati di Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TMvVLlADkrI/AAAAAAAAAZM/VK8Wz9Iz3Fc/s1600/98163_merapi-status-siaga.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TMvVLlADkrI/AAAAAAAAAZM/VK8Wz9Iz3Fc/s200/98163_merapi-status-siaga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533750962042409650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Siang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Yuniawan Nugroho namanya. Biasa dipanggil Wawan. Itupun baru saya tahu belakangan. Sebelumnya saya tak mengenalnya secara pribadi. Dia seorang editor senior di Redaksi, sementara saya baru empat bulan bekerja di divisi Multimedia.Dia datang ke meja saya bersama Mas Jono (Redaktur) dan Pak Teguh (Wapemred), minta tolong saya untuk menyiapkan handycam.&lt;br /&gt;‘Untuk dibawa liputan ke Merapi’, katanya.&lt;br /&gt;Ada dua handycam di laci. Tapi yang satu tak ada baterainya sementara satu lagi tak ada charger-nya. Kamipun mencari-cari. Saya telepon Edli, koordinator Multimedia.&lt;br /&gt;‘Dibawa Rizal (Camera Person).. Buat cadangan’, jawab Edli.&lt;br /&gt;Lalu saya telepon Rizal. ‘Aku lagi liputan banjir di Cawang’.&lt;br /&gt;Kami kebingungan. Saya coba telepon Edli lagi, menanyakan charger handycam satunya. Tapi tak bisa. Pulsa saya habis. Dan mas Wawan meminjamkan HP-nya. Nexian. Saya ingat benar merknya.&lt;br /&gt;‘Handycam yang itu chargernya hilang yo..’, jawab Edli, ‘Minta Rizal antar ke kantor aja’.&lt;br /&gt;‘Ok..’.&lt;br /&gt;Dan ketika saya mencoba akan menghubungi Rizal, Wawan melarang, ‘Ga usah aja mas.. Nanti malah aku ketinggalan pesawat’.&lt;br /&gt;Sesuatu melintas di matanya. Entahlah. Kekesalan mungkin? Saya tak yakin benar. Ya. Saya memang melihat matanya. Untuk pertama kali. Dan (juga) terakhir kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di layar TV saya dan kawan-kawan menikmati Merapi yang mulai menggelegak. Warga di kaki gunung panik. Sirene ambulans. Evakuasi. Terdengar Pak Teguh mengabarkan, Wawan tadi ikut menjemput Mbah Maridjan. Sempat telepon rekan yang di bawah, namun tiba-tiba terdengar teriakan, ‘Api!! Api!! Panass!!’, dan kemudian telepon putus. Seorang rekan menghubungi kantor untuk mengabarkan. Seketika, pikiran yang belakangan saya istirahatkan mulai berantakan. Vipassana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buka FB via HP. Seorang kawan share link sebuah berita, ‘Jemput Mbah Maridjan, Editor VIVAnewsTerjebak’. Dia belum ketemu, pikir saya. Dan untuk sekedar mengalihkan perhatian, saya nyalakan laptop. Saya nikmati film Across the Universe yang sudah lama saya simpan di dalamnya. Sesaat lagu-lagu Beatles menampar-nampar hati saya. Mengalihkan pikiran dari Merapi. Sambil menikmati film itu saya tetap aktifkan FB di HP. Bukan karena kecanduan, tapi lebih karena saya tahu, jejaring sosial adalah media komunikasi tercepat saat ini. Di media ini, citizen journalism benar-benar menemukan tempatnya. Up date berita dari kawan-kawan mengenai kemacetan Jakarta, tsunami Mentawai, juga letusan Merapi jauh lebih cepat dari media resmi tercepat sekalipun. Hingga sebuah comment seorang kawan singgah di wall saya, ‘ternyata jadi korban yo...semoga amal ibadahnya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan...nonton metro tv...kasian...…’. Dan seketika saya ingat mata yang tadi. Yang tak bisa saya jabarkan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Semingguan yang Lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mau bengi aku browsing soal Merapi’, kata keponakan saya.&lt;br /&gt;‘Lha ngopo?’, Tanya saya.&lt;br /&gt;‘Aku wedi nde…’, jawabnya, ‘Merapi Waspada’.&lt;br /&gt;Dan sayapun tertawa.&lt;br /&gt;Saya dan dia (bersama dua kawan lainnya) memang akan berangkat ke Vihara Mendut untuk meditasi selama tiga hari. Mendut sendiri terletak di Mungkid, Magelang. Sebuah daerah di lereng Gunung Merapi.&lt;br /&gt;‘Kematian itu di tangan Tuhan’, seorang kawan ikut menertawakan, ‘Tak perlu ke Merapi jika memang sudah waktunya binasa’, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Suatu Waktu. Dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Setelah ini kamu jangan bunuh diri’, suara di seberang melarang.&lt;br /&gt;‘Kenapa?’, Tanya saya.&lt;br /&gt;‘Aku tak mau jadi orang terakhir yang berkomunikasi denganmu sebelum kamu mati’, jawabnya.&lt;br /&gt;Ketika itu saya tertawa. Dan baru sekarang saya mengerti benar alasan dia mengatakannya.Baru sekarang saya memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 27 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Foto: Antara/ Wahyu Putro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6818204887541997280?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6818204887541997280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6818204887541997280&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6818204887541997280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6818204887541997280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/10/mati-di-merapi.html' title='Mati di Merapi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TMvVLlADkrI/AAAAAAAAAZM/VK8Wz9Iz3Fc/s72-c/98163_merapi-status-siaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4398841333018190537</id><published>2010-10-30T15:17:00.001+07:00</published><updated>2010-10-30T15:27:52.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Malam dan Percakapan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Kenapa dulu kau tak menghampiriku?’&lt;br /&gt;Angin berhembus pelan. Daun cemara kering bergesekan. Dan lalu asap rokok bergumpal-gumpal. Melayang tak berkesudahan. Batang yang kesekian.&lt;br /&gt;‘Kenapa?’, perempuan itu mengulang tanya. Sementara kesekian kali lelaki meneguk Bintang. Kaleng keempat. Alkohol tersesap. Lumat.&lt;br /&gt;‘Bukankah dulu kita tak saling mengenal?’, asap tembakau bakar kembali menguar.&lt;br /&gt;‘Apa Tuhan tak memang tak mengijinkan kita saling bertemu? Ketika itu?’, mata itu mengerjap. Seperti tokoh putri di kartun Disney.&lt;br /&gt;‘Aku tak tahu’, lelaki itu menggeleng, ‘Tapi sepertinya selalu menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam bukanlah cara yang bijak’.&lt;br /&gt;Langit makin hitam. Tiada satupun kerlip gemintang. Sementara bulan sabit cuma mengintip sipit. Seperti mata cina yang kriyip-kriyip.&lt;br /&gt;‘Aku di pojok belakang ketika itu’, angin lembut sentuh rambut.&lt;br /&gt;‘Aku tahu. Sudah seribu kali kau mengatakannya’&lt;br /&gt;‘Lalu kenapa kau tak menghampiriku?’&lt;br /&gt;Sesaat keduanya diam. Sebungkam malam. Dan baru pecah ketika lelaki menyalakan rokoknya, ‘Sudahlah. Aku bukan Nobita’, katanya, ‘Yang punya laci Doraemon di kamarnya’&lt;br /&gt;‘Ahhh... Aku bosan mendengar itu. Tak adakah kau punya perumpamaan lain?’&lt;br /&gt;Lelaki tersenyum. Menatap mata si putri Disney, ‘Karena tema pembicaraan kita memang selalu sama. Dan tak akan pernah ada yang beda untuk hal yang sama’&lt;br /&gt;Malam diam. Tak sedikitpun bergumam. Dan seperti yang lalu-lalu, tak ada pelukan. Kecupan. Apalagi lumatan. Mereka kembali tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 23 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4398841333018190537?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4398841333018190537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4398841333018190537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4398841333018190537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4398841333018190537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/10/malam-dan-percakapan.html' title='Malam dan Percakapan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1178138771718807681</id><published>2010-09-15T18:22:00.005+07:00</published><updated>2010-09-15T18:30:06.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Secangkir Racun Hangat dan Hujan yang Tak Begitu Lebat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCsusvL16I/AAAAAAAAAZE/wY89PgTJvPs/s1600/siluet212.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCsusvL16I/AAAAAAAAAZE/wY89PgTJvPs/s200/siluet212.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517099461811885986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah minggu yang sore. Taman kota ditelan sunyi. Beberapa manusia menikmati mendung yang terus menggantung. Tak satupun rintik menitik. Merpati-merpati bercengkerama. Mereka bahagia. Makhluk-makhluk suci yang konon tak pernah ingkar janji. Seorang seniman jalanan meniup saxophone tua di bawah patung malaikat bersayap pekat. Too much love will kill you melumat. Tak peduli meski tiada yang memperhatikan. Tiada telinga mau mendengarkan. Sementara di satu sudut, di kursi besi warna hijau lumut, sepasang manusia terlibat dalam kata dan tawa. Bahagia. Setidaknya itu yang terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dasar antek kapitalis…’, sang lelaki berkata. Dan tawa kembali berderai.&lt;br /&gt;‘Jika aku antek kapitalis, lalu kau sebut apa dirimu? Berlama-lama nongkrong di coffee shop demi menikmati secangkir kopi dan malam hari?’, perempuan bicara di sela-sela tawa.&lt;br /&gt;‘Lho.. Jangan samakan itu dengan hobby belanjamu.. Keluar masuk mall untuk sekadar mengejar barang-barang diskonan yang kau inginkan.. Padahal sebenarnya benda-benda itu tidak terlalu kau butuhkan..’&lt;br /&gt;‘Dan itu berbeda dengan yang kau lakukan? Gitu?’, perempuan memotong. Dia menantang.&lt;br /&gt;‘Jelas.. Aku nongkrong di coffee shop untuk mencari inspirasi.. Itu kebutuhan, bukan keinginan..’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk kesekian kali, tawa perempuan pecah. Renyah, ‘ Ah.. mana mungkin kau masih bisa membedakan apa yang kau butuhkan dengan apa yang kau inginkan? Bukankah sejak dari dulu kau selalu mengatakan, bahwa kau tak punya lagi punya hati?’.  Tawa lagi. Si lelaki menghembuskan asap rokoknya. Menyeringai. Terpaksa mengalah dalam perdebatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang selalu terjadi pada pertemuan-pertemuan mereka. Pertemuan yang selalu saja singkat. Namun padat. Seniman berbaju kumal itu sudah mengganti lagu. Everybody Hurts mendayu sendu. Sementara merpati-merpati saling berkejaran tak beraturan. Seakan tiada beban pikiran. Beranakpinak, makan, beranakpinak, makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kau tahu’, sang perempuan buka suara setelah berhenti dari tawa. Nada suaranya kini beda, ‘Betapa sebenarnya aku menginginkan saat-saat seperti ini bisa terjadi setiap hari’. Keduanya bersitatap. Lelaki melepas senyumnya lalu melepas pandangan di kejauhan. Secara perlahan, dia sulut batang tembakau yang entah sudah kesekian. Suara berkeretak pelan ketika pipi kurus itu menghisap rokok dalam-dalam. Asap mengepul, meliuk, lalu lenyap ditelan alam. Sang perempuan merapatkan jaket biru tua dan membenarkan letak duduknya, ‘Mungkin sebaiknya aku bercerai saja’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang lelaki diam tak berekspresi. Kembali menghisap rokoknya dengan satu isapan yang dalam. Dia sepertinya berharap, isapan itu bisa menelan semua dunia yang ada di sekitarnya. Namun rupanya usaha itu sia-sia. Perempuan itu masih di sampingnya. Begitu juga gembel tua dengan saxophone-nya. Merpati-merpati bahagia. Malaikat bersayap pekat. Tak ada satupun yang menjadi tak ada. Semua masih terlalu nyata untuk bisa disebut sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku yakin kita bisa bahagia… Berdua…’, perempuan kembali bersuara. Pasangan remaja terlihat tertawa-tawa di seberang sana. Terlihat rona merah muda di wajah keduanya. Ah, rupanya panah cupid menancap tepat di jantung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sadarkah kau..., Hampir setiap malam aku membayangkan, kita berbincang di atas ranjang, mengutuk dunia dan seluruh isinya, memaki betapa kotornya petinggi-petinggi negeri ini, betapa picik dan munafiknya para pemuka-pemuka agama, betapa tololnya masyarakat kita yang menjadikan TV sebagai berhala, menukar harga diri dengan secangkir kopi di Starbucks, sehelai kutang Victoria Secret, sayap goreng di gerai Mc. D, musik-musik busuk MTV, dan dengan otak kosongnya justru merasa bangga karena bisa mendorong benda konyol bernama troli di sesela lorong-lorong panjang Carrefour, Hypermart, dan sebagainya dan sebagainya… Lalu jika kau haus, aku akan tuangkan bir untukmu, kita meneguknya bersama, membiarkan sedikit alkohol mendinginkan otak kita, lalu kita kembali bicara-bicara.. Dan seterusnya dan seterusnya… ’, perempuan itu menggebu-gebu. Mendung bernaung agung. Belum ada tanda-tanda air tumpah mencipta basah. ‘Aku rindu saat-saat itu…’, mata lentik itu berkedip. Ada asa di sana. Ada asu melintas buru-buru. Beberapa ekor merpati terbang sebentar. Untuk kemudian mendarat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Pulanglah…’, lelaki buka suara untuk kemudian kembali menghisap rokoknya. Nikotin menyesap pelan ke paru-paru. Menempel di dindingnya untuk kemudian membusuk di situ, ‘Suamimu pasti menunggu’. Nada-nada saxophone tak berhenti mengalun santun. Matahari sedikit mengintip di celah langit. Keduanya tak bersuara beberapa lama. Si lelaki menjatuhkan puntung rokok setelah mengembuskan asap yang terakhir, ‘Pulanglah…. Suamimu menunggu di rumah’. Lelaki itu berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kau mau kemana?’, perempuan memegang tangannya. Si lelaki menolehkan kepala, sekuntum senyum di bibir hitam. Bekas nikotin yang menua. ‘Aku akan pulang’, katanya.&lt;br /&gt;‘Ke tempat itu lagi?’, perempuan lemparkan tanya. Tangannya masih erat mengikat, ‘Mungkin sebaiknya kau pindah ke tempat lain yang lebih nyaman. Tak sehat tinggal di kamar sempit tanpa jendela seperti itu’.&lt;br /&gt;Sang lelaki kembali tersenyum, ‘Aku tak mungkin melakukan itu’&lt;br /&gt;‘Kenapa?’, mata perempuan mengerjap.&lt;br /&gt;Lelaki menghela nafas, ‘Bagaimana jika suatu malam di penghujung hujan dia pulang? Berlari-lari menyeberang jalan menembus titik air yang terus menyerang, lalu mengetuk-ngetuk pintu kamarku dan tak menemukan aku disitu?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada diam teredam. Langit berkeriput. Senja makin terlihat purba. ‘Kau masih menantinya kembali?’, perempuan mengharap jawab.&lt;br /&gt;Lelaki tersenyum kecut. Ada beban tersirat. Berat.&lt;br /&gt;‘Aku tak punya pilihan’, pelan dia lepaskan pegangan tangan sang perempuan, membalik badan, lalu mulai melangkah menuju barat. Ke tempat semua makhluk nantinya berpulang. Siluet hitam ciptakan bayang-bayang. Semakin memanjang. Tanpa aba-aba, pada detik yang sama ada telaga di dua pasang mata. Hujan akhirnya turun meski tak begitu lebat. Secangkir racun hangat sepertinya menu yang tepat. Nikmat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mojogedang, 12 September 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1178138771718807681?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1178138771718807681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1178138771718807681&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1178138771718807681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1178138771718807681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/09/secangkir-racun-hangat-dan-hujan-yang.html' title='Secangkir Racun Hangat dan Hujan yang Tak Begitu Lebat'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCsusvL16I/AAAAAAAAAZE/wY89PgTJvPs/s72-c/siluet212.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7709566831442917346</id><published>2010-09-15T18:14:00.006+07:00</published><updated>2010-09-15T18:19:41.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Seorang Lelaki dan Senja yang Selalu Asu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCq1W4m8OI/AAAAAAAAAY8/PYC5GbKLYY0/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCq1W4m8OI/AAAAAAAAAY8/PYC5GbKLYY0/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517097377181659362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Kuingin donorkan hati. Kau mau?’. Senja sama saja. Masih asu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Kuingin donorkan hati. Kau mau?’. Itu patung batu. Sidharta namanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kuingin donorkan hati. Kau mau?’. Ini pohon Bodhi. Pohon suci.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kuingin donorkan hati. Kau mau?’. Di sini hati mati. Sejak dinihari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Casablanca, 28 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*foto dicuri dari &lt;a href="http://mimpikiri.blogspot.com/2009/01/meditasi-vipassana-mmd-di-vihara-mendut.html" target="_blank" title="http://mimpikiri.blogspot.com/2009/01/meditasi-vipassana-mmd-di-vihara-mendut.html" rel="nofollow"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7709566831442917346?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7709566831442917346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7709566831442917346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7709566831442917346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7709566831442917346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/09/seorang-lelaki-dan-senja-yang-selalu.html' title='Seorang Lelaki dan Senja yang Selalu Asu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TJCq1W4m8OI/AAAAAAAAAY8/PYC5GbKLYY0/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-307290684601071861</id><published>2010-09-03T16:08:00.008+07:00</published><updated>2010-09-03T16:24:37.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Narasi Panjang Soal Ganyang-Ganyangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC7h0GwPLI/AAAAAAAAAYU/MjUW1rFaQ-8/s1600/founding-father.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC7h0GwPLI/AAAAAAAAAYU/MjUW1rFaQ-8/s200/founding-father.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512612133498535090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘Ganyang malaysia!!’, seseorang teriak di telinga.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Tai kuda. Ga da kerjaan apa?’.&lt;br /&gt;‘Nasionalisme bro…’, kata dia. Weks? Nasionalisme? Lagi?&lt;br /&gt;‘Kita harus mempertahankan harga diri bangsa kita. Bla bla bla… Indonesia itu bangsa yang besar.. Bla bla bla.. Sementara apa itu Malaysia.. Bla bla bla…’&lt;br /&gt;‘Hallah… Entut berut..’, sebatang rokok saya selipkan di mulut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Indonesia belakangan panas. Biasa.., soal Malaysia. Ada bakar-bakaran bendera. Ada aksi lempar kotoran manusia.&lt;br /&gt;‘Nasionalisme! Nasionalisme!’, mantra itu bergema di mana-mana. Di jalanan Jakarta, di warung kopi, di angkringan, di fesbuk, di twitter, di mana-mana pokoknya. Tiba-tiba banyak orang semangat perang, ‘Ganyang!!’, teriaknya garang, ‘Kami siap angkat parang!’. Ckckckck.. Kasihan Tuhan.. Sudah repot-repot ngasih akal buat masing-masing manusia, kok malah diterlantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Malaysia kenapa?’, saya tanya.&lt;br /&gt;‘Mereka sudah memasuki wilayah NKRI tanpa izin! Sudah gitu mereka malah menangkap petugas kita! Apa ga bajingan itu namanya?!’, kawan saya semangat sekali.&lt;br /&gt;‘Lha ada buktinya ga kalo itu masuk wilayah kita? Ada saksi yang netral?’, saya tanya lagi.&lt;br /&gt;Diam sebentar, ‘Pokoknya itu wilayah kita!’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaa… ini masalahnya. Ga ada saksi dan ga ada bukti. Masing-masing pihak saling klaim kalo itu masuk wilayah mereka. Petugas Indonesia mengaku nelayan Malaysia masuk wilayah kita. Sementara petugas Malaysia bilang sebaliknya. Masing-masing dari mereka menjadi saksi, tersangka, sekaligus jaksa. Apa ya mungkin sebuah proses pengadilan kok pihak yang menuntut itu juga dituntut, sekaligus menjadi orang yang menguatkan/ meringankan tuntutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presumption of Innocence. Azas praduga tak bersalah. Harusnya kita sebagai manusia yang ngerti hukum harus menjunjung itu. Jangan langsung main hakim sendiri, ket&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC85lfYDgI/AAAAAAAAAYk/G93IiqbisuM/s1600/tan-malaka-gerpolek.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC85lfYDgI/AAAAAAAAAYk/G93IiqbisuM/s200/tan-malaka-gerpolek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512613641403764226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;uk palu kalo Malaysia itu pihak yang asu. Kan ya tolol kalo kita membela petugas kita semata karena mereka warga Indonesia. Sementara pihak yang berseberangan justru mengatakan petugas kita yang salah, petugas kita sering melakukan pungli ke nelayan-nelayan Malaysia, dsb dsb. Apa ada yang berani menjamin 100% pernyataan itu salah? Lihat saja di sekeliling kita, polisi, satpol PP, atau siapapun mereka yang diseragami negara dengan gampangnya memeras saudaranya sendiri sesama orang Indonesia, apalagi orang negara lain? Pernyataan mereka logis ta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mereka sudah mencuri budaya kita!’, ada lagi suara.‘Oh ya? Kalo Malaysia itu maling budaya, maka Indonesia itu mbahnya maling..’, kata saya.‘Lho?! Kok bisa?!’‘Lha sampeyan pikir Ramayana &amp;amp; Mahabharata itu produk mana? Sementara selama ini kita maen klaim kalo wayang itu budaya leluhur produksi Jawa? Budaya itu sesuatu yang berjalan.. Berproses.. Bukan barang mati hasil jadi…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang berak di pinggir jalan, ‘Kau gila?’&lt;br /&gt;‘Ini tai untuk mereka!’, Wallahh.. Kadang cinta memang seperti obat tetes mata yang sudah kadaluarsa. Bisa bikin buta.&lt;br /&gt;‘Mereka itu habis manis sepah dibuang! Dulu mereka import guru-guru dari Indonesia! Sekarang berani kurang ajar! Pengkhianat!’&lt;br /&gt;We?? Ga pernah belajar PSPB apa? Kalo tindakan seperti itu dituduh pengkhianat, lha terus negara kita ini disebut apa? Soekarno dulu juga belajar di sekolahan-sekolahan produk Belanda, Europeesche Lagere School, Hoogere Burger School, juga Technische Hoge School. Hatta juga, bahkan kuliah di Nederland Handelshogeschool. Sjahrir? Fakultas Hukum, Universitas Amsterdam, Leiden. Tan Malaka? Sama saja. Dan apa balasan Bapak-Bapak Negara itu untuk Belanda? Memimpin pemberontakan! Membebaskan jerat penjajahan! Itu fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿‘Kemerdekaan Indonesia itu hasil perjuangan! Kita mengusir Belanda! Sementara mereka?! Ini bambu runcingku! Mana senapanmu?!’, seseorang menyala-nyala.Ckckck…  Mungkin dia terlalu sering menonto&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC8O0rmYgI/AAAAAAAAAYc/ehmaHuVH0ZA/s1600/sutan-sjahrir.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC8O0rmYgI/AAAAAAAAAYc/ehmaHuVH0ZA/s200/sutan-sjahrir.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512612906747191810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n film perang produksi dalam negeri. Di mana dunia tak lebih dari dua kubu yang saling berseberangan. Hitam dan putih. Abu-abu? Ah, mana disebut di situ. R.E. Elson dalam ‘The Idea of Indonesia’ - A History (Cambridge University Press – 2008) menulis, ‘Dalam sekejap mata kolonialisme Belanda dan sesungguhnya seluruh basis moral kekuasaan Belanda berakhir dengan kemenangan total Jepang dan mempesonakan dalam bulan Maret 1942’. Artinya apa? Artinya Belanda meninggalkan negeri ini karena kalah dengan Jepang. Tanpa mengesampingkan kegigihan perjuangan prajurit-prajurit kita, fakta itulah yang nyata. Belanda bukan kalah dengan bambu runcing kita. Belanda kalah oleh Jepang yang datang mengaku sebagai saudara tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tapi kita menang bertempur lawan Jepang!’, Weks? Salah lagi. Buku sejarah bilang, bom atom sekutu yang membuat Kaisar Hirohito menunduk kalah. Menyerah. Kita cuma mengambil moment ketika pemerintahan sedang kosong kala itu. ‘Tapi pasukan kita itu gagah berani!’, itu lain soal. Kemarahan yang sudah mendarah daging setelah ditindas selama sekian abad tentu mampu menjelma menjadi kemarahan yang luar biasa. Saya juga percaya. Tapi soal ‘menang kalah’ itu yang sepertinya harus kita kritisi lagi. Percayalah, sejarah negeri ini tidak seheroik yang kita baca di komik-komik. Tapi bangsa ini bisa saja jadi besar kalo kita mau berpikir dan berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ganyang malaysia!!!’, nyaring. Seseorang berdandan a la Soekarno. Oalaahhh… Bahkan ayat-ayat Al Qur’an saja harus dipahami sesuai konteks turunnya, apalagi ucapan Soekarno? Bayangkan kalo tidak, betapa tiap hari kita dihalalkan untuk menenggak darah mereka yang dianggap kafir. Berapa banyak ayat-ayat perang yang kita temui di Qur’an? Berserakan. Semua menyuruh kita mengangkat pedang atas nama keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Nasionalisme!’, kata itu lagi. ‘Nasionalisme adalah proyeksi kejiwaan dari semangat rendah diri dalam sikap kolonial antara penjajah dan kaum terjajah’, begitu kata Sjahrazad a.k.a Soetan Sjahrir dalam Indonesische Overpeinzingen (1945). Kita itu sebenernya kalah sama Malaysia. Kita yang lebih dulu merdeka, tapi justru rakyat kita yang jadi babu di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kita tarik TKI dan TKW kita!’&lt;br /&gt;Wong edan!! Emangnya dia siap ngasih makan anak dan keluarga para pekerja it&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC9Oc-LoeI/AAAAAAAAAYs/SXsoKI9dNKE/s1600/95026_demo-anti-malaysia.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC9Oc-LoeI/AAAAAAAAAYs/SXsoKI9dNKE/s200/95026_demo-anti-malaysia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512613999894307298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;u? Warga kita rela jadi babu di sana, itu adalah potret kegagalan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Kalo ada pilihan, tentu mereka juga memilih untuk bekerja di negeri sendiri. Tapi mau gimana lagi? Di negeri sendiri manusia berserakan. Sarjana tak kurang-kurang jumlahnya. Pilihannya? Ya ke Malaysia. Kalo mereka ditarik pulang, trus gimana perut mereka dan juga keluarganya? Ngomong kok ngawur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Indonesia itu berangkat dari sesuatu yang besar! Dari Sabang sampai Merauke! Suatu saat pasti akan menjadi kiblat peradaban dunia!’, Hallah. Utopis. Apa ga ada hal lain yang bisa dibanggakan selain luas wilayah? Kok kaya Prancis pas era kolonialisme, yang seringkali mengagung-agungkan diri melalui pemetaan daerah teritorial yang membentang dari Dunkirk di Pantai Utara Prancis sampai Tamanraset, di Sahara Selatan, Aljazair. Ukuran kok dijadikan jaminan. Kaya Mak Erot.. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jika nasionalisme dan patriotisme rakyat sedang menggebu, biarkan saja’, kata Machiavelli. Dulu. Kenapa dia bilang begitu? Karena dengan itulah rakyat bisa diikat. Ada musuh bersama yang layak untuk dilawan. Saya masih ingat adegan dalam Armageddon, di mana umat berbagai agama di belahan dunia masing-masing berdoa menurut caranya. Di masjid, di gereja, di Sinagog.. ahh.. adegan itu begitu syahdu. Tak ada perpecahan di antara mereka. Tak ada peperangan. Kenapa? Karena ada musuh bersama. Apa? Asteroid yang sedang menuju bumi. Sementara di kasus kita, tokoh antagonis yang (konon) layak dimusuhi adalah Malaysia. Tapi apakah nasionalisme selalu bisa dihalalkan karena urusan praktis itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ganyang! Ganyang! Ganyang!’, sekelompok manusia melakukan sweeping. Apa mereka ga punya kerjaan ya? Saya bertanya-tanya. Dan baru sadar, kalo Indonesia itu gudangnya pengangguran. Dan sayapun mulai berpikir, bahwa mungkin sebenarnya mereka itu adalah manusia-manusia yang putus asa. Hidup di negeri busuk, di mana korupsi menggerogoti semua lini, di mana Menkominfo cuma sibuk ngurusi situs porno, Menag secara ngawur mengecap label sesat kepada kelompok-kelompok minoritas, pembela tuhan berkeliling bawa pentungan sok pahlawan, DPR sibuk memperjuangkan gedung baru dengan fasilitas spa dan kolam renang, dll dll. Mereka muak dengan itu semua. Tapi tak cukup punya nyali untuk bunuh diri. Kenapa? Karena mereka bukan siapa-siapa yang jika mati dengan cara biasa tetap bukan apa-apa. Sementara jika Indonesia perang melawan Malaysia dan mereka ikut serta, ada kemungkinan mereka akan dikenang sebagai pahlawan. Selain itu, jika pemerintah mencanangkan wajib militer berarti &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC-FfHje2I/AAAAAAAAAY0/kj4OgOM_eyE/s1600/machiavelli.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC-FfHje2I/AAAAAAAAAY0/kj4OgOM_eyE/s200/machiavelli.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512614945363295074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;akan ada yang menanggung kebutuhan perut mereka.  Siapa? Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Merdekaaa!!’, masih saja ada suara-suara. Kemacetan tak terelakkan. Klakson-klakson berbunyi. Media tayangkan mereka. Kompor semua. He3.. Pada ga sadar kalo dipanas-panasi. Latihan perang rutin TNI dikait-kaitkan dengan persiapan invasi, artikel panjang tentang perbandingan kekuatan perang masing-masing negara, berita tentang TKI yang siap dihukum mati, dsb. He he he.. mbok ya ditanggapi wajar saja, kalo memang jualan narkoba trus divonis mati di sana ya apa anehnya? Orang kita juga sering memvonis mati warga asing yang berani jualan narkoba di sini kok. Waspada juga, jangan-jangan ini cuma permainan politik. Kemarahan rakyat atas kegagalan negara digunakan oleh mereka yang berkepentingan untuk menggoyang kekuasaan? Siapa? Ah, sebaiknya tak usah sebut nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gimana dong? Ya sudah. Buat apa kita teriak-teriak perang? Warga di Israel dan Palestina sana, juga di Pakistan dan India, tiap hari berdoa biar perang cepat usai. Sementara kita malah bersiap menjemputnya. Dipikir perang itu cuma kaya tawuran antar SMP apa? Kalo semisal jadi perang, gimana nasib TKI kita di sana? Dipulangkan? Trus gimana ekonomi keluarganya? Kalo malah dijadikan tawanan perang? Kita tahu, negara penghasilannya dari pajak dan devisa. Kalo kita perang, mana ada negara yang mau berinvestasi ke sini? Mana ada juga turis yang mau wisata ke negeri ini? Sudahlah, daripada merelakan diri dipanas-panasi, mending masing-masing menjalani perannya dengan baik. Yang guru ya mendidik murid yang baik, yang polisi ya mengayomi masyarakat dengan baik, yang arsitek ya membangun gedung yang tidak merusak lingkungan, yang produser TV ya menciptakan tayangan yang mencerdaskan masyarakat, dsb dsb. Saya pikir itu jauh lebih nasionalis. Kalo semua menjalankan perannya secara baik, saya yakin ga bakal ada yang namanya warga kita yang mbabu di negeri tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 2 September 2010&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Tulisan lama tentang nasionalisme juga ada di &lt;a href="http://lintanglanang.blogspot.com/2009/09/nasionalisme-apa.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-307290684601071861?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/307290684601071861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=307290684601071861&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/307290684601071861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/307290684601071861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/09/narasi-panjang-soal-ganyang-ganyangan.html' title='Narasi Panjang Soal Ganyang-Ganyangan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TIC7h0GwPLI/AAAAAAAAAYU/MjUW1rFaQ-8/s72-c/founding-father.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-606845972699391371</id><published>2010-08-15T15:13:00.006+07:00</published><updated>2010-08-15T15:22:23.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ramadhan, Rabiah, dan Ketulusan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TGeijW_dPTI/AAAAAAAAAYE/9AfsjNGgRKQ/s1600/sale.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TGeijW_dPTI/AAAAAAAAAYE/9AfsjNGgRKQ/s200/sale.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505547797834579250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Jika aku menyembah-Mu karena berharap surga, jauhkanlah surga itu dariku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, masukkanlah aku ke dalamnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;(Rabiah Al Adawiyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di keramaian Baghdad. Rabiah Al Adawiyah menenteng seember air dan sebuah obor.&lt;br /&gt;'Mau kemanakah wahai kau, Rabiah?', seorang kenalan menyapa.&lt;br /&gt;'Aku akan membakar surga. Juga memadamkan neraka', jawab Rabiah dalam senyumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Rabiah muak dengan segala oportunisme yang merajalela. Umat menyembah Tuhan cuma karena berlandaskan janji dan ketakutan. Janji sepetak lahan di surga dan takut akan api neraka. 'Dimana ketulusan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan telah datang. Mendadak aura menjadi begitu religi. Masjid-masjid penuh sesak. Takbir bersahut. 'Berlomba-lomba menjaring pahala', demikian katanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weleh?&lt;/span&gt; Cuma segitunya? Sekedar pahala? Lha apa dipikir Tuhan itu pedagang, kok diajak maen untung rugi? Kusembah diri-Mu, berikan surga-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bulan seribu bulan, banyak yang bilang. Di bulan inilah pintu-pintu neraka untuk sementara ditutup, sementara pintu surga sebaliknya. Gusti Pangeran cuci gudang. Stock pahala yang tahun kemarin tak laku, kini dilempar ke pasaran dengan harga murah. 'Tak perlu dengan ibadah berat, cukup tidur saja; kalo kamu puasa; kamu dapet pahala', seorang da'i &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggantheng &lt;/span&gt;propaganda di layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Ramadhan adalah pengendalian diri. Bagaimana kita melatih menahan hawa nafsu. Juga bagaimana kita memahami penderitaan mereka yang sehari-hari belum tentu bisa makan. Tapi apa bener puasa kita memang berdasarkan itu?Jika ternyata pengeluaran kita untuk belanja di bulan puasa justru lebih tinggidari hari biasa? Jika kita menahan lapar dahaga di siang hari untuk kemudian dilanjut dengan Starbucks, J-Co, Pizza Hut, KFC, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apapun-lah namanya&lt;/span&gt; dimalam hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Berikan aku surgamu ya Tuhan.. jauhkanlah aku dari panas neraka-Mu...', doa-doa berseliweran setiap malam. Begitu merindu surga. Begitu takut neraka. Sementara ribuan tahun lalu Rabiah berteriak lantang, 'Tai kuda itu surga neraka!!'. Segala penderitaan dan pengorbanan yang Rabiah jalani tak melulu demi secuil surga dan menghindar dari api neraka. Rabiah cinta Ilahi. Dimana hakekat cinta adalah memberi. Seperti halnya seorang ibu, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanya memberi tak harap kembali&lt;/span&gt;. Begitulah Rabiah. Surga neraka bukan prioritasnya. Memberi adalah tujuan akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kematian bukanlah urusan kita', kata Epicurus, 'Karena selama kita hidup, kematian tidak ada di sini. Dan ketika kematian datang, kita tidak lagi hidup'. Begitu juga Rabiah. Dia tak mau pusing-pusing memikirkan tentang rumah masa depannya di surga. Karena dia percaya, itu urusan Tuhan. Sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urusan&lt;/span&gt;-nya adalah hidup sebagai manusia yang baik dan menyembah Sang Gusti. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sapa mau petak lahan surgaku?', sayapun menawarkan. Kawan-kawan berebutan.&lt;br /&gt;'Ambil semua untuk kalian. Tar biar aku yang bilang sama Tuhan'.&lt;br /&gt;'Trus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lu&lt;/span&gt; tinggal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dimane&lt;/span&gt;, yo?'&lt;br /&gt;'Gampang.... Tar biar aku backpacker-an aja... Nomaden... Katanya surga itu tempatnya asik... Banyak tebing-tebing indah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... Kalo laper? Tinggal nyari buah-buahan..Kalau haus? Tinggal ke sungai.. Tinggal pilih, sungai madu, sungai susu, atau sungai bir.. He3..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar gerimis menyatu dengan kemacetan. Sementara di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;headphone&lt;/span&gt; Chrisye dan Dhani melantun pelan, 'Jika surga dan neraka tak pernah ada.. Masihkan kau bersujud kepada-Nya... Jika surga dan neraka tak pernah ada... Masihkah kau menyebut nama-Nya...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 15 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-606845972699391371?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/606845972699391371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=606845972699391371&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/606845972699391371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/606845972699391371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/08/ramadhan-rabiah-dan-ketulusan.html' title='Ramadhan, Rabiah, dan Ketulusan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TGeijW_dPTI/AAAAAAAAAYE/9AfsjNGgRKQ/s72-c/sale.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7228495802865277280</id><published>2010-08-06T17:09:00.003+07:00</published><updated>2010-08-06T17:13:43.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Belajar Pesimis dari Muhammad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TFvfbPK2BEI/AAAAAAAAAX0/cjqD3XeZxuw/s1600/11111.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 132px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TFvfbPK2BEI/AAAAAAAAAX0/cjqD3XeZxuw/s200/11111.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502237028784669762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Selesai??&lt;/i&gt; Anjing!! Melengking. Serapah menyumpah. Dan jaripun  kembali mencari. Mata menyusur. Siapa tahu ada yang terlewati. Halaman  depan, tengah, belakang. Nol besar. Memang tak ada. Cerita tentang  Kashva memang cuma segitu adanya. Gila!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah akhir cerita. Novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan yang  hari-hari belakangan menemani saya, akhirnya selesai terbaca. Cuma satu  kata yang ada: Kecewa. Ceritanya jelek? Sseorang kawan bertanya. Bukan.  Lalu kenapa? Tak selesai. Tak usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang (sepenggal)  perjalanan hidup Sang Nabi ketika awal kelahiran Islam. Namun selain  itu, Tasaro GK, sang pengarang, juga meramunya dengan kisah perjalanan  Kashva, seorang cendekiawan muda Persia yang tertarik dengan ramalan  kitab-kitab kuno tentang kedatangan nabi baru. Kashva adalah seorang  intelektual yang berpikiran terbuka. Meski dia seorang pengikut  Zardusht, dia sangat-sangat terbuka dengan agama-agama lain. &lt;b&gt;‘Mengetahui  bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah  proses yang mengasah otakmu, tidak selalu harus berakhir dengan  pertukaran keimananmu’&lt;/b&gt;, kalimat-kalimat indah semacam inilah yang berserak di lembar-lembar novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, kisah Kashva-lah yang membuat novel ini jauh dari  membosankan. Cerita nabi kalah menarik? Bukan begitu. Cuma kan kalo  kisah nabi kita secara garis besar sudah tau sedikit kronologinya.  Termasuk gimana ending dari Perang Badar, Perang Uhud, takluknya  Madinah, dsb. Tapi kalo Kashva? Dia murni fiksi. Petualangannya  meninggalkan Kuil Sistan di Persia, lalu tinggal di Gathas, lari ke  perbatasan lalu mendaki menuju Tibet, menjadi tamasya imajinasi yang  sungguh menyenangkan. Ditambah lagi dengan kalimat-kalimat puitis yang  syahdu, cerita tentang pencarian dan ‘Sang Tercari’ ini menjadi  sesuatu  yang (pada awalnya saya kira) sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, di tiap-tiap halaman kita akan dituntun untuk menyusuri  ramalan kitab-kitab kuno tentang kedatangan nabi baru. Seorang Maitreya  , begitu yang ada di ajaran Budha.  Astvat-ereta, kitab Zardusht  menyebut-nyebutnya. Juga yang di Kuntab Sukt disebut Mamah Rishi. Dia,  yang juga sering diagung-agungkan Yohanes Pembabtis. Dia. Sang Himada.  (Lalu apakah benar yang disebut-sebut dalam kitab-kitab ini adalah  Muhammad? Wallahu’alam. Ini hubungannya dengan iman. Dan seperti halnya  cinta, iman jarang-jarang butuh penjelasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantisme kisah cinta Kashva &amp;amp; Astu juga bumbu penyedap yang tak  boleh diabaikan. Dimana mereka adalah korban-korban kondisi yang tak  memungkinkan prosesi penyatuan adalah kisah tragis abadi yang tak  habis-habis untuk selalu dieksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;‘Karena kupikir jika engkau bahagia, aku bisa rela’ &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Astu menoleh, rambutnya berkibaran. Wajahnya seperti puisi, 'Jadi, kau tidak pernah rela?' &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 'Aku sanggup hidup tanpa dirimu, bukan tanpa kenangan tentangmu.', jawab Kashva.&lt;/b&gt; Demikian Tasaro menceritakan cinta mereka. Romantis yang puitis. Namun tidak terjebak dalam kecengengan yang mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya ekspektasi saya terlalu berlebihan. Saya terlalu berharap  banyak terhadap novel ini. Dan endingnya ya itu tadi, serapah saya  melengking ketika membaca kata ‘selesai’ di bagian belakang buku. Bukan  apa-apa, saya cuma tak percaya saja. Bagaimana mungkin cerita yang belum  selesai dipotong begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Muhammad memang sudah usai. Madinah berhasil dikuasai. Tapi  Kashva? Dia baru sampai di kaki Gunung Kailash, Tibet. Tak ada jawaban  tentang  siapa sebenarnya Biksu Tashidelek. Tak ada penjelasan tentang  hubungan antara Mashya, pengawal Kashva, dengan Salman Al Farisi,  pengikut sang nabi, yang sempat disinggung di halaman 182. Tak ada  jawaban pasti tentang nasib Astu, Parkhida, dan penduduk Gathas. Juga  kepastian nasib para penduduk perbatasan yang mereka tinggalkan dalam  pertempuran. Dan semua itu cuma dijawab dengan adegan 'kebetulan', dimana  tiba-tiba saja mereka bertemu Biksu Gyatso yang suka mengembara, dan  ‘kebetulan’ baru saja kembali dari Persia. Karena itu dia bisa tahu  bahwa kekuasaan Khosrou sudah tumbang, begitu juga nasib penduduk  perbatasan, ‘hampir tak bersisa’, begitu katanya. Tak ada kelanjutan  perjalanan Kashva. Cuma ada penutup seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;‘Menjelang petang, hari itu, rombongan Kashva berjalan lagi  membelakangi arah terbitnya matahari. Ada perbedaan yang mencolok  dibanding sebelum-sebelumnya. Kashva berjalan tegap dengan sorot mata  yang misterius, dingin, dan berkuasa. Di depannya Vakhshur menjadi  penunjuk arah yang teliti. Melihat tanda-tanda alam dan tak banyak  bicara. Mashya kembali menjadi siapa dia yang dikenal orang-orang  sebelumnya. Diam seribu bahasa. Menggendong Xerxes dalam kepatuhan  seorang budak. Bedanya, kepala raksasanya menunduk. Seperti tengah  menghitung pasir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Matahari mencari jalan untuk pulang.’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma itu. Cuma sampai di situ. Tak ada cerita tentang perjalanan mereka  setelahnya. Tiba-tiba saja Kashva sudah berbincang dengan Elyas,  sahabatnya, di  pinggiran kota Madinah 8 tahun setelah Muhammad wafat.   Tak ada cerita ketika rombongan Kashva di Cina (yang harusnya mereka  lalui jika merujuk pada ‘Peta Perjalanan Jalur Kashva’ yang ada di  halaman terakhir novel). Tak ada kelanjutan kisah Xerxes, bocah berpipi  tembam, putra Astu yang dititipkan kepada Kashva. Juga Vakhshur, bocah  kecil jago perang putra salah seorang penduduk perbatasan yang juga ikut  dalam rombongannya. Begitu juga Mashya. Semuanya berhenti tak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, tak mungkin kita tak mendapatkan apa-apa dari apa  yang kita lakukan. Selesai membaca novel ini, setidaknya saya mendapat  satu pelajaran yang lumayan berharga. &lt;b&gt;‘Jangan terlalu berharap banyak terhadap akhir dari segala sesuatu’&lt;/b&gt;. Buku ini mengajari saya bagaimana caranya menjadi pesimis dengan cara yang sungguh-sungguh tidak manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Casablanca, 6 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7228495802865277280?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7228495802865277280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7228495802865277280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7228495802865277280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7228495802865277280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/08/belajar-pesimis-dari-muhammad.html' title='Belajar Pesimis dari Muhammad'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TFvfbPK2BEI/AAAAAAAAAX0/cjqD3XeZxuw/s72-c/11111.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1128073493713357147</id><published>2010-07-12T13:22:00.003+07:00</published><updated>2010-07-12T13:25:07.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sutradara atau Arsitek?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;‘Allah sebenernya sudah nunjukin jalan yg terbaik buat aku.. Tapi jalan itu terputus sejak kamu pergi..’ (Kalimat Anissa kepada Khudori; Perempuan Berkalung Surban)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TDq0zLllikI/AAAAAAAAAXs/TJwrVbyu4q8/s1600/liku-liku-labirin-menuju-ta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 183px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TDq0zLllikI/AAAAAAAAAXs/TJwrVbyu4q8/s200/liku-liku-labirin-menuju-ta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492901486908508738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘Salah milih bojo, cerai, terus mereka bilang INI SUDAH DIGARISKAN  TUHAN. Salah jurusan kuliah, bilang INI TAKDIR TUHAN. Kehilangan HP  terus mengamini, INI JALAN TERBAIK YANG DIBERIKAN TUHAN. Lebih konyol  lagi langsung deh, ketika tertimpa penderitaan panjang berucap SEMUA  AKAN INDAH PADA WAKTUNYA! Wakakakakak, glogok tenan!’, seorang kawan  memaki-maki. Dan saya tertawa ngga brenti-brenti. Mengamini. ‘Lha iya  to, manusia itu suka sekali dikasihani. Tapi kok ga sedikitpun mencoba  empati sama Tuhan. Ga nyadar apa kalo Tuhan itu urusannya banyak. Malah  terus-terusan dijadikan kambing hitam. Apa-apa takdir.. Apa-apa  keputusan Gusti..’, saya-pun terpancing. Ikut mencak-mencak. Terus  ngakak-ngakak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;’Takdir itu apa sih, Pak?’, seorang anak bertanya pada bapaknya. Dan  sang bapak menjelaskan panjang lebar tentang qada dan qadhar. Secuil bab  dari buku agama ketika dia duduk di sekolah dasar. ’Qada itu rumusan  Tuhan yang bersifat pasti. Contohnya, semua makhluk itu pasti akan mati.  Sementara qadhar itu rumusan yang lebih rinci. Misalnya, si makhluk A  akan mati kapan dan di mana’. Dan si anak mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dan dimanapun, perbincangan tentang takdir itu sesuatu yang  sangat-sangat menarik. Gimana enggak, sejak jaman renaisans, aufklarung  sampai era blackberry seperti saat ini, takdir masih saja sering  diperdebatkan. Benarkah? Adakah? Dan sejauh ini tak ada satupun di  antara mereka yang saling berdebat itu sanggup membuktikan  argumen-argumennya. Perdebatan yang percuma? Belum tentu juga. Toh jika  percuma sekalipun tak pernah ada salahnya bukan? Bukankah itu gunanya  logika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Daripada kepala kita senut-senut ngurusi sisminbakum atau kasus  rekening bengkak jenderal-jenderal polisi itu, mari kita sedikit  membincang tentang takdir (Toh sama-sama tak penting :)) Dan karena  sejak kecil saya lebih dekat dengan dunia Islam, ya mohon dimaklumi kalo  dasar-dasar obrolan saya juga dari sudut pandang Islam. Begini, konon  konsep takdir sendiri sebenarnya belum ada ketika jaman Rasulullah.  'Pemikiran sesat' yg mengatakan bahwa segala sesuatu yg terjadi pada  manusia sudah ditentukan Tuhan itu, baru ada pada jaman Khalifah II  (Umar bin Khatab). Jadi ceritanya begini. Dulu ketika Khalifah Ali bin  Abi Thalib wafat, dia digantikan putranya, Hasan bin Ali. Pengangkatan  Hasan ini tidak disetujui sebagian umat ketika itu. Akhirnya umat islam  pecah. Karena itulah Hasan memilih mengundurkan diri. Selanjutnya Hasan  digantikan adiknya Husein bin Ali. Nah... Husein ini kemudian dibunuh  Bani Ummayyah. Kemudian berkuasalah Muawiyah bin Abu Sufyan (Khalifah  Umayyah I). Demi kepentingan politik, Muawiyah memberikan wacana kepada  Umat Islam, bahwa terbunuhnya Husein itu SUDAH TAKDIR TUHAN. Husein  tidak dibolehkan memerintah oleh Tuhan. Buktinya? Husein tewas. Itu  artinya Husein tidak direstui Tuhan sebagai pemimpin umat Islam. Dengan  kata lain, Bani Ummayah-lah yang diridhoi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah wacana takdir semakin berkembang. Segala sesuatu yang  menimpa manusia selalu dikait-kaitkan dengan takdir. Cerai dengan  pasangan? Takdir. Gagal lulus kuliah? Takdir. Kehilangan harta? Takdir.  ’Sesungguhnya Tuhan telah mengadakan ukuran bagi tiap-tiap sesuatu (Q.S.  65:3)’. Ayat itulah yang seringkali dijadikan pembelaan beberapa dari  mereka yang pasrah dengan kekalahan. Tapi benarkah (selalu) begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan punya ukuran, mungkin memang iya. Matahari itu terbit dari timur,  air laut itu asin, makhluk hidup itu pasti mati, bumi ber-revolusi  sekali dalam setahun, mungkin itu memang sudah ’ukuran’ Tuhan. Semesta  tak punya alasan untuk tidak mengikuti aturan itu. Sementara rezeki  manusia, jodoh, lulus kuliah, dsb dsb? Tentu saja manusia punya  kebebasan untuk mendapatkan itu semua. Semesta jelas beda dengan  manusia. Semesta tak punya pilihan, sementara manusia punya kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Newman (Adam Sandler) sempat menggugat Morty si malaikat  (Christopher Walken) dalam Click, ’Kenapa kau buat hidupku jadi  begini?’. Michael marah karena remote universal pemberian Morty  (dianggap) merusak hidupnya. Donna (Kate Beckinsale), istri Michael  memilih menikah dengan lelaki lain. Michael-pun tak sempat mendatangi  pemakaman ayahnya karena terlalu sibuk bekerja. Dan Morty-pun cuma  tersenyum, ’Bukan aku yang merusak hidupmu. Kau sendiri yang  melakukannya’. Begitulah. Remote yang bisa mengontrol segala sesuatu itu  digunakan Michael secara sembarangan. Michael memilih sendiri apa yang  ingin terjadi padanya dan menghindari apa yang tidak ingin dihadapinya.  Semua pilihan itu ditentukan sendiri oleh Michael. Jika ternyata  pilihan-pilihan itu membuat hidup Michael berantakan, kenapa dia harus  menyalahkan Tuhan; yang dalam hal ini diwakili kaki tangan-Nya  (/malaikat)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Kita ini masing-masing sudah diberi remote universal yang  bisa dipakai untuk menentukan jalan hidup kita sendiri. Hati, logika,  tubuh, dan segala sesuatu yang kita punya, itu remote kita. Lalu kenapa  tiap kali bertemu kegagalan beberapa di antara kita selalu berdiri di  punggung Tuhan? Ini sudah jalanNya-lah, ini takdirNya-lah, ini  keputusanNya-lah.. Jika kita manusia saja sudah sangat-sangat sibuk  dengan urusan kita sendiri, apa kita tak pernah membayangkan, betapa  sibuknya Tuhan jika harus mengurus segala sesuatu itu sendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan itu sutradara. Bukan arsitek. Saya percaya itu. Saya bayangkan,  Tuhan itu seperti sutradara teater yang membuka casting terbuka. Memberi  kebebasan pilihan kepada calon aktor, mereka tertarik dengan peran apa.  Lalu dalam casting itu Tuhan memberi penilaian, si A memang pantas  dengan peran tentara. Karena si A ini posturnya tinggi besar dan  berwajah brutal. Sementara si B, tak pantas dengan peran guru. Dia lebih  cocok jadi penyair, karena wajahnya yang sendu dan suaranya yang merdu.  Juga si C. Dia lebih layak jadi jurnalis saja. Karena perawakan dan  gesture-nya lebih pantas untuk peran itu. Begitu juga ketika proses  latihan. Tuhan akan membiarkan aktor-aktornya untuk eksplorasi akting  mereka seliar mungkin. Baru jika dirasa tak cocok digunakan dalam  pertunjukan, Tuhan akan memberi masukan, ’Sebaiknya begini... Jangan  begitu... dsb’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya menolak konsep bahwa Tuhan itu arsitek yang  menuliskan segala sesuatu rancangannya di atas kertas. Yang merasa sok  tahu tentang bahan apa yang terbaik untuk sebuah rumah, bentuk jendela  dan pintu untuk rumah itu, termasuk juga letak taman dan kolam ikan.  Bukankah penghuni rumah juga punya hak untuk menentukan bentuk jendela  yang mungkin akan membuatnya jauh lebih nyaman? Bukankah manusia juga  punya hak untuk memilih dengan siapa dia akan menjalani sisa hidup dan  beranak pinak? Lalu apakah ketika kita menjatuhkan sebuah pilihan,  apakah hal itu melulu keputusan Tuhan? Tentu saja tidak. Itu pilihan  kita. Yang (mungkin) direstui Tuhan. Tapi mungkin juga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini saya ingat Chris Gardner (Will Smith). Dalam salah satu  adegan The Pursuit of Happynes, Chris bercerita kepada anaknya,  Christopher (Jaden Christopher Syre Smith). Diceritakan ada seseorang  yang mengapung-apung sendirian di tengah lautan. Tiba-tiba ada sebuah  kapal yang menawarkan pertolongan. Namun orang itu menolaknya, dia  bilang, ‘Tuhan akan menolongku’. Datanglah kapal kedua yang juga  menawarkan bantuan, ‘Tuhan akan menolongku’. Jawaban yang sama. Akhirnya  orang itu tenggelam, mati, dan masuk di surga. Di surga, orang itu  menggugat Tuhan, ’Wahai Tuhan, kenapa Kau tidak menolongku?’. Dan  Tuhan-pun menjawab, ’Siapa bilang Aku tak menolongmu? Aku sudah kirimkan  dua kapal untukmu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu – Casablanca, 12 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1128073493713357147?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1128073493713357147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1128073493713357147&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1128073493713357147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1128073493713357147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/07/sutradara-atau-arsitek.html' title='Sutradara atau Arsitek?'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TDq0zLllikI/AAAAAAAAAXs/TJwrVbyu4q8/s72-c/liku-liku-labirin-menuju-ta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8190319974444324102</id><published>2010-06-26T22:28:00.003+07:00</published><updated>2010-06-27T16:06:44.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Patung di Perempatan Jalan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; Tentang Lelaki yang Tak Beranjak dan Perempuan yang Membunuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCcUhY8k0UI/AAAAAAAAAXk/j8nh8SZdSOk/s1600/autumn-diva.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 169px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCcUhY8k0UI/AAAAAAAAAXk/j8nh8SZdSOk/s200/autumn-diva.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487377234838999362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa  sebenarnya dia, Nek?&lt;/span&gt;’, gadis kecil mengerjap-ngerjap. 5 tahun usianya.  Masih terbata berkata-kata. Sang nenek mengikuti telunjuk si bocah.  Untuk kemudian menelan ludah. Senyum sekuntum. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia?&lt;/span&gt;’, nenek meyakinkan.  Bocah itu mengangguk &lt;i&gt;(Sumpah!! tak ada dosa di matanya. Jenaka  seperti boneka. Pipi tembem mirip apem. Mungkin enak kalau dikunyah.  Tapi pasti akan berdarah-darah)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Si nenek membenarkan letak duduknya. Kursi besi warna tua. Warna jelaga.  Seperti senja yang biasanya, perempatan jalan itu banyak manusia.  Menikmati dedaunan yang berguguran. Menikmati sunyi perasaan. Menikmati  sepi hati. Menikmati waktu mati. Terlebih ketika matahari bergerak pelan  mengecup bumi. Di sana. Di barat sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa, Nek&lt;/span&gt;?’, bocah kecil mengulang tanya. Lollypop tergenggam di  tangannya. Jilat jilat jilat.. lidahnya menjadi ungu. Seperti ulat.  Lucu. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itu cuma patung, Cah ayu&lt;/span&gt;’, nenek mengelus rambut si bocah. Mata  bereka bersitatap. Ada secuil kekecewaan. Ketidakpercayaan.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cuma?&lt;/span&gt;’, si bocah mengedipkan mata. Sumpah, dia bunga jelita. Sang nenek  tersenyum. Menyadari bahwa cucunya terlahir dengan rasa penasaran yang  berlebihan. Tak melulu menerima apapun jawaban yang diberikan. Sementara  patung di seberang jalan masih tetap sama. Duduk dalam resah yang  menunggu. Hitam kelam sewarna malam. Hujan, panas, dan segala ujian alam  tak pernah sanggup menggesernya. Memindahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua berawal puluhan tahun yang lalu, Cah ayu…&lt;/span&gt;’, si bocah menatap  neneknya. Penuh perhatian. Seakan tak ingin melewatkan sepatah katapun  yang keluar dari bibir perempuan tua itu.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia lelaki yang menunggu..&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;Mata bocah itu menyipit. Tanda bahwa dia benar-benar tertarik dengan  dongeng neneknya.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada suatu waktu, lelaki itu bukan sesuatu yang sendiri. Dia memiliki  seorang kekasih. Bidadari surga, begitu sang lelaki memanggilnya&lt;/span&gt;’, sang  nenek berhenti sampai di sini. Seakan mencari-cari kata yang tepat untuk  melanjutkan kisahnya. Sepasang kekasih berjalan beriringan melewati  patung legam itu. Melempar koin ke mangkuk kecil di depan seseorang yang  bermain saxophone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu?&lt;/span&gt;’, dasar bocah. Selalu tak sabar.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keduanya sudah bersama sekian lama. Pahit manis mereka rasa. Seperti  sepasang sepatu. Tak mungkin kan cuma dipakai salah satu?’&lt;/span&gt;, selembar  daun melayang lemah, kemudian sentuh tanah. Saxophone mengalun. Jazz  purba tentang derita.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada suatu November yang hujan, sang perempuan berpamitan. Aku ingin  bepergian, katanya. Kemana, lelaki bertanya. Perempuan diam saja. Berapa  lama? Tak lama, jawabnya. Tak lebih dari dua belas bulan, kita ketemu  lagi di sini. Si lelaki akhirnya menyetujui. Menurutnya, perpisahan  sementara tak lebih dari penyaliban Isa. Pengorbanan demi sesuatu yang  jauh lebih akbar. Penyatuan yang abadi&lt;/span&gt;’, Si bocah kini benar-benar tak  peduli dengan lollypop-nya. Dongeng ini beda dengan yang biasanya,  pikirnya. Tak seperti kisah cinderela dan sepatu kaca. Tak juga sama  dengan kancil jail yang suka ngutil. Ini beda. Benar-benar tak serupa  dengan dongeng pengantar tidur. Ini dongeng senja. Bukan dongeng ketika  bumi benar-benar sudang gulita, Otak kecilnya berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi seperti yang nenek selalu katakan padamu, Cah ayu. Waktu itu  selalu abu-abu. Kadang sekutu kadang seteru. Dua belas bulan berjalan.  Dan lelaki itu kembali di tempat ini. Mengenakan pakaian terindah yang  dia miliki. Parfum terwangi yang mampu dia beli. Dan kau lihat bunga di  tangannya itu? Itu bunga yang dia petik dari taman depan balai kota.  Masih segar ketika dulu dia bawa&lt;/span&gt;’, sang nenek menghela nafas. Angin  senja bawa berita, ‘D&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unia sudah tuaaa… dunia sudah tuaa….&lt;/span&gt;’, berisik  berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bocah duduk manis menunggu. Matanya menatap ibu mamanya itu.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika takbir pertama adzan subuh terdengar, lelaki itu sudah berada di  sini. Sejarah mencatat, binar mata tak pernah sanggup berdusta. Aku  akan bertemu dengan kekasihku, hatinya berdentam-dentam. Membayangkan  bidadari surganya yang jelita. Dengan gaun hitam muda, warna  kesukaannya. Dan ini bunga untuknya, jiwanya bersorak serak.. bersorak  serak..&lt;/span&gt;’. Pemain saxophone di seberang jalan memulai lagu baru. Kali ini  agak lebih sendu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi cah ayu, ingatlah selalu, waktu itu selalu abu-abu. Kadang sekutu  kadang seteru. Sampai malam menyerang, perempuan itu tak datang. Bahkan  ketika bulan sabit mulai berkedip-kedip genit, ketika bintang-bintang  melayang di awang-awang, perempuan itu tetap tak datang. Ah, mungkin  esok pagi, lelaki itu menelan kekhawatirannya sendiri. Mungkin kapal  yang dinaikinya datang terlambat. Tapi seberapa besar kemampuan kita  membangun kenyataan? Keesokan harinya, sang kekasih tetap tak tampak.  Wangi parfum sudah lak lagi semerbak. Sampai selimut malam mengelam, tak  ada tanda-tanda kekasih hati akan datang. Ah mungkin besok, hatinya  kembali bersuara. Tapi keesokannya terjadi hal yang sama. Begitu  seterusnya. Begitu seterusnya. Sampai hari ini. Sampai lelaki itu  membatu. Sampai bunga yang dulu segar itu kini kuyu dan layu’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bocah diam. Entah, apakah dia paham. Di kejauhan terlihat dua anak  sebayanya berkejaran. Seperti malaikat-malaikat bersayap di taman surga.  Bermain memperebutkan secuil permata. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perempuan yang dusta&lt;/span&gt;’, tiba-tiba  bibir kecil itu berkata, sebelum mengulum lollypop-nya. Si nenek  tercekat. Tak menyangka dengan komentar cucunya. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seharusnya dia datang.  Dia sudah berjanji&lt;/span&gt;’, si bocah semakin menjadi. Menjilati lollypop di  jemari. Sebaris angin datang bersamaan. Daun-daun berguguran.  Melayang-layang. Tiada yang menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti, sebutir kristal mengental di mata sang nenek. Mata  tua itu menunggu aba-aba untuk menjelma telaga. Dan di satu titik,  ketegaran pecah. Sebutir air sentuh tanah. Jemari tua gemetaran. Tak  sanggup tahan perasaan. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku memang pendusta, Cah ayu.. Aku memang  begitu… Selalu…&lt;/span&gt;’, hatinya buka kartu. Saxophone makin mendayu. I can  wait forever* terdengar syahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;* &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=412294179167&amp;amp;h=5f9c7ee3118acf18e1b3c869937a7a93&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D9gghSO9Zctc" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=9gghSO9Zctc"&gt;I  can wait forever (Air Supply)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;Utan Kayu, 26 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8190319974444324102?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8190319974444324102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8190319974444324102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8190319974444324102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8190319974444324102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/06/patung-di-perempatan-jalan.html' title='Patung di Perempatan Jalan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCcUhY8k0UI/AAAAAAAAAXk/j8nh8SZdSOk/s72-c/autumn-diva.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3332959187772036266</id><published>2010-06-22T22:08:00.004+07:00</published><updated>2010-06-24T21:16:23.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Bibir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCDSMi8Se_I/AAAAAAAAAXU/wXt06bK9cb4/s1600/1194986553129334551lips_mo_01.svg.hi.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCDSMi8Se_I/AAAAAAAAAXU/wXt06bK9cb4/s200/1194986553129334551lips_mo_01.svg.hi.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485615459117202418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;; Lelaki yang memakan hatinya sendiri&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Dia istriku. Secara de jure. Tapi dia pelacurku. Secara de facto’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kami menikah tepat tiga tahun yang lalu. Satu Rabu tengah Januari.  Ketika gerimis sok manis tak henti menari sejak pagi (Bayangkan, bahkan  puisi-puisipun memilih untuk tidak bangun sejak pagi! Memati!)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Saya terima nikahnya bla bla bla binti bla bla bla dengan mas kawin  seperangkat bla bla bla dan uang tunai senilai bla bla bla dibayar  tunaiiii…’&lt;/i&gt;, aku copy paste ucapan lelaki berpeci. Jas abu-abu asu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Sah???’&lt;/i&gt;, kumisnya bergerak-gerak. Serupa mata tombak.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Saaahhh!!!’&lt;/i&gt;, kedua kawanku teriak kompak. Sementara aku  menikmati sup hatiku sendiri. Yang dimasak dengan air rebusan kaus kaki.  &lt;i&gt;Hoeeekkk!!!&lt;/i&gt; Dingin pagi seolah meledek. Dan ketika sujud di  depan ibu, hangat air mata basahi bahu. Asu asu asu.. begitu doáku.&lt;br /&gt;Sejak itulah aku disebut suami. Sementara dia seorang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(‘Kenapa tak pernah kau perawani bibir ini’, pertanyaannya setiap  waktu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Karena aku tak akan pernah merusak sesuatu yang suci’, begitu jawabku.  Selalu)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;; Perempuan yang terpaksa memilih antara neraka atau entah apa  namanya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Apa?! Menikah?!’&lt;/i&gt;, sontak terhenyak.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Ya’&lt;/i&gt;, jawabnya tenang.&lt;br /&gt;Anjing!! Lelaki sinting!!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Menikah?! Kawin?! Di mana sepasang lelaki dan perempuan saling  memasangkan cincin?!’&lt;/i&gt;, aku masih belum percaya. Dan gilanya, dia  anggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘...Gotta find a way… Yeah I can’t wait another day…’*&lt;/i&gt;, Steven  Tyler mengusir sunyi. Starbucks tak ramai senja ini. Hanya dua pasang  remaja di sudut sana. Tertawa-tawa menyembah berhala paling kuasa…  Amerika.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Gimana?’&lt;/i&gt;, dia bertanya. Caffè Latte diteguknya. Sementara aku  masih tak menemu kata-kata. Bangsat!! Gerimis di luar pun sama sekali  tak bersahabat. Tak sedikitpun menunjukkan tanda-tanda akan datangnya  kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;..Yeah… But its never too late… To start again take another breath…  And say another prayer…*’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mocha Frappuccino tiba-tiba berubah rasa. Serupa air soda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Aku tahu kau tak mencintaiku. Begitupun aku. Tapi pentingkah itu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Asu!! Beruntung di Starbucks tak ada tumpukan batu. Ingin rasanya  kutimpuk kepala lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Wahai lelaki..’&lt;/i&gt;, aku pelan bicara, ‘&lt;i&gt;Bagaimana mungkin kita  menikah? Kawin untuk kemudian bersama-sama bereproduksi, menghasilkan  anak lalu membesarkannya…  Sementara kita tahu tak ada setitikpun rasa  di antara kita?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Logika’&lt;/i&gt;, matanya mengerjap sok jenaka.&lt;br /&gt;Tai kuda yang maha sempurnaaa... Mungkinkah Tuhan lupa membagikan jatah  otak untuknya??? Logika dia kata???&lt;br /&gt;‘&lt;i&gt;Cinta cuma masalah waktu cah ayu…’&lt;/i&gt;. Prettt!!! Filsafat!!!  Setahun aku mengenalnya, filsafat bangsat semacam inilah yang paling aku  benci darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, sore tadi aku baru pulang kerja. Dia kirim pesan singkat.  Sangat singkat. &lt;i&gt;‘Starbucks yuk..’&lt;/i&gt;. Dan berhubung aku sendiri  sangat-sangat suntuk dengan casting robot yang kumainkan setiap hari di  kantor, aku iyakan dia. Dan ternyata? Dia mengajakku menikah. Yeeeaaah,  hidup ini memang terlalu indahhhh… Sangat indaaahh...&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Ibuku. Kau tahu itu’, &lt;/i&gt;dia menatapku&lt;i&gt;, ‘Aku ingin memberi kado  terindah untuknya.. Selagi waktu masih ada..’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ....If this life… It seems harder now… It aint no never mind… You got me  by your side… *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Kenapa harus aku? Aku cuma sahabatmu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Lalu siapa? Jika dirimu kau bilang ‘cuma’?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Gerimis di luar tak lagi riwis. Kilat bersilat. Mobil-mobil berjalan.  Berhimpitan. Ya, kemacetan memang bahaya laten yang maha sialan.&lt;br /&gt;‘&lt;i&gt;Ayolah.. Anggap saja kita saling membantu.. Atau kau lebih memilih  lelaki pilihan orang tuamu itu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Akupun semakin kehilangan kata-kata. Tuhan kadang memang Maha Gila.  Memberi pilihan yang sebenarnya bukan surga atau neraka. Melainkan  neraka atau entah apa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Jadilah perempuanku. Lalu kita berserah pada waktu’&lt;/i&gt;. Waktu???  Jam baru menunjukkan pukul lima seperempat. Tapi aku merasa dudukku  disini sudah berabad-abad. Huahhh.. Aku teringat bapak. Juga ibu. Dan  juga keinginanku untuk membalas kehidupan yang diberi padaku. &lt;i&gt;‘Apa  mungkin bisa?’&lt;/i&gt;, dia diam saja. Sepasang remaja di meja seberang meja  tampak bahagia. Berbisik-bisik entah apa, mungkin seputar isi celana.  Kurasa mataku mulai berkaca ketika pelan kuanggukkan kepala, &lt;i&gt;‘Tapi  kau harus janji…’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Apa?’.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Berjanjilah kau akan membuatku jatuh cinta’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pelan, dia anggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;...And fly away from here.. Anywhere… Yeah I dont care …*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Senja menua. Mocha Frappuccino tak lagi rasa soda. Melainkan kencing  kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;; Sepasang pengantin tanpa rasa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamelan masih bertalu di luar kamar. Sajak-sajak purba soal cinta. Soal  rasa. Yang sembunyi entah di mana.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Haruskah kita melakukannya?’&lt;/i&gt;, perempuan itu bertanya. Wangi  melati isi udara. Serupa dupa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Entahlah. Aku lelah’&lt;/i&gt;, sang lelaki tak henti membaca. Buku tebal  di tangannya. Perempuan itu rebah. Ranjang sedikit bergoyang, ‘&lt;i&gt;Kau  tidur di mana?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lelaki membenarkan letak kacamatanya, ‘&lt;i&gt;Aku di sofa saja. Tak apa’&lt;/i&gt;.  Malam itu tak terjadi apa-apa. Begitu seterusnya. Bertahan hingga  setahun ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;; Perempuan yang tergila-gila&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Kenapa tak pernah kau perawani bibir ini’&lt;/i&gt;, pertanyaanku setiap  waktu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Karena aku tak akan pernah merusak sesuatu yang suci’&lt;/i&gt;, begitu  selalu. Lalu kamipun bergumul dalam nafsu. Lenguh. Peluh. Luruh.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Aku mencintaimu’&lt;/i&gt;, kecupku di ujung permainan. Yang selalu dia  jawab dengan senyuman. Lalu kamipun berpelukan. Hingga pagi kembali  datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Gila.. Tiap hari dia selalu bisa buatku jatuh cinta…)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;; Lelaki yang membuka topengnya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan merpati, aku selalu tepati janji. Bagaimana tidak, dia  kini benar-benar cinta mati. Tapi sejak kecil aku tak begitu berbakat  membohongi diri sendiri. Tentang bibir itu, ucapanku benar-benar palsu. &lt;i&gt;‘Aku  tak mungkin membiarkanmu melumatku. Karena bibirku hanya miliknya. Dia  saja’&lt;/i&gt;, hatiku buka suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;* &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=411028589167&amp;amp;h=bf7b51ecd7c84a41f9ed4c828c35a7f8&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D65IgLJLtf3U" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=65IgLJLtf3U"&gt;Aerosmith  -Fly Away From Here- &lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Utan Kayu, 15 Juni 2010&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3332959187772036266?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3332959187772036266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3332959187772036266&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3332959187772036266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3332959187772036266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/06/lelaki-yang-memakan-hatinya-sendiri-dia.html' title='Bibir'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TCDSMi8Se_I/AAAAAAAAAXU/wXt06bK9cb4/s72-c/1194986553129334551lips_mo_01.svg.hi.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1199232819511502011</id><published>2010-06-09T20:18:00.004+07:00</published><updated>2010-06-11T21:34:39.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ketika Sajadah Terganti Blackberry</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; Eksibisionisme Religiusitas Sebagai Upaya Memperjuangkan Eksistensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TA-U9ZWZCbI/AAAAAAAAAXM/Irce6KaaNW8/s1600/sajadah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TA-U9ZWZCbI/AAAAAAAAAXM/Irce6KaaNW8/s200/sajadah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480763054030916018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menarik.  Sesuatu yang menarik ketika kita memperhatikan fenomena yang terjadi  belakangan. Semakin hari semakin banyak saja &lt;i&gt;do'a-do'a&lt;/i&gt; yang  berseliweran di situs jejaring sosial &lt;i&gt;(dalam hal ini Facebook)&lt;/i&gt;.  Kalimat semacam &lt;i&gt;‘Ya Allah.. Hanya kepada-Mu aku menuju.. Terima kasih  untuk semua yang Kau beri untukku…’&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;‘Bapa aku butuh bahu-Mu  untuk menopang bebanku… Beri aku kekuatan untuk menghadapi hari ini..’&lt;/i&gt;  menjadi semacam menu wajib yang kita temui setiap hari. Inilah titik di  mana &lt;i&gt;kepercayaan&lt;/i&gt; ketemu &lt;i&gt;materi. Tuhan&lt;/i&gt; ketemu &lt;i&gt;teknologi&lt;/i&gt;.  Seperti sepasang rel yang awalnya berjalan beriringan, tiba-tiba di  satu waktu mengerucut… dan ... bertemu. Menyatu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kenapa ya kira-kira?'&lt;/i&gt;, seorang kawan bertanya. Menurut saya  kemungkinannya hanya tiga. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, mereka yang berdoa dengan  cara itu mempunyai harapan agar orang lain tahu apa yang mereka  inginkan.&lt;i&gt; Kedua&lt;/i&gt;, mereka berharap orang lain tahu bahwa mereka  adalah umat yang shaleh. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, mereka pikir Tuhan adalah  pengangguran yang punya banyak waktu luang untuk membuka-buka acount FB,  lalu membaca status yang ditulis manusia, untuk kemudian  mengabulkannya. Atau kalau tidak, minimal jempol Tuhan teracung untuk  status mereka, &lt;i&gt;God Like It !!!&lt;/i&gt;'. Seorang kawan terbahak.  Sementara yang lain memerah, &lt;i&gt;'Ngeliatnya positif aja bro...'&lt;/i&gt;.  Lha?? Positif?? Kurang positif apa coba??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Mari kita telaah. Yang namanya situs jejaring sosial kan tidak  sama dengan diary &lt;i&gt;(oldschool nii... :))&lt;/i&gt;. Kalo diary itu kan yang  baca kita sendiri, makanya banyak dijual diary yang berkunci &lt;i&gt;(saya  kurang tahu apakah di jaman serba transparan ini buku harian semacam itu  masih tersedia di toko buku atau tidak)&lt;/i&gt;. Tapi kalau situs jejaring  sosial? Siapa saja bisa membacanya. Yang ada di sana adalah  ketelanjangan. Lalu motivasi apalagi selain &lt;i&gt;'agar orang lain tahu  sesuatu yang kita pikirkan / rasakan'&lt;/i&gt; ketika kita menuliskan sesuatu  di sana? Termasuk juga do'a-do'a tadi? &lt;i&gt;(Ah, jadi teringat si  Narcissus yang dikutuk untuk mencintai bayangannya sendiri)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Aku juga muak dengan status-status alay kayak gitu... Caper...'&lt;/i&gt;,  seorang kawan lantang berkata. Dan giliran saya yang terbahak.  Menyadari bahwa dia benar. Situs pertemanan ini sudah menjelma menjadi  situs per-&lt;i&gt;caper&lt;/i&gt;-an. Semua orang &lt;i&gt;(termasuk saya tentu saja :)&lt;/i&gt;  berebut untuk menjadi pusat perhatian. Ingin diperhatikan. Tapi tak  cukup berani untuk telanjang &lt;i&gt;(Tak seperti Ariel, Luna Maya, dan Cut  Tari)&lt;/i&gt;. Di titik inilah saya tiba-tiba ingat Sartre. &lt;i&gt;‘L'existence  précède l'essence’&lt;/i&gt;, katanya. ‘&lt;i&gt;Eksistensi mendahului esensi’.&lt;/i&gt;  Ajaran Descartes untuk berpikir-pun tak penting lagi. Yang ada cuma &lt;i&gt;Updato  Statuso Ergo Sum&lt;/i&gt;. Saya update status maka saya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat benar pengalaman masa kecil dulu dengan almarhumah  nenek saya. Suatu malam, secara tak sengaja saya masuk ke kamar beliau  yang gelap. Jengkerik mengerik di luar kamar. Di samping nyala lentera  yang berkedip-kedip &lt;i&gt;(saya tinggal di pelosok desa yang ketika itu  belum terjamah listrik)&lt;/i&gt;, saya temukan beliau mengenakan mukena putih  pudar terduduk di atas sajadah kumal. Mata terpejam &lt;i&gt;(samar terlihat  sesuatu yang berkilat di sana, serupa tetes hujan)&lt;/i&gt;, sementara jemari  memetik butir tasbih. Bibir tuanya yang berkeriput komat kamit mengucap  sesuatu. &lt;i&gt;Subhanallah subhanallah subhanallah….&lt;/i&gt; mungkin kira-kira  begitu. Di atas sajadah kuning kumal, nenek saya menikmati sunyi.  Berdoa. Tiada siapa-siapa. Hanya dia. Dan Tuhan &lt;i&gt;(tentu saja)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara beberapa waktu yang lalu, saya duduk di sebuah gerai Mc  Donalds bersama seorang kawan. Autisme yang diakibatkan oleh teknologi  telah menjangkiti kami. Meski berdua di tempat yang sama, tiada  kata-kata. Hanya suara &lt;i&gt;cetak cetik&lt;/i&gt; keypad yang mengisi udara. &lt;i&gt;‘Ya  Allah, beri aku kekuatan untuk menghadapi semua ini. Hanya Kau yang  mampu mengerti aku…’&lt;/i&gt;, status terbaru kawan saya muncul di wall. Dan  saya tersenyum. Teringat cara almarhumah nenek saya berdo'a. Sunyi,  sepi, dan sendiri. Tak ada satupun di dunia ini yang tahu apa yang  ketika itu nenek saya harapkan. Selain Tuhan. &lt;i&gt;Sementara do'a kawan  saya?&lt;/i&gt; Dilakukan di riuh gerai Mc D, dengan backsound musik sember  entah band apa namanya, dan yang pasti:&lt;i&gt; isi do’anya diketahui semua  orang yang ada di friendlist-nya!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Orang berdo'a kok dilarang?&lt;/i&gt;', ada suara sumbang. &lt;i&gt;Puji Tuhan!&lt;/i&gt;  Saya menepuk jidat. Terkutuklah saya jika melakukan itu. Sumpah mati,  saya sama sekali tidak melarang. Saya belum cukup gila untuk melakukan  itu. Orang mau bunuh diri saja tidak akan saya larang &lt;i&gt;(dengan  catatan: dia melakukannya dengan penuh kesadaran)&lt;/i&gt;, apalagi orang  berdo'a. &lt;i&gt;'Berdo'a kan bisa di mana saja'&lt;/i&gt;, suara yang lain lagi.&lt;i&gt;  'Yup, anda benar'&lt;/i&gt;. Bisa di mana saja. Bisa dengan cara apa saja.  Benar sekali. Dan saya juga sama sekali tidak menyalahkan &lt;i&gt;cara  berdo'a yang baru semacam itu&lt;/i&gt;. Kenapa? &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; saya  menyadari tidak punya cukup kapabilitas untuk menjustifikasi sesuatu itu  salah atau benar. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, benar salah adalah sesuatu yang  sangat-sangat relatif dan subyektif. Seperti yang dibilang Imam Syafi’i,  &lt;i&gt;‘Pendapatku benar, tapi mungkin mengandung kesalahan. Sementara  pendapat orang lain salah, tetapi mungkin mengandung kebenaran.'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Jadi gimana nih? Disebut melarang ga mau.. disebut menyalahkan, juga  gitu.. Maunya gimana?'.&lt;/i&gt; Ya ga gimana-gimana.&lt;i&gt; Lha wong&lt;/i&gt; saya  itu cuma iseng-iseng berpikir. '&lt;i&gt;Berpikirlah terus sampai kau mual  anak muda...'&lt;/i&gt;, kawan saya tertawa melihat saya nyaris muntah. '&lt;i&gt;He  he he.. Saya itu cuma berusaha untuk tetap sadar di tengah arus yang  berkelebat di sekeliling kita. Itu saja. Meski seringkali gagal juga,  tapi apa salahnya berjuang untuk tidak menjadi satu di antara  individu-individu pingsan yang hanyut dalam arus yang menggempur dunia  sekitar kita? Terseret arus tanpa mengerti akan dibawa kemana?'&lt;/i&gt;,  Kawan saya diam. Angin sore membawa aroma kuburan. '&lt;i&gt;Terberkatilah  mereka yang hanyut... Semoga Tuhan bersama mereka'.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 9 Juni 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1199232819511502011?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1199232819511502011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1199232819511502011&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1199232819511502011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1199232819511502011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/06/ketika-sajadah-terganti-blackberry.html' title='Ketika Sajadah Terganti Blackberry'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/TA-U9ZWZCbI/AAAAAAAAAXM/Irce6KaaNW8/s72-c/sajadah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8013763073587200151</id><published>2010-05-19T11:30:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T11:31:31.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Tak Ada Adzan di Pasar Kembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NpibOTeGI/AAAAAAAAAXE/BGqCe0ilXTg/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NpibOTeGI/AAAAAAAAAXE/BGqCe0ilXTg/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472834012329506914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Di sini ada Tuhan'&lt;/i&gt;, perempuan itu membuka kutang&lt;br /&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt; &lt;i&gt;'Lalu bolehkah aku sembahyang?'&lt;/i&gt;, lenguh mengeluh&lt;br /&gt;Peluh luruh&lt;br /&gt;Lupakan kisah teladan para nabi&lt;br /&gt;Toh bukankah sejak tragedi khuldi bumi tak lagi suci?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Hallah.. agama kan tak lebih dari selinting ganja..'&lt;/i&gt;, mereka tertawa-tawa&lt;br /&gt;Batang-batang bersitegang&lt;br /&gt;Menyerang liang&lt;br /&gt;Untuk kemudian menyerang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Setan! Tak terdengar adzan!)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semarang, 19 Mei 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8013763073587200151?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8013763073587200151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8013763073587200151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8013763073587200151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8013763073587200151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/05/tak-ada-adzan-di-pasar-kembang.html' title='Tak Ada Adzan di Pasar Kembang'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NpibOTeGI/AAAAAAAAAXE/BGqCe0ilXTg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4526700103442998620</id><published>2010-05-19T11:16:00.002+07:00</published><updated>2010-05-19T11:19:24.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Seppuku di Hari Sabtu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NmTlz3YgI/AAAAAAAAAW8/5Xpzh2JjU3M/s1600/27814_116068705096992_100000815881727_96973_4507193_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NmTlz3YgI/AAAAAAAAAW8/5Xpzh2JjU3M/s200/27814_116068705096992_100000815881727_96973_4507193_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472830458938483202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;'Atas nama bahagia. Aku lakukan ini', perempuan itu memakan hatinya sendiri. Pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; 'Atas nama bahagia. Aku lakukan ini', lelaki itu menusuk mimpinya sendiri. Dengan belati.&lt;br /&gt;'Atas nama bahagia. Kami lakukan ini', keduanya &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=396986634167&amp;amp;h=d51b720997c3cf02f9a6e0f5525315a3&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSeppuku" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Seppuku"&gt;seppuku&lt;/a&gt; . Di hari sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Semarang, 10 Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4526700103442998620?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4526700103442998620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4526700103442998620&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4526700103442998620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4526700103442998620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/05/seppuku-di-hari-sabtu.html' title='Seppuku di Hari Sabtu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S_NmTlz3YgI/AAAAAAAAAW8/5Xpzh2JjU3M/s72-c/27814_116068705096992_100000815881727_96973_4507193_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5375190283754875321</id><published>2010-05-19T11:13:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T11:16:09.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Mati di Pagi</title><content type='html'>Di pagi&lt;br /&gt;Otak beranak pinak&lt;br /&gt;Manak&lt;br /&gt;‘Kau tahu? Kau asu'&lt;br /&gt;Tiba-tiba niat memati&lt;br /&gt;Harakiri dan belati&lt;br /&gt;'Di sana kau kutunggu. Di dekat &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=396300539167&amp;amp;h=67857351f2d0bd689620c745880df964&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FRidwan" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Ridwan"&gt;Rizvan&lt;/a&gt; di depan pintu. Kita selesaikan satu-satu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 2 mei 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5375190283754875321?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5375190283754875321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5375190283754875321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5375190283754875321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5375190283754875321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/05/mati-di-pagi.html' title='Mati di Pagi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2200292614026147262</id><published>2010-04-29T09:16:00.003+07:00</published><updated>2010-04-29T09:21:59.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Soliloqui Kedai Kopi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9jsf8qE16I/AAAAAAAAAW0/xDNDh9b51nI/s1600/A_small_cup_of_coffee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9jsf8qE16I/AAAAAAAAAW0/xDNDh9b51nI/s200/A_small_cup_of_coffee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465378181416802210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;25 April 2010. Dekati pergantian hari. Planet Esprezzo Manahan Solo. Tiga manusia. Lelaki semua. Saya dan kawan-kawan lama. &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=W70LZxzp2js"&gt;The Spirit Carries On&lt;/a&gt; isi udara. Sementara rel berderak, ketika kereta memperpendek jarak. Lampu kota buat segala tampak sephia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kukira kau tak lagi berani menginjak ini kota.. Juga Jogja..’,&lt;/span&gt; seorang kawan secara kurang ajar berkata. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anjing..&lt;/span&gt;’, serapah saya melengking, ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kukira juga begitu..&lt;/span&gt;’. Lalu selanjutnya, pagar yang selama ini saya pelihara tiba-tiba tak dianggap ada. Secara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lumayan&lt;/span&gt;) liar dan brutal, sesuatu yang membuat saya nyaris mati menjadi bahan lawakan. Dan anehnya, saya tertawa juga mendengarnya. Meski getir. Anyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedatanganku untuk menghadapi ketakutan itu&lt;/span&gt;’, saya membuka kartu. Memang begitu. Ketakutan memiliki eksistensi adalah untuk dihadapi, bukan diikuti. Terlebih ditinggal lari. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan ditolak.. Sadari…&lt;/span&gt;’, seorang kawan seringkali berkata. Ya. Saya sadar. Sesadar misi saya untuk menghadapi ketakutan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cuma masalah waktu&lt;/span&gt;’, kalimat semacam itu sering saya dengar. Dulu. Mungkin memang begitu. Sesuatu yang di suatu waktu dirasa terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asu&lt;/span&gt;, di kemudian hari tiba-tiba menjadi basi untuk ditangisi. Bukan karena yang sakit telah terobati, tapi justru karena mata air air mata telah mati. Berhenti ber-reproduksi. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Air mata itu perlu, tapi tak pernah terbukti bisa menyelesaikan sesuatu&lt;/span&gt;’, sepenggal pesan singkat menyengat. Sepertinya dari akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘…If I die tomorrow... I’d be allright because I believe.. That after we’re gone.. The spirit carries on…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mojogedang, 28 April 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2200292614026147262?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2200292614026147262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2200292614026147262&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2200292614026147262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2200292614026147262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/25-april-2010.html' title='Soliloqui Kedai Kopi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9jsf8qE16I/AAAAAAAAAW0/xDNDh9b51nI/s72-c/A_small_cup_of_coffee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5570705741514965058</id><published>2010-04-24T13:49:00.001+07:00</published><updated>2010-04-24T13:51:36.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Mata Sayu yang Menyimpan Asu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9KUymDKXEI/AAAAAAAAAWs/VqXd7YU7aQk/s1600/25162_111554828881713_100000815881727_81089_1740829_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9KUymDKXEI/AAAAAAAAAWs/VqXd7YU7aQk/s200/25162_111554828881713_100000815881727_81089_1740829_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463592894882012226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;i&gt;'Percayalah..  Aku takkan kemana-mana...'&lt;/i&gt;, mata itu berkaca-kaca,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Sementara telunjuk dan jari tengah... saling bersilang di belakang  pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 23 April 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5570705741514965058?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5570705741514965058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5570705741514965058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5570705741514965058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5570705741514965058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/mata-sayu-yang-menyimpan-asu.html' title='Mata Sayu yang Menyimpan Asu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9KUymDKXEI/AAAAAAAAAWs/VqXd7YU7aQk/s72-c/25162_111554828881713_100000815881727_81089_1740829_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-807826994854208984</id><published>2010-04-24T13:45:00.001+07:00</published><updated>2010-04-24T13:48:58.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Bibir Terindah yang Pernah Melumatku</title><content type='html'>Tiap malam&lt;br /&gt;Dia kirim kartu pos warna hujan&lt;br /&gt;Jujur aku bosan&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak adakah warna lain? Pelangi atau mungkin; Kelinci? Aku lelah  berbasah-basah.. Bernanah..'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bungkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang&lt;br /&gt;Dia slalu kirim kartu pos warna hujan&lt;br /&gt;Tiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;Utan Kayu, 23 April 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-807826994854208984?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/807826994854208984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=807826994854208984&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/807826994854208984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/807826994854208984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/bibir-terindah-yang-pernah-melumatku.html' title='Bibir Terindah yang Pernah Melumatku'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3331397573074180212</id><published>2010-04-23T00:44:00.002+07:00</published><updated>2010-04-23T00:47:38.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Celoteh Remeh Temeh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9CLQNcT-1I/AAAAAAAAAWk/hHEy0EMmyns/s1600/sunflower_pub.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9CLQNcT-1I/AAAAAAAAAWk/hHEy0EMmyns/s200/sunflower_pub.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463019458602990418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup mengalir, kata seorang kawan. Dan kening saya berkerut. Berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah mati, saya lebih suka menjadi ikan. Ketimbang ranting kering yang  berserakan. Mengambang ketika banjir datang, untuk lalu diantarkan ke  selokan. 'K&lt;span style="font-style: italic;"&gt;enapa? Apa salahnya menjadi ranting?&lt;/span&gt;', pesan singkat di HP  saya. Tak ada. Toh hidup tak selamanya melulu urusan benar salah. Tapi  bukankah kelewat menyedihkan, ketika kita tak memiliki pilihan? Melaju  mengikut arus, tanpa tahu kemana menuju? Akan indah mungkin jika kita  terantarkan oleh kebetulan ke lautan. Yang biru. Yang sayu. Yang sendu.  Tapi bagaimana jika waktu menentang kita? Untuk kemudian secara lancang  mengantarkan diri kita ke lembab rawa-rawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memang kalo ikan gimana?&lt;/span&gt;', sepenggal tanya. Ikan beda. Tak sama. Ikan  ber-otak. Meski tak sesempurna milik kita. Tapi setidaknya ikan punya  hak, kemana dia ingin bertolak. Ada kalanya ketika lelah, ikan hanya  diam. Tak mengaktifkan otot-otot siripnya. Ngikut saja kemana arus  membawa. Namun ikan juga bisa berontak. Ketika arus mengantar kepada  sesuatu yang dia tolak. Bisa ngikut arus, tapi juga bisa menentangnya.  Tergantung situasi, kondisi, keinginan, dan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi hidup itu misteri kawan...&lt;/span&gt;', kali ini saya setuju. Memang iya.  Hidup itu misteri. Tapi bukan teka-teki. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa bedanya?&lt;/span&gt;'. Jelas tak sama.  Keindahan dan kekuatan misteri bukan pada jawaban. Tapi perjalanan.  Sementara teka-teki menjanjikan jawaban yang pasti ada, misteri berada  di ruang hampa udara. Tak ada apa-apa di sana. Tak ada kepastian. Hanya  ada kemungkinan-kemungkinan. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi banyak misteri yang bisa terungkap?&lt;/span&gt;'  Itu teka-teki. Bukan misteri. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernah dengar ada orang mengungkap  jatidiri Tuhan? Belum kan? Bukankah yang ada hanya  kemungkinan-kemungkinan jawaban? Kenapa?&lt;/span&gt;' Karena Tuhan itu misteri.  Bukan teka-teki. Jutaan perdebatan mungkin akan selalu terjadi. Islam –  Kristen. Budha – Hindu. Atheis – Kong Hu Cu. Ini - Itu. Tapi semua  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perdebatan&lt;/span&gt;) itu sesungguhnya cuma Tai Kuda yang Maha Sempurna. Takkan  mungkin ada yang bisa membuktikan argumentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah indahnya misteri. Indahnya ketidakpastian. Memungkinkan kita  untuk mereka-reka jawaban. Yang tak akan pernah datang. Sementara  teka-teki? Cuma masalah waktu kita bisa menyelesaikannya. Di titik  inilah kita jadi tahu, kenapa para lelaki terlihat lebih bergairah  ketika sedang mengejar-ngejar wanita pujaannya, ketimbang setelah  memilikinya. Karena ketika wanita itu menjadi miliknya, tak ada lagi  misteri yang tersisa. Kecuali segelintir wanita yang memang terlahir  dengan kata '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Luar Biasa&lt;/span&gt;' sebagai nama tengahnya. Wanita bertato aksara  '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Misteri Abad&lt;/span&gt;i' di tengkuknya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 23 April 2010&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;* Ditulis dengan penuh kesadaran tanpa campur tangan alkohol dan zat  psikotropika apapun. Hanya ada My Melancholy Blues yang sayup menyusup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3331397573074180212?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3331397573074180212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3331397573074180212&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3331397573074180212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3331397573074180212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/celoteh-remeh-temeh.html' title='Celoteh Remeh Temeh'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S9CLQNcT-1I/AAAAAAAAAWk/hHEy0EMmyns/s72-c/sunflower_pub.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6781962729156416711</id><published>2010-04-22T01:07:00.006+07:00</published><updated>2010-04-22T01:28:54.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Reuni</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S89BvrA48DI/AAAAAAAAAWc/jOWIda4C53E/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 217px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S89BvrA48DI/AAAAAAAAAWc/jOWIda4C53E/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462657160279814194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laki-laki itu masuk. Lambaian tangan di seberang. Mendekat lalu duduk. Sofa empuk warna kuning kerupuk. &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=F1r6GcPqFSo"&gt;What a difference a day made&lt;/a&gt; penuhi udara. Lampu redup warna jingga. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyummu masih sama...&lt;/span&gt;', lelaki bicara. Dua pasang mata. Saling tatap. Jutaan cerita tersimpan di sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kau mau pesan apa?&lt;/span&gt;', perempuan lalu memanggil pelayan.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tolong cappucino ice saja mbak...&lt;/span&gt;', &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waitress&lt;/span&gt; berjilbab merah muda tersenyum, lalu mengambil jarak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's heaven when you find romance on your menu...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; What a difference a  day made...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; And the difference is you, is you...&lt;/span&gt;', Cullum mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gimana?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Saling senyum. Lalu perempuan itu mulai cerita. Tentang pelangi, tentang mimpi, tentang hari ini. Ada gairah. Yang lama tak tercurah. Lelaki hanya diam. Menatap lekat. Menjadi pendengar yang hebat. Dan cerita-pun usai. Sekian detik yang bisu.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apanya?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana dengan dirimu?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Lelaki menghela nafas, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku baik-baik saja...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Seketika senyum perempuan itu sirna. Dia kecewa. Laki-laki itu kini menjadi pendusta. Pendosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 22 April 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6781962729156416711?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6781962729156416711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6781962729156416711&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6781962729156416711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6781962729156416711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/reuni.html' title='Reuni'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S89BvrA48DI/AAAAAAAAAWc/jOWIda4C53E/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3040978658603455853</id><published>2010-04-19T20:15:00.008+07:00</published><updated>2010-04-19T22:26:13.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Bunga</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;; Fiksi tentang Perempuan Ndamar Kanginan Nanggal Sepisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8xy_eBbj-I/AAAAAAAAAWU/_VyB8kQtTm4/s1600/bulan-sabit1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8xy_eBbj-I/AAAAAAAAAWU/_VyB8kQtTm4/s200/bulan-sabit1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461866882809958370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebut saja namanya Bunga. Perempuan bermata lentera. Dengan sepasang bulan sabit bertengger di atasnya. Di dirinya. Aku temukan tawa. Yang lama tak sua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sumpah mati. Pertemuan kami adalah bukti. Gusti Pangeran Maha Segala. Termasuk Maha Gila. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gokil abis&lt;/span&gt;, bahasa MTV-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu biasa saja. Awan bergerak lunak. Berarak pinak. Tiada gerimis. Meski sekedar riwis. Tapi badai terlalu jauh untuk dikata usai. Selesai. Ombak masih menggelegak. Petir kirim anyir. Jutaan semut api sengat hati. Ada airmata di sana. Warna merah saga. Serupa darah renta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah kami berjumpa. Bicara bicara bicara... Kata kata kata... Dan mau tak mau, aku dipaksa tertawa. ’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gila!!&lt;/span&gt;’, umpatku tak kunjung reda. Menyadari tawa yang ada setelah berpisah lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku hidup di dua dunia..&lt;/span&gt;’, katanya suatu malam. Ketika sekumpulang bintang remang berenang-renang. Tertawa riang. Dengan bersemangat dia mulai cerita. Tentang kawan-kawannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuntilanak, genderuwo, pocong, sadako&lt;/span&gt;, dan makhluk-makhluk sejenisnya.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan-jangan kau kenal tuyul juga?&lt;/span&gt;’, aku mulai menggila. Dia tak mempedulikannya.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka bukan sesuatu yang asing dalam hidupku&lt;/span&gt;’, katanya.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seperti halnya dirimu bagiku&lt;/span&gt;’, sebagian dari hati tiba-tiba bersuara. Entah atas dasar apa. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkinkah reinkarnasi adalah sesuatu yang nyata?&lt;/span&gt;’, pertanyaan tolol menggema di dada.&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan-jangan di kehidupan sebelumnya kami adalah sepasang yin yang? Rama - Sinta? Roro Mendut - Pronocitro? Romeo – Juliet? Nabi Muhammad – Siti Khadijah?  Julius Caesar – Cleopatra?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Donald - Desy?&lt;/span&gt;’, aku mulai menjadi konyol. Tolol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudahlah... Cepatlah kau miliki&lt;/span&gt;...’, seorang kawan memaki. Dan aku hanya tertawa. Cinta tak sama dan jauh beda dengan politik tai kuda. Yang hanya bicara tentang bagaimana cara menguasai. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini masalah memberi...&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Bunga. Perempuan bermata lentera. Dengan sepasang bulan sabit bertengger di atasnya. Di dirinya. Aku temukan tawa. Yang lama tak sua. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Utan Kayu, 19 April 2010&lt;br /&gt;(Ditulis bersama &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=PYp0GVzmLgY"&gt;Plain White T’s yang berhitung 1,2,3,4&lt;/a&gt;... spesial untuk bulan sabit malam ini... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hallah…, LEBAY!!! &lt;/span&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3040978658603455853?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3040978658603455853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3040978658603455853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3040978658603455853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3040978658603455853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/bunga.html' title='Bunga'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8xy_eBbj-I/AAAAAAAAAWU/_VyB8kQtTm4/s72-c/bulan-sabit1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6052328420659565371</id><published>2010-04-18T18:31:00.007+07:00</published><updated>2010-04-18T23:51:53.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Like a Rollercoaster</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ryEeFh-xI/AAAAAAAAAV8/MkxGX-dlrMw/s1600/rollercoaster.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 207px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ryEeFh-xI/AAAAAAAAAV8/MkxGX-dlrMw/s200/rollercoaster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461443656749808402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;11 September 2001. Dua armada United Airlines menggempur menara WTC. 3000 nyawa melayang tiada. Selanjutnya, hanya tersisa airmata dan bunga duka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Great Disruption&lt;/span&gt;, istilah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Francis_Fukuyama"&gt;Francis Fukuyama&lt;/a&gt; - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekacauan, chaos, longsor akbar yang mengubah segala sesuatunya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Titik balik&lt;/span&gt; adalah kutukan abadi. Menyerang semua pribadi. Tak hanya berlaku bagi Amerika (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan 11/9-nya&lt;/span&gt;). Seperti halnya rollercoaster, yang kadang di atas kadang di bawah. Begitulah hidup. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Roda itu berputar.. Kalau berdering itu namanya HP..’,&lt;/span&gt; seorang kakek tua berkhotbah di sunyi mushola. Begitulah. Atas - Bawah. Hitam - Putih. Hidup – Mati. Dualisme yang tak henti-henti. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yin Yang&lt;/span&gt;. Keseimbangan. Yang kadang dijembatani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Great Disruption &lt;/span&gt;tadi. Bencana besar yang sanggup mengubah sesuatu yang awalnya berwarna menjadi sesuatu yang cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sephia&lt;/span&gt;. Yang mulanya tawa-tawa tiba-tiba menjadi hampa. Yang membuat hari ini dan kemarin tak lagi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang kuatlah yang akhirnya bertahan&lt;/span&gt;’, kata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin"&gt;Darwin&lt;/a&gt;. Karena itu kita musti selalu siap dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;evolusi&lt;/span&gt;. Bahkan sekali-kali; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revolusi.&lt;/span&gt; ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana biar tak kalah? Biar tak mati dengan berdarah-darah?&lt;/span&gt;’. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mimikri, iritabilita, oportunisme, berdoa,&lt;/span&gt; banyak jawabannya. Tinggal cari mana yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi mati itu gampang..&lt;/span&gt;’, kata seorang komandan perang. &lt;a href="http://www.beretta.com/Defence-Pistols-Carbines/Defence/Full/92FS/index.aspx?m=82&amp;amp;f=2&amp;amp;id=795"&gt;Beretta 92FS&lt;/a&gt; terselip di pinggang. Begitulah. Tinggal beli racun tikus, tenggak, tak sampai 3 detik nyawa pasti bergolak. Atau kalau mau sedikit lebih irit, cari mall terdekat. Naik ke lantai tertinggi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bungee jumping &lt;/span&gt;tanpa tali. Dijamin; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pasti mati&lt;/span&gt;. Tapi selesaikah? Tidak!! Kenapa? ’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masalahnya bukan bagaimana cara untuk mati.. tapi bagaimana cara untuk hidup...&lt;/span&gt;’, sepenggal kalimat dari rahim akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 18 April 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;('&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" class="commentarios" &gt;Life is a rollercoaster just gotta ride it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;', speaker tua bersuara lagu entah siapa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Ronan Keating kayaknya..)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6052328420659565371?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6052328420659565371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6052328420659565371&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6052328420659565371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6052328420659565371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/like-rollercoaster.html' title='Like a Rollercoaster'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ryEeFh-xI/AAAAAAAAAV8/MkxGX-dlrMw/s72-c/rollercoaster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7597133738546530713</id><published>2010-04-10T22:45:00.006+07:00</published><updated>2010-04-10T23:14:48.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mimpi Ludiro</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;; Kembali Menjadi Bayi. Masuk ke Rahim Lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ChI3bVeuI/AAAAAAAAAV0/IR61uAEtlRA/s1600/Opera-Jawa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 181px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ChI3bVeuI/AAAAAAAAAV0/IR61uAEtlRA/s200/Opera-Jawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458539922062670562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo_img"&gt;Ludiro  meliuk-liuk di depan ibunya. Sementara suara Slamet Gundono menyayat.  Ludiro ingin sekali kembali menjadi bayi. Masuk ke rahim lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sepenggal adegan dalam &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=387477909167&amp;amp;h=6b1584a37faaa1a2d41a691b472e4950&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FOpera_Jawa" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera_Jawa"&gt;Opera  Jawa&lt;/a&gt;. Film Garin Nugroho yang saya tonton beberapa waktu lalu. Hari  terakhir Bulan Film Nasional 2010 yang diadakan Kineforum. &lt;i&gt;'Maaf  Nang.., aku tak jadi nonton. Negara membutuhkanku'&lt;/i&gt;, SMS seorang  kawan ketika saya di jalan. Ya ya ya.. saya maklum. Abdi negara seperti  dia memang harus selalu siap sedia. Apalagi departemennya belakangan  memang banyak disorot media. Terkait Bu Menteri yang disebut-sebut  terlibat kasus Century. Dan karena itulah, malam itu akhirnya saya resmi  menjadi &lt;i&gt;Bolang&lt;/i&gt; di TIM. &lt;i&gt;Bocah Ilang&lt;/i&gt; :) &lt;i&gt;Lontang lantung&lt;/i&gt;  menikmati &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=387477909167&amp;amp;h=6b1584a37faaa1a2d41a691b472e4950&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FOpera_Jawa" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera_Jawa"&gt;Opera  Jawa&lt;/a&gt; sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=387477909167&amp;amp;h=6b1584a37faaa1a2d41a691b472e4950&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FOpera_Jawa" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera_Jawa"&gt;Opera  Jawa&lt;/a&gt; memang film lama. Produksi 2006. Sebenarnya sejak dulu saya  ingin menontonnya. Tapi baru sekarang kesampaian. Film ini diadaptasi  dari mitologi Ramayana. Dimainkan oleh Artika Sari Devi (Siti), Martinus  Miroto (Setyo),Eko Supriyanto (Ludiro), dan Retno Maruti (Ibu Ludiro). Setting ceritanya di  daerah Jogja. Sepanjang film, dialog antar tokoh disuarakan melalui  tembang jawa. Seakan mengingatkan saya, agar secepatnya menyempatkan  diri pulang ke rumah. Menghadapi segala kemungkinan dan  pertanyaan-pertanyaan yang menunggu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setyo dan Siti adalah sepasang suami istri. Representasi dari Rama dan  Sinta. Sementara Ludiro adalah Rahwana yang datang untuk merusak  stabilitas rumah tangga keduanya. Film ini film surealis. Tipikal  seorang Garin. Mengingatkan saya dengan karya-karya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akira_Kurosawa"&gt;Akira Kurosawa&lt;/a&gt; dan  sutradara sejenisnya. Metafora bertebaran dimana-mana. Sangat detail.  Termasuk pemilihan nama tokoh. &lt;i&gt;Setyo&lt;/i&gt; yang artinya &lt;i&gt;setia. Siti&lt;/i&gt;  yang artinya &lt;i&gt;tanah&lt;/i&gt;. Dan &lt;i&gt;Ludiro&lt;/i&gt; yang artinya &lt;i&gt;darah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setyo yang memang setia ini adalah seorang pengusaha gerabah. Siti  adalah ibu rumah tangga yang seringkali ditinggal di rumah. Sementara  Ludiro adalah seorang tukang jagal. Semuanya benar-benar berada di  tempat yang seharusnya. Tak ada kontradiksi. Banyak tembang, dan  pastinya; tari-tarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan Ludiro yang ingin masuk ke rahim lagi itu terjadi ketika Ludiro  merasa sakit hati ketika ditolak Siti. Sedemikian besar rasa sakit itu,  hingga dia menginginkan sesuatu yang diyakininya bisa membuatnya  tenteram. Menjadi bayi yang belum jadi. Berenang-renang di dalam rahim  lagi. Lembab. Senyap. Lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang film &lt;i&gt;tak ada adegan yang tak menarik&lt;/i&gt;. Tapi adegan  itulah yang memaksa saya untuk tersenyum. Saya seperti disindir. Sejak  beberapa waktu yang lalu saya memang merindu rahim ibu. Ketika malam  datang saya sering membayangkan, tubuh saya terjungkir melayang-layang.  Dengan otak dan hati yang belum sempurna, saya yakin saya tak perlu  banyak berpikir. Juga merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kalian ingin menjadi apaaaa?&lt;/i&gt;', Bu Nanik, &lt;i&gt;guru kelas 1 ketika  saya SD dulu&lt;/i&gt;, bertanya tentang cita-cita. &lt;i&gt;'Polisi buuu...&lt;/i&gt;',  seorang kawan saya mengacungkan jari. &lt;i&gt;'Dokter..'&lt;/i&gt;, kata yang lain.  &lt;i&gt;Insinyur! Guru! Presiden! ABRI!&lt;/i&gt; Masing-masing menyuarakan  pendapatnya. Dan saya hanya diam saja. Bukan apa-apa, saya ketika itu  memang tidak tahu ingin menjadi apa. Seperti halnya saya yang (&lt;i&gt;ketika  itu&lt;/i&gt;) tidak tahu apa agama saya. (&lt;i&gt; He3.. Ketika itu saya ikut  sebagian kecil kawan yang masuk ke ruang sebelah ketika pelajaran agama  pertama&lt;/i&gt;. 'Lho, bukannya kamu Islam?', &lt;i&gt;Bu Nanik kebingungan. Dan &lt;/i&gt;(sekali  lagi) &lt;i&gt;saya hanya diam. Ngikut dan manut saja ketika dituntun ke  ruangan semula. Ya, Bu Nanik memang kenal dekat dengan keluarga saya.  Kebetulan almarhum ayah saya juga seorang guru. Jadi beliau tahu persih,  apa agama saya&lt;/i&gt; yang seharusnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah. Ketika kecil dulu saya tak tahu harus menjadi apa. Baru  belakangan ini saja saya tahu  jawabannya. Seperti halnya Ludiro, &lt;b&gt;saya  ingin menjadi bayi. Masuk ke rahim lagi&lt;/b&gt;. (&lt;i&gt;Ah sayang..., saya tak  tahu nomer HP Bu Nanik. Saya ingin menjawab pertanyaannya ketika itu&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 10 April 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7597133738546530713?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7597133738546530713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7597133738546530713&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7597133738546530713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7597133738546530713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/mimpi-ludiro.html' title='Mimpi Ludiro'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S8ChI3bVeuI/AAAAAAAAAV0/IR61uAEtlRA/s72-c/Opera-Jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4789681457805765939</id><published>2010-04-04T23:30:00.007+07:00</published><updated>2010-04-07T19:25:07.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>That's Life....</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; Tentang SMS Vivi, Memberi, dan Sakit Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7jISdKxg6I/AAAAAAAAAVs/C0xbEhhMM-8/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 181px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7jISdKxg6I/AAAAAAAAAVs/C0xbEhhMM-8/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456331167952372642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Sakit hatikah kau, ketika apa yang kau buat dengan sepenuh hati  untuk kemudian kau berikan kepada seseorang ternyata hanya ditertawakan,  dianggap angin lalu, bahkan tanpa pembicaraan?&lt;/i&gt;', Vivi, keponakan  saya yang duduk di kelas satu SMA kirim sebuah pesan. Beberapa hari yang  lalu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Pasti sakit'&lt;/i&gt;, jawab saya. &lt;i&gt;'Tapi apakah itu penting? Bukankah  yang terpenting adalah keikhlasan kita?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daripada tangan di bawah, lebih mulia tangan di atas. Apalagi jika  ikhlas.&lt;/i&gt; Almarhum Bapak saya dulu mengajari saya. &lt;i&gt;'Jangan  menanyakan tentang balasan... Yang penting kita memberi... Itu saja...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dan bicara tentang &lt;i&gt;memberi&lt;/i&gt;, saya selalu ingat dengan satu kata. &lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;.  &lt;i&gt;(He3... Melankolis to? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cinta itu memberi...'&lt;/i&gt;, saya pernah baca deklamasi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Bull Shit!!'&lt;/i&gt;, seorang kawan angkat bicara. &lt;i&gt;'Cinta itu &lt;b&gt;take  and give&lt;/b&gt;. Omong kosong kalau kau bilang  cinta cuma masalah  memberi..'&lt;br /&gt;'Terserah kau mau bilang apa. Bagiku memang begitu..'&lt;br /&gt;'Ah kau itu.. Mungkin kau terlalu sering membaca puisi cinta jaman  purba.. Hingga terbuai dengan kisah kasih romantis cinta platonis...'&lt;/i&gt;,  saya diserang habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Yaaa... whatever you say lah...'&lt;/i&gt;, saya pun menghisap rokok saya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Coba jelaskan argumentasimu...'&lt;br /&gt;'Hmmmm... Jadi begini... Menurutku cinta itu memang cuma masalah  memberi... &lt;b&gt;Mencintai sesuatu, berarti hak kita adalah memberi kepada  sesuatu itu... Kita tak punya hak untuk meminta sesuatu darinya&lt;/b&gt;.. .'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Omong kosong... Lalu bagaimana kita bisa sekedar memberi tanpa meminta  sesuatu? Andaikan saja ini cinta sepasang kekasih, bukankah hubungan  mereka hanya akan berlanjut ketika ada simbiosis mutualisme? &lt;b&gt;Saling  memberi dan menerima&lt;/b&gt;?&lt;/i&gt;', kawan saya gegap gempita.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Iya. Itu benar. Hubungan mereka hanya akan  berlanjut ketika mereka &lt;b&gt;saling  mencintai&lt;/b&gt;. Yang dalam pengertianku adalah, &lt;b&gt;saling memberi&lt;/b&gt;.  Di mana hal itu berarti juga, &lt;b&gt;saling menerima&lt;/b&gt;... Jadi  kesimpulannya begini, ketika kita mencintai sesuatu, pikirkan saja  bagaimana cara kita memberi. Jangan berpikir tentang apa yang diberikan  ke kita. Letakkan balasan yang mungkin kita terima di nomor kesekian  dalam daftar skala prioritas...'&lt;/i&gt;, kawan saya diam, &lt;i&gt;'Kita tak bisa  memaksa orang lain mencintai kita.. Kita hanya bisa mencintai..  Sekaligus membuat diri kita menjadi orang yang layak dicintai...'&lt;/i&gt;,  saya melanjutkan.&lt;br /&gt;Kawan saya bisu. Pembicaraan kamipun berhenti sampai di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Tapi bukankah menyakitkan mas... Ketika benda yang kita buat dari  hati, dengan mengorbankan apa yang kita miliki, ternyata hanya  dicampakkan begitu saja?'&lt;/i&gt;, Vivi membalas SMS saya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ya. Memang menyakitkan. Lalu kenapa? Sakit itu biasa nduk.. Sakit  itu sesuatu yang sangat sangat biasa..'&lt;/i&gt;, saya ketik kalimat saya,  dan.... &lt;i&gt;send&lt;/i&gt;. Saya bayangkan kalimat itu melayang-layang serupa  kunang-kunang, lalu melesat secepat kilat menuju Semarang. Tempat di  mana keponakan saya mungkin sedang berbaring di ranjangnya sambil  berlinang airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Berani memberi, berarti harus juga berani tersakiti. &lt;i&gt;(Menurut  saya)&lt;/i&gt; itu hukum alam. Semua orang pernah sakit. Pernah tersakiti.  Pernah menyakiti. Lalu apa yang spesial? Tidak ada. Semua itu  biasa-biasa saja. Seperti apa yang dikata Sinatra, &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=385475974167&amp;amp;h=5abe7bf299646e7000326fa8224ec6fb&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.lyrics007.com%2FFrank%2520Sinatra%2520Lyrics%2FThat%2527s%2520Life%2520Lyrics.html" target="_blank" title="http://www.lyrics007.com/Frank%20Sinatra%20Lyrics/That%27s%20Life%20Lyrics.html"&gt;'That's  life.... That's what all the people saaaayyy...'&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 4 April 2010&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;*Ditulis bersama R.E.M (Everybody Hurts) dan Frank Sinatra (That's Life)  sembari menunggu SMS balasan dari Vivi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4789681457805765939?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4789681457805765939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4789681457805765939&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4789681457805765939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4789681457805765939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/thats-life.html' title='That&apos;s Life....'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7jISdKxg6I/AAAAAAAAAVs/C0xbEhhMM-8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6151489648547407955</id><published>2010-04-04T04:43:00.006+07:00</published><updated>2010-04-04T05:05:09.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sherlock Holmes dan Kisah-Kisah Lain yang Tak Selesai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7e4qabrh7I/AAAAAAAAAVk/qBqPE7XlLac/s1600/Sherlock-Holmes-movie-poster_600.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7e4qabrh7I/AAAAAAAAAVk/qBqPE7XlLac/s200/Sherlock-Holmes-movie-poster_600.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456032512372082610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Cineplex 21 Blok M Plaza. Beberapa bulan yang lalu.&lt;/span&gt; Tiba-tiba layar padam. Gulita. Tiada adegan. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemana ni si Joni?&lt;/span&gt;', saya teringat Nicholas Saputra di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janji_Joni"&gt;Janji Joni.&lt;/a&gt; 5 menit, 10 menit, dan bisik-bisik semakin berisik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Mohon maaf para penonton, genset kami mati. Anda semua dipersilahkan jika ingin menunggu di luar&lt;/span&gt;', seorang petugas memberi pengumuman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jujur, itu pertama kalinya saya menonton bioskop dan terputus di tengah jalan. Tapi bagaimanapun saya maklum. Beberapa hari sebelumnya Blok M Plaza memang baru saja kebakaran. Sehingga pasokan listrikpun terpaksa menggunakan genset. 10 menit menunggu, belum ada kepastian. 20 menit, belum juga. Hingga akhirnya di menit entah keberapa, uang kamipun dikembalikan. &lt;a href="http://sherlock-holmes-movie.warnerbros.com/dvd/index.html"&gt;Sherlock Holmes&lt;/a&gt; menjadi kisah yang tak pernah selesai (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padahal cuma tinggal endingnya!!!&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manusia berencana, Tuhan penentunya&lt;/span&gt;. Pepatah lama. Entahlah, mungkin memang begitu. Saya juga tak tahu. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masa Tuhan kok sempet-sempetnya ngurusi masalah Sherlock Holmes'&lt;/span&gt;, otak saya melempar tanya. Kurang ajar memang. Cuma (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketika itu&lt;/span&gt;) saya tak habis pikir saja, apa hubungannya Sherlock Holmes dan Tuhan. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dulu&lt;/span&gt;) saya adalah manusia yang suka dengan sesuatu yang sistematis. Suka membuat rencana. Selalu berusaha sebisa mungkin untuk menghindari improvisasi. Entahlah, saya tak tahu alasannya. Saya cuma tak begitu suka dengan hasil yang tak maksimal hanya karena kurangnya perencanaan. Karena itulah saya pasti selalu sibuk di malam sebelum berangkat liputan keluar kota atau entah akan pergi kemana. Menyiapkan benda-benda yang mungkin nantinya akan saya butuhkan. Menatanya dalam kantong plastik berdasarkan kategori. Begitulah. Saya memang tak begitu menyukai improvisasi. Saya suka jika semuanya sesuai rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang?&lt;/span&gt; Saya kurang begitu tahu. Yang jelas saat ini saya belum punya rencana apa-apa. Saya juga belum berpikir untuk melakukannya. Sebenarnya saya ingin. Tapi belum bisa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa?&lt;/span&gt; Saya hanya merasa lelah berencana. Terlalu sering cerita yang diharapkan indah di endingnya, ternyata justru sebaliknya. Mending kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happy ending&lt;/span&gt; terganti dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sad ending&lt;/span&gt;. Kadang-kadang beberapa cerita malah tak punya ending. Seperti Sherlock Holmes tadi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang selesai dengan cara tidak selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Utan Kayu, 4 April 2010&lt;br /&gt;04.50 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6151489648547407955?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6151489648547407955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6151489648547407955&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6151489648547407955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6151489648547407955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/04/sherlock-holmes-dan-kisah-kisah-lain.html' title='Sherlock Holmes dan Kisah-Kisah Lain yang Tak Selesai'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7e4qabrh7I/AAAAAAAAAVk/qBqPE7XlLac/s72-c/Sherlock-Holmes-movie-poster_600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7278377420607438209</id><published>2010-03-30T03:49:00.008+07:00</published><updated>2010-03-30T20:04:35.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>SMS-SMS Itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; Sepenggal Narasi Kemplu :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7EVU7S2XpI/AAAAAAAAAVc/ggZajBhJyHA/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7EVU7S2XpI/AAAAAAAAAVc/ggZajBhJyHA/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454164072980700818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya orang yang tak penting yang mencintai hal-hal tak penting. Mungkin  memang benar. Dan saya adalah salah satunya. Begini ceritanya. Sejak  tahun 2005 lalu, saya menyimpan sekitar 30an sms di kartu SIM saya.  Kenapa tidak di HP? Karena Motorola C115 milik saya tak memberikan fasilitas untuk itu. Benda mungil yang seringkali disebut &lt;i&gt;tamagochi&lt;/i&gt;  oleh kawan-kawan saya ini tak memiliki fitur untuk menyimpan SMS di  memorinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Ga penting banget sih.. Kenapa ga dihapus saja?’&lt;/i&gt;, seorang kawan  pernah marah-marah karena SMS-nya hanya separuh yang singgah di HP saya.  &lt;i&gt;’Memorinya penuh’&lt;/i&gt;, saya menjelaskan. Dan dia lalu mempertanyakan  SMS-SMS yang memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya itu bukan SMS biasa. Ada sejarah di dalamnya. Semacam catatan  perjalanan. Sedari dulu saya memang mencintai hal-hal yang berbau  memorabilia. Saya suka menyimpan kenangan. Dalam benak, sekaligus dalam  bentuk yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu dan lain hal, beberapa waktu yang lalu saya sempat berpikir  untuk menghapus kumpulan pesan singkat itu. Saya ingin membunuh  kenangan. Terutama yang berhubungan dengannya. Tapi apa daya, saya tak  punya kekuatan untuk melakukannya. Sebagian dari hati saya masih  berusaha untuk terus mempertahankan. Hingga akhirnya, waktu memberi  keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membeli sebuah HP. Bekas seorang  kawan. Sebuah benda yang saya harapkan bisa memfasilitasi kebutuhan saya  yang kini tak lagi sekedar butuh telepon dan SMS. SIM card saya pasang.  Dan kawan saya itu berniat menghapus pesan singkat miliknya yang masih  tersimpan di memori HP. Di sinilah tangan Tuhan bekerja. Tanpa sengaja, &lt;i&gt;kalimat-kalimat  keramat&lt;/i&gt; milik saya ikut binasa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kumpulan SMS pilihan&lt;/span&gt; yang saya jaga  selama 5 tahun terakhir ini, ikut menghilang ketika tombol delete  ditekan. Jujur saya goncang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebay!!! :) &lt;/span&gt; Itu bukan kalimat biasa. Ada catatan  tentang janji; &lt;i&gt;yang ditepati maupun tak ditepati&lt;/i&gt;, ada catatan  tentang resolusi; &lt;i&gt;meski akhirnya basi&lt;/i&gt;, ada provokasi dan  motivasi, ada rayuan, ada kenangan, intinya; &lt;b&gt;&lt;i&gt;ada sejarah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.  Dan kini, semua itu tak lagi ada di tempatnya. Tapi ah sudahlah...,  waktu sudah memutuskan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Rupanya sekedar kata-katanya pun saya tak lagi  punya hak untuk memilikinya :)'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 30 maret 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7278377420607438209?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7278377420607438209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7278377420607438209&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7278377420607438209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7278377420607438209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/sms-sms-itu.html' title='SMS-SMS Itu...'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S7EVU7S2XpI/AAAAAAAAAVc/ggZajBhJyHA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5551877586545206804</id><published>2010-03-28T01:27:00.005+07:00</published><updated>2010-03-28T23:10:13.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Hot Pants, Tank Top, dan Che Guevara di Pentas Jazz</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S65OVSrCmiI/AAAAAAAAAVM/3Dl0F3uMAsE/s1600/jazz.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 229px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S65OVSrCmiI/AAAAAAAAAVM/3Dl0F3uMAsE/s200/jazz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453382326488832546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baiklah. Mari sedikit membincang tentang Jazz. Jadi begini. Beberapa  waktu yang lalu saya berkesempatan datang di &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=383127684167&amp;amp;h=c53615936a09061097f4730de0754699&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.javajazzfestival.com%2F" target="_blank" title="http://www.javajazzfestival.com/"&gt;Java Jazz  Festival&lt;/a&gt;. Kebetulan kartu pers yang saya miliki memberi saya  kesempatan untuk mendapatkan selembar tiket gratis. &lt;i&gt;Daily pass&lt;/i&gt;   hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hot pants, tank top&lt;/i&gt; , dan wajah-wajah ceria gadis belia menjadi  pemandangan pertama yang saya temui di lokasi. &lt;i&gt;'Wow, jazz sekali...'&lt;/i&gt;  , benak saya tertawa geli. Saya tak bisa membayangkan apa yang  dirasakan budak-budak negro itu di surga sana. Yang dulu keringat,  jeritan, darah, dan nanah-nya melahirkan musik yang kini disebut jazz  ini. Mungkin gembira, bahagia, atau justru terhina. Saya tak cukup  berani berkesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kondisi sekarang tak lagi ditentukan oleh -isme, ideologi, atau  state of mind, tapi oleh desire, nafsu dan keinginan mengkonsumsi'&lt;/i&gt;,  begitu kata &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=383127684167&amp;amp;h=dba2d06edd6fd2fd85797e6b90dc24b2&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FKenichi_Ohmae" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Kenichi_Ohmae"&gt;Kenichi  Ohmae&lt;/a&gt; . Begitulah. Seperti halnya Mc Donalds, begitu juga jazz.  Lihat saja orang kita yang berbondong memesan paket nasi di Mc. D. Yang &lt;i&gt;(mungkin)&lt;/i&gt;   sebenarnya tidak 'menikmati' rasa sebenarnya dari makanan tadi,  melainkan hanya sekedar mengkonsumsi 'citra'. Bahkan kemungkinan tak  sedikit di antara mereka yang tak mengetahui bahwa di negeri &lt;i&gt;sono&lt;/i&gt;nya,  Mc. D tak memproduksi makanan berbahan dasar nasi. Tapi apakah itupun  perlu diketahui, &lt;i&gt;ketika ternyata 'apapun' yang dijual sudah cukup  membuat kita merasa sebagai warga dunia yang menikmati santapan global?&lt;/i&gt;   Santapan manusia 'beradab'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran jahat semacam itu jugalah yang muncul di otak saya ketika  melihat &lt;i&gt;hot pants, tank top&lt;/i&gt;, dan gadis-gadis belia tadi. Saya tak  cukup yakin bahwa &lt;i&gt;adek-adek yang lucu dan imut-imut&lt;/i&gt; itu mengerti  &lt;i&gt;apa dan siapa sebenarnya jazz itu&lt;/i&gt;? Tapi ah sudahlah, apa  pentingnya juga mereka tahu. Komodifikasi dan kapitalisme industri toh  sudah cukup memberi penjelasan, bahwa tugas seni adalah menghibur. Itu  saja. &lt;i&gt;Art is entertainment.&lt;/i&gt; Tak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena belakangan saya sangat memanjakan otak saya, akhirnya saya  memilih berhenti untuk memikirkan itu. Saya memilih menikmati tiket  gratis yang saya miliki. Termasuk menikmati &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=383127684167&amp;amp;h=ea3b660f944f8962b04c54447da06f8d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.javajazzfestival.com%2F2010%2Fartistdetail.php%3Faction%3Ddetail%26nid%3D1618" target="_blank" title="http://www.javajazzfestival.com/2010/artistdetail.php?action=detail&amp;amp;nid=1618"&gt;Direct  from Vegas The Rat Pack with Ron King Big Band &lt;/a&gt;yang membawakan  swing jazz dengan penuh energi. My Way, That's Life, New York New York,  dan kawan-kawannya cukup berhasil menampar-nampar hati saya dengan  sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya gimana lagi, &lt;i&gt;lha wong&lt;/i&gt;  dasarnya otak saya itu susah  diatur. Jadi mau tak mau sepanjang pertunjukan saya terus kepikiran  dengan seorang mas-mas yang saya lihat waktu keluar dari pertunjukannya  Syaharani. T-shirt hitam dengan gambar Che Guevara di punggungnya telah  sukses membuat saya tersenyum getir. Jujur saja, ini bukan pertama  kalinya saya &lt;i&gt;melihat Che Guevara di tempat yang tidak semestinya&lt;/i&gt; .  Tapi itu bukan berarti hal ini sudah menjadi biasa bagi saya. Jadi ya  tetap saja saya tersenyum miris. Dan satu hal lagi yang membuat senyum  saya malam itu lebih miris daripada biasanya, yaitu &lt;i&gt;yang dipegang di  tangan kiri mas-masnya itu&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Tangan seorang cewek cantik dengan  rambut sebahu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; . Bukan apa-apa sebenarnya, tapi gimana ga miris &lt;i&gt;kalau  malam itu saya datang ke acara itu sendirian&lt;/i&gt;. Bayangkan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;sudah  datang nonton &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=383127684167&amp;amp;h=c53615936a09061097f4730de0754699&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.javajazzfestival.com%2F" target="_blank" title="http://www.javajazzfestival.com/"&gt;Java Jazz&lt;/a&gt;  sendiri, terus melihat pengikut Che Guevara yang menggandeng cewek  cantik di tangan kiri.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Bukankah itu sungguh sebuah kondisi yang  memprihatinkan?? &lt;i&gt;'Padahal saya juga seorang sosialis...'&lt;/i&gt;, benak  saya berontak :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 28 Maret 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5551877586545206804?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5551877586545206804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5551877586545206804&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5551877586545206804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5551877586545206804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/hot-pants-tank-top-dan-che-guevara-di.html' title='Hot Pants, Tank Top, dan Che Guevara di Pentas Jazz'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S65OVSrCmiI/AAAAAAAAAVM/3Dl0F3uMAsE/s72-c/jazz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6209830994026383736</id><published>2010-03-27T07:13:00.002+07:00</published><updated>2010-03-27T07:14:43.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>5 menit 42 detik yang berakhir di 18.40</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S61Nz_RYkoI/AAAAAAAAAVE/zyTn4berTWo/s1600/telepon.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S61Nz_RYkoI/AAAAAAAAAVE/zyTn4berTWo/s200/telepon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453100279368553090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada getaran. Tamagochi minta makan, kata seorang kawan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ya. Halo'&lt;br /&gt;'Apa kabar'&lt;br /&gt;'Siapa ini'&lt;br /&gt;'Apa kabarmu'&lt;br /&gt;'Hm... Kamu?'&lt;br /&gt;'Ya'&lt;br /&gt;'Aku biasa saja'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu berbincang.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Masih merokok?'&lt;br /&gt;'Begitu'&lt;br /&gt;'Indomie?'&lt;br /&gt;'Begitu'&lt;br /&gt;'Ibu?'&lt;br /&gt;'Entah. Lama tak telpon'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tanya tanya tanya. Cerita cerita cerita.&lt;br /&gt;Tak ada tentang Kathmandu. Tak ada tentang masa lalu. Tak ada tentang  mimpi. Hanya sedikit tentang hari ini.&lt;br /&gt;18.40.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Baiklah kalau begitu. Sudah dulu'&lt;br /&gt;'Baik'&lt;br /&gt;'Assalamualaikum..'&lt;br /&gt;'Wa'alaikumsalam..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Klik.&lt;br /&gt;Krik krik krik.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Aku tidak baik-baik saja. Aku tidak pernah lagi menjadi baik-baik  saja'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pagi Utan Kayu, 27 Maret 2010&lt;br /&gt;* ditulis bersama &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=382945489167&amp;amp;h=d1cbe6e007767103d66032b463eb3848&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D65IgLJLtf3U" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=65IgLJLtf3U"&gt;Aerosmith  'Fly Away From Here'&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6209830994026383736?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6209830994026383736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6209830994026383736&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6209830994026383736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6209830994026383736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/5-menit-42-detik-yang-berakhir-di-1840.html' title='5 menit 42 detik yang berakhir di 18.40'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S61Nz_RYkoI/AAAAAAAAAVE/zyTn4berTWo/s72-c/telepon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3338061313431101335</id><published>2010-03-25T23:05:00.008+07:00</published><updated>2010-03-28T23:15:36.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Baik-Baik Saja (?)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6-AQnTfiLI/AAAAAAAAAVU/jCMcwi6VHFE/s1600/c4487d1e-3c03-4ebf-8a1b-d31928f94110.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 164px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6-AQnTfiLI/AAAAAAAAAVU/jCMcwi6VHFE/s200/c4487d1e-3c03-4ebf-8a1b-d31928f94110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453718696685963442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;21.00-03.00. Seminggu belakangan ini saya sangat membenci waktu-waktu  itu. Waktu di mana saya terdiam menghadap layar komputer. Sederet  playlist di music player. Sementara jendela Mozilla Firefox tampilkan  acount email yang jarang terisi email-email baru, acount Facebook yang  berisi update status 2 orang kawan, &lt;a href="http://lintanglanang.blogspot.com/"&gt;blog pribadi &lt;/a&gt;yang belakangan berisi  tulisan-tulisan lucu bin &lt;i&gt; kemplu&lt;/i&gt;, kotak percakapan Yahoo  Messenger yang semakin malam semakin sepi, dan &lt;a href="http://looklet.com/user/335470" target="_blank" title="http://looklet.com"&gt;http://looklet.com&lt;/a&gt;  di mana  saya bisa bebas sebebas-bebasnya memilah milih pakaian buat mbak-mbak  model yang tidak pernah sekalipun protes dengan t-shirt atau bahkan &lt;i&gt;  jeroan wagu&lt;/i&gt;  pilihan saya. Begitulah. 21.00-03.00. Sementara orang  lain mungkin meringkuk dengan mimpi indahnya atau sebagian lagi lelap di  ketiak istri dan anak-anaknya, saya memilih menyibukkan diri  mencari-cari BH yang cocok untuk seorang model anonim berambut merah  bermata sipit. Konyol memang. Tapi sudahlah, bukankah hidup sendiri  sebenarnya hanyalah rangkaian ke-superkonyol-an? :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal &lt;a href="http://looklet.com/user/335470" target="_blank" title="http://looklet.com"&gt;permainan ini&lt;/a&gt;&lt;a href="http://looklet.com/user/335470"&gt; &lt;/a&gt;beberapa  waktu yang lalu. Melalui seorang kawan. Sebuah permainan yang seketika  melempar memori saya ke masa lalu. Waktu saya SD dulu, marak mainan  model-modelan dari kertas yang bisa dibongkar pasang. Ketika itu mainan  jenis ini sering dijual di luar pagar sekolahan. Tak jarang dijual  bersama sticker gambar Rambo dan juga sticker burung rajawali yang  mencengkeram tulisan Highway Patrol di bawahnya. Sementara di  sebelahnya, belasan &lt;i&gt;gamewatch&lt;/i&gt;  yang disatukan tali rafia warna  merah muda berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Termasuk  tangan saya. Ketika itu saya lebih suka membeli stiker tato gambar naga  daripada model kertas bongkar pasang tadi. Tapi ternyata setelah saya  tua seperti sekarang ini, saya baru  menyadari kenikmatan memilihkan bra  dan celana untuk lawan jenis. Di &lt;i&gt; Looklet&lt;/i&gt; tentu saja. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Jangan-jangan ketika SD dulu kamu suka bermain model-modelan kertas  itu?'&lt;/i&gt;, seorang kawan curiga. Seingat saya, saya memang pernah  bermain permainan itu. Tapi saya pikir masih cukup wajarlah untuk bisa  disebut laki-laki normal. Toh saat ini boneka yang saya miliki pun juga  bukan barbie, melainkan boneka berbentuk macan dan kura-kura. Inipun  yang membelikan ibu saya. Ketika wisuda &lt;i&gt;(Jujur, saya masih tak habis  pikir dengan 'hadiah' yang satu ini???? :) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Trus kenapa sekarang kamu suka mainan itu?'&lt;/i&gt;, kawan yang lain.  Entahlah, saya hanya bosan dengan permainan yang hanya bicara soal  menang atau kalah. &lt;i&gt;Game kok kompetisi melulu. Kalau ga menang ya  kalah. Terus di mana posisi orang yang ingin biasa-biasa saja. Tidak  ingin menang, tidak ingin kalah, dan tidak ingin bertanding?&lt;/i&gt; Kawan  saya diam. Mungkin mencerna kalimat saya. Dan dalam hati saya tertawa,  mengingat kalimat yang saya lontarkan justru lebih mirip kalimat orang  yang lelah karena selalu kalah ketimbang alasan rasional yang keluar  dari manusia normal. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Baiklah, saya memang sedang tidak baik-baik saja'&lt;/i&gt;, saya mengaku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Tapi kemarin kau bilang kau bahagia?'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Saya bohong. Mungkin. Saya tidak tahu. Belakangan saya kesulitan  mendefinisikan apa yang saya rasakan. Saya selalu curiga. Saya bahkan  tidak tahu apa yang saya mau'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Tapi kamu bahagia kan?'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Hmmmmm..... jika orang yang tiap dinihari berpikir tentang belati  adalah orang yang bahagia, maka saya adalah orang yang sangat  berbahagia. Jika orang yang semua tidurnya dipenuhi mimpi monoton  bertema sama adalah orang yang berbahagia, maka saya adalah orang yang  luar biasa bahagia. Jika orang yang waktu luangnya seringkali diisi  dengan menonton film-film konyol semacam Meet The Spartans, Mr. Bean's  Holiday, Date Movie, Scary Movie, dan semacamnya adalah orang yang  berbahagia, maka saya adalah orang yang sempurna kebahagiaannya. Dan  jika orang yang tiap malamnya bersibuk ria dengan baju, rok, jeans, dan  model virtual adalah manusia yang super bahagia, maka saya adalah satu  di antaranya.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Depresi&lt;/span&gt;, saya ketikkan kata itu di &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=382534469167&amp;amp;h=953a13f80e851269a39197e8460a228a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2F%23hl%3Did%26q%3Ddepresi%26meta%3D%26aq%3Df%26aqi%3Dg9g-s1%26aql%3D%26oq%3D%26gs_rfai%3D%26fp%3D983862b504061180" target="_blank" title="http://www.google.co.id/#hl=id&amp;amp;q=depresi&amp;amp;meta=&amp;amp;aq=f&amp;amp;aqi=g9g-s1&amp;amp;aql=&amp;amp;oq=&amp;amp;gs_rfai=&amp;amp;fp=983862b504061180"&gt;google&lt;/a&gt;.  Saya menemu artikel singkat di &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=382534469167&amp;amp;h=fe97a98433ef2f25d13e4211795952bc&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FDepresi" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;.  Dan saya malah bertanya-tanya, apakah tadi kata &lt;i&gt;depresi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;nama  saya sendiri&lt;/i&gt; yang saya masukkan di mesin pencari? &lt;b&gt;Identik!!!  Semua!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Apa yang harus dilakukan seseorang yang depresi?'&lt;/i&gt; , saya  mencoba berkonsultasi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Lompat dari lantai empat saja..&lt;/i&gt; '. Sumpah mati, saya tak habis  pikir dengan pola pikir &lt;i&gt;psikolog kecil&lt;/i&gt;  yang satu ini. Saya  mencari jalan untuk bisa terus bertahan hidup, sementara dia tak berhenti memanas-manasi saya untuk secepatnya mati. Tapi sudahlah, saya  tak perlu sakit hati. Toh kemungkinan dia juga bukan satu-satunya orang  yang menganggap kematian saya adalah sebuah bahan lawakan. Mungkin... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 25 Maret 2010 &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3338061313431101335?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3338061313431101335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3338061313431101335&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3338061313431101335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3338061313431101335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/baik-baik-saja.html' title='Baik-Baik Saja (?)'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6-AQnTfiLI/AAAAAAAAAVU/jCMcwi6VHFE/s72-c/c4487d1e-3c03-4ebf-8a1b-d31928f94110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8824622683598335846</id><published>2010-03-19T01:29:00.006+07:00</published><updated>2010-03-19T01:44:43.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Yang hidup yang penting.. Bukan yang mati..</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;:Membaca The Photograph&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6JybuhbKCI/AAAAAAAAAU0/glWYfZDH0E0/s1600-h/photograph1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6JybuhbKCI/AAAAAAAAAU0/glWYfZDH0E0/s200/photograph1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450044319741978658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Saya akan mulai mati hari ini'&lt;/i&gt;, kata  Johan. Membuka film. Bukan film baru memang. &lt;i&gt;The Photograph.&lt;/i&gt;  Produksi 2007. Tapi tak apa. Toh tak ada kosakata basi dalam sebuah  karya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tokoh yang diperankan Lim Kay Tong itu saya pikir sudah cukup  menjelaskan, ini bukan film horor murahan semacam Diperkosa Setan, Hantu  Jeruk Nipis, dan semacamnya. Ini juga bukan cerita komedi seronok  semacam Extra Large, Double Extra Large, maupun Triple Extra Large. Ini  film serius. Beneran.. &lt;i&gt;(hallah lebay...)&lt;/i&gt;. Tapi memang begitulah.  Terus terang saya agak sedikit menyesal memutuskan menikmati film ini.  Bukan karena filmnya jelek. Tapi karena saat ini saya sedang benci  berpikir, dan film ini memaksa saya mau tak mau menelan kebencian itu  dengan rasa suka dan riang gembira [&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Apalagi ditambah demam yang tak  kunjung turun dan vonis Pak Dokter yang masih terngiang di telinga, &lt;/i&gt;'Kalo  tiga hari panasnya ngga turun, langsung check darah aja mas.. Saya  khawatir anda kena DB... Semalem aja warga Utan Kayu yang positif ada  dua...'.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (What?! DB?! Tiba-tiba saya ingat Etha, gadis gendut kecil  kawan bermain keponakan saya di Semarang dulu. Dia meninggal beberapa  waktu lalu. Gara-gara DB. Dan tiba-tiba saya merinding, membayangkan  betapa dekat jarak antara saya dan kematian. Ya... saya sih tidak takut  mati.. Sama sekali tidak... Saya cuma malas aja kalo harus mati  sekarang...&lt;/span&gt; :) ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok. Back to topic. Setting The Photograph adalah kota Semarang. Tepatnya  di kawasan Kota Lama. Film ini bercerita tentang dua tokoh sentral,  Johan Tanujaya dan Sita &lt;i&gt;(Shanty)&lt;/i&gt;. Johan adalah seorang fotografer  keliling berusia 50 tahun yang masih setia dengan kamera &lt;i&gt;oldschool&lt;/i&gt;-nya.  Sementara Sita adalah seorang penyanyi karaoke. Karena nasib dan  tuntutan skenario &lt;i&gt;(hallah...)&lt;/i&gt;, Sita mengontrak sebuah kamar kecil  di loteng rumah Johan. Mulai dari sinilah cerita bergulir. Dan latar  belakang kedua tokoh mulai tersingkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johan, sosok misterius yang tak pernah berani menatap mata lawan  bicaranya, adalah manusia yang hidup dalam penyesalan. Ketika muda Johan  memutuskan meninggalkan rumah. Dia merasa muak dengan segala kemapanan  yang dia dapatkan. Muak dengan posisi penerima harta warisan di  keluarga. Hingga di suatu pagi, dia berkata kepada Selly, istrinya,  bahwa dia akan pergi. Bahwa dia sebenarnya tidak mencintai Selly. Tangis  Selly dan anak semata wayangnya tak menyurutkan langkah Johan. Hingga  di tengah jalan, kereta yang ditumpangi Johan menabrak sesuatu. Dua  mayat terpenggal. &lt;i&gt;Jepret jepret jepret...&lt;/i&gt; Kamera Johan bekerja.  Hingga tanpa sengaja, &lt;i&gt;viewfinder&lt;/i&gt; kamera menemukan gelang. Di  sepenggal lengan. Ya. Itu gelang Selly. Itu lengan Selly. Dan sejak itu.  Johan &lt;i&gt;'mati'&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sita. Ibu muda berusia 25 tahun. Tinggal sendiri di kota Lumpia. Punya  anak bernama Yani, yang tinggal di kampung bersama neneknya &lt;i&gt;(yang  sakit-sakitan)&lt;/i&gt;. Terbelit hutang dengan Suroso &lt;i&gt;(Lukman Sardi)&lt;/i&gt;,  si tukang pukul tempat karaoke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi. Senyap. Gelap. Kota Lama pun tiba-tiba menjadi terlihat sangat  eksotis. Padahal seingat saya,&lt;i&gt; rob&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;semrawut&lt;/i&gt; adalah dua  kosakata yang lebih dekat dengan frase Kota Lama. Tapi apapun itu;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti yang sudah saya katakan di awal tadi&lt;/span&gt;; film garapan Nan Achnas  ini ternyata berhasil memaksa otak saya yang sebenarnya sedang malas  berpikir ini untuk mau tak mau berpikir kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar contoh, saya akan coba mengutip satu kalimat Sita kepada Johan.  Satu alasan kenapa akhirnya Sita rela menjual tubuhnya:&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;'...Aku  melihat ke depan pak.. Bukan ke masa lalu kayak bapak.. Aku mesti jaga  nenekku.. Aku mesti jaga anakku.. Yang hidup yang penting pak.. Bukan  yang mati...'.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalimat &lt;i&gt;sederhana&lt;/i&gt; inilah yang menurut saya  kalimat paling inti dari keseluruhan cerita. Dan sembari menahan demam  yang kian meninggi, saya-pun mulai berpikir lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 19 Maret 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8824622683598335846?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8824622683598335846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8824622683598335846&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8824622683598335846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8824622683598335846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/yang-hidup-yang-penting-bukan-yang-mati.html' title='Yang hidup yang penting.. Bukan yang mati..'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S6JybuhbKCI/AAAAAAAAAU0/glWYfZDH0E0/s72-c/photograph1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5080215900401513831</id><published>2010-03-15T00:59:00.002+07:00</published><updated>2010-03-15T01:03:30.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Dialog Sepi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50k2bWHv4I/AAAAAAAAAUc/aPZH8FuG_w4/s1600-h/25076_101274499909746_100000815881727_33598_7918301_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50k2bWHv4I/AAAAAAAAAUc/aPZH8FuG_w4/s200/25076_101274499909746_100000815881727_33598_7918301_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448551641660243842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu dini hari. Do'a seorang anak lelaki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Tuhan... Sumpah, saya tidak suka ST12. Jadi tolong, jangan &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wHqpT0u_8zI"&gt;Biarkan Aku Jatuh Cinta&lt;/a&gt;. Sekaliiii ini sajaaa... Saya lelaaah... Beneran deh...'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan di singgasananya, Tuhan mengulum senyum.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhannn..., saya ini seriuuusss...'.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Lho.... Lha apa kamu pikir Aku ini becanda...? He...? Kamu mau kurang ajar lagi sama Gusti-mu ini...? Kamu mau minta di-uppercut lagi...?'&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Bukan begitu Tuhaaannn... saya ini cumaaa.....'&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Wis to... Kamu itu diem saja... Aku ini Tuhan... Jadi lebih tahu dari kamu*... Bocah kok ndablek-e ra umum...'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seketika bibir anak itu terkunci. Dan jemari Tuhan tak henti-henti menari.&lt;br /&gt;Pagi kirim sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.indoquran.com/index.php?surano=2&amp;amp;ayatno=216&amp;amp;action=display&amp;amp;option=com_quran"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Q.S 2: 216&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Peringatan : (sekedar) nonton Javajazz ternyata bisa menyebabkan mabuk serta gangguan hati dan pikiran!! meski 0 % alkohol sekalipun!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utan Kayu, 6 Maret 2010; 02.54 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5080215900401513831?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5080215900401513831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5080215900401513831&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5080215900401513831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5080215900401513831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/dialog-sepi.html' title='Dialog Sepi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50k2bWHv4I/AAAAAAAAAUc/aPZH8FuG_w4/s72-c/25076_101274499909746_100000815881727_33598_7918301_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8536495919241028219</id><published>2010-03-14T23:10:00.002+07:00</published><updated>2010-03-15T00:05:56.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Seorang Kawan dan Pertanyaan-Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50U2AGMp0I/AAAAAAAAAUU/J9SLxQIOi2k/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50U2AGMp0I/AAAAAAAAAUU/J9SLxQIOi2k/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448534042159654722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;‘Kenapa kita dipaksa hidup?’&lt;/i&gt; , tiba-tiba. Sebuah tanya. Kedai Tempo suatu senja. Ada gerimis. Tak ada satupun yang manis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;i&gt; ’Lho lho lho... Maksudnya?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Iya. Kenapa kita tiba-tiba dihidupkan? Tanpa persetujuan? Tak diberi pilihan?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sejurus saya diam. Untuk kemudian meledak. Sumpah mati. Saya tertawa. Baru sadar, kawan saya yang berukuran jumbo ini ternyata punya bakat jadi komedian, '&lt;i&gt;Tak diberi pilihan???&lt;/i&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa basa-basi dia lalu deklamasi, &lt;i&gt; ’Untuk apa sebenarnya kita dilahirkan? Bla bla bla... Kita tak pernah diberi pilihan, ingin dilahirkan sebagai lelaki atau banci.. Bla bla bla... dari rahim siapa... Bla bla bla... Terlahir di negara mana... Bla bla bla.. Lalu apakah surga neraka itu benar-benar ada? Bla bla bla...’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya terbengong-bengong. Bertanya-tanya, setan ABG mana yang merasukinya? Atau jangan-jangan sebelum turun ke kedai dia sudah menggak berbotol-botol bir &lt;i&gt; (berikut botol-botolnya maksud saya)&lt;/i&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kawan saya itu sebenarnya biasa. Saya yakin dia bukan orang yang pertama bertanya. Saya pun tak bisa bohong, pertanyaan serupa pernah sekian lama saya pelihara.&lt;i&gt; Cogito ergo sum&lt;/i&gt; , Descartes bilang. &lt;i&gt;Ketika kita berpikir, maka kita ada.&lt;/i&gt;  Dan &lt;i&gt;pertanyaan&lt;/i&gt; adalah anak kandung dari &lt;i&gt;pemikiran&lt;/i&gt;. Orang berpikir terus bertanya, itu wajar. Sangat wajar. Tapi yang agak membuatnya sedikit ajaib adalah sosok kawan saya itu. Umurnya tak lagi muda. Suatu angka yang menurut saya tak seharusnya masih memelihara pertanyaan-pertanyaan semacam itu &lt;i&gt;(Tanpa bermaksud mengatakan dia tak dewasa, mungkin pepatah Tua Itu Pasti Dewasa Itu Pilihan memang sungguh-sungguh benar adanya :)&lt;/i&gt;. Ditambah satu hal lagi, sejak pertama saya mengenalnya dia itu orang yang saya kategorikan sebagai manusia religius di kantor. Meski &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=369656779167&amp;amp;h=b5b318863cb0af727326de256bbe4e67&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FMirza_Ghulam_Ahmad" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Mirza_Ghulam_Ahmad"&gt;nabinya&lt;/a&gt; seringkali di-cap sebagai nabi palsu oleh sebagian orang, dia hampir tak pernah absen untuk sholat Jumat meski harus jauh-jauh meluncur ke Priok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sesi deklamasi selesai, kami pun berbincang. Saya tanya dia, &lt;i&gt;’Kamu merasa terpaksa hidup?&lt;/i&gt;’. Dan dia justru balik bertanya, &lt;i&gt;’Bagaimana tidak? Bla bla bla...'&lt;/i&gt;, dia membaca puisi yang sama.&lt;b&gt;Luar biasa!!!&lt;/b&gt; Saya jadi bertanya-tanya. Sebesar apa badai yang pernah menerjangnya? Hingga hidup yang sungguh Maha Luar Biasa &lt;i&gt;(meski kadang termasuk Maha Luar Biasa Bangsat-nya :)&lt;/i&gt; ini harus dimaki-maki dan disesali sedemikian rupa. Jujur, saya tak bisa membayangkan bagaimana jika dia menjadi saya. Jab kanan, hook kiri, uppercut, yeop jireugi, dollyo chagi, eolgol ap chagi, disusul nage waza berturut-turut. &lt;i&gt;Itupun belum selesai'&lt;/i&gt;, kata Gusti. Saya sendiri tak tahu, kenapa segala sesuatunya tiba-tiba menjadi separah ini. Roda memang berputar. Tapi kenapa naiknya pelan tapi turunnya secepat kilat? &lt;i&gt;(Hallah, malah curhat!!! :D&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami senja itupun tak menemu keputusan. Dia tetap belum menemukan jawaban. Saya juga hanya geleng-geleng kepala. Tak habis pikir dengan pertanyaan, &lt;i&gt;’Surga neraka itu ada ngga sih?’.&lt;/i&gt; Lha kalau ada apa pentingnya? Kalau tak ada apa ruginya?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Lha kenapa kamu sholat?’&lt;/i&gt;, saya ditodong tanya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Lho?’&lt;/i&gt;, saya kehabisan kata-kata. Tiba-tiba merasa dihakimi. Sumpah mati saya tidak peduli, apa surga itu ada atau tak ada sama sekali. Bahkan saya pun tak peduli, apakah Kanjeng Gusti Pangeran itu benar-benar ada atau benar-benar tidak ada. Yang penting dia bermakna bagi saya. Itu saja. Prinsip saya cukup sederhana, &lt;i&gt;kalo Dia bermakna bagi kita, alangkah lebih baiknya jika Dia dianggap ada. Kalau Dia dirasa tidak bermakna, dianggap tidak ada pun tidak apa-apa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Berarti kamu meragukan-Nya?’&lt;/i&gt;, saya diserang lagi. Kali ini orang yang lain. Lha siapa juga yang meragukan? Saya itu percaya. Sangat percaya. Lha wong Dia bermakna kok, kenapa harus tidak percaya? Saya memang bukan seorang komunis. Tapi saya pikir tak perlu menjadi seorang komunis untuk berpikir tentang kemungkinan kebenaran kalimat Marx. &lt;i&gt;’Agama itu candu’&lt;/i&gt; mungkin memang benar adanya. Bagi yang berorientasi melulu surga, agama memang bisa menjelma candu yang berbahaya. Tapi candu-pun selama dikonsumsi dalam batas wajar dan dalam keadaan tetap sadar, menurut saya juga tidak apa-apa. Tapi itu menurut saya lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Sudahlah, tak usahlah kau pusing-pusing memikirkan eksistensi surga neraka.. Kayak lagunya Chrisye itu lho...&lt;/i&gt;’ , sayapun bernyanyi, &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.kapanlagi.com/lirik/artis/chrisye/jika_surga_dan_neraka_tak_pernah_ada"&gt;’Jika surga dan neraka tak pernah ada... Masihkan kau bersujud kepada-Nya... Jika surga dan neraka tak pernah ada.. Masihkah kau menyebut nama-Nya...’&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;’Lha tapi aku tu berpikir... Aku kan manusia.., diberi otak untuk berpikir.. Cogito Ergo Sum...’&lt;/i&gt;, kawan saya menggebu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Iya memang.. tapi jangan lupa, semakin sering kita berpikir semakin sering pula Tuhan tertawa..’&lt;br /&gt;’Lha terus gimana?’&lt;br /&gt;’Ya sudah.. Daripada capek-capek berpikir, menjadi orang baik saja...’&lt;br /&gt;’Maksudnya?’&lt;br /&gt;’Ya menjadi orang baik... Orang yang berbahagia ketika melihat orang lain berbahagia’&lt;br /&gt;’Termasuk ketika kebahagiaan orang lain itu menyakiti hati kita?’&lt;br /&gt;’Apa? Hati? Apa itu?’&lt;/i&gt;, saya pun bertanya.&lt;br /&gt;’&lt;i&gt;Ituuu... Hatiiii... yang dipakai untuk merasa...’&lt;br /&gt;’Oh itu... Punyaku sudah aku gadaikan. Ada seseorang yang lebih membutuhkan..’&lt;br /&gt;’Semuanya?’&lt;br /&gt;’Sisanya sudah habis aku makan’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa peringatan, hujan menyerang. Kilat bersilat. &lt;i&gt;’Udan kui luh-e Gusti Pangeran, le...’&lt;/i&gt;*, sayup saya mendengar wejangan ibu saya. Dulu. Waktu kecil dulu. Ah, saya sangat merindukan ibu, &lt;i&gt;'Agenging pangaksami duh Ibu, dalem dereng wantun wangsul...'&lt;/i&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;* &lt;i&gt;'Hujan itu airmata Tuhan nak..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;** &lt;i&gt;'Beribu maaf bu, saya belum berani pulang...'&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu, 14 Maret 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8536495919241028219?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8536495919241028219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8536495919241028219&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8536495919241028219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8536495919241028219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/seorang-kawan-dan-pertanyaan-pertanyaan.html' title='Seorang Kawan dan Pertanyaan-Pertanyaan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S50U2AGMp0I/AAAAAAAAAUU/J9SLxQIOi2k/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6875803749972594285</id><published>2010-03-12T00:02:00.005+07:00</published><updated>2010-03-12T22:15:01.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Berdamai dengan Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5ksXzKPHBI/AAAAAAAAAUM/zrH6zJpiorw/s1600-h/white-flag1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5ksXzKPHBI/AAAAAAAAAUM/zrH6zJpiorw/s200/white-flag1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447434011663080466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;11 Maret 2010. Game Master Plaza Semanggi. &lt;i&gt; 'Buuuukkkk!!!'&lt;/i&gt; , busa  hitam tersentak. Angka digital berkerlip. Tunjukan skor. Dan pukulan  kesembilan itu, membuat tangan saya terkilir. Memaksa saya mencari  wahana permainan lain. Yang lebih 'aman'. &lt;i&gt;Memancing boneka?&lt;/i&gt;  Lupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan belakangan saya sibuk mencari sansak. Seorang kawan yang  pernah menjanjikan, ternyata hanya tong kosong. Omong bohong. '&lt;i&gt; Janji  dibuat untuk dilanggar&lt;/i&gt; ', pepatah lama yang abadi. Dulu saya sempat  sangat menginginkan &lt;i&gt; sansak hidup&lt;/i&gt; . Yang bisa berteriak ketika  dipukul. Menjerit ketika ditendang. Dan mengerang ketika ditebas pedang.  Tapi itu dulu. &lt;i&gt; Lagian&lt;/i&gt;  mana ada manusia yang merelakan tubuhnya  begitu saja? Yang ada justru saya yang balik dihabisi. Bisa-bisa saya  mati. Minimal patah tulang. Atau sekedar opname.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Siapa kira-kira orang yang sangat ingin kau pukuli habis-habisan  saat ini?'&lt;/i&gt; , kawan saya bertanya. Pizza Hut suatu senja. &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=362224029167&amp;amp;h=8b5a57a647fa5c1f5fd9b3edb96f6d40&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DvnRqYMTpXHc" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=vnRqYMTpXHc"&gt;  What a Wonderful World&lt;/a&gt; menjadi latarnya. Tiga gelas es kopi entah  apa saya lupa namanya ada di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Hmmmm...'&lt;/i&gt; , saya berpikir, '&lt;i&gt; Tidak ada..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Oh ya?'&lt;/i&gt; , dua kawan meragu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ya'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Termasuk dia?'&lt;/i&gt; , kawan itu menyebut seorang public enemy. Musuh  massa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ya. Bahkan dia. Entahlah. Sepertinya aku sudah tak punya nafsu lagi  untuk menganiaya. Mungkin tak tersisa tenaga'&lt;/i&gt; . Ada senyum &lt;i&gt;  (yang manis :)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ya ya ya... Mungkin kau memang sudah mulai berdamai dengan dunia...'&lt;/i&gt;  . Dan saya tertawa. &lt;i&gt; Berdamai dengan dunia?&lt;/i&gt;  Frase yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Seorang samurai mempunyai tuan yang harus dibela.. Harus  dipertahankan... Tapi kalau ronin? Apa lagi yang bisa diperjuangkannya?  Dia manusia sepi. Sendiri.'&lt;/i&gt; , saya menggebu di gagang telepon.  Beberapa malam yang lalu. Seorang kawan di seberang menjawab dengan  tanya, &lt;i&gt; 'Kenapa metafora yang kau pakai selalu seperti itu? Perang,  pertempuran, kemenangan, ksatria, dan kawan-kawannya? Tidakkah kau  tertarik menggunakan perumpamaan yang sedikit beda? Rumah misalnya'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ha?! Rumah?!'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ya. Rumah. Hidup itu seperti rumah. Yaitu tembok-tembok, pintu,  jendela, dan atap. Bahan dan ukuran boleh dipilih, tapi kegunaan rumah  tergantung pada ruang-ruang kosong yang dibentuk oleh hal-hal tersebut.  Tidakkah itu terdengar lebih sejuk?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya mengiyakan. Ya. Betapa selama ini saya terlalu sering  mengasosiasikan hidup dengan hal-hal yang berbau &lt;i&gt; darah&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;  merah&lt;/i&gt; . Bagi saya, hidup itu kalau tidak &lt;i&gt; menang&lt;/i&gt;  ya &lt;i&gt;  kalah&lt;/i&gt; . Kalau tidak &lt;i&gt; jaya&lt;/i&gt;  ya &lt;i&gt; mati&lt;/i&gt; . Begitu  seterusnya begitu seterusnya. Tak pernah sedikitpun terbersit ide untuk  menggambarkan hidup dengan metafora-metafora yang &lt;i&gt; kalem&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;  biasa-biasa saja&lt;/i&gt; . Seperti &lt;i&gt; kertas&lt;/i&gt;  misalnya. Atau mungkin &lt;i&gt;  botol, sandal, cobek, pantai, mata&lt;/i&gt; , terlebih lagi; &lt;i&gt; rumah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kamu itu seorang melankoli yang terlalu banyak membaca buku kiri'&lt;/i&gt; ,  smash keras mendarat di kening saya. Dan tawa meledak karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Saya tak lagi butuh sansak'&lt;/i&gt; , status baru saya. &lt;i&gt; 'Kenapa?'&lt;/i&gt;  , satu comment di bawahnya. &lt;i&gt; 'Saya ingin berdamai dengan dunia'&lt;/i&gt; .  Ya. Bahwa &lt;i&gt; hidup adalah peperangan&lt;/i&gt;  mungkin memang benar. Tapi &lt;i&gt;  perang itu melelahkan&lt;/i&gt; , jauh lebih benar. Hidup adalah sesuatu yang  akbar. Jauh lebih besar dari sekedar urusan menang atau kalah. &lt;i&gt;  'Damai itu indah'&lt;/i&gt; , kalimat di spanduk salah satu partai politik  ketika musim kampanye lalu. Mungkin begitu. Damai dengan waktu, damai  dengan siapa saja, damai dengan-nya, damai dengan-Nya, dan juga dengan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan tangan gemetar, bendera putih coba saya kibarkan. Hymne Sinatra pelan  saya lantunkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt; &lt;a href="http://www.lyricsfreak.com/f/frank+sinatra/my+way_20056378.html"&gt;...I’ve loved, I’ve laughed and cried... I’ve had my  fails, my share of losing... And now as tears subside... I find it all  so amusing... To think I did all that... And may I say, not in a shy  way... Oh, no, no not me... I did it my way...&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.lyricsfreak.com/f/frank+sinatra/my+way_20056378.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Utan Kayu, 11 Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6875803749972594285?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6875803749972594285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6875803749972594285&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6875803749972594285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6875803749972594285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/berdamai-dengan-dunia.html' title='Berdamai dengan Dunia'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5ksXzKPHBI/AAAAAAAAAUM/zrH6zJpiorw/s72-c/white-flag1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-404262374867854230</id><published>2010-03-11T23:59:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T00:02:12.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Senja Langit Lembayung</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;; Bayi yang Tak Pernah Dilahirkan (1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5kh1zIQwsI/AAAAAAAAAUE/__tNj74Dh6M/s1600-h/24369_101471596556703_100000815881727_39981_843320_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5kh1zIQwsI/AAAAAAAAAUE/__tNj74Dh6M/s200/24369_101471596556703_100000815881727_39981_843320_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447422432422970050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Namaku Senja.. Namaku Langit.. Namaku  Lembayung.. Namaku Senja Langit Lembayung.. Aku ada.  Aku adalah nama'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Lalu?'&lt;br /&gt;'Aku ke kiri. Kau ke kanan'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebuah persimpangan. Bungkam. Ada telaga. Penuh air mata.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Inikah jalan?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Gerimis membadai.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Bagaimana dengan bayi-bayi itu?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Petir meledak. Langkah-langkah tak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tuhan.. Namaku Senja.. Namaku Langit.. Namaku Lembayung.. Namaku  Senja Langit Lembayung.. Kenapa aku harus dicipta, jika tak dilahirkan  melalui persalinan?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Arasy, Gusti Pangeran tersenyum. Dia raih Blackberry biru, tulis  status baru, &lt;i&gt; 'Belum dilahirkan saja sudah berani protes, apalagi  kalau menjadi manusia beneran? :)'&lt;/i&gt; . Tak ada angin tak ada hujan.  Semesta diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu, 10 Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-404262374867854230?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/404262374867854230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=404262374867854230&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/404262374867854230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/404262374867854230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/senja-langit-lembayung.html' title='Senja Langit Lembayung'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5kh1zIQwsI/AAAAAAAAAUE/__tNj74Dh6M/s72-c/24369_101471596556703_100000815881727_39981_843320_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1636615605246068610</id><published>2010-03-11T23:49:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T22:59:54.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Membincang tentang Hilang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5khJIcECbI/AAAAAAAAAT8/9oH7SUdam5Q/s1600-h/25076_101301843240345_100000815881727_34337_3062741_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 207px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5khJIcECbI/AAAAAAAAAT8/9oH7SUdam5Q/s320/25076_101301843240345_100000815881727_34337_3062741_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447421665049053618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;big&gt;I. &lt;b&gt; hilang&lt;/b&gt; : tidak ada lagi; lenyap;  tidak kelihatan &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;Bimo Petrus Anugerah. Herman Hendrawan. Wiji Thukul. Mereka adalah  orang-orang yang hilang. Terlalu banyak bersuara. Hingga kekuasaan  membungkamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 rumah saya dibobol maling. Pagi-pagi, koleksi Anthurium kakak  saya tak ada lagi di tempatnya. Hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SD saya pernah menangis. Majalah Bobo baru yang belum sempat saya  baca seluruhnya tiba-tiba tak ada. Hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Tidak ada lagi. Lenyap. Tidak kelihatan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt; Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu  Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar  berkuasa menghilangkannya (Q.S 23: 18)&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt; II.&lt;b&gt; kehilangan&lt;/b&gt; : hal hilangnya sesuatu&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Yang tak pernah kehilangan adalah yang tak pernah memiliki&lt;/i&gt; . Itu  benar. Bagaimana tidak? Sesuatu tak akan mungkin kehilangan sesuatu  yang tak pernah dimilikinya. Memiliki adalah syarat mutlak dalam prosesi  kehilangan. &lt;i&gt;  'Kalau takut kehilangan, jangan pernah mencoba untuk  memiliki'&lt;/i&gt; , seorang komandan perang berteriak serak. Di penghujung  suatu pertempuran. Dan anak buahnya mulai mengokang senjata.  Menggoreskan tinta hitam di muka. Tak ada lagi rasa. Bunuh. Bunuh.  Bunuh. &lt;i&gt; 'Kita adalah mesin penghancur...'&lt;/i&gt; , doktrin serdadu  mengaliri pembuluh nadi. Dan perang pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak ingat lagi. Berapa kali dalam hidup saya merasa kehilangan.  Rocky, anjing peliharaan saya sewaktu kecil, diracun orang ketika saya  kelas lima. Dia mati di pangkuan saya. Liur menetes. Mata memelas.  Regang nyawa. Tiga hari saya enggan makan. Mungkin itulah pertama kali  saya rasakan gejolak nafsu untuk menghancurkan. Ketika itu saya ingin  menemukan orang yang tega meracun Rocky, untuk lalu menyodorinya racun  yang sama. &lt;i&gt; Mati dibalas mati. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kehilangan Rocky ternyata bukan apa-apa. Masih banyak kehilangan  yang lain lagi. Kehilangan nenek. Kehilangan kakak perempuan. Kehilangan  calon keponakan. Hingga kehilangan terbesar pertama saya. &lt;i&gt;  Kehilangan bapak&lt;/i&gt; . 23 Agustus 2003. Saya masih ingat betul. Kurang  lebih sebulan sebelum ulang tahun ke-duapuluh dua saya. Ketika itu saya  duduk di semester tiga. Bapak berpulang. Di pangkuan ibu. Ketika puluhan  tetangga bersiap lantunkan tahlil. Ketika saya bersiap dengan air  wudhu. Terdengar jerit itu. &lt;i&gt; 'Ásu!!!'&lt;/i&gt; , saya berlari. &lt;i&gt; Tapi  seberapa cepat sih langkah kaki??&lt;/i&gt;  Bapak sudah dingin. Mata ibu  serupa telaga. Ada perih menggenang di sana. &lt;i&gt; 'Bapakmu le...'&lt;/i&gt; ,  ibu menatap saya. Dan saya tak ingat lagi yang terjadi setelah itu. Yang  pasti, itulah saat-saat awal keretakan hubungan saya dengan Tuhan. &lt;i&gt;  'Do'a tak menyelesaikan segalanya'&lt;/i&gt; , pelajaran yang saya ambil  ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Ramadhan 1426 H. Saya masih ingat betul. Ramadhan terakhir menjelang  kelulusan dari bangku kuliah. Saya kehilangan yang lain lagi. Seperti  yang lalu-lalu, tak ada kehilangan yang tak sakit. Dan ketika itu, saya  marah. Tengah malam saya ketuk pintu seorang kawan. Saya sodori dia  sebilah gunting. Saya minta dia potong habis rambut sepunggung saya.   Kras kras kras... Lepas lepas lepas. Tiba di rumah, ibu menangis.  Melihat anaknya botak. Helai rambut yang saya taruh di plastik warna  hitam, dimintanya. Disimpannya. Hingga sekarang. Keesokan hari, seorang  kawan kampus ternganga. &lt;i&gt; 'Kenapa?'&lt;/i&gt; , dia bertanya.&lt;i&gt;  'Tak apa.  Aku tak percaya Tuhan itu ada'&lt;/i&gt; , saya membaca proklamasi. Sejak saat  itu, kami ; &lt;i&gt; saya dan Dia&lt;/i&gt; ; bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju laju laju.. waktu melaju. Saya berdiri tegap. Saya merasa maha  bisa. Semua. Dan memang. Meski masih beberapa kali ada yang hilang, saya  tetap masih merasa bisa menang. Hingga penghujung tahun kemarin. Sebuah  peristiwa memalingkan muka saya kembali ke Tuhan. Pertanyaan yang saya  pelihara sekian tahun ternyata bukan pertanyaan sebenarnya. '&lt;i&gt; Bukan  masalah ada atau tak ada.. tapi bermakna atau tidak bermakna...&lt;/i&gt; ',  sebuah bisikan mengisi pori-pori. &lt;i&gt; 'Duh Gusti... ternyata saya  salahh....'&lt;/i&gt; , sujud malam-malam. &lt;i&gt; 'Subhaana rabbiyal a'laa wa  bihamdih... Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih.. Subhaana rabbiyal  a'laa wa bihamdih...&lt;/i&gt;  Tak henti-henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tanpa diduga sebelumnya . Itu hanyalah awal dari sesuatu yang  lebih akbar. Suatu senja di sebuah kota kecil. Ada dingin di sana. Ada  banyak lagu cinta. Dan juga tawa-tawa. Satu pukulan telak mendarat di  ulu hati. Bukkkk!!! Sesak. Muka sentuh kanvas. Kunang-kunang mengambang  di awang-awang. Seperti bintang. Dan selanjutnya saya melangkah tanpa  arah. Jam 3 pagi, saya ingin didongengi. Seseorang merelakan tidurnya.  Alice in Wonderland diceritakannya. 'Datanglah ke Me***t, ada seseorang  yang menantimu di sana'. Dan pagi, saya berangkat. Hanya sunyi dan pohon  Bodhi. Tak ada siapa-siapa. Selain kolam luas penuh airmata. &lt;i&gt; 'Tuhan  masih menyayangimu...'&lt;/i&gt; , bisikan lembut dari masa lalu . Ya. Saya  tahu. Ini tanda cinta-Nya. Dan saya-pun mulai mencoba berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur. Ketika itu luka masih menganga. Lebam belum menghitam. Pening di  kepala juga terasa. Tapi saya mencoba bahagia. Hingga suatu petang. Di  saat tawa mulai sedikit ada,&lt;i&gt; uppercut&lt;/i&gt;  keras mendarat di rahang. '&lt;i&gt;  Yang ini-pun juga harus kau lepaskan...'&lt;/i&gt; , suara dari langit sana.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Duh Gusti... saya terkapar. Lalu apa lagi yang boleh saya miliki?  Lalu yang mana lagi yang bisa saya perjuangkan? Bukankah ini terlalu  menyakitkan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tanya berbalas tanya, &lt;i&gt; 'Kamu masih kuat ngga? He??'.&lt;br /&gt;'Ini berat Gusti... Ini berat...'&lt;br /&gt;'Lha kalo berat kamu mau apa? Bunuh diri?'&lt;br /&gt;'Nggih mboten...'&lt;br /&gt;'Lha terus?'&lt;/i&gt; Saya diam.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Tenang ae bro... Ini belum apa-apa...'&lt;br /&gt;'Injih Gusti, dalem taksih kiyat... dalem taksih kiyat...'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat Chairil kecil dalam AKU-nya Sjuman Djaja. Berdiri di  geladak kapal. Badai menerjang-nerjang. &lt;i&gt; 'Tidak ibu, badai ini belum  apa-apa. Masih ada badai yang lebih besar di depan sana',&lt;/i&gt;  Chairil  kecil menolak permintaan ibunya agar masuk ke dalam kapal.  Sembunyi  dari badai. &lt;i&gt; Ya. Masih ada badai yang lebih besar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)  mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S  29: 2)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt; III. &lt;b&gt; menghilang&lt;/b&gt; : melenyapkan diri; menjadi tidak  kelihatan lagi; tidak memperlihatkan diri lagi &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kelas dua SMA. Saya pertama kali berpikir tentang sebuah  prosesi bunuh diri. Di mana pergelangan tangan yang teriris, untuk  kemudian dilanjutkan dengan darah yang perlahan menetes, sakit yang  berderit, dan diakhiri lepasnya nyawa. Menghilang. Saya bayangkan saya  hilang. Menjadi tidak ada lagi di dunia. Bahkan saya secara konyol   mulai menghitung-hitung kira-kira ada berapa orang yang akan menangisi  kepergian saya. Tapi bagaimanapun, saya hanya berhenti di tahap  berpikir. Tak pernah sekalipun berinisiatif mencoba. Saya tak berani.  Tak berani terlihat bodoh, maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemarin saya sempat merasakan apa yang disebut amnesia.  Meski tak lebih dari 12 jam. Ketika itu motor yang saya kendarai  ditabrak dari belakang. Saya salah. Belok tanpa menyalakan lampu sign.  Helm terpental. Dan kepala saya terantuk keras di aspal. Saya hilang  ingatan. Begitu sadar, ada ibu, kakak, dan tetangga-tetangga saya. Saya  tiba-tiba lupa, &lt;i&gt; benar-benar lupa&lt;/i&gt; , kenapa saya di sana. Saya  buka tas, ada 1 bendel naskah teater Bila Malam Bertambah Malam karya  Putu Wijaya. Lalu ada handuk, sabun, dan peralatan mandi lainnya. &lt;i&gt;  Ini apa? Saya mau kemana? &lt;/i&gt; Saya menjerit. Untuk kemudian pecah  tangis. &lt;i&gt; Saya gila!! Saya tak ingat apa-apa!!&lt;/i&gt;  Namun beruntung,  amnesia yang saya rasa hanya bertahan sementara. Seiring waktu, &lt;i&gt; tak  lebih 12 jam&lt;/i&gt; , saya &lt;i&gt;kembali&lt;/i&gt; setelah sempat &lt;i&gt; menghilang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2010. Saya sangat merindu amnesia. Saya ingin lupa segalanya.  Saya ingin menghilang. Tak ada lagi sejarah. Tak ada lagi masa lalu.  Yang ada hanya masa kini dan masa depan. &lt;i&gt; Mungkin akan lebih baik  seperti itu,&lt;/i&gt;  kata benak saya. Tapi kerinduan saya tak pernah  terwujud. Saya gagal menjadi amnesia. Saya masih ingat segalanya. Bahkan  terlalu ingat. &lt;i&gt; 'Hallah kamu itu... Sejarah masih jauh dari kata  selesai.. Lha wong ini saja baru akan dimulai lagi... :)'&lt;/i&gt; , sms  Gusti dari Arasy. Dan saya hanya tersenyum, &lt;i&gt; 'Baiklah Gusti... dalem  kentun nglampahi... Lagi...'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;i&gt; Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau  belaka (Q.S 47: 36)&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Utan Kayu, 6 Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1636615605246068610?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1636615605246068610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1636615605246068610&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1636615605246068610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1636615605246068610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/03/membincang-tentang-hilang_11.html' title='Membincang tentang Hilang'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S5khJIcECbI/AAAAAAAAAT8/9oH7SUdam5Q/s72-c/25076_101301843240345_100000815881727_34337_3062741_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3306684920511093002</id><published>2010-02-01T22:56:00.002+07:00</published><updated>2010-02-01T23:01:33.193+07:00</updated><title type='text'>di sini. aku selesai.</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3306684920511093002?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3306684920511093002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3306684920511093002&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3306684920511093002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3306684920511093002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/02/di-sini-aku-selesai_01.html' title='di sini. aku selesai.'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5248269080446458322</id><published>2010-01-12T17:49:00.004+07:00</published><updated>2010-01-12T17:57:03.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Manusia-Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;;yang Tak Akan Pernah Lagi Menjadi Sederhana &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang Memang Tak Pernah Menjadi Sederhana? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S0xT51bfb7I/AAAAAAAAATs/kR6ojQdU5ZE/s1600-h/para-pemikir-iqbal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S0xT51bfb7I/AAAAAAAAATs/kR6ojQdU5ZE/s200/para-pemikir-iqbal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425803904134639538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar Mojogedang. 10 Januari 2010. Saya berada di situ. Membeli bunga untuk dibawa ke makam bapak, bersama ibu. Dan pipi saya ditampar-tampar waktu, &lt;i&gt; 'Kamu itu sudah tua...'&lt;/i&gt; . Ya. Betapa waktu begitu cepat melaju. Saya tak ingat pasti kapan terakhir kali masuk ke pasar ini. Saya hanya ingat pada suatu masa, di mana pakaian merah putih masih menjadi seragam kebesaran. Di mana pada setiap Ramadhan; selepas subuhan; saya dan kawan-kawan TPA berjalan-jalan menuju ke sana. Peci hitam dan sarung kecil sebagai selendang. Tertawa-tawa sembari meledakkan petasan. Melihat-lihat buku 24 Jurus Telapak Naga &lt;i&gt;(yang tidak pernah mampu kami beli!!)&lt;/i&gt; yang dijual berdampingan dengan primpon Puja Mantra, buku syair lagu-lagu pop Indonesia, poster Guns &amp;amp; Roses, dan juga poster bocah kecil botak bersila yang mengenakan jaket kulit dan kaca mata hitam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terekam di otak masa kecil saya. Di mana segala sesuatu masih terlihat sangat sederhana. Masa-masa dimana ketika menginginkan sesuatu, saya tinggal menunjuk, sedikit rengekan, beli. Tunjuk, sedikit rengekan, beli. Sangat mudah. Sangat indah. Dan kini? Bapak &lt;i&gt; (yang tidak pernah terlalu dekat dengan saya)&lt;/i&gt; sudah damai di surga sana. Sementara ibu semakin hari semakin berkeriput. Entah dulu saya yang buta atau bagaimana. Saya baru memperhatikan keriput ibu saya yang semakin menjadi akhir-akhir ini. Tubuh ibu yang dulu segar kini terlihat kurus. Semua baju-bajunya tiba-tiba menjadi terlihat kedodoran. Belakangan beliau juga sakit-sakitan. Sementara saya? Tak lagi punya celana pendek warna merah. Baju putih pun juga tak ada. Bibir hitam bekas nikotin, kacamata minus enam silinder setengah, janggut dan kumis tutupi wajah. Yeah... Begitulah hasil perseteruan saya dengan sang waktu. Laju, laju, laju...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kau tahu? Kita hanya butuh oksigen buat hidup. Lalu kenapa meresahkan hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting untuk ditakutkan?'&lt;/i&gt; , tanya seorang kawan. &lt;i&gt;Akal&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;Rasa&lt;/i&gt; , demikian perkiraan saya. Ketika Gusti Pangeran membagikan keduanya, di situlah manusia tak lagi menjadi makhluk yang sederhana. Hingga Adam-pun bisa jatuh cinta pada tulang rusuknya. Hingga Qabil pun tega membunuh saudara kandungnya. &lt;i&gt; 'Menungso meniko benten kaliyan mendo. Benten kaliyan kucing. Mendo dados 'mendo' meniko saget langsung. Kucing dados 'kucing' meniko nggih saget langsung. Nanging menungso dados 'menungso' meniko mboten saget langsung. Kedah mawi proses*'&lt;/i&gt; , khotbah seorang bapak tua. Di masjid Pandawa Salatiga. Begitulah. Manusia itu tak sama dengan makhluk lainnya. &lt;i&gt;Akal&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;Rasa&lt;/i&gt; mencipta ambisi, harapan, cinta, dendam, motivasi, politik, mimpi, mobil, kulkas, anak cucu, gelas, asbak, Mc Donalds, Levi's, bla bla bla..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat beberapa tahun lalu seorang kawan sempat berucap. Ketika itu saya dan beberapa kawan tidur berdesakan di sekretariat teater selepas latihan, &lt;i&gt;'Manusia itu ternyata tak butuh banyak hal untuk bisa bertahan hidup. Lihat, untuk tidur-pun kita hanya butuh tempat tak lebih dari satu meter persegi'&lt;/i&gt;, katanya sambil meringkuk. Dan saya mengiyakan, &lt;i&gt;'Bahkan makan sekali sehari-pun tak akan membuat kita mati'&lt;/i&gt;. Namun waktu berlalu. Proses berjalan. Hingga akhirnya sampai di titik kesadaran. Manusia &lt;i&gt;(sudah)&lt;/i&gt; tak sesederhana itu. Cara hidup naluriah  Pithecanthropus Erectus sudah tak mungkin lagi diimani oleh yang bukan sufi. &lt;i&gt;Akal&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;Rasa&lt;/i&gt; sudah melebarkan pengaruh jajahannya terhadap kita. Kita tak lagi sekedar butuh &lt;i&gt;oksigen&lt;/i&gt; . Tapi kita juga butuh &lt;i&gt;membangun keluarga kecil yang bahagia&lt;/i&gt;. Tak sekedar butuh &lt;i&gt;tempat untuk bisa tidur&lt;/i&gt;. Tapi juga butuh &lt;i&gt;mobil untuk pergi ke mall&lt;/i&gt; . Tak hanya butuh &lt;i&gt;makan untuk menyambung hidup&lt;/i&gt; . Tapi juga perlu &lt;i&gt;fashion&lt;/i&gt; . Begitulah. Kita ini manusia. Yang tak lagi sekedar butuh &lt;i&gt;air untuk minum&lt;/i&gt; . Tapi juga memerlukan &lt;i&gt;parfume&lt;/i&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt; Manusia itu beda dengan kambing. Beda dengan kucing. kambing menjadi 'kambing' itu bisa langsung. Kucing menjadi 'kucing' juga bisa langsung. Tapi manusia menjadi 'manusia' itu harus melalui sebuah proses. Tidak bisa langsung.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Utan Kayu 12 Jan. 10&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5248269080446458322?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5248269080446458322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5248269080446458322&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5248269080446458322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5248269080446458322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/01/manusia-manusia.html' title='Manusia-Manusia'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/S0xT51bfb7I/AAAAAAAAATs/kR6ojQdU5ZE/s72-c/para-pemikir-iqbal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3082403347204224025</id><published>2010-01-12T17:47:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T17:48:55.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>(Untitled)</title><content type='html'>Ketika unta-unta masuk ke lubang jarum*&lt;br /&gt;Maka segalanya terlihat salah&lt;br /&gt;Mentah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba datang mimpi bisa menjadi bayi&lt;br /&gt;Untuk kemudian menjejak tiga langkah ke belakang&lt;br /&gt;Masuk ke rahim lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Lembab..&lt;br /&gt;..Senyap..&lt;br /&gt;..Lenyap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; * Baca Q.S. 7: 40&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Salatiga-Solo 5 Jan.10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3082403347204224025?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3082403347204224025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3082403347204224025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3082403347204224025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3082403347204224025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/01/untitled.html' title='(Untitled)'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-321580685436460311</id><published>2010-01-12T17:46:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T17:47:39.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Dunia Hitam Putih</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Karena aku tak mungkin lagi mencintaimu, maka aku membencimu&lt;/span&gt;', Iblis kirim pesan&lt;br /&gt;Kepada Tuhan&lt;br /&gt;Sesaat setelah menolak sujud di depan Adam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Salatiga-Solo 5 Jan.10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-321580685436460311?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/321580685436460311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=321580685436460311&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/321580685436460311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/321580685436460311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2010/01/dunia-hitam-putih.html' title='Dunia Hitam Putih'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-7597110510809760214</id><published>2009-12-31T11:39:00.001+07:00</published><updated>2009-12-31T11:41:41.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Laki-Laki yang Mendaki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzwrVRhvqnI/AAAAAAAAATk/9_6GfRpdvvk/s1600-h/19137_1215529621637_1030718506_30516441_1283784_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzwrVRhvqnI/AAAAAAAAATk/9_6GfRpdvvk/s200/19137_1215529621637_1030718506_30516441_1283784_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421255695929420402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...dia bersujud...&lt;br /&gt;...tak habis-habis...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utan Kayu 31 Des.09&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-7597110510809760214?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/7597110510809760214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=7597110510809760214&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7597110510809760214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/7597110510809760214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/laki-laki-yang-mendaki.html' title='Laki-Laki yang Mendaki'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzwrVRhvqnI/AAAAAAAAATk/9_6GfRpdvvk/s72-c/19137_1215529621637_1030718506_30516441_1283784_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-510181144565004607</id><published>2009-12-30T14:47:00.006+07:00</published><updated>2009-12-30T15:05:44.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Waktu dan Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzsH3IzIJyI/AAAAAAAAATc/vFAkSximP9s/s1600-h/berubah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzsH3IzIJyI/AAAAAAAAATc/vFAkSximP9s/s200/berubah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420935220306650914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Berubah!!'&lt;/i&gt; , &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=228079250605&amp;amp;h=f4cda04721b87323e73f052a1f53d3cc&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FKotaro_Minami" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Kotaro_Minami"&gt;Kotaro Minami&lt;/a&gt;  ayunkan tangan kanan. Lalu yang kiri. Ada pendar cahaya. Metal warna hitam selubungi diri. Lengan, badan, kepala, semua. &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=228079250605&amp;amp;h=f4cda04721b87323e73f052a1f53d3cc&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FKotaro_Minami" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Kotaro_Minami"&gt;Kotaro Minami&lt;/a&gt;   tak lagi ada. &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=228079250605&amp;amp;h=b080d3d2d987ffba26e6bf3e8a7e5e30&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FKamen_Rider_BLACK" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Kamen_Rider_BLACK"&gt;Ksatria Baja Hitam&lt;/a&gt; penggantinya. Demikian &lt;i&gt;‘perubahan’&lt;/i&gt;  yang terekam dalam memori masa kecil saya. Segampang itu. Sesimple itu. Tak perlu apa-apa, hanya tinggal teriak, &lt;i&gt; ‘Berubah!!’&lt;/i&gt; , maka semuanya taklagi sama. Segalanya menjadi sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun waktu melaju. Proses berjalan. Umur menua. Hingga di satu titik saya sadar, &lt;i&gt;manusia bukan Tuhan&lt;/i&gt; . Mantra ‘Berubah’ milik &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=228079250605&amp;amp;h=f4cda04721b87323e73f052a1f53d3cc&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FKotaro_Minami" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Kotaro_Minami"&gt;Kotaro Minami&lt;/a&gt; tak mungkin bisa disandingkan dengan ‘Kun Fayakun’-Nya Gusti. Itu tak sama. Itu beda. Waktu juga-lah yang akhirnya memupuskan mimpi masa kecil saya untuk menjadi Nobita. &lt;i&gt; ‘Doraemon itu tak ada!!’&lt;/i&gt; , sang logika berdiri gagah di depan saya. &lt;i&gt;‘Tapi boleh dong manusia meminta?’&lt;/i&gt; , saya merajuk.  &lt;i&gt;‘Boleh.. Kepada-Nya.. Dan kantong ajaib-Nya hanya untuk yang berusaha! Bukan untuk manusia serendah Nobita!’&lt;/i&gt; . Glodhaakkk!! Untuk kesekian kali saya dibangunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ‘Biasa’&lt;/i&gt; , jawab kawan saya. &lt;i&gt; ‘Wajar’&lt;/i&gt; , sahut satunya. &lt;i&gt;‘Pasti’&lt;/i&gt; , yang lain menjawab lagi. &lt;i&gt; ‘Manusiawi’&lt;/i&gt; , seorang lagi. Demikian jawab kawan-kawan saya ketika saya tanya, &lt;i&gt; ‘Apa pendapatmu tentang perubahan?’&lt;/i&gt; . Di Kedai Tempo Utan Kayu. Beberapa waktu lalu. Begitulah. Tak ada yang salah dengan sesuatu yang berubah. &lt;i&gt; ‘Ndlad*k!! Tenanan ra kui??!! (Serius ga itu??!!)&lt;/i&gt; ’, seorang kawan memaki di chatroom FB. Sebelumnya saya bicara padanya tentang satu perubahan kecil yang telah terjadi. Begitulah. Hidup itu dinamis. Bukan statis. Sarat dengan perubahan. Tidak stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Waktu akan menyelesaikan semua’&lt;/i&gt; , pepatah pra-sejarah. Waktu jugalah yang menentukan apa dan siapa yang harus berubah. &lt;i&gt;’Sang waktu berlalu, katamu? Ah, tak! Sebaliknya, sang waktu tetap, kita yang pergi’&lt;/i&gt; , &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=228079250605&amp;amp;h=51ff56155e575944159e18d48e036a7f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FHenry_Austin_Dobson" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Henry_Austin_Dobson"&gt;Henry Austin Dobson&lt;/a&gt;  berkoar. &lt;i&gt; ‘ Tapi bukankah waktu bukan batu??&lt;/i&gt; ’, saya menyanggah. &lt;i&gt;‘Dia memburu!’&lt;/i&gt; , saya menambah. Diam. Tak ada jawaban. Entahlah, sampai sekarang saya juga tak paham. Waktu berdiri di pihak siapa. Bisa jadi dia sebenarnya sekutu. Tapi mungkin juga seteru. Ya. Waktu memang selalu abu-abu. Campuran putih tua dan hitam muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selamat tinggal 2009. Mari. Menuju depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;Utan Kayu 30 Des. 09&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-510181144565004607?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/510181144565004607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=510181144565004607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/510181144565004607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/510181144565004607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/waktu-dan-perubahan.html' title='Waktu dan Perubahan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzsH3IzIJyI/AAAAAAAAATc/vFAkSximP9s/s72-c/berubah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4261703470641260062</id><published>2009-12-29T16:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-29T16:20:30.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Do'a</title><content type='html'>Malam nanti. Temui aku di istikharah-mu. Kutunggu kau di sana. Di bawah papan penunjuk jalan. Di sisi kanan. Yang bertuliskan, KEBAHAGIAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Utan Kayu 28 Des. 09&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4261703470641260062?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4261703470641260062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4261703470641260062&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4261703470641260062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4261703470641260062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/doa.html' title='Do&apos;a'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-168198260049674769</id><published>2009-12-24T19:10:00.006+07:00</published><updated>2009-12-24T19:35:43.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Tentang Harapan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;; Kenapa manusia membutuhkan Tuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNahcN0OgI/AAAAAAAAATM/YPC_UGKK4wc/s1600-h/imagesy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNahcN0OgI/AAAAAAAAATM/YPC_UGKK4wc/s200/imagesy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418774307213163010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo_img"&gt;Jadi begitu. Harapan. Manusia terdiri (&lt;i&gt;dan berdiri&lt;/i&gt; ) dari itu. Tanpanya manusia tak lebih dari ilalang yang bergoyang-goyang. Gerak ke kanan tanpa paham kenapa harus kanan. Meliuk ke kiri tanpa &lt;i&gt;ngerti&lt;/i&gt; ada apa dengan kiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua manusia itu kuat. Bahkan Hitler sekalipun di ujung ajalnya menyebut nama Tuhan. &lt;i&gt;'Oh my God'&lt;/i&gt;, bisiknya, &lt;i&gt;'Eva Braun'&lt;/i&gt;, lanjutnya. Kenapa? Hitler butuh harapan. Hitler perlu pegangan. Dia paham dia akan mati. Dan dia butuh sesuatu agar dia bisa mati dengan &lt;i&gt;nyaman&lt;/i&gt;. Dan sesuatu itu adalah Tuhan (&lt;i&gt;dan istrinya&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=218464620605&amp;amp;h=f62ded37f776a62be4bcd7c905b3d070&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FNikita_Khrushchev" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Nikita_Khrushchev"&gt;Kruschev&lt;/a&gt;  juga. Saat Sovyet pertama kali meluncurkan pesawat ruang angkasa dia berkata, '&lt;i&gt;Sudah kami jelajahi ruang angkasa, tak satu Tuhan pun kami temukan&lt;/i&gt;'. Tapi di depan Izrail, kalimat terakhir Hitler juga-lah yang akhirnya dia lafalkan. Pun juga dengan &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=218464620605&amp;amp;h=ca6bd6728bd7e2163da8d02aeb24c7f4&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FAntony_Flew" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Antony_Flew"&gt;Antony Flew&lt;/a&gt; . Dia akhirnya memilih berpaling kepada Tuhan, ketika tak semua pertanyaan menemukan jawaban. '&lt;i&gt;Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya, saya ingin berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya lakukan&lt;/i&gt;', ikrarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'sapa yang bisa jd tempat untuk menanyakan ini mau di bawa kemana, enaknya gimana, baiknya gmn, bagusnya gmn, biar ada pakem yang jelas...&lt;/i&gt;', seorang kawan melempar tanya. Di layar internet. '&lt;i&gt;Tuhan&lt;/i&gt;', seseorang menjawabnya. Begitulah. Ketika tiada lagi tempat bertanya, Tuhan adalah jawabnya. Kenapa? Karena manusia butuh sesuatu yang bisa dijadikan pegangan. Sesuatu yang diyakini bisa memberikan alternatif jawaban. Harus ada jawaban. '&lt;i&gt;Dialah Yang Awal dan Yang Akhir. Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 57:3)&lt;/i&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Cedhak karo Gusti kui marai ayem (Dekat dengan Tuhan itu membuat hati tenang)&lt;/i&gt;', sebuah bisikan. Lembut. Sangat lembut. Begitulah. Manusia butuh ketenangan. Dan ketenangan itu ada ketika seseorang mempunyai harapan. Sekali lagi, &lt;i&gt;manusia bukan rumput.&lt;/i&gt; Dan &lt;i&gt;manusia tidak bisa menjadi rumput&lt;/i&gt;. Meski suatu waktu &lt;i&gt;pasti&lt;/i&gt; menjadi tanah. Yang mungkin akan ditumbuhi ilalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan atheisme? Tidak semua manusia sekuat itu. Tidak semua manusia berani memikul sendiri semua beban. Menciptakan, memelihara, dan menghegemoni kekuasaan atas harapan. &lt;i&gt;Berarti manusia ber-Tuhan itu lemah?&lt;/i&gt; Semua manusia itu terlahir lemah. Dan semua ingin menjadi kuat. Karena itu mereka butuh &lt;i&gt;nutrisi&lt;/i&gt;. Dan &lt;i&gt;nutrisi&lt;/i&gt; itu tercipta dari sebuah ramuan kuno yang menjadikan harapan sebagai bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di titik inilah, &lt;i&gt;benar-benar ada&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;benar-benar tidak adanya Tuhan&lt;/i&gt; menjadi satu pertanyaan yang tiba-tiba basi dan tak butuh jawaban. &lt;i&gt;Bermakna &lt;/i&gt;atau&lt;i&gt; tidak bermakna&lt;/i&gt; justru menjadi sesuatu yang jauh lebih penting. Oportunis? Sama sekali tidak. &lt;i&gt;Makna&lt;/i&gt; sama sekali beda dengan &lt;i&gt;guna&lt;/i&gt;. Antara &lt;i&gt;yang spiritual&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;yang material&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;i&gt;Jadi kenapa manusia membiasakan diri untuk ber-Tuhan?&lt;/i&gt;', seorang guru agama bertanya di depan kelas. &lt;i&gt;'Karena manusia terpaksa harus punya harapan'&lt;/i&gt;, jawab seorang murid di pojok belakang. Ya. Mungkin begitu. Semoga semester depan dia meraih ranking satu. '&lt;i&gt;Tuhan bersamamu..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Utan Kayu 23 Des.09&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-168198260049674769?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/168198260049674769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=168198260049674769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/168198260049674769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/168198260049674769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/tentang-harapan.html' title='Tentang Harapan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNahcN0OgI/AAAAAAAAATM/YPC_UGKK4wc/s72-c/imagesy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-278448073938053150</id><published>2009-12-24T19:09:00.003+07:00</published><updated>2009-12-24T19:30:55.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Ketika Asa Meng-Asu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNaKF-fsyI/AAAAAAAAATE/5Bi_KqR1iH0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNaKF-fsyI/AAAAAAAAATE/5Bi_KqR1iH0/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418773906106331938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Aku lelah bernanah, tak sudah-sudah'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lalu puisi-puisi harakiri&lt;br /&gt;Belati tusuk hati&lt;br /&gt;Warna senja menua&lt;br /&gt;Syahadat, istiftah, ruku', sujud, tasyahhud, shalawat, salam, berulang-ulang&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Manusia butuh harapan.. Manusia butuh Tuhan..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Utan Kayu 23 Des. 09&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-278448073938053150?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/278448073938053150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=278448073938053150&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/278448073938053150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/278448073938053150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/ketika-asa-meng-asu.html' title='Ketika Asa Meng-Asu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SzNaKF-fsyI/AAAAAAAAATE/5Bi_KqR1iH0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1820842323293949938</id><published>2009-12-19T21:36:00.005+07:00</published><updated>2009-12-19T22:31:58.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Maaf. Bukan Bintang. Hanya Kunang-Kunang.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyzuDuoaeRI/AAAAAAAAAS8/p5D3h2mxJ6E/s1600-h/grave-of-the-fireflies.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 174px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyzuDuoaeRI/AAAAAAAAAS8/p5D3h2mxJ6E/s200/grave-of-the-fireflies.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416966199644420370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laki-laki berlari. Lintasi sawah. &lt;i&gt;Kung kong kung kong...&lt;/i&gt; Katak bersahut. Menyahut. Genggaman bercahaya. Di tengah gulita. Tersandung pematang. Keringat menyengat. Tiba di rumah. Dinding bambu. Atap alang-alang. &lt;i&gt;Senthir kipat kipit . Gelesot&lt;/i&gt;  di pinggir dipan.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Sri.. hanya ini yang bisa aku dapatkan...',&lt;/i&gt;  menata nafas.&lt;br /&gt;'&lt;i&gt;Dia itu nyidam bintang..',&lt;/i&gt;  dukun bayi. Sirih dikunyah. Merah. Sewarna darah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tapi aku hanya bisa menangkap kunang-kunang...',&lt;/i&gt;  lelaki membuka genggaman.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tak apa mas..',&lt;/i&gt;  perempuan ranjang tersenyum. Nafas terengah.&lt;i&gt;  'Ini... cukup bagiku...',&lt;/i&gt;  kunang-kunang beralih tangan.&lt;br /&gt;Keringat keringat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Aaahhh... aaaahhh...',&lt;/i&gt;  Engah engah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tarik nafaasss... Buaaaannng... Tarik nafaaasss.. Buaaanngg...'&lt;br /&gt;'Aku sayang kamu Sriii... aku sayang kamuuu...',&lt;/i&gt;  raungan lelaki. Sepasang tangan. Saling genggam.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Aaaahhhh..... aaaaahhhhh.....'&lt;br /&gt;Oeeekk.. Oeeekkk....&lt;/i&gt;  Malam pecah. Merah. Bergerak-gerak. Anak.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Laki-laki...'&lt;br /&gt;'Alhamdulillaaahh... Matur sembah nuwun Gustiii...'&lt;br /&gt;'Cepat. Kau bisikkan adzan..'&lt;br /&gt;'Allahuakbar Allahuakbar...',&lt;/i&gt;  adzan di kuping kanan.&lt;br /&gt;Tangis bayi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Welcome to the jungle... We've got fun 'n' games... We got everything you want...'&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=09bII2XuJEM"&gt;Welcome to The Jungle&lt;/a&gt; di kuping kiri.*&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Selamat datang nak..'&lt;/i&gt; , senyum terangkum.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kita beri nama siapa dia mas..'&lt;/i&gt; , di tengah lelah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Entah. Mungkin Lintang..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Bagaimana jika Kunang..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Terserah kamulah...'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Malam berserah. Pada sajadah. Tak lelah-lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; *terinspirasi dari salah satu bagian dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=212433580605&amp;amp;h=bc292b0a75af4aacb1e6a96f36738b31&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fnotes.php%3Fid%3D1041002601%23%2Fnote.php%3Fnote_id%3D99294131849" target="_blank" title="http://www.facebook.com/notes.php?id=1041002601#/note.php?note_id=99294131849"&gt;Koleksi Kicau Kata-Kata Kacau Muhammad Firman Prasetyo&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;** Ilustrasi gambar diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=212433580605&amp;amp;h=c4aa6e9d250cd437071ed56cd4282c1b&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FGrave_of_the_Fireflies" target="_blank" title="http://en.wikipedia.org/wiki/Grave_of_the_Fireflies"&gt;Grave of the Fireflies (Movie)&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Utan Kayu, 19 Des. 09&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1820842323293949938?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1820842323293949938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1820842323293949938&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1820842323293949938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1820842323293949938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/maaf-bukan-bintang-hanya-kunang-kunang.html' title='Maaf. Bukan Bintang. Hanya Kunang-Kunang.'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyzuDuoaeRI/AAAAAAAAAS8/p5D3h2mxJ6E/s72-c/grave-of-the-fireflies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3504303111631788610</id><published>2009-12-17T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T21:16:27.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Dialog</title><content type='html'>'Kenapa tak kau beli aku dengan syahadat palsu?'&lt;br /&gt;'Karena aku dan kamu adalah bahagia'&lt;br /&gt;'Lalu?'&lt;br /&gt;'Itu saja'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian pun mengambil jarak. Sekian tombak.&lt;br /&gt;'Mari menuju itu'&lt;br /&gt;Hu hu hu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Utan Kayu 17 Des. 09&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3504303111631788610?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3504303111631788610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3504303111631788610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3504303111631788610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3504303111631788610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/dialog.html' title='Dialog'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4542169567907850484</id><published>2009-12-13T14:00:00.000+07:00</published><updated>2009-12-13T14:01:21.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Kanjeng Sunan dan Kerbau-Kerbaunya</title><content type='html'>Di masjid menara. &lt;i&gt;'Pilihlah kerbau. Hormati kaum Hindu'&lt;/i&gt; , &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=72599b7220c92962374c75a132673cbf&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSunan_Kudus" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; bersabda. Di depan pengikutnya. Dan semua menurut. Takbir menggema. Kerbau-kerbau berdarah. Penggal. Penggal. Penggal. Darah. Darah. Darah. Mereka &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=36f86971ff0e012016adc2906981e128&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FIsmail" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Ismail"&gt;Ismail &lt;/a&gt;yang menjelma. Yang terikat di altar. Martir yang siap dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tidakkah &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=72599b7220c92962374c75a132673cbf&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSunan_Kudus" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; berdosa?&lt;/i&gt; ', seseorang berbisik. Dedaun gemerisik.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kenapa?'&lt;br /&gt;'Bukankah dulu, jaman &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=db6c3e1430eb0ce27633d2f82f0a3132&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FMusa" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa"&gt;Musa&lt;/a&gt;, Kanjeng Pangeran melegalkan pembunuhan sapi-sapi? Agar beberapa Yahudi yang memuja hilang penghormatannya?'*&lt;br /&gt;'Lalu?'&lt;br /&gt;'Kenapa beliau memilih cara damai? Ketimbang frontal?'&lt;br /&gt;'Kau ingin mengintervensi tugas-Nya? '&lt;br /&gt;'Bukan begitu..'&lt;br /&gt;'Lalu?'&lt;br /&gt;'Aku hanya heran..'&lt;br /&gt; 'Apakah dengan begitu kau pikir &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=72599b7220c92962374c75a132673cbf&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSunan_Kudus" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt; tak Islam?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bungkam.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tenanglah.. Banyak hal yang tidak perlu dijelaskan hingga benar-benar jelas'**&lt;br /&gt;'Tapi aku punya otak'&lt;br /&gt;'Karena ada Yang Membuat'&lt;br /&gt;'Berarti aku tak boleh berpikir?'&lt;br /&gt;'Justru harus. Seperti &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=72599b7220c92962374c75a132673cbf&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSunan_Kudus" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kudus"&gt;Sunan Kudus&lt;/a&gt;'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Satu bintang jatuh. Tiada do'a. Yang meminta apa-apa.&lt;br /&gt;(Mereka percaya, bintang jatuh tak pernah bisa apa-apa. Selain bercahaya)&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tapi bukankah Al Bagarah menjelaskan...'&lt;br /&gt;'Qur'an hanya memintamu untuk berpikir. Itu saja'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Malam gulita. Bicara di pinggir bara. Daging kerbau cipta aroma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;* &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=202811745605&amp;amp;h=62fbc9aa3bfc1dd4ff561523176dcb18&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.quranterjemah.com%2F%3Fsura%3D%2B%26syarat%3D2%253A67-71%26opsi%3DTerjemah%26mod%3Dterjemah" target="_blank" title="http://www.quranterjemah.com/?sura=+&amp;amp;syarat=2%3A67-71&amp;amp;opsi=Terjemah&amp;amp;mod=terjemah"&gt;Q.S Al Baqarah :67&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;** Dikutip dari novel Lembata karya F. Rahardi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4542169567907850484?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4542169567907850484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4542169567907850484&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4542169567907850484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4542169567907850484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/kanjeng-sunan-dan-kerbau-kerbaunya.html' title='Kanjeng Sunan dan Kerbau-Kerbaunya'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2377736355600645899</id><published>2009-12-12T20:36:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T20:42:01.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Pagi. Kopi. Sendiri.</title><content type='html'>Pagi. Kopi dan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Waktu.. Mari bersekutu?'&lt;/i&gt; , satu pesan singkat. Melesat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=201222180605&amp;amp;h=d06fdd8aafa55b0a55f74e6039bc910d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DCzFV5X9Qbgc" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=CzFV5X9Qbgc"&gt;...You were there for summer dreaming&lt;br /&gt;And you gave me what I need&lt;br /&gt;And I hope you find your freedom&lt;br /&gt;For eternity...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Robbie Williams merengek.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tidak ada kabar berita. Tidak ada apa-apa'&lt;br /&gt;'Yakinlah. Semuanya akan baik-baik saja. Asal tidak terlanjur gila'.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tawa. Tawa. Tawa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Enaknya sarapan apa ya?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bubur ayam dan sate hati. Mungkin menarik untuk mengganjal perut. Bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Gusti Pangeran. Kenapa harus begini indah'&lt;br /&gt;'Karena Dia menyayangimu. Selalu menyayangimu'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ya. Mungkin memang begitu. Seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi. Kopi. Dan masih sendiri.&lt;br /&gt;'Ah.. tiba-tiba rindu ber-haha hihi...'&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=201222180605&amp;amp;h=852d73b25a6888ec48a03d3316f7a353&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DZQJh-oU0M9Y" target="_blank" title="http://www.youtube.com/watch?v=ZQJh-oU0M9Y"&gt;...Come stop your crying&lt;br /&gt;It will be all right&lt;br /&gt;Just take my hand&lt;br /&gt;Hold it tight&lt;br /&gt;I will protect you&lt;br /&gt;from all around you&lt;br /&gt;I will be here&lt;br /&gt;Don't you cry...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senyum sekuntum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt; Utan Kayu 12 Des. 09&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2377736355600645899?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2377736355600645899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2377736355600645899&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2377736355600645899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2377736355600645899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/pagi-kopi-sendiri.html' title='Pagi. Kopi. Sendiri.'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6242077029554692040</id><published>2009-12-10T23:50:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T23:52:54.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Aku Ingin Menjadi Garam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyEm_OsLA_I/AAAAAAAAAS0/dahmA6s4LbM/s1600-h/laki21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyEm_OsLA_I/AAAAAAAAAS0/dahmA6s4LbM/s200/laki21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413651094793028594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Besi sepasang. Memanjang. Ke depan. &lt;i&gt;Drak drak drak drak... 'Teka teki TTS... Teka teki TTS...'&lt;/i&gt; , asongan cari makan &lt;i&gt; (Teka Teki. Bukan misteri.). 'Korek gas tisu tisu... korek gas tisu tisu...' (Bakar. Atau tangisi. Mungkin maksudnya begitu...).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lelaki. Satu novel cinta. Lembata. Satu Aqua. &lt;i&gt; 'Tuhan, ijinkan aku menjadi garam...'&lt;/i&gt; . Bungkam. Bungkam. Bungkam. &lt;i&gt; 'Sekali ini saja...'. Subhanallah subhanallah subhanallah....&lt;/i&gt;  10... 20... 30... 40........ 100... 1000... se-entah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah. Kuning. Hijau. Kadang ungu. Lapis legit itu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Aku suka...'&lt;br /&gt;'Kenapa?'&lt;br /&gt;'Entah. Mungkin cinta...'&lt;br /&gt;'Ah... Kau bisa aja...'&lt;/i&gt; , manja.&lt;br /&gt;Masa. Masa. Masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Drak drak drak drak...&lt;/i&gt;  Di luar kelam. Tak ada hujan. Lokomotif menjerit. Kecup langit. &lt;i&gt;'Tuhan... aku ingin menjadi garam...'&lt;/i&gt; . Satu surau melintas, &lt;i&gt;'Itu rumahku... mungkin kita...&lt;/i&gt; ', suara itu. Dia tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kau di mana nak?'&lt;br /&gt;'Saya selalu di sini ibu'&lt;br /&gt;'Kenapa kau tidak beranjak?'&lt;br /&gt;'Saya tidak tahu'&lt;br /&gt;'Pergilah. Menuju bahagia'&lt;br /&gt;'Saya sedang melakukannya'&lt;br /&gt;'Tidakkah kau sakit?'&lt;br /&gt;'Bahkan kami sama-sama menjerit'&lt;br /&gt;'Kau tidak apa-apa?'&lt;br /&gt;'Saya hanya akan bahagia'&lt;br /&gt;'Baiklah. Kau ingin didoakan?'&lt;br /&gt;'Saya ingin menjadi garam'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Drak drak drak drak...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di depan gelap. Simpan jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Senja Utama Jakarta-Jogja&lt;br /&gt;8 Des. 2009&lt;br /&gt;*gambar diambil dari &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=199215360605&amp;amp;h=bbbab480f18c00a56c5896895f9ab7a0&amp;amp;url=http%3A%2F%2Flangitjiwa.files.wordpress.com%2F2008%2F12%2Flaki21.jpg" target="_blank" title="http://langitjiwa.files.wordpress.com/2008/12/laki21.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6242077029554692040?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6242077029554692040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6242077029554692040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6242077029554692040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6242077029554692040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/aku-ingin-menjadi-garam.html' title='Aku Ingin Menjadi Garam'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SyEm_OsLA_I/AAAAAAAAAS0/dahmA6s4LbM/s72-c/laki21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-8299962722102139000</id><published>2009-12-06T13:52:00.005+07:00</published><updated>2009-12-06T14:34:43.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sesumbar Tentang Ketakutan Terbesar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxtU9dXKmLI/AAAAAAAAASs/2Mw6IBypqaQ/s1600-h/abused-sad-child.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxtU9dXKmLI/AAAAAAAAASs/2Mw6IBypqaQ/s200/abused-sad-child.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412012792046327986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;‘Apa ketakutan terbesarmu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu pertanyaan. Jutaan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Setiap orang pasti punya’&lt;/i&gt; , satu kawan memastikan.&lt;br /&gt;Begitulah. Tiap manusia pasti memiliki .&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Apa bentuknya?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ah... Itu tak penting. Yang pasti tak ada manusia yang tak punya... Semua...'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;’Masuklah..’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; , sang Ibu memanggil anaknya.&lt;br /&gt;Badai mengamuk. Kapal menari. Kanan kiri. Awan tebal. Petir binal.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Di luar sedang badai nak...’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Tidak ibu..’&lt;/i&gt; , anak bermata merah menjawab,&lt;i&gt; ’Badai ini belum apa-apa. Masih ada yang akan lebih liar. Nanti. Suatu waktu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Demikian penggambaran &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=194634295605&amp;amp;h=3ac6d84c4217738deaecdc28d286d855&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSjumandjaja" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sjumandjaja"&gt;Sjumandjaya&lt;/a&gt;  tentang Chairil kecil dalam &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=194634295605&amp;amp;h=458226f0ffe40c0074d06742746e2707&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.goodreads.com%2Fbook%2Fshow%2F5225162.AKU" target="_blank" title="http://www.goodreads.com/book/show/5225162.AKU"&gt;AKU&lt;/a&gt;&lt;i&gt; (Penggambaran ini saya gambarkan lagi dengan bahasa saya sendiri. Saya lupa kalimat aslinya. Kebetulan bukunya juga tak saya bawa)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam imajinasi &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=194634295605&amp;amp;h=3ac6d84c4217738deaecdc28d286d855&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FSjumandjaja" target="_blank" title="http://id.wikipedia.org/wiki/Sjumandjaja"&gt;Sjumandjaya&lt;/a&gt; , Chairil kecil sedang mempersiapkan dirinya unuk menyongsong sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Daripada sekedar badai yang tampak seperti mainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Ketakutan terbesarku adalah ketika tak lagi punya rasa takut’&lt;/i&gt; , kawan A kirim pesan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Aku takut naik pesawat. Pinjam tanganmu. Genggam jariku’&lt;/i&gt; , kawan B meminta.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Jangan ajak aku ke Rumah Hantu. Aku tak mau’&lt;/i&gt; , kawan C tersedu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Aku takut tidur sendiri. Temani..’&lt;/i&gt; , kawan D suatu hari.&lt;br /&gt;Apapun bentuknya. Ketakutan itu ada. Tapi bagaimana menyikapinya?&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Ketakutan itu ada untuk dihadapi. Dikalahkan. Bukan diikuti..’&lt;/i&gt; , ceramah seseorang suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ’Iya. Tapi aku takut’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Lalu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Apa salahnya menjadi takut?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Tak salah. Itu lumrah.’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Lalu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Hadapi.’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Tapi aku takut’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Lalu?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Apa salahnya menjadi takut?’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;... dst dst....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; "TAK ada lagi yang tersisa, kecuali anak-anak yang dipercayakan Allah sama saya. Mereka adalah harta saya yang tak ternilai," ujar Hendun (45). Ibu lima anak, nenek satu cucu-yang usianya sama dengan usia anak bungsunya-itu dengan cekatan membersihkan puing- puing rumahnya yang sebagian masih teronggok di halaman rumah ibunya di Desa Lancang Baroh, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.... Tak ada lagi yang ditakuti Hendun. Yang paling menakutkan sudah dia lewati. Suami Hendun dibunuh orang bersenjata ketika Hendun hamil tiga bulan, sekitar empat tahun lalu...’, &lt;/i&gt; demikian kalimat di &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=194634295605&amp;amp;h=20c154167907509118d24f1d0412db1f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Furl%3Fsa%3Dt%26source%3Dweb%26ct%3Dres%26cd%3D3%26ved%3D0CA8QFjAC%26url%3Dhttp%253A%252F%252Fwww.pekka.or.id%252Fmedia%252Fkompas%252FKompas_07maret2005.doc%26rct%3Dj%26q%3Dkompas%2Btak%2Bada%2Blagi%2Byang%2Bsaya%2Btakuti%2Baceh%2Btsunami%26ei%3DSkYbS6OoLIro7AOUodzSDw%26usg%3DAFQjCNFZBo3mMMQ2_5TKpVutNYo9QCtikw%26sig2%3DNM4L2I5BPmLZBFv6K6NkIw" target="_blank" title="http://www.google.com/url?sa=t&amp;amp;source=web&amp;amp;ct=res&amp;amp;cd=3&amp;amp;ved=0CA8QFjAC&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pekka.or.id%2Fmedia%2Fkompas%2FKompas_07maret2005.doc&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=kompas+tak+ada+lagi+yang+saya+takuti+aceh+tsunami&amp;amp;ei=SkYbS6OoLIro7AOUodzSDw&amp;amp;usg=AFQjCNFZBo3mMMQ2_5TKpVutNYo9QCtikw&amp;amp;sig2=NM4L2I5BPmLZBFv6K6NkIw"&gt;koran lama yang saya baca&lt;/a&gt;  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ketika ketakutan terbesar sudah ditemui. Manusia menjadi kuat. Bahkan tak jarang menjadi nekat. Berdiri. Dada membusung. Kepala mendongak. Berteriak serak, &lt;i&gt;’Apa lagi yang harus ditakuti?!’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Aku takut tak lagi punya rasa takut’&lt;/i&gt; , suara kawan saya menggema.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Ya. Sangat beralasan. Memang menyakitkan.’&lt;/i&gt;, satu sms untuknya.&lt;br /&gt;Malam terasa terlalu lama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-8299962722102139000?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/8299962722102139000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=8299962722102139000&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8299962722102139000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/8299962722102139000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/sesumbar-tentang-ketakutan-terbesar.html' title='Sesumbar Tentang Ketakutan Terbesar'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxtU9dXKmLI/AAAAAAAAASs/2Mw6IBypqaQ/s72-c/abused-sad-child.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-9030654066096877058</id><published>2009-12-01T21:11:00.006+07:00</published><updated>2009-12-01T21:40:15.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Adzan di Tengah Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxUkMGP3kPI/AAAAAAAAASk/Sn5kDf4OZYg/s1600/K4961428.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxUkMGP3kPI/AAAAAAAAASk/Sn5kDf4OZYg/s200/K4961428.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410270317609718002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Taman kota di pelupuk senja. Mendung bernaung.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Aku titip ini',&lt;/i&gt;  perempuan itu ulurkan tangan, &lt;i&gt;'Bawakan untuknya'&lt;/i&gt; . Sekeranjang maaf dalam genggaman.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Aku tak bisa'&lt;/i&gt; , kakek tua menolaknya. &lt;i&gt;'Maaf hanya boleh dikirim dengan tatap muka. Tanpa perantara. Meski hanya kata'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Kenapa?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Jangan tanya. Aku tak punya jawabnya'.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu lalang manusia. Keluarga-keluarga. Suami-istri tercinta. Wangi bunga. Anak-anak jelita. Bermain bola. Canda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Lalu kenapa 'terima kasih' bisa?&lt;/i&gt; ', perempuan mengelus kotak kaca di pangkuannya.&lt;br /&gt;Sekumpulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;terima kasih&lt;/span&gt; melayang di dalamnya. Bercahaya. Jingga muda. Beberapa ungu tua. Tertawa-tawa. Terlihat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Karena ini 'terima kasih'. Bukan maaf',&lt;/i&gt;  kakek tua mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Itu bukan jawaban'.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Sudah kukatakan. Aku tak memilikinya'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan condongkan tubuh. Angin kirim gerimis. Riwis. Titik air yang terlalu sedikit. Sementara kursi berderit. Mencicit.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Selain 'terima kasih', apa yang dia titip padamu?'&lt;/i&gt; , mata perempuan bercahaya. Terlihat harapan. Namun juga penolakan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Tak ada. Hanya itu.'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Melintas kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Baiklah. Tak apa. Tapi maukah kau membantuku?&lt;/i&gt; , perempuan meminta.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Apa?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Bantu aku membangun dinding'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Untuk apa?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Entah. Mungkin perlindungan. Atau persembunyian'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kakek tua gelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kenapa'&lt;/i&gt; , ada rona kecewa. Perempuan muda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Bukankah jembatan lebih indah daripada dinding?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bungkam. Tanda tanya-tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Seperti halnya Bethlehem*, kalian butuh jembatan. Bukan dinding'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tetap tanda tanya-tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Jembatan itu menghubungkan. Memungkinkan pertemuan. Sebuah jalan. Sementara dinding mengisolasi. Tempat sembunyi. Memuja sendiri'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan bungkam. Adzan kirim panggilan Tuhan. Mulai hujan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Pikirkanlah tentang jembatan'&lt;/i&gt; , kakek tua lempar senyuman. Berdiri. Melangkah menuju kiri.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; ....asyhaduallailahailalla&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span&gt;aaaah.... asyhaduallailahailallaaaaa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;h....&lt;/i&gt;  Suara menara di utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dikutip dari ungkapan Paus Yohanes Paulus II mengenai Israel yang membangun tembok Bethlehem, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;'Mereka yang terus membangun tembok pemisah, ketimbang jembatan, dan berusaha menduduki dengan kekuatan untuk memaksa umat Kristen dan kaum Muslim meninggalkan negeri itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-9030654066096877058?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/9030654066096877058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=9030654066096877058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/9030654066096877058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/9030654066096877058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/adzan-di-tengah-hujan.html' title='Adzan di Tengah Hujan'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxUkMGP3kPI/AAAAAAAAASk/Sn5kDf4OZYg/s72-c/K4961428.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3476321285369020688</id><published>2009-12-01T19:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-01T19:33:16.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Jika Kau Ijinkan Aku Menjadi Pengantinmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Malam nanti akan kuruntuhkan tembok batu puri hitam kesunyianmu lalu kudirikan surau mungil dari kayu randu di mana kita bisa mengais-ngais sisa do'a lalu melantunkan tadharuz-tadharuz rindu tentang perjalanan-perjalanan yang kadangkala terlalu asu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..di situ..&lt;br /&gt;..dalam keindahan rahimmu..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3476321285369020688?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3476321285369020688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3476321285369020688&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3476321285369020688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3476321285369020688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/jika-kau-ijinkan-aku-menjadi.html' title='Jika Kau Ijinkan Aku Menjadi Pengantinmu'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-6970743404863367262</id><published>2009-12-01T19:21:00.002+07:00</published><updated>2009-12-01T19:26:55.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Cerita Tentang Seorang Kawannya Kawanku yang Tertawa Ketika Melihat Orang Lain Menderita dan Suka Memakai Jilbab Merah Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxULSEl7XsI/AAAAAAAAASc/8ZnHWkPyxKs/s1600/15969_1191686185566_1030718506_30466587_6377635_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxULSEl7XsI/AAAAAAAAASc/8ZnHWkPyxKs/s200/15969_1191686185566_1030718506_30466587_6377635_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410242932453891778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;10 Zulhijjah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;Berduyun bermukena. Sarung dan peci warna jelita. Seseorang tanpa nama di jauh sana. Berjilbab merah muda. Kubayangkan lakukan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; 'Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar.. Lailahailallahuallahhuakba&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;r...'&lt;/i&gt; . Takbir. Takbir. Takbir. Setan menyingkir. Berdiri di pinggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Mbeeekkkk... Mbeeekkk..'&lt;/i&gt; , Persetubuhan hewan-hewan. Sebelum menjadi korban. Dan leher terpenggal. Nadi tanggal. Darah muntah. &lt;i&gt;'Puji Tuhan!! Inilah pengorbanan!!'&lt;/i&gt; , si Tanpa Nama Berjilbab Merah Muda turut kirim do'a. Pulang ke rumah wajah sumringah. Kresek hitam berisi daging. Bukan anjing. Cap halal dari MUI.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kita sate saja..'&lt;/i&gt; , teriaknya kepada ibunda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Gulai juga lezat'&lt;/i&gt; , kubayangkan sang bapak meralat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Dua-duanya. Toh siang nanti pasti ada yang mengirim lagi'&lt;/i&gt; , ibu berseru.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Setujuuu'&lt;/i&gt; , serempak.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Inilah pengobanan!!!'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 11 Zulhijjah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanpa Nama Berjilbab Merah Muda di depan laptopnya. Facebook menyala.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Hatiku sedang flu'&lt;/i&gt; , seorang kawan kirim pesan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ha ha ha.. Sudahlah.. Apa yang kau harap darinya...'&lt;/i&gt; , Tanpa Nama Berjilbab Merah Muda tuliskan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Di surga Ibrahim titikkan air mata, &lt;i&gt;'Untuk apa pengorbanan jika tak paham penderitaan&lt;/i&gt; . Ismail-pun berduka,&lt;i&gt;  'Ya. Meski hanya milik seorang kawan..'&lt;/i&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-6970743404863367262?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/6970743404863367262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=6970743404863367262&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6970743404863367262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/6970743404863367262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/12/cerita-tentang-seorang-kawannya-kawanku.html' title='Cerita Tentang Seorang Kawannya Kawanku yang Tertawa Ketika Melihat Orang Lain Menderita dan Suka Memakai Jilbab Merah Muda'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SxULSEl7XsI/AAAAAAAAASc/8ZnHWkPyxKs/s72-c/15969_1191686185566_1030718506_30466587_6377635_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5531042401614416009</id><published>2009-11-25T21:53:00.000+07:00</published><updated>2009-11-25T21:58:10.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Hibernasi</title><content type='html'>&lt;i&gt;'Hibernasi hati adalah suatu kondisi dimana hati yang bersangkutan... bla bla bla..',&lt;/i&gt; Pak Guru Pardi berbusa.&lt;br /&gt;Roni menyeka mata. Jam satu kurang lima,&lt;i&gt; 'Ibu masak apa ya?',&lt;/i&gt; pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Jadi hati itu bisa ber-hibernasi ketika kedua belah pihak... bla bla bla...'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di luar kelas panas. Matahari sedang ganas. &lt;br /&gt;Yuli dan Tarni cekikik di pojok ruang.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ada apa tertawa?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Dasar. Seperti tak punya agama',&lt;/i&gt; Guru gerutu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Karena itulah anak-anak, hati yang berhibernasi itu sama sekali tidak sama dengan hati yang mati... setidaknya belum.. karena dalam satu dan lain hal, keduanya.. bla bla bla.. '&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Berkaca-kaca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5531042401614416009?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5531042401614416009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5531042401614416009&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5531042401614416009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5531042401614416009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/hibernasi.html' title='Hibernasi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1815964918538476320</id><published>2009-11-24T21:57:00.001+07:00</published><updated>2009-11-24T22:03:39.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Akhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Swv1kfDPXAI/AAAAAAAAASU/MrQG4F0Qogc/s1600/perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Swv1kfDPXAI/AAAAAAAAASU/MrQG4F0Qogc/s200/perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407685784747596802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;'Pernah ke surga?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt; 'Aku? Baru pulang dari sana'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Langit mendadak biru. Tanah merekah. Warna merah.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Tanah merah? Bukankah itu neraka?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Siapa kata? Sjahrir dulu belajar di sana'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Hujan jalang. Jembatan tumbang.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Bikinkan aku puisi'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Maaf. Hatiku sedang mati'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mata air air mata. Alir. Tetes. Resap. Laknat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Ibu. Bolehkah aku menangis?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 'Kenapa tidak nak.. Ini bir untukmu..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Puji Tuhan. Mari menuju depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1815964918538476320?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1815964918538476320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1815964918538476320&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1815964918538476320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1815964918538476320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/akhir.html' title='Akhir'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Swv1kfDPXAI/AAAAAAAAASU/MrQG4F0Qogc/s72-c/perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-2290824961677524397</id><published>2009-11-10T00:08:00.006+07:00</published><updated>2009-12-06T14:34:10.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sentrup Sentrup dan Keliaran yang Berbeda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Sayup Suara Papua; 4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhN8AQy7JI/AAAAAAAAASA/SsVM-VsZBuw/s1600-h/11042_1175574142775_1030718506_30434477_533199_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhN8AQy7JI/AAAAAAAAASA/SsVM-VsZBuw/s200/11042_1175574142775_1030718506_30434477_533199_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402153446288845970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya pikir saya liar. Ternyata salah besar. Bagaimana tidak. Masyarakat disana tak biasa mandi. Apalagi gosok gigi. Ganti baju? Mereka rata-rata hanya punya satu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Kenapa masih ada yang ber-koteka?’&lt;/span&gt;, tanya saya lugu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Mereka tak punya baju’&lt;/span&gt;. Asu… 64 tahun katanya Indonesia merdeka. Tapi banyak warganya yang tak mampu berbaju. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Negeri macam apa ini, Su?’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Saya pikir saya liar. Ternyata nol besar. Saya bukan orang yang suka pilih-pilih makanan. Tapi ternyata saya tetap punya standar. Jahe yang dikunyah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukan diiris atau digepuk!&lt;/span&gt;) untuk kemudian diludahkan dan dimasukkan ke panci masakan ternyata cukup ampuh untuk membuat saya selalu berkata ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak&lt;/span&gt;’ terhadap tawaran menu mereka.  Ditambah lagi dengan bebunyian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sentrup sentrup&lt;/span&gt; yang selalu mengiringi acara makan bersama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salah satu bunyi yang membuat saya dan Esti membayangkan alangkah indahnya menjadi tuli&lt;/span&gt;). Belum lagi sengat keringat yang melekat. Pekat. Membuat saya pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai seumur ini belum pernah saya temui gaya hidup yang sedemikian ngeri. Saya sama sekali tak mengatakan mereka salah. Sekali lagi, mereka tidak salah. Saya hanya membayangkan, Anyelma akan menjadi surga yang indah jika gaya hidup mereka bisa diubah. Bangun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Honai"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;honai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berventilasi. Biasakan mandi. Jauhkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Honai"&gt;honai&lt;/a&gt; pribadi dan kandang babi. Namun apa daya. Cuci tangan sebelum makan-pun juga bukan kebiasaan. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Honai"&gt;Honai &lt;/a&gt;tak berjendela menjadi sarang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi_saluran_napas_atas"&gt;ISPA&lt;/a&gt;. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiga tahun saya di sini, belum sekalipun saya menemukan gaya hidup sehat yang dilakukan masyarakat’&lt;/span&gt;, kata Lourin Nova, dokter di Puskesmas Kurima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sentrup sentrup…&lt;/span&gt;’, begitu bunyinya. Dan saya harus pusatkan pikiran,  ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nasi putih dan sayur daun labu dicampur sarden bikinan Esti ini enak sekali….Apalagi ditambah saus cabai hijau cap Aku yang kemarin kami bawa dari Jakarta…&lt;/span&gt;’.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;... Sentrup sentrup… &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Gusti Pangeran, beri saya headphone…Sekali ini saja…&lt;/span&gt;’, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;terpaksa&lt;/span&gt; saya berdoa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-2290824961677524397?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/2290824961677524397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=2290824961677524397&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2290824961677524397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/2290824961677524397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/sentrup-sentrup-dan-keliaran-yang.html' title='Sentrup Sentrup dan Keliaran yang Berbeda'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhN8AQy7JI/AAAAAAAAASA/SsVM-VsZBuw/s72-c/11042_1175574142775_1030718506_30434477_533199_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1703625035672952057</id><published>2009-11-09T23:50:00.002+07:00</published><updated>2009-11-10T00:00:18.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mimpi dan Janji-Janji</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Sayup Suara Papua; 3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhKel-Li1I/AAAAAAAAAR4/HCWUlMQXQk4/s1600-h/11042_1175574542785_1030718506_30434487_1731716_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhKel-Li1I/AAAAAAAAAR4/HCWUlMQXQk4/s200/11042_1175574542785_1030718506_30434487_1731716_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402149642480356178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Masyarakat di sini suka SBY..’&lt;/span&gt;, ucap Kores Wetipo. Menurutnya, masyarakat Anyelma, Kurima, dan sekitarnya, tak akan pernah mau memilih orang yang belum pernah mereka lihat. Dan sampai detik ini, SBY adalah satu-satunya presiden republik ini yang bersedia jejakkan kaki di Kurima. Sebuah negeri jauh di ujung timur, yang mungkin terlupa oleh Jakarta beserta istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita, SBY datang ke Kurima sekitar 2007. Ketika itu ribuan massa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tumplek blek &lt;/span&gt;menyambut kedatangannya. Jalan-jalan diaspal. Jembatan dibangun. Kotoran dibersihkan. Cantik. Lembah Baliem serupa surga. Saya bayangkan helikopter berputar-putar di langit Kurima, sementara 2 sirene &lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;em&gt;Vooridjer&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; meraung-raung membuka jalan di depan, disusul barisan mobil paspampres ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oaklay&lt;/span&gt; hitam, lalu mobil sang RI 1 yang melesat di atas aspal yang baru dituang seminggu sebelumnya, sementara masyarakat tertawa-tawa gembira sambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;da da da da &lt;/span&gt;di dekat sesemak bunga, dihalau kopral-kopral angkatan darat tak bersahabat dari koramil dan kodim setempat, anak-anak sekolah lambaikan bendera, beberapa di antara massa meludah…&lt;span style="font-style: italic;"&gt; cuuuhhh&lt;/span&gt;… merah… buah pinang.. terlihat koteka.. koteka lagi… satu lagi… ratusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;noken&lt;/span&gt; tergantung di kepala.. berisi sayur.. berisi kaleng.. berisi wortel.. berisi entah apa.. lalu ingus-ingus ditarik.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sentrup sentrup&lt;/span&gt;.. sang presiden melesat.. tak lagi terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang kira-kira terjadi. Dulu. Tahun 2007. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sementara kini?&lt;/span&gt; Jembatan yang dulu mulus kini putus. Alam mengirim banjir bandang. Terjang. Dan tumbang. Kali Yetni harus diseberangi dengan kaki. Hanya dua batang kayu diikat tak rapi. Pisahkan Kurima dengan daerah sekitarnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemerintah? &lt;/span&gt;Pura-pura buta. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boediono juga pernah kesini.. Beberapa waktu lalu sebelum dilantik…&lt;/span&gt;’. Begitulah. Mereka dengan menggebu bercerita. Mereka sama sekali masih percaya bahwa ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dewa-dewa&lt;/span&gt;’ itu bukan pelupa. Bahwa janji pembangunan bukan angan-angan. Setiap pagi di halaman radio saya temui, seseorang dengan bergegas dan bangga mengibarkan sang saka. Merah Putih. Dan saya hanya mampu memaki, ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tai..&lt;/span&gt;’. Saya tak yakin Indonesia ingat mereka. Saya tak percaya istana menyadari punya Anyelma, juga Kurima, bahkan mungkin Papua. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemerintah berjanji membangun Kurima 2010..&lt;/span&gt;’. Malam diam. Berjalan pelan-pelan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-1703625035672952057?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/1703625035672952057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=1703625035672952057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1703625035672952057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/1703625035672952057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/mimpi-dan-janji-janji.html' title='Mimpi dan Janji-Janji'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhKel-Li1I/AAAAAAAAAR4/HCWUlMQXQk4/s72-c/11042_1175574542785_1030718506_30434487_1731716_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-4988987727450537866</id><published>2009-11-09T23:09:00.005+07:00</published><updated>2009-11-09T23:41:02.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Pendaratan dan Do’a Do’a</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sayup Suara Papua; 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhFnmJOr_I/AAAAAAAAARw/YZfzR-xC0-M/s1600-h/11042_1175575102799_1030718506_30434500_569191_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhFnmJOr_I/AAAAAAAAARw/YZfzR-xC0-M/s200/11042_1175575102799_1030718506_30434500_569191_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402144299587383282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya. Setelah 8 jam penerbangan Jakarta-Jayapura. Kaki jejakkan Papua. ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bandar Udara Sentani Jayapura Papua. Dilarang merokok dan makan pinang di ruang tunggu&lt;/span&gt;’, tulisan merah berkelip-kelip di atas pintu. Selanjutnya kami; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya dan Esti, si tukang riset kawan seperjalanan&lt;/span&gt;; berburu tiket Trigana. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dapat!! &lt;/span&gt;Penerbangan jam 14.00. Ada waktu menghirup Papua. Jalan jalan jalan.. Pasar baru Sentani. Mengirim takzim di makam &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=12571"&gt;Theis E Luay&lt;/a&gt;. Lalu terbang lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;45 menit penuh do’a Jayapura-Wamena. Awan menggumpal. Pesawat bergoyang. Semua terpejam. Termasuk kardus-kardus di belakang. Do’a do’a do’a... saya bayangkan untaiannya mendesis pelan dari bibir-bibir yang komat kamit untuk selanjutnya mencari-cari celah dan ketika menemukannya lalu menghambur keluar seperti anak-anak sekolah yang berloncatan ketika bel berdentang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seolah mereka baru pertama kali menemu pulang&lt;/span&gt;). Do’a do’a itu melesat tak beraturan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;saling salib satu sama lain, tak peduli karena memang tak ada rambu-rambu atau bahkan polisi&lt;/span&gt;; menuju kahyangan, alamat Tuhan. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngomong-ngomong, tidakkah anda merasa barisan do’a itu terlalu bodoh? Para pecundang yang tak pernah belajar dari pengalaman? Bukankah selama ini telah terbukti bahwa kecepatan (&lt;/span&gt;dan segala sesuatu tentang waktu&lt;span style="font-style: italic;"&gt;) bukanlah faktor yang mendasari keputusan Tuhan untuk mengabulkan atau tak menghiraukan sebuah do’a?&lt;/span&gt;) Tapi ah sudahlah… Pesawat selamat. Mendarat. Bandara Wamena. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surga? Atau sebaliknya?&lt;/span&gt; Kami menduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-4988987727450537866?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/4988987727450537866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=4988987727450537866&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4988987727450537866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/4988987727450537866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/pendaratan-dan-doa-doa.html' title='Pendaratan dan Do’a Do’a'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SvhFnmJOr_I/AAAAAAAAARw/YZfzR-xC0-M/s72-c/11042_1175575102799_1030718506_30434500_569191_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-5534747167284156155</id><published>2009-11-09T22:27:00.008+07:00</published><updated>2009-11-09T22:48:39.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Prolog</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Sayup Suara Papua; 1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu siang. Utan kayu 68H. Lantai tiga. Meeting tak penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;‘Kamu. Berangkat ke Yahukimo?’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Njenggirat. ‘Dengan siapa?’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada tawa, ‘Sendiri laahh…’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Telan ludah. Tercenung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;‘Ada 1 kawan lagi yang akan melakukan riset…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anggukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Svg4jasrSPI/AAAAAAAAARg/8rlyInNszCQ/s1600-h/11042_1175575062798_1030718506_30434499_1774370_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Svg4jasrSPI/AAAAAAAAARg/8rlyInNszCQ/s200/11042_1175575062798_1030718506_30434499_1774370_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402129934144194802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Itulah pada awalnya. Sebuah tawaran yang mengantarkan kaki saya menginjak bumi Papua. Memang, tak sesuci misi para misionaris. Namun tak pula sekotor niat penjajah Portugis. Saya hanya diberi tugas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;sederhana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Membuat film dokumenter tentang dampak Radio Pikon Ane terhadap masyarakat di sana. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Sederhana bukan? Terlalu sederhana untuk tidak dilakukan sendiri bukan???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pikon Ane adalah salah satu dari sekian entah jaringan radio dari perusahaan tempat saya menjadi buruh. Radio ini sendiri berada di Kampung Anyelma, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua. Perjalanan dari Jakarta ditempuh dengan 8 jam penerbangan menuju Jayapura, kemudian dilanjutkan 45 menit penerbangan Jayapura-Wamena, sewa mobil (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;atau taxi, orang Papua menyebutnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;) sampai ke sungai Yetni di lembah Baliem, berjalan kaki menyeberangi arus Yetni, dan kemudian dilanjutkan ojek sepeda motor menuju Anyelma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sedari awal saya paham. Ini akan menjadi perjalanan spiritual pribadi. Saya keburu yakin, apa yang nantinya saya dapatkan pasti jauh lebih besar dari sekedar film dokumenter berdurasi 15 menit. Saya yakin itu. Dan seperti halnya sedikit keyakinan-keyakinan saya terdahulu, keyakinan saya kali ini pun tak begitu melenceng dari kenyataan. Saya mendapat banyak hal. Terlalu banyak bahkan. Hingga otak yang saya akui tak cukup besar ini; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;yang belakangan seringkali saya manjakan dengan syair ninabobo yang dinyanyikan dengan nada dasar c minor (harus minor, biar syahdu), untuk selanjutnya saya bopong ke ranjang empuk yang terletak di ujung ruang, jauh dari perpustakaan, jauh dari kotak bangsat bernama televisi, agar tidur siangnya tak diganggu rekaman suara anggodo, kasus century tai, dan juga perang antar kandang kebun binatang dimana batalyon cicak memukul telak pasukan buaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;; mau tak mau terpaksa (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;) bekerja keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya belajar untuk tidak terlalu egois. Karena itu saya menulis. Beberapa waktu lalu, tanah Papua titipkan berkarung-karung salam pada saya. Untuk semua. Banyak cerita dari mereka yang selama ini tak cukup punya daya untuk bersuara. Lirih. Mendekati bungkam. Nyaris diam. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Papua itu makanan apa?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;’, demikian tanya seseorang di tengah-tengah aksi demonstrasi menentang klaim budaya oleh Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Karena itulah, untuk beberapa waktu ke depan saya akan mencoba melakukan prosesi penyampaian salam. Tanpa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;kembang setaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Cukup dengan tulisan. Harap maklum jika nantinya terkesan serampangan tak beraturan. Karena bagaimanapun, ini bukan jurnal perjalanan. Apakah kumpulan coretan ini nantinya adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;papua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu sendiri? Sama sekali bukan. Ini murni interpretasi. Sekedar cerita versi saya. Tulisan tentang segala sesuatu yang menarik minat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;ketika di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;setelah pulang dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sana. Ada bumbu yang diramu, hiperbola, kadang metafora. Yang berminat silahkan buka mata. Juga telinga. Ada sayup suara Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(…bersambung…)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-5534747167284156155?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/5534747167284156155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=5534747167284156155&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5534747167284156155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/5534747167284156155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/11/prolog.html' title='Prolog'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Svg4jasrSPI/AAAAAAAAARg/8rlyInNszCQ/s72-c/11042_1175575062798_1030718506_30434499_1774370_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-3318312186775932021</id><published>2009-10-24T11:00:00.003+07:00</published><updated>2009-10-24T11:06:22.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Rewang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SuJ82o6eTvI/AAAAAAAAARI/JhXCN0pQWlU/s1600-h/Penangkapan_Simpatisan_PKI.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SuJ82o6eTvI/AAAAAAAAARI/JhXCN0pQWlU/s200/Penangkapan_Simpatisan_PKI.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396012581680729842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rebab terjerembab. Plenggg!!! Rewang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dikampleng&lt;/span&gt;. Puyeng.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dasar PKI!!&lt;/span&gt;'. Jrooottt!!! Sepatu Lars. Bibir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moncrot&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya bukan PKI pak...&lt;/span&gt;', Rewang meratap.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cangkemmu!!&lt;/span&gt;'. Buukkk!!! Giliran perut.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benar pak.. Saya hanya Lekra&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;Plakkk!! '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asu!! Itu sama!!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Rewang terpuruk. Kulit legam. Cipratan darah.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang jawab&lt;/span&gt;', Kopral yang satu angkat suara, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa kau bunuh para Jendral?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Rewang menata nafas.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawab!!&lt;/span&gt;', jrooott!! Lagi-lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moncrot&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak melakukannya pak... Saya hanya pemain rebab.&lt;/span&gt;.'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diancuuukk!!&lt;/span&gt;'. Cuuhh.. Ludah.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benar pak.. Seumur hidup saya tidak pernah membunuh siapa-siapa.. Bahkan lalat sekalipun.. Suargi nenek saya melarang saya untuk membunuh makhluk apapun pak...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Dor!! Kepala Rewang pecah. Merah.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa kau membunuhnya?!&lt;/span&gt;', Kopral yang satu melotot.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia boleh berbohong. Tapi tak boleh menyindirku..&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;*Gambar diambil dari &lt;a href="http://wiwapia.com/id/G30S"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-3318312186775932021?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/3318312186775932021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=3318312186775932021&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3318312186775932021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/3318312186775932021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/10/rewang.html' title='Rewang'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/SuJ82o6eTvI/AAAAAAAAARI/JhXCN0pQWlU/s72-c/Penangkapan_Simpatisan_PKI.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-671535233679935657</id><published>2009-09-13T19:00:00.003+07:00</published><updated>2009-09-13T19:18:14.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>Waktu Sarapan Pagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Sqze_7JRxCI/AAAAAAAAARA/3ssjXKN8ffo/s1600-h/pagi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Sqze_7JRxCI/AAAAAAAAARA/3ssjXKN8ffo/s200/pagi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380920844590629922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Aku lama tak tulis puisi…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Peduli setan...,’&lt;/span&gt; wanita itu tuangkan santan. Osreng osreng osreng.... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Pedas?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Terserah’&lt;/span&gt;. Srupuuuttt.. Kopi pahit.  Klepuuusss... Kretek bakar. ’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak ada berita bagus hari ini’&lt;/span&gt; , koran seminggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Memangnya sejak G30S pernah ada berita bagus?’,&lt;/span&gt; terasi digerus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Lambemu....’ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’ ...Upaya Mabes Polri memanggil delapan pejabat KPK, dinilai ICW sebagai ketidakwajaran. ICW bahkan menengarai, pihak kepolisian telah menyalahi kewenangan sebagai penegak hukum. Bla bla bla...’&lt;/span&gt;, radio siarkan cerita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Ibu... ibu...’&lt;/span&gt;, Bintang datang. Wajah  sumringah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Aku menang...’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Apa?&lt;/span&gt;’,  cabe dipotong-potong.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Jangan terlalu banyak.. nanti kepedesan..’&lt;/span&gt;, srruuupuuuutt..  Kopi. Lagi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Lomba baca puisi...’&lt;/span&gt; , Bintang senang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Lalu?’ &lt;/span&gt;, giliran bawang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Bagus itu ndukkk’&lt;/span&gt;, klepuuus.  Hisapan terakhir.&lt;br /&gt;’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagus apanya?’&lt;/span&gt;, pisau diletakkan. Cobek disiapkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Puisi hanya mencipta mati’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Lambemu itu lho...’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Lho? Tak kenalkah kau Wiji Thukul? Dia mati karna puisi...&lt;/span&gt;’, Gerus gerus gerus...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Tapi Bintang kan bukan Thukul.. Bintang itu masih nol besar...’&lt;/span&gt;, koran dilipat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;’Peduli setan. Kau juga bukan Yesus Kristus... Kau pikir Thukul tak pernah TK?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;’&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha mana aku tahu?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Makanya beli blackberry.. biar bisa buka internet..'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Lambemu itu lho...'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Feminisme, etnisitas, orientasi seksual, nasionalisme, semuanya diaduk-aduk jadi lodeh !!! Ha ha ha...&lt;/span&gt;', Daliyem Gila teriakkan mantra. Di beranda. Tertawa-tawa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Tai kuda yeeemmm!!! Hidupku sederhana!!! Tak butuh diperbelit!!!'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Huusss.. Lambemu itu lho...'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Aku ingin renang...'&lt;/span&gt;, kata Bintang.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bintang itu di langit. Tak di air'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Telur ceploknya setengah mateng lho...',&lt;/span&gt; Ganti koran. Edisi minggu depan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055336215751368236-671535233679935657?l=lintanglanang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintanglanang.blogspot.com/feeds/671535233679935657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055336215751368236&amp;postID=671535233679935657&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/671535233679935657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055336215751368236/posts/default/671535233679935657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintanglanang.blogspot.com/2009/09/waktu-sarapan-pagi.html' title='Waktu Sarapan Pagi'/><author><name>Sang Lintang Lanang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13480779145934857943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Sqze_7JRxCI/AAAAAAAAARA/3ssjXKN8ffo/s72-c/pagi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055336215751368236.post-1761011952136835180</id><published>2009-09-02T19:37:00.004+07:00</published><updated>2009-09-02T19:41:27.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Nasionalisme Apa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Sp5nmIdfPJI/AAAAAAAAAQ4/-KgkJ-L5nK0/s1600-h/merah-putih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kbE6LUKf6Mo/Sp5nmIdfPJI/AAAAAAAAAQ4/-KgkJ-L5nK0/s200/merah-putih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376848909930806418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;‘Ganyang Malaysia!!’&lt;/i&gt;, kalimat yang dipopulerkan Soekarno beberapa dasawarsa lampau ini belakangan memenuhi ruang publik kita. Mulai dari kolom-kolom status di situs jejaring sosial macam facebook, blog-blog pribadi, berbagai ruang lain di dunia ‘maya’, hingga &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=127561170605&amp;amp;h=6d278e1e36d7b83e26ad3fb410337e0f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Foase.kompas.com%2Fread%2Fxml%2F2009%2F09%2F01%2F14452455%2Fmalam.puisi.tolak.malaysia.di.semarang" target="_blank" title="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/09/01/14452455/malam.puisi.tolak.malaysia.di.semarang"&gt;aksi ‘nyata’ seperti yang dilakukan beberapa kawan penyair, sastrawan, dan juga jurnalis di Semarang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat provokatif tersebut lahir sebagai sikap perlawanan terhadap aksi Malaysia yang diduga melakukan klaim terhadap budaya 'milik' Indonesia (Catatan: tulisan ini hanya menyoroti tentang konflik Malaysia dilihat dari sudut pandang KLAIM BUDAYA. bukan KLAIM TERITORI). Seperti diketahui beberapa waktu lalu pemerintah Malaysia memproduksi sekaligus menyiarkan sebuah iklan promosi budaya Malaysia, di mana di dalamnya memuat adegan tari Pendhet dan juga animasi wayang kulit yang notabene dipercaya sebagai budaya ‘milik’ Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘buddhayah’, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (akal). Berbagai macam definisi ‘budaya’ muncul dari berbagai tokoh, diantaranya Melville J. Herskovits, Bronislaw Malinowski, Andreas Eppink, Edward Burnett Tylor, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. &lt;i&gt;(Sementara untuk definisi dari tokoh-tokoh lain, silahkan anda browsing di internet. Bukan apa-apa, hanya saja tulisan ini memang bukan makalah diskusi)&lt;/i&gt; . Namun meski didefinisikan dengan bahasa berbeda-beda pada intinya muaranya sama, bahwa budaya adalah satu kosakata yang identik dengan kata ‘kompleks’ dan ‘abstrak’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membincang tentang 'budaya / kebudayaan', sulit bagi kita untuk menghindari pertemuan dengan 2 arus besar pemahaman tentang budaya yang saling bertentangan. Di mana kubu &lt;i&gt; (yang lebih konservatif)&lt;/i&gt; menganggap bahwa budaya adalah sebuah hasil jadi yang tak mungkin diubah lagi, sementara kubu lain lebih memandang budaya sebagai sebuah proses yang tidak akan pernah selesai. Dalam artian budaya bukanlah ‘karya jadi’ melainkan proses ‘menjadi’ itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya secara pribadi khawatir gerakan massal penghujatan Malaysia sehubungan dengan ‘klaim budaya’ kali ini tak lebih dari sebuah tindakan konyol nir-alasan &lt;i&gt;(saya katakan klaim budaya, bukan klaim teritori)&lt;/i&gt;. Bukan karena sekedar menyadari fakta bahwa negeri kita sendiri penuh dengan maling &lt;i&gt;(lihat saja lagu-lagu jiplakan musisi negeri ini; mulai musisi campursari hingga musisi wangi nan funky)&lt;/i&gt; yang jelas-jelas melakukan tindakan ilegal pelecehan hak cipta sebuah karya. Belum lagi sederet MP3 yang hampir tiap hari kita nikmati. Pun juga film-film yang di Hollywood baru rilis beberapa hari. Sekali lagi, &lt;i&gt;bukan sekedar karena itu&lt;/i&gt;. Namun lebih karena saya secara pribadi mengakui, bahwa saya adalah termasuk salah satu orang yang menganggap bahwa budaya itu jauh untuk bisa disebut sebagai hasil jadi. Budaya adalah sesuatu yang terus berproses. Manusia tumbuh dan berevolusi. Dan saya kebetulan percaya, dari proses itulah terlahir apa yang disebut sebagai ‘kebudayaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin semua orang tahu bahwa 'barongsai/liong' berasal dari Cina. Kira-kira adakah sebuah kesalahan ketika ada imigran asal Cina yang lalu mengenalkan dan mengembangkan hasil budaya ini tempat tinggalnya yang baru? Dan ketika barongsai itu berkembang di negara tersebut, bukankah sebenarnya hal itu justru sebuah kebanggaan bagi negara asal? Begitu juga halnya ketika ada sebuah lagu yang di satu negara dianggap sebagai langgam keroncong biasa, namun justru dijadikan lagu kebangsaan di negara lain. Bukankah itu justru meninggikan derajat kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja saya belum pernah mendengar pihak Cina marah-marah ketika kita menampilkan barongsai dalam sebuah karnaval budaya. Saya menduga mereka justru merasa bangga karena hasil cipta budaya mereka berhasil mendunia. Mungkin ada di antara kita yang lalu berteriak, &lt;i&gt;‘Tapi kita kan tak pernah melakukan klaim terhadap barongsai!!’&lt;/i&gt;. Ya, anda benar. Kita tak pernah melakukannya. Seperti halnya Malaysia yang tak pernah meng-klaim bahwa Pendhet, wayang kulit, reog ponorogo, dan kawan-kawannya sebagai ‘milik’ mereka. Mereka ‘hanya’ mengembangkannya’ dan ‘mencantumkannya’ dalam iklan budaya negara mereka. Itu saja. Sekali lagi, budaya adalah sesuatu yang maha abstrak. &lt;b&gt; Bahkan wayang kulit yang selama ini diklaim sebagai budaya Jawa-pun jika dirunut juga berakar dari India.&lt;/b&gt; Di mana kitab babon kisah-kisah yang termuat di dalamnya ditulis di sana. Tidakkah kita akan tertawa dan menganggap lucu ketika tiba-tiba masyarakat India berteriak-teriak kepada dunia, bahwa Indonesia tak berhak mengklaim wayang kulit sebagai ‘milik pribadi’, karena Ramayana dan Mahabharata adalah ‘milik’ India?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di titik inilah saya secara pribadi menyadari bahwa kualitas masing-masing bangsa memang sama sekali berbeda. Jika seperti ini yang terjadi, saya terpaksa menyangsikan gagasan dan impian beberapa orang yang meyakini bahwa suatu waktu nanti Indonesia akan sanggup menjadi bangsa yang besar. Masing-masing di antara kita pasti pernah mende
